Juli 16, 2013

Reward puasa

Kalau aku perhatikan dulu sampai sekarang banyak sekali orang tua yang melatih anak-anaknya berpuasa dengan iming-iming hadiah kalau bisa melakukan puasa Ramadhan. Rewardnya bisa berupa uang, barang-barang yang diinginkan anak-anak, liburan setelah Lebaran atau hanya sekedar pujian. Mana yang paling efektif?

Kalau jaman kecil dulu seingatku kalau aku ikut puasa Ramadhan sebulan penuh sepertinya tidak pernah ada hadiah berupa uang atau barang-barang. Kalau uang saku saat Lebaran sih itu gak termasuk reward karena ikut puasa karena sejak jaman aku belum puasa juga selalu dapat uang saku setiap Lebaran.  Tidak pernah ada kata-kata dari kedua orang tuaku yang menyatakan,"Kalau nanti kamu bisa puasa Ramadhan satu bulan penuh Bapak dan Ibu akan kasih A atau B." Makanya aku dulu terheran-heran waktu di sekolah ada temanku yang cerita katanya kalau bisa puasa sebulan penuh akan dapat hadiah dari orang tuanya. Orang tuaku selalu menekankan bahwa puasa Ramadhan itu wajib dilakukan oleh umat Islam yang sudah melalui masa akil baligh dan itu harus dilatih sejak kecil biar terbiasa. Tanggung jawab puasa itu adalah di hadapan Allah SWT dan orang tua juga ikut bertanggung jawab apabila anaknya yang udah akil baligh belum melaksanakan puasa Ramadhan.

Bahkan bukan hanya saat puasa teman-temanku itu mendapatkan hadiah dari orang tuanya, bila nilai rapor temenku bagus dia akan dapat hadiah dari orang tuanya. Nilai 7 dapat hadiah A, nilai 8 dapat hadiah B, nilai 9 dapat hadiah C apalagi kalau bilainya bisa 10. Pikir-pikir kalau setiap nilai sekolahku ada reward berupa barang atau uang dari orang tua wah bisa kaya aku ya hahahaha. Apabila nilai raporku bagus dan melihat Bapak dan Ibu tersenyum senang trus kepalaku diusap-usap atau dipeluk itu sudah suatu hadiah yang sangat bernilai buatku. Karena Bapak itu bukan orang yang ekspresif, beliau tidak biasa mencium atau memeluk anak-anaknya setiap saat. Jadi saat beliau memelukku tiba-tiba itu seperti sebuah hadiah yang sangat besar :)

Tapi bukan berarti aku tidak pernah mendapatkan apapun dari Ibu dan Bapak lho. Setiap pergi kemanapun Ibu selalu pulang dengan oleh-oleh walaupun oleh-oleh itu hanya berupa jajan pasar atau buah-buahan, Bapak pun juga begitu. Dan karena waktu kecil aku sangat suka membaca saat pergi ke Gramedia Bapak membebaskanku memilih buku yang aku mau dan biasanya aku ke kasir dengan setumpuk buku Lima Sekawan, Agatha Christy, Pasukan Mau Tahu atau Cerita Dongeng trua Bapak deh yang bayar hehehehe. Bacaan kesukaanku buku-buku fiksi semua ...aku kurang suka membaca buku-buku yang terlalu serius. Tapi selain buku-buku cerita detektif dan petualangan aku juga suka membaca buku tentang alam misalkan tentang proses terjadinya bumi, buku tentang makhluk purba, buku tentang binatang, buku tentang tumbuhan dan lain sebagainya...tapi kalau buku-buku seperti itu harus ada gambarnya yang menarik dan berwarna :D

Memang cara mendidik anak-anak untuk setiap orang itu beda-beda ya metodenya. Kalau aku karena dulu jaman kecil dididik seperti itu jadi mungkin hal itu nanti yang akan aku terapkan untuk anak-anakku. Anak kecil akan mencontoh pola yang diterapkan oleh orang tuanya saat dewasa nanti, karena rekaman-rekaman kejadian di lingkungan sekitarnya akan tertanam kuat di alam bawah sadar setiap orang.

0 comments:

Poskan Komentar