Beberapa bulan yang lalu saat berada di Blitar aku dan saudara-saudaraku pergi ke pantai-pantai di Blitar Selatan antara lain ke Pantai Tambakrejo dan Pantai Pasir Putih atau Pantai Gondo Mayit. Blitar itu diapit gunung dan lautan, bagian utara ada gunung antara lain Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Blitar dan Kediri dan Gunung Kawi yang terletak di perbatasan Blitar dan Malang. Wisata alam lainnya masih banyak, ada bendungan, gua, perkebunan dan lain-lain.
Perjalanan ke pantai lumayan lama juga, setelah 2 jam kami sampai di Pantai Tambakrejo yang selalu ramai dengan pengunjung. Pantai Tambakrejo ini adalah Pantai Laut Selatan jadi ombaknya lumayan ganas apalagi saat cuaca tidak bersahabat...sebaiknya pengunjung pantai yang berniat berenang harus sangat hati-hati, jangan mengabaikan batas aman yang sudah ditentukan oleh petugas yang berwenang dan apabila mendapat perintah segera menjauh dari laut sebaiknya segera dilakukan karena sambaran ombak bisa datang sewaktu-waktu.
Di Pantai Tambakrejo ini banyak warung-warung makan yang menyediakan aneka hidangan yang terbuat dari seafood, tapi hidangan dari bahan lain juga ada kok. Apabila ingin menikmati suasana pantai dan laut dari atas kita bisa menaiki bukit yang berada di pinggir Pantai Tambakrejo. Perjuangan menaiki bukit lumayan bikin terengah-engah hahaha...apalagi kalau jalanan licin sehabis hujan, untuk naik dan turun bukit butuh perjuangan biar nggak kepeleset.
Beberapa kali aku ke Pantai Tambakrejo ini selalu ramai pengunjung, jadi agak sulit mengambil foto pemandangan pantai dan laut yang terbebas dari pengunjung. Tetapi kalau tertarik mengambil foto tingkah laku pengunjung pantai menarik juga kok...tinggal pilih aja mau foto anak-anak kecil yang kejar-kejaran, anak dan orang tuanya yang bermain pasir atau sepasang kekasih yang berbasah-basahan di pantai hahaha...
Puas menikmati Pantai Tambakrejo kami pindah ke Pantai Pasir Putih/Pantai Gondo Mayit yang merupakan sambungan dari Pantai Tambakrejo. Kalau pakai mobil harus sedikit memutar agak jauh untuk mencapai Pantai Pasir Putih ini. Aku lebih suka Pantai Pasir Putih daripada Pantai Tambakrejo karena pengunjungnya jauh lebih sedikit, pasirnya lebih putih dan lebih bersih. Tetapi tetap harus berhati-hati dengan gulungan ombak yang bisa datang sewaktu-waktu. Aku sih biarpun sangat suka laut tapi tidak berminat untuk berenang di laut selatan, lebih baik menikmati keindahan pantai dan laut dari pinggir aja sambil berfoto-foto cantik hehehe...
Tampilkan postingan dengan label Jalan - Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan - Jalan. Tampilkan semua postingan
Februari 10, 2017
Februari 03, 2017
Floating Market Lembang
Perjalanan dari Bandung ke Lembang lumayan macet ya. Nah pas udah sampai Lembang kami bingung mau kemana hahaha...nggak ada yang punya planning jelas tempat tujuannya. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk ke Floating Market aja. Cuaca hari itu cukup panas....rasanya badan mau meleleh aja saking panasnya...geraaaahhhh...padahal di Lembang lho tapi cuacanya berasa panas.
Oya biaya masuk ke Floating Market ini adalah Rp 20.000/orang dan ada welcome drink yang bisa kita ambil sendiri. Welcome drink-nya kopi. Begitu masuk ke area Floating Market kami disambut dengan danau buatan dengan deretan tempat duduk dan payung-payung yang bisa menaungi pengunjung dari panas matahari. Di bagian pinggir juga ada deretan rumah-rumah mungil dan beberapa gazebo yang bisa dipakai untuk duduk-duduk santai.
Kami memutuskan untuk duduk di pinggir danau sambil menikmati kopi. Setelah itu barulah keliling ke area Floating Market. Area Floating Market ini menurutku benar-benar sangat terawat dan sangat bersih, para pekerja kebersihan terus menjalankan tugasnya walaupun pengunjung lumayan banyak. Pemandangan hijau dengan gemericik air yang berisi ikan-ikan sungguh sangat memanjakan mata, bisa sekalian menikmati udara segar yang bebas polusi...yah walaupun saat itu cuaca cukup panas tapi semilir angin masih bisa kita rasakan.
Aku jalan sampai ke arah deretan pedagang makanan, ada beraneka ragam makanan yang dijual disana kita tinggal pilih aja. Selain makan kita juga bisa ngasih makan ikan-ikan yang tampak bohay-bohay hahahaha....tapi tetap lincah menanti makanan dari para pengunjung. Sebenarnya bisa sih naik perahu untuk keliling danau buatan...tapi antriannya panjang cuy jadinya kami batal naik perahu. Akhirnya kami hanya berkeliling aja di area Floating Market. Kami hanya sekitar 2 jam berada di Floating Market dan memutuskan untuk kembali lagi ke Bandung.
Kami tiba di Bandung dan memutuskan untuk makan siang di Warung Ampera, setelah itu Sholat Asar di Masjid yang berada di alun-Alun Bandung. Saat itu Alun-Alun sangat penuh pengunjung dan sayangnya ada beberapa pengunjung yang membuang sampah sembarangan...duh sayang sekali ya masih aja ada orang yang nggak bisa menjaga kebersihan public area.
Setelahnya kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta, kali ini sepupuku Dimas yang nyetir. Nah pas di jalan tol sempat salah ambil jalur dan akhirnya harus muter lagi mana maceeeettttt pula. Sampai akhirnya sampai rumah juga....Alhamdulillah bisa istirahat juga :)
Oya biaya masuk ke Floating Market ini adalah Rp 20.000/orang dan ada welcome drink yang bisa kita ambil sendiri. Welcome drink-nya kopi. Begitu masuk ke area Floating Market kami disambut dengan danau buatan dengan deretan tempat duduk dan payung-payung yang bisa menaungi pengunjung dari panas matahari. Di bagian pinggir juga ada deretan rumah-rumah mungil dan beberapa gazebo yang bisa dipakai untuk duduk-duduk santai.
Kami memutuskan untuk duduk di pinggir danau sambil menikmati kopi. Setelah itu barulah keliling ke area Floating Market. Area Floating Market ini menurutku benar-benar sangat terawat dan sangat bersih, para pekerja kebersihan terus menjalankan tugasnya walaupun pengunjung lumayan banyak. Pemandangan hijau dengan gemericik air yang berisi ikan-ikan sungguh sangat memanjakan mata, bisa sekalian menikmati udara segar yang bebas polusi...yah walaupun saat itu cuaca cukup panas tapi semilir angin masih bisa kita rasakan.
Aku jalan sampai ke arah deretan pedagang makanan, ada beraneka ragam makanan yang dijual disana kita tinggal pilih aja. Selain makan kita juga bisa ngasih makan ikan-ikan yang tampak bohay-bohay hahahaha....tapi tetap lincah menanti makanan dari para pengunjung. Sebenarnya bisa sih naik perahu untuk keliling danau buatan...tapi antriannya panjang cuy jadinya kami batal naik perahu. Akhirnya kami hanya berkeliling aja di area Floating Market. Kami hanya sekitar 2 jam berada di Floating Market dan memutuskan untuk kembali lagi ke Bandung.
Kami tiba di Bandung dan memutuskan untuk makan siang di Warung Ampera, setelah itu Sholat Asar di Masjid yang berada di alun-Alun Bandung. Saat itu Alun-Alun sangat penuh pengunjung dan sayangnya ada beberapa pengunjung yang membuang sampah sembarangan...duh sayang sekali ya masih aja ada orang yang nggak bisa menjaga kebersihan public area.
Setelahnya kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta, kali ini sepupuku Dimas yang nyetir. Nah pas di jalan tol sempat salah ambil jalur dan akhirnya harus muter lagi mana maceeeettttt pula. Sampai akhirnya sampai rumah juga....Alhamdulillah bisa istirahat juga :)
Labels:
Bandung,
Floating Market Lembang,
Jalan - Jalan,
Lembang
Februari 02, 2017
Kawah Putih
Udah entah dari berapa tahun yang lalu aku pengen ke Kawah Putih di Bandung Selatan...tapi gagal mulu...ada aja halangannya. Sampai akhirnya datanglah ajakan dari sepupuku untuk jalan-jalan kesana....wah langsunglah ajakannya aku sambut dengan gembira.
Berangkat ke arah Bandung pagi-pagi lewat Tol Cipularang...sempat mampir ke Rest Area sebentar untuk makan pagi. Kami pagi itu emang berniat langsung menuju ke Kawah Putih. Perjalanan lumayan lancar hanya di satu daerah sempat berhenti karena bagian belakang mobil disodok Pajero Sport sampai agak penyok...hadeuh...
Mulai masuk kawasan sekitar Kawah Putih kami berhenti dulu di salah satu Rumah Makan di pinggir jalan untuk lunch. Rumah Makan-nya terbilang sepi karena saat itu hanya ada sedikit pengunjung termasuk kami. Abis lunch kami Sholat Dzuhur dulu di Musholla Rumah Makan tersebut. Selesai sholat langsung meluncur ke Kawah Putih. HTM Kawah Putih adalah Rp 20.000/orang untuk wisatawan lokal, Rp 50.000/orang untuk wisatawan asing, Rp 500.000 untuk Pre Wedding, kalau mau mendekat ke arah Kawah Putih kita bisa menaiki kendaraan umum yang disediakan dengan membayar Rp 15.000/orang, Rp 150.000 kalau membawa mobil masuk ke area atas Kawah Putih.
Kawasan Kawah Putih ini lumayan dingin jadi kalau berkunjung kesana jangan lupa untuk membawa jaket. Oya untuk menuju ke area kawahnya kita harus melewati banyak anak tangga...nggak apa-apa itung-itung olah raga kan hehehe...
Saat itu cuaca agak mendung jadi langitnya sebagian tertutup mendung tebal. Kalau mau hasil foto keren sih saat langit cerah tapi ya mau gimana lagi yang penting udah sampai ke Kawah Putih.
Kami tidak begitu lama berada di Kawah Putih. Setelah puas berfoto-foto kami memutuskan untuk langsung ke Bandung. Makan waktu sekitar 2 jam lebih untuk sampai ke Bandung, apalagi menjelang malam jalanan di Bandung lumayan macet juga. Kami menginap di Majestic Hotel & Apartment, nyaman juga menginap disitu. Sepupuku mengambil yang Suites Room yang berisi 3 kamar tidur, ada dapur, meja makan, meja kerja dan ruang TV. Abis mandi dan makan malam langsung deh meluncur ke alam mimpi...capeeeee...zzzzz....
Pagi-pagi bangun langsung mandi, Sholat Shubuh trus menikmati secangkir milo hangat sambil menikmati pemandangan kota bandung dari jendela kamarku...hijau...sejuk...damai...
Berlanjut menikmati breakfast di Hotel sambil menanti kedatangan salah satu sepupuku yang lain. Sebenarnya dia juga berada di Bandung tapi menginap di rumah temennya karena malam sebelumnya di aharus mengadiri resepsi pernikahan temen kerjanya. Well...badan udah segar lagi, perut udah kenyang...bersiap meluncur ke tempat wisata yang lain :)
Berangkat ke arah Bandung pagi-pagi lewat Tol Cipularang...sempat mampir ke Rest Area sebentar untuk makan pagi. Kami pagi itu emang berniat langsung menuju ke Kawah Putih. Perjalanan lumayan lancar hanya di satu daerah sempat berhenti karena bagian belakang mobil disodok Pajero Sport sampai agak penyok...hadeuh...
Mulai masuk kawasan sekitar Kawah Putih kami berhenti dulu di salah satu Rumah Makan di pinggir jalan untuk lunch. Rumah Makan-nya terbilang sepi karena saat itu hanya ada sedikit pengunjung termasuk kami. Abis lunch kami Sholat Dzuhur dulu di Musholla Rumah Makan tersebut. Selesai sholat langsung meluncur ke Kawah Putih. HTM Kawah Putih adalah Rp 20.000/orang untuk wisatawan lokal, Rp 50.000/orang untuk wisatawan asing, Rp 500.000 untuk Pre Wedding, kalau mau mendekat ke arah Kawah Putih kita bisa menaiki kendaraan umum yang disediakan dengan membayar Rp 15.000/orang, Rp 150.000 kalau membawa mobil masuk ke area atas Kawah Putih.
Kawasan Kawah Putih ini lumayan dingin jadi kalau berkunjung kesana jangan lupa untuk membawa jaket. Oya untuk menuju ke area kawahnya kita harus melewati banyak anak tangga...nggak apa-apa itung-itung olah raga kan hehehe...
Saat itu cuaca agak mendung jadi langitnya sebagian tertutup mendung tebal. Kalau mau hasil foto keren sih saat langit cerah tapi ya mau gimana lagi yang penting udah sampai ke Kawah Putih.
Kami tidak begitu lama berada di Kawah Putih. Setelah puas berfoto-foto kami memutuskan untuk langsung ke Bandung. Makan waktu sekitar 2 jam lebih untuk sampai ke Bandung, apalagi menjelang malam jalanan di Bandung lumayan macet juga. Kami menginap di Majestic Hotel & Apartment, nyaman juga menginap disitu. Sepupuku mengambil yang Suites Room yang berisi 3 kamar tidur, ada dapur, meja makan, meja kerja dan ruang TV. Abis mandi dan makan malam langsung deh meluncur ke alam mimpi...capeeeee...zzzzz....
Pagi-pagi bangun langsung mandi, Sholat Shubuh trus menikmati secangkir milo hangat sambil menikmati pemandangan kota bandung dari jendela kamarku...hijau...sejuk...damai...
Berlanjut menikmati breakfast di Hotel sambil menanti kedatangan salah satu sepupuku yang lain. Sebenarnya dia juga berada di Bandung tapi menginap di rumah temennya karena malam sebelumnya di aharus mengadiri resepsi pernikahan temen kerjanya. Well...badan udah segar lagi, perut udah kenyang...bersiap meluncur ke tempat wisata yang lain :)
Oktober 22, 2015
Melaka, Malaysia
Day 4
Hari itu waktunya Bulek check up lagi ke MMC. Berhubung dari apartemen ke MMC sangat dekat jadi kami hanya berjalan kaki saja, tinggal menyeberang jalan udah nyampe.
Seperti biasa setelah daftar di administrasi, saatnya antri di depan ruangan dokter. Dan aku seperti biasa juga...mencari tempat duduk yang dekat dengan colokan...maklumlah power bank-ku bermasalah semua dan power bank yang terakhir tersiram air tanpa sengaja hiks hiks jadi gak bisa dipakai lagi, sementara HP penuh dengan aplikasi yang menghabiskan daya baterai begitu cepat. Btw kalau pergi ke Malaysia atau Singapore jangan lupa ya bawa colokan berkaki 3, kalau di Saudi Arabia colokannya sama kayak di Indonesia. Ya daripada setelah sampai di malaysia bingung dengan colokan yang ada kan lebih baik prepare dari Tanah Air...ya kan?
Ternyata sama sang dokter Bulek disarankan pergi ke dokter urolog untuk meminta rekomendasi soal obat-obatan yang perlu dipakai saat masa pengobatan. Nah ternyata dokter yang dituju sedang cuti, akhirnya balik lagi ke dokter yang satunya dan disarankan pergi ke dokter sejawatnya yang lain lagi.
Nah waktu di dokter urolog ini aku gak ikutan masuk ke ruangan dokter, aku duduk manis di depan ruangan dokter...kursinya empuk euy...mana AC-nya dingin banget pula jadilah aku terkantuk-kantuk. Dan ternyata kata sepupuku kondisi di dalam ruangan dokter jauh lebih dingin lagi :D
Setelah konsultasi dengan dokter kami memutuskan untuk jalan siang itu, menunggu bus umum di depan mall tapi busnya gak nongol-nongol, akhirnya kami jalan ke arah halte depan rumah sakit dan menunggu bus disana. Bus umum di Melaka ini jauh lebih sedikit dibandingkan bus umum yang ada di Penang, kalau di Penang gak perlu nunggu lama bus udah datang, tapi kalau di Melaka kadang harus menunggu 30 menit sampai 1,5 jam baru ada bus yang melintas.
Kami menunggu bus umum yang menuju Terminal Central Melaka. Aku sama sekali gak menyusun itinerary, bahkan gak browsing tempat-tempat wisata di Melaka...udah pasrah dengan pilihan sepupuku. Tapi berhubung saat itu sudah menjelang sore akhirnya kami memutuskan untuk kembali lagi ke apartemen soalnya tempat wisatanya jauh-jauh. Kami naik bus umum nomor 17 lagi.
Nah waktu naik bus umum itu ada pengalaman yang gak enak, saat itu bus udah hampir masuk wilayah Melaka World Heritage City...naiklah seorang turis asing berkulit putih pria dengan ransel besarnya...seketika itu juga terciumlah bau yang sangat tidak sedap. Hampir semua penumpang bus langsung menutup hidungnya, aku langsung minta tissue basah ke Bulekku....benar-benar gak tahan sama baunya. Ya ampun Mas Bule...udah gak mandi berapa hari sih?????
Tidak berapa lama kami turun di depan Giant, memang udah niat mau belanja sih. Untung juga bisa terbebas dari bau yang sangat tidak sedap itu...fiuuuuhhhh. Btw harga sayuran segar dan buah import di Giant Melaka ini jauh lebih murah dibandingkan harga buah import di Indonesia, misal: 1 kg lemon di Indonesia harganya berkisar 70K - 80K nah kalau di Melaka harganya RM 10 sekitar 35K. Sekotak kecil blueberry di Indonesia harganya sekitar 120K sedangkan di Melaka RM 8,9 sekitar 30K (bedanya jauh banget ya).
Oya kalau belanja di Giant Malaysia jangan lupa bawa tas belanjaan sendiri ya, karena kita tidak diberi tas plastik oleh Giant untuk meminimalisir pencemaran sampah plastik...bagus juga kalau hal seperti ini diterapkan di Indonesia, tapi biasanya orang Indonesia akan memilih belanja di tempat lain yang memberi tas belanja hahaha...susah juga ya...hadeuh...
Di Australia juga saat belanja grocery juga harus membawa tas belanjaan sendiri lho, yah siapa tau mau jalan-jalan kesana dan pengen belanja :)
Selesai belanja kami langsung kembali ke apartemen. Nah sepupuku ngajakin keluar lagi malem harinya...tapi waktu itu aku berasa sangat lelah, eh akhirnya gak ada yang keluar, mandi, makan, sholat, tidur deh...
Day 5
Pagi-pagi kami sudah siap-siap, karena rencananya pagi itu kami mau pergi ke daerah Ayer Keroh. Kami harus naik bus nomor 17 lagi menuju ke Terminal Central Melaka, ongkosnya RM 1,3/orang. Dari Terminal Central kami harus naik bus nomor 19 arah Ayer Keroh, perjalanan lumayan lama sekitar 1 jam. Ongkos bus dari Terminal Central Melaka ke Ayer Keroh adalah RM 2,6/orang. Dan kami turun di Mini Malaysia & Asean Cultural Park. Biaya untuk masuk ke tempat ini adalah RM 24/orang (sekitar 80K), mahal juga ya.
Tadinya aku membayangkan Mini Malaysia & ASEAN Cultural Park ini seperti Taman Mini Indonesia Indah tapi ternyata beda jauh banget. Memang ada sih rumah-rumah adat ala negara-negara bagian Malaysia dan negara-negara ASEAN, tapi kesannya tuh kurang terawat...yang terawat hanya sebagian kecil saja.
Disana ada pertunjukan tarian khas Malaysia dan saat itu yang nonton hanya kami ber-4 dan seorang ibu muda dengan dua anaknya yang masih kecil. Sangat sangat sepi...
Kami masuk ke rumah adat khas Penang. Di dinding rumah adat Penang itu dipasang foto-foto kue-kue khas Malaysia dan ternyata sama dengan kue-kue tradisional di Indonesia hanya beda nama saja. Ada juga cetakan berbagai macam kue tradisional yang diletakkan di dalam bingkai kaca.
Di jalan keluar ada toko yang menjual souvenir khas Melaka dan Malaysia pada umumnya. Harga souvenir di Melaka ini sama di semua tempat, mau di tengah kota maupun di tempat wisata harganya sama semua, misal: magnet kulkas RM 4/pcs, RM 10/3pcs. Tapi ada juga magnet kulkas yang harganya lebih murah yaitu yang bentuknya lembaran uang Malaysia. Aku sih sebagian souvenir beli di toko souvenir di dekat Tamingsari, aku beli mug yang bergambar Melaka World Heritage City, piring pajangan, magnet kulkas dan gantungan kunci (standar banget ya hehehe). Nah kalau ke Malaysia jangan lupa beli coklat Beryl's...menurutku enakkkk bangettttt. Aku beli coklat beryl's yang rasa tiramisu, soal kehalalan jangan khawatir, produk-produk coklat tersebut ada logo halalnya kok. Kalau coklat sih di Giant juga ada, di bandara apalagi....banyak banget dijual beraneka ragam coklat baik yang produk lokal Malaysia maupun coklat buatan Swiss dan negara lainnya.
Kami tidak begitu lama di Malaysia & Asean Cultural Park. Kami menunggu bus umum untuk kembali ke Terminal Central....dan ternyata setelah 1,5 jam kami menunggu bus tidak juga muncul. Akhirnya kami naik taksi dengan biaya RM 40. Jangan dibayangkan taksi di Melaka itu bagus-bagus seperti taksi di Indonesia atau di Singapore, taksi di wilayah Malaysia itu rata-rata memakai mobil sedan tua, dengan kondisi AC yang sudah tidak dingin lagi dan tidak menggunakan argo. Kalau disuruh memilih aku memilih naik bus umumnya saja, sangat nyaman dan AC-nya dingin pula plus jauh lebih murah tentunya.
Setelah sekitar 40 menit kami sampai di Terminal Central Melaka, nah berhubung perut udah lapar jadi kami mampir makan dulu di tempat makan yang ada di Terminal Central ini, masakan khas Indonesia :)
Perjalanan lanjut lagi ke pusat kota, naik bus nomor 17 lagi. Kali ini saat sampai di Melaka World Heritage City aku turun, sementara Bulek dan dua sepupuku melanjutkan perjalanan sampai di Giant. Nah berhubung pergi sendirian dan lupa tidak membawa tongsis jadi ya fotoin bangunan aja, sesekali selfie juga sih hehehe...
Hampir semua bangunan yang ada di wilayah Melaka World Heritage City berwarna merah dan yang jelas bersih dan satu lagi yang aku suka...di sudut manapun yang aku lewati tidak pernah tercium bau pesing. Beda banget ya dengan di Kota Tua Jakarta....fiuuuhhhh....
Berhubung aku itu bukan penggemar museum jadi ya aku hanya fotoin bangunan museum dari luar aja, aku gak berminat untuk masuk ke dalam museum. Aku malah lebih menikmati melihat perahu yang lalu lalang di Melaka River, enak juga duduk-duduk di pinggir sungai...merasakan hembusan angin yang sejuk di tengah siang yang sangat terik saat itu. Ada juga penjual minuman dan makanan di pinggir sungai tapi semua begitu tertata dan rapi, tidak ada yang membuang sampah sembarangan.
Puas menikmati Melaka World Heritage City aku berjalan ke arah apartemen. Lumayan berkeringat juga jalan kaki di tengah hari bolong seperti saat itu.
Sesampai di apartemen segera sholat dan rebahan bentar...dan sorenya ternyata diajak jalan lagi. Kali ini aku menyempatkan mampir ke Giant karena mau beli coklat Beryl's. Sempat tergoda masuk ke konter hush puppies yang sedang diskon, tapi mengingat waktu jadinya batal deh.
Jalan lagi ke arah Taman Merdeka lanjut terus ke Dermaga Melaka River. Tadinya sih Bulekku pengen naik Melaka River Cruise lagi, tapi ternyata batal. Akhirnya setelah duduk-duduk sebentar kami kembali ke apartemen. Harus siap-siap karena keesokan harinya kami sudah harus ke Kuala Lumpur dan pulang ke Jakarta.
Day 6
Pagi-pagi kami sudah siap-siap untuk menuju tempat pemberhentian bus Trans Nasional Malaysia, tempatnya itu di samping MMC jadi kami tinggal jalan kaki aja. Tidak perlu menunggu terlalu lama bus datang dan meluncurlah kami ke Kuala Lumpur, langsung ke Kuala Lumpur International Airport 2 di daerah Sepang Malaysia.
KLIA 2 itu bentuknya futuristik ya...keren...dan yang jelas tertata rapi. Di dalam KLIA 2 ada mallnya juga, jadi kalau masih punya waktu cukup banyak bisa belanja-belanja dulu. Toko-toko coklat bertebaran dari pintu masuk sampai dekat tempat boarding, dan yang penting harga coklat di luar bandara dan di dalam bandara juga gak beda jauh, harga souvenir juga sama kayak di luar bandara, beda banget sama di Thailand harga souvenir di dalam bandara alamakjang bisa 10x lipat dibanding diluar bandara.
Nah berhubung kami harus melewati bagian imigrasi jadi harus datang lebih awal, jangan terlalu mepet. Karena KLIA 2 ini begitu besar, kalau datang mepet kayaknya bakalan ketinggalan pesawat deh mengingat begitu besarnya bandara dan begitu jauhnya pintu masuk dengan bagian imigrasinya.
Kami makan siang dulu di dalam bandara, menu siang itu adalah nasi briyani....herannya tumben lidahku bersahabat dengan menu ala India, saking lapernya kali ya :D
Selesai makan kami menuju ke Musholla untuk sholat, selesai sholat langsung menuju ke tempat boarding. Saat itu pesawat delay kurang lebih 35 menit. Tidak berapa lama kami masuk ke pesawat dan cus pulang ke Jakarta.
Setelah menempuh 2,5 jam perjalanan sampailah kami di Terminal 3 bandara Soekarno Hatta. Bulek dan para sepupuku pulang ke apartemen sepupuku, sementara aku langsung pulang ke Benhil. Nunggu bus arah Blok M lama bener....1,5 jam nunggunyaaaaaa. Di bus aku bilang ke kondekturnya untuk turun di halte sebrangnya JHCC. Ternyata oh ternyata dengan alasan jalanan macet penumpang bus Damri yang turun di Semanggi dan sekitarnya diturunkan di belokan depan RSAL. Bayangin aja dengan kondisi badan yang capek dan membawa koper diturunkan secara "paksa" di belokan jalan yang gak ada ojek maupun angkot....sumpah kesel banget....tapi udah gak punya tenaga untuk protes. Aku turun bersama 3 penumpang lain dan kahirnya jalan ke arah RSAL, jalan ke arah Jl. Benhil Raya untuk cari ojek atau angkot.
Huffff....ternyata benar-benar udah nyampe di Jakarta ya...back to reality....
Hari itu waktunya Bulek check up lagi ke MMC. Berhubung dari apartemen ke MMC sangat dekat jadi kami hanya berjalan kaki saja, tinggal menyeberang jalan udah nyampe.
Seperti biasa setelah daftar di administrasi, saatnya antri di depan ruangan dokter. Dan aku seperti biasa juga...mencari tempat duduk yang dekat dengan colokan...maklumlah power bank-ku bermasalah semua dan power bank yang terakhir tersiram air tanpa sengaja hiks hiks jadi gak bisa dipakai lagi, sementara HP penuh dengan aplikasi yang menghabiskan daya baterai begitu cepat. Btw kalau pergi ke Malaysia atau Singapore jangan lupa ya bawa colokan berkaki 3, kalau di Saudi Arabia colokannya sama kayak di Indonesia. Ya daripada setelah sampai di malaysia bingung dengan colokan yang ada kan lebih baik prepare dari Tanah Air...ya kan?
Ternyata sama sang dokter Bulek disarankan pergi ke dokter urolog untuk meminta rekomendasi soal obat-obatan yang perlu dipakai saat masa pengobatan. Nah ternyata dokter yang dituju sedang cuti, akhirnya balik lagi ke dokter yang satunya dan disarankan pergi ke dokter sejawatnya yang lain lagi.
Nah waktu di dokter urolog ini aku gak ikutan masuk ke ruangan dokter, aku duduk manis di depan ruangan dokter...kursinya empuk euy...mana AC-nya dingin banget pula jadilah aku terkantuk-kantuk. Dan ternyata kata sepupuku kondisi di dalam ruangan dokter jauh lebih dingin lagi :D
Setelah konsultasi dengan dokter kami memutuskan untuk jalan siang itu, menunggu bus umum di depan mall tapi busnya gak nongol-nongol, akhirnya kami jalan ke arah halte depan rumah sakit dan menunggu bus disana. Bus umum di Melaka ini jauh lebih sedikit dibandingkan bus umum yang ada di Penang, kalau di Penang gak perlu nunggu lama bus udah datang, tapi kalau di Melaka kadang harus menunggu 30 menit sampai 1,5 jam baru ada bus yang melintas.
![]() |
| Bus Umum di Melaka |
Nah waktu naik bus umum itu ada pengalaman yang gak enak, saat itu bus udah hampir masuk wilayah Melaka World Heritage City...naiklah seorang turis asing berkulit putih pria dengan ransel besarnya...seketika itu juga terciumlah bau yang sangat tidak sedap. Hampir semua penumpang bus langsung menutup hidungnya, aku langsung minta tissue basah ke Bulekku....benar-benar gak tahan sama baunya. Ya ampun Mas Bule...udah gak mandi berapa hari sih?????
Tidak berapa lama kami turun di depan Giant, memang udah niat mau belanja sih. Untung juga bisa terbebas dari bau yang sangat tidak sedap itu...fiuuuuhhhh. Btw harga sayuran segar dan buah import di Giant Melaka ini jauh lebih murah dibandingkan harga buah import di Indonesia, misal: 1 kg lemon di Indonesia harganya berkisar 70K - 80K nah kalau di Melaka harganya RM 10 sekitar 35K. Sekotak kecil blueberry di Indonesia harganya sekitar 120K sedangkan di Melaka RM 8,9 sekitar 30K (bedanya jauh banget ya).
Oya kalau belanja di Giant Malaysia jangan lupa bawa tas belanjaan sendiri ya, karena kita tidak diberi tas plastik oleh Giant untuk meminimalisir pencemaran sampah plastik...bagus juga kalau hal seperti ini diterapkan di Indonesia, tapi biasanya orang Indonesia akan memilih belanja di tempat lain yang memberi tas belanja hahaha...susah juga ya...hadeuh...
Di Australia juga saat belanja grocery juga harus membawa tas belanjaan sendiri lho, yah siapa tau mau jalan-jalan kesana dan pengen belanja :)
Selesai belanja kami langsung kembali ke apartemen. Nah sepupuku ngajakin keluar lagi malem harinya...tapi waktu itu aku berasa sangat lelah, eh akhirnya gak ada yang keluar, mandi, makan, sholat, tidur deh...
Day 5
Pagi-pagi kami sudah siap-siap, karena rencananya pagi itu kami mau pergi ke daerah Ayer Keroh. Kami harus naik bus nomor 17 lagi menuju ke Terminal Central Melaka, ongkosnya RM 1,3/orang. Dari Terminal Central kami harus naik bus nomor 19 arah Ayer Keroh, perjalanan lumayan lama sekitar 1 jam. Ongkos bus dari Terminal Central Melaka ke Ayer Keroh adalah RM 2,6/orang. Dan kami turun di Mini Malaysia & Asean Cultural Park. Biaya untuk masuk ke tempat ini adalah RM 24/orang (sekitar 80K), mahal juga ya.
Tadinya aku membayangkan Mini Malaysia & ASEAN Cultural Park ini seperti Taman Mini Indonesia Indah tapi ternyata beda jauh banget. Memang ada sih rumah-rumah adat ala negara-negara bagian Malaysia dan negara-negara ASEAN, tapi kesannya tuh kurang terawat...yang terawat hanya sebagian kecil saja.
Disana ada pertunjukan tarian khas Malaysia dan saat itu yang nonton hanya kami ber-4 dan seorang ibu muda dengan dua anaknya yang masih kecil. Sangat sangat sepi...
Kami masuk ke rumah adat khas Penang. Di dinding rumah adat Penang itu dipasang foto-foto kue-kue khas Malaysia dan ternyata sama dengan kue-kue tradisional di Indonesia hanya beda nama saja. Ada juga cetakan berbagai macam kue tradisional yang diletakkan di dalam bingkai kaca.
Di jalan keluar ada toko yang menjual souvenir khas Melaka dan Malaysia pada umumnya. Harga souvenir di Melaka ini sama di semua tempat, mau di tengah kota maupun di tempat wisata harganya sama semua, misal: magnet kulkas RM 4/pcs, RM 10/3pcs. Tapi ada juga magnet kulkas yang harganya lebih murah yaitu yang bentuknya lembaran uang Malaysia. Aku sih sebagian souvenir beli di toko souvenir di dekat Tamingsari, aku beli mug yang bergambar Melaka World Heritage City, piring pajangan, magnet kulkas dan gantungan kunci (standar banget ya hehehe). Nah kalau ke Malaysia jangan lupa beli coklat Beryl's...menurutku enakkkk bangettttt. Aku beli coklat beryl's yang rasa tiramisu, soal kehalalan jangan khawatir, produk-produk coklat tersebut ada logo halalnya kok. Kalau coklat sih di Giant juga ada, di bandara apalagi....banyak banget dijual beraneka ragam coklat baik yang produk lokal Malaysia maupun coklat buatan Swiss dan negara lainnya.
Kami tidak begitu lama di Malaysia & Asean Cultural Park. Kami menunggu bus umum untuk kembali ke Terminal Central....dan ternyata setelah 1,5 jam kami menunggu bus tidak juga muncul. Akhirnya kami naik taksi dengan biaya RM 40. Jangan dibayangkan taksi di Melaka itu bagus-bagus seperti taksi di Indonesia atau di Singapore, taksi di wilayah Malaysia itu rata-rata memakai mobil sedan tua, dengan kondisi AC yang sudah tidak dingin lagi dan tidak menggunakan argo. Kalau disuruh memilih aku memilih naik bus umumnya saja, sangat nyaman dan AC-nya dingin pula plus jauh lebih murah tentunya.
Setelah sekitar 40 menit kami sampai di Terminal Central Melaka, nah berhubung perut udah lapar jadi kami mampir makan dulu di tempat makan yang ada di Terminal Central ini, masakan khas Indonesia :)
Perjalanan lanjut lagi ke pusat kota, naik bus nomor 17 lagi. Kali ini saat sampai di Melaka World Heritage City aku turun, sementara Bulek dan dua sepupuku melanjutkan perjalanan sampai di Giant. Nah berhubung pergi sendirian dan lupa tidak membawa tongsis jadi ya fotoin bangunan aja, sesekali selfie juga sih hehehe...
Hampir semua bangunan yang ada di wilayah Melaka World Heritage City berwarna merah dan yang jelas bersih dan satu lagi yang aku suka...di sudut manapun yang aku lewati tidak pernah tercium bau pesing. Beda banget ya dengan di Kota Tua Jakarta....fiuuuhhhh....
Berhubung aku itu bukan penggemar museum jadi ya aku hanya fotoin bangunan museum dari luar aja, aku gak berminat untuk masuk ke dalam museum. Aku malah lebih menikmati melihat perahu yang lalu lalang di Melaka River, enak juga duduk-duduk di pinggir sungai...merasakan hembusan angin yang sejuk di tengah siang yang sangat terik saat itu. Ada juga penjual minuman dan makanan di pinggir sungai tapi semua begitu tertata dan rapi, tidak ada yang membuang sampah sembarangan.
Puas menikmati Melaka World Heritage City aku berjalan ke arah apartemen. Lumayan berkeringat juga jalan kaki di tengah hari bolong seperti saat itu.
Sesampai di apartemen segera sholat dan rebahan bentar...dan sorenya ternyata diajak jalan lagi. Kali ini aku menyempatkan mampir ke Giant karena mau beli coklat Beryl's. Sempat tergoda masuk ke konter hush puppies yang sedang diskon, tapi mengingat waktu jadinya batal deh.
Jalan lagi ke arah Taman Merdeka lanjut terus ke Dermaga Melaka River. Tadinya sih Bulekku pengen naik Melaka River Cruise lagi, tapi ternyata batal. Akhirnya setelah duduk-duduk sebentar kami kembali ke apartemen. Harus siap-siap karena keesokan harinya kami sudah harus ke Kuala Lumpur dan pulang ke Jakarta.
Day 6
Pagi-pagi kami sudah siap-siap untuk menuju tempat pemberhentian bus Trans Nasional Malaysia, tempatnya itu di samping MMC jadi kami tinggal jalan kaki aja. Tidak perlu menunggu terlalu lama bus datang dan meluncurlah kami ke Kuala Lumpur, langsung ke Kuala Lumpur International Airport 2 di daerah Sepang Malaysia.
KLIA 2 itu bentuknya futuristik ya...keren...dan yang jelas tertata rapi. Di dalam KLIA 2 ada mallnya juga, jadi kalau masih punya waktu cukup banyak bisa belanja-belanja dulu. Toko-toko coklat bertebaran dari pintu masuk sampai dekat tempat boarding, dan yang penting harga coklat di luar bandara dan di dalam bandara juga gak beda jauh, harga souvenir juga sama kayak di luar bandara, beda banget sama di Thailand harga souvenir di dalam bandara alamakjang bisa 10x lipat dibanding diluar bandara.
Nah berhubung kami harus melewati bagian imigrasi jadi harus datang lebih awal, jangan terlalu mepet. Karena KLIA 2 ini begitu besar, kalau datang mepet kayaknya bakalan ketinggalan pesawat deh mengingat begitu besarnya bandara dan begitu jauhnya pintu masuk dengan bagian imigrasinya.
Kami makan siang dulu di dalam bandara, menu siang itu adalah nasi briyani....herannya tumben lidahku bersahabat dengan menu ala India, saking lapernya kali ya :D
Selesai makan kami menuju ke Musholla untuk sholat, selesai sholat langsung menuju ke tempat boarding. Saat itu pesawat delay kurang lebih 35 menit. Tidak berapa lama kami masuk ke pesawat dan cus pulang ke Jakarta.
Setelah menempuh 2,5 jam perjalanan sampailah kami di Terminal 3 bandara Soekarno Hatta. Bulek dan para sepupuku pulang ke apartemen sepupuku, sementara aku langsung pulang ke Benhil. Nunggu bus arah Blok M lama bener....1,5 jam nunggunyaaaaaa. Di bus aku bilang ke kondekturnya untuk turun di halte sebrangnya JHCC. Ternyata oh ternyata dengan alasan jalanan macet penumpang bus Damri yang turun di Semanggi dan sekitarnya diturunkan di belokan depan RSAL. Bayangin aja dengan kondisi badan yang capek dan membawa koper diturunkan secara "paksa" di belokan jalan yang gak ada ojek maupun angkot....sumpah kesel banget....tapi udah gak punya tenaga untuk protes. Aku turun bersama 3 penumpang lain dan kahirnya jalan ke arah RSAL, jalan ke arah Jl. Benhil Raya untuk cari ojek atau angkot.
Huffff....ternyata benar-benar udah nyampe di Jakarta ya...back to reality....
Melaka, Malaysia
Day 1
Minggu lalu aku berangkat ke Melaka Malaysia bersama saudara-saudara sepupu dan Bulek. Tujuan utamanya sih mau mengantarkan Bulek untuk kontrol ke Mahkota Medical Centre.
Berangkat melalui Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta menuju Kuala Lumpur.
Perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur memakan waktu kurang lebih 2,5 jam. Sesampai di KLIA 2 langsung beli kartu operator lokal, lebih murah pakai operator lokal dibanding tetap bertahan dengan operator Indonesia saat beergian di Luar Negeri hihihi....lumayanlah pengiritan...
Di KLIA 2 ada counter-counter yang menjual tiket bus transnasional Malaysia, dari Kuala Lumpur kami naik bus eksekutif ke Melaka, harga tiketnya RM 25/orang. Perjalanan Kuala Lumpur - Melaka memakan waktu 2,5 jam langsung turun di disamping MMC.
Dari MMC kami tinggal menyeberang karena selama di Melaka kami menyewa apartemen di Mahkota Hotel Melaka.
Apartemennya nyaman banget, ada 2 kamar tidur dan dua kamar mandi, ada dapur, meja makan dan ruang tamu...cukup luas. Berhubung saat tiba di Melaka hari sudah malam jadi malam itu selepas mandi kami langsung tidur....zzzzzzz.....
Hari ini jadwalnya kontrol ke MMC. Di MMC ruang tunggunya sangat nyaman, saat antri pun juga tidak menunggu terlalu lama karena pelayanannya cepat dan tidak ribet.
Btw baru kali ini masuk RS disambut aroma makanan hehehe...karena memang kantinnya terletak di dekat lobby utama, menyediakan aneka snack, kue-kue dan aneka makanan berat. Sesaat setelah daftar administrasi kami langsung menuju ruang praktek dokter spesialisnya, pelayanannya cepat, bagus dan ramah baik dokter maupun perawatnya.
Oya sebelumnya Bulek sempat mengalami salah diagnosa saat periksa ke dokter di Indonesia, sampai akhirnya bulan lalu check up ke Melaka dan baru diketahui ada penyakit yang berbahaya sampai akhirnya diambil tindakan di MMC Melaka.
Hari itu juga Bulek menjalani endoscopy lagi dan harus rawat inap di MMC. Malam itu Bulek ditemani oleh Brill (sepupuku) sementara aku dan Nisa pulang ke apartemen.
Day 3
Pagi harinya aku dan Nisa ke MMC lagi. Kata dokter spesialis yang menangani Bulek, hari itu juga Bulek udah boleh keluar dari rumah sakit. Cepet juga ya rawat inapnya dan satu lagi...gak dikasih obat apapun untuk dibawa pulang. Di rumah sakit Melaka tuh dokternya sangat pelit obat, maksudnya kalaupun memberikan resep obat tuh gak bejibun kayak kalau berobat di Indonesia. Kenapa bisa begitu ya?
Jadi inget dulu waktu aku sakit dan sempat rawat inap di rumah sakit harus mengkonsumsi banyak sekali obat dari yang ukurannya imut sampai segede kancing baju, eneg banget.
Nah waktu aku dan Nisa datang, Bulekku bilang pengen makan pisang goreng. Alamak...dimana cari pisang goreng di Melaka?
Akhirnya aku dan Nisa menyusuri jalan di belakang rumah sakit sampai tiba di jalan besar dan di salah satu mall. Hmm...adanya cake & bakery...lalala...gak nemu yang jual pisang goreng. Tapi ternyata di bagian luar mall ada penjual yang menjajakan aneka makanan kecil dan ada yang berbahan dasar pisang namanya godok pisang, jadi pisang dihancurin trus dicampur dengan tepung terigu dan air dikasih sedikit gula trus digoreng. Dia jual pisang goreng hanya saat malam hari aja, jadi saat itu kami beli godok pisang aja daripada tidak sama sekali :)
Balik ke MMC menunggu dokternya visite, dan kata dokternya hari itu juga Bulek boleh keluar dari RS...Alhamdulillah. Btw hari itu sebenarnya dokternya libur lho karena di Melaka sedang tanggal merah, tapi dokternya tetap datang untuk mengecek keadaan pasien...hebat euy :)
Setelah beres-beres dan urusan administrasi selesai kami kembali ke apartemen untuk beristirahat. Sore harinya kami keluar untuk jalan-jalan. Tujuannya adalah ke Menara Tamingsari. Sebelum ke Menara Tamingsari kami berhenti sejenak di Taman Merdeka, banyak sekali pepohonan yang sangat rindang dan besar-besar, tamannya juga sangat terawat. Nyaman sekali ada taman teduh di tengah kota.
Kami menuju ke Menara Tamingsari untuk menikmati pemandangan kota Melaka dari ketinggian. Biaya menaiki Menara Tamingsari adalah RM 20/orang, setiap orang akan diberi sebotol air mineral dan dodol khas Melaka. Kami memasuki ruangan yang berlantai dan berdinding kaca, pelan-pelan bergerak ke atas sambil berputar dengan diiringi lagu-lagu Melayu...hmm...menyenangkan....hanya sayangnya cuma sekitar 15 menit...kurang lamaaaaaaa...
Setelah menikmati pemandangan Kota Melaka dari ketinggian kami menuju ke Melaka River. Di Melaka River kita bisa ikut Melaka River Cruise dengan biaya RM 20/orang untuk menyusuri Melaka River dengan menaiki perahu bermesin selama kurang lebih 45 menit.
Sungainya sangat bersih, bangunan-bangunan di samping kiri dan kanan sungai begitu tertata rapi....jauh dari kesan kumuh. Menyenangkan sekali menikmati Melaka River Cruise ini.
FYI...naik Melaka River Cruise di malam hari lebih mengasyikkan lho :)
Disini juga ada museum dan kapal kayu besar yang katanya dulu terdampar di daratan dan sekarang menjadi museum, untuk masuk museum kapal ini biayanya RM 10/orang, tapi kami saat itu tidak masuk ke museum.
Selesai menikmati Melaka River kami pulang ke apartemen, sebelumnya mampir beli makan dulu di resto setempat. Saat itu kami beli tom yam, kwetiaw ala Melaka (lupa nama aslinya hehehe), kailan dan toge. Enak-enak lho rasanya....mantaaaappppp....
Yess malam itu tidur dengan perut kenyang dan kaki pegal-pegal karena seharian terus berjalan kaki...
Minggu lalu aku berangkat ke Melaka Malaysia bersama saudara-saudara sepupu dan Bulek. Tujuan utamanya sih mau mengantarkan Bulek untuk kontrol ke Mahkota Medical Centre.
Berangkat melalui Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta menuju Kuala Lumpur.
Perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur memakan waktu kurang lebih 2,5 jam. Sesampai di KLIA 2 langsung beli kartu operator lokal, lebih murah pakai operator lokal dibanding tetap bertahan dengan operator Indonesia saat beergian di Luar Negeri hihihi....lumayanlah pengiritan...
![]() |
| Lukisan Langit antara Jakarta - Kuala Lumpur |
![]() |
| Kuala Lumpur International Airport 2 |
Dari MMC kami tinggal menyeberang karena selama di Melaka kami menyewa apartemen di Mahkota Hotel Melaka.
Apartemennya nyaman banget, ada 2 kamar tidur dan dua kamar mandi, ada dapur, meja makan dan ruang tamu...cukup luas. Berhubung saat tiba di Melaka hari sudah malam jadi malam itu selepas mandi kami langsung tidur....zzzzzzz.....
Day 2
Hari ini jadwalnya kontrol ke MMC. Di MMC ruang tunggunya sangat nyaman, saat antri pun juga tidak menunggu terlalu lama karena pelayanannya cepat dan tidak ribet.
Btw baru kali ini masuk RS disambut aroma makanan hehehe...karena memang kantinnya terletak di dekat lobby utama, menyediakan aneka snack, kue-kue dan aneka makanan berat. Sesaat setelah daftar administrasi kami langsung menuju ruang praktek dokter spesialisnya, pelayanannya cepat, bagus dan ramah baik dokter maupun perawatnya.
Oya sebelumnya Bulek sempat mengalami salah diagnosa saat periksa ke dokter di Indonesia, sampai akhirnya bulan lalu check up ke Melaka dan baru diketahui ada penyakit yang berbahaya sampai akhirnya diambil tindakan di MMC Melaka.
Hari itu juga Bulek menjalani endoscopy lagi dan harus rawat inap di MMC. Malam itu Bulek ditemani oleh Brill (sepupuku) sementara aku dan Nisa pulang ke apartemen.
Day 3
Pagi harinya aku dan Nisa ke MMC lagi. Kata dokter spesialis yang menangani Bulek, hari itu juga Bulek udah boleh keluar dari rumah sakit. Cepet juga ya rawat inapnya dan satu lagi...gak dikasih obat apapun untuk dibawa pulang. Di rumah sakit Melaka tuh dokternya sangat pelit obat, maksudnya kalaupun memberikan resep obat tuh gak bejibun kayak kalau berobat di Indonesia. Kenapa bisa begitu ya?
Jadi inget dulu waktu aku sakit dan sempat rawat inap di rumah sakit harus mengkonsumsi banyak sekali obat dari yang ukurannya imut sampai segede kancing baju, eneg banget.
Nah waktu aku dan Nisa datang, Bulekku bilang pengen makan pisang goreng. Alamak...dimana cari pisang goreng di Melaka?
Akhirnya aku dan Nisa menyusuri jalan di belakang rumah sakit sampai tiba di jalan besar dan di salah satu mall. Hmm...adanya cake & bakery...lalala...gak nemu yang jual pisang goreng. Tapi ternyata di bagian luar mall ada penjual yang menjajakan aneka makanan kecil dan ada yang berbahan dasar pisang namanya godok pisang, jadi pisang dihancurin trus dicampur dengan tepung terigu dan air dikasih sedikit gula trus digoreng. Dia jual pisang goreng hanya saat malam hari aja, jadi saat itu kami beli godok pisang aja daripada tidak sama sekali :)
Balik ke MMC menunggu dokternya visite, dan kata dokternya hari itu juga Bulek boleh keluar dari RS...Alhamdulillah. Btw hari itu sebenarnya dokternya libur lho karena di Melaka sedang tanggal merah, tapi dokternya tetap datang untuk mengecek keadaan pasien...hebat euy :)
Setelah beres-beres dan urusan administrasi selesai kami kembali ke apartemen untuk beristirahat. Sore harinya kami keluar untuk jalan-jalan. Tujuannya adalah ke Menara Tamingsari. Sebelum ke Menara Tamingsari kami berhenti sejenak di Taman Merdeka, banyak sekali pepohonan yang sangat rindang dan besar-besar, tamannya juga sangat terawat. Nyaman sekali ada taman teduh di tengah kota.
![]() |
| Taman Merdeka |
Setelah menikmati pemandangan Kota Melaka dari ketinggian kami menuju ke Melaka River. Di Melaka River kita bisa ikut Melaka River Cruise dengan biaya RM 20/orang untuk menyusuri Melaka River dengan menaiki perahu bermesin selama kurang lebih 45 menit.
Sungainya sangat bersih, bangunan-bangunan di samping kiri dan kanan sungai begitu tertata rapi....jauh dari kesan kumuh. Menyenangkan sekali menikmati Melaka River Cruise ini.
![]() |
| Kincir Air |
![]() |
| Benteng |
FYI...naik Melaka River Cruise di malam hari lebih mengasyikkan lho :)
Disini juga ada museum dan kapal kayu besar yang katanya dulu terdampar di daratan dan sekarang menjadi museum, untuk masuk museum kapal ini biayanya RM 10/orang, tapi kami saat itu tidak masuk ke museum.
Selesai menikmati Melaka River kami pulang ke apartemen, sebelumnya mampir beli makan dulu di resto setempat. Saat itu kami beli tom yam, kwetiaw ala Melaka (lupa nama aslinya hehehe), kailan dan toge. Enak-enak lho rasanya....mantaaaappppp....
Yess malam itu tidur dengan perut kenyang dan kaki pegal-pegal karena seharian terus berjalan kaki...
November 07, 2014
Pantai-Pantai di Gunung Kidul, Yogyakarta
Pada hari ke-3 aku di Yogyakarta aku dan saudara-saudaraku pergi ke pantai-pantai di daerah Gunung Kidul. Kami berangkat jam 05.00 WIB dari rumah dengan menggunakan mobil. Tujuan pertama adalah ke Pantai Indrayanti yang sedang ngehits itu, penasaran juga kayak apa sih Pantai yang sering disebut-sebut indah ini.
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1,5 jam...mungkin karena masih pagi jadi jalanan relatif lancar. Oya biaya masuk ke area pantai-pantai ini adalah Rp 9.500/orang sedangkan biaya parkir mobil adalah Rp 5.000/pantai/mobil. Begitu sampai di Pantai Indrayanti ternyata pantai udah penuh dengan pengunjung. Pantai Indrayanti ini berpasir putih dengan ombak yang lumayan besar dan diapit dengan bukit karang disisi kanan dan kirinya. Sayang sekali pantai ini mulai terlihat kotor, aku lihat banyak sampah berserakan di pasir putihnya. Ternyata sebagian pengunjung pantai tidak bisa menjaga kebersihan pantai...aku melihat ada yang membuang bungkus ice cream sembarangan....miris....kapan ya bangsa ini bisa disiplin untuk membuang sampah di tempat sampah, bukan menganggap semua tanah yang dilewati adalah tempat sampah :(
Setelah puas menikmati Pantai Indrayanti kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Sundak. Di Pantai Sundak pengunjungnya tidak seramai di Indrayanti. Karakter pasir pantainya masih sama, karakter ombaknya juga sama dengan Pantai Indrayanti. Kami tidak begitu lama di Pantai Sundak, setelah berfoto-foto kami melanjutkan perjalanan lagi. Gak berapa lama ada jalan masuk ke salah satu pantai lagi...ternyata oh ternyata ini masih Pantai Sundak, garis pantainya memang lumayan panjang. Karena sebelumnya kami udah menyusuri Pantai Sundak akhirnya kami memutuskan untuk menaiki bukit batu karang yang ada di tepi Pantai Sundak. Pemandangan dari bukit batu karang ini sungguh luar biasa indah. Angin menerpa wajah kami dengan keras. Di puncak bukit ini ada bangunan yang bisa dipakai untuk berteduh.
Saat tengah menikmati pemandangan dari bukit batu karang ini kami dikejutkan dengan pemandangan yang luar biasa indah dari pantai yang berada di balik bukit batu karang ini. Pasir pantai itu sungguh sangat bersih dan garis pantainya pun juga menawan. Kami memutuskan untuk menuruni bukit batu karang ke arah pantai tersebut. Pantai indah itu ternyata bernama Pantai Ngandong. Pasirnya sungguh lembut dan sangat bersih, ombaknya tenang mungkin karena ombak sudah dipecah oleh bukit batu karang disisi-sisi pantai dan karang besar yang berdiri kokoh di laut.
Menurutku Pantai Ngandong ini gak kalah indahnya dengan pantai-pantai berpasir putih di Bali...sungguh sangat indah. Pengunjungnya juga sedikit apabila dibandingkan pantai-pantai yang aku kunjungi sebelumnya, mungkin karena lokasinya yang terlindung jadibelum banyak orang yang tahu dengan keberadaan Pantai Ngandong ini. Kami sangat betah berada di Pantai Ngandong ini dan memutuskan untuk menikmati pantai lebih lama lagi, kami menikmati kelapa muda di warung pinggir pantai dengan duduk di bangku kayu yang tertutup atap sirap....huaaaahhhhh nikmatnyaaaaaa.....
Setelah puas menikmati Pantai Ngandong ini kami kembali ke parkiran untuk meneruskan perjalanan. Tujuan kali ini adalah ke Pantai Krakal, kami tidak begitu lama berada di pantai ini karena hari juga semakin panas dan perut mulai protes minta diisi. Perjalanan selanjutnya adalah ke Pantai Kukup. Kami Sholat Dhuhur dan makan siang di Kukup. Selesai makan siang barulah kami berjalan ke arah pantai. Karakter Pantai Kukup ini adalah berbatu-batu, jadi pantainya berupa hamparan batu dengan cekungan-cekungan yang berisi air. Terkadang kita bisa melihat ikan-ikan kecil yang berenang di cekungan berisi air itu, aku juga sempat melihat gurita kecil yang menyusup kedalam cekungan....nah diantara cekungan-cekungan batu itu banyak terdapat bulu babi, hati-hati lho jangan sampai tertusuk bulu babi. Aku udah dua kali merasakan "belaian" bulu babi yaitu saat di Karimunjawa dan di Belitung....rasanya sedaaaaappppp....nyeri-nyeri gimana gitu :D
Puas berfoto-foto di Pantai Kukup kami beranjak ke arah parkiran. Sebelum pulang kami membeli beberapa produk laut yang sudah dimasak, banyak kios-kios yang menjual makanan hasil laut ini...rata-rata sih digoreng tepung ada udang goreng tepung, rumput laut goreng tepung, aneka ikan goreng tepung, cumi goreng tepung dll.
Tadinya pengen ke Pantai Baron (dulu udah pernah sih kesini)....tapi kami membatalkannya, kenapa? karena ngeluiat parkirannya yang udah penuh dengan bus-bus besar...berasa lewat depan terminal. Udah terbayang betapa penuhnya pantai dengan manusia. Jadi kami memutuskan ke arah pantai-pantai lain.
Nah sama drivernya diajak ke Pantai Ngrenehan yang jarangnya kurang lebih 12 km dari Pantai Baron ini. Sepanjang jalan ke arah Pantai Ngrenehan banyak sawah terasering dan pembatasnya itu dibuat dari tumpukan batu karang...bagus juga lho, tampak rapi dan keren :)
30 menit kemudian kami sampai di Pantai Ngrenehan, Pantai ini dipenuhi oleh batu-batu besar yang mengapit sisi kanan kirinya. Pantainya sempit dan ombaknya sangat tenang karena memang pantai ini berada di cekungan. Kami tidak begitu lama berada di Pantai Ngrenehan, trus sama drivernya diajak ke Pantai Nguyahan dan...eng duh lupa nama pantai satunya lagi. Tapi kami memutuskan untuk tidak turun dari mobil, mengingat hari sudah sangat siang dan kami harus segera kembali ke Yogyakarta karena adikku harus kembali ke Jatim sore hari naik kereta api.
Perjalanan dari pantai diliputi suasana hening karena udah pada ngantuk...jadi tidur satu per satu kecuali drivernya hehehe....
Akhirnya sampai juga di Yogyakarta...Alhamdulillah...
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1,5 jam...mungkin karena masih pagi jadi jalanan relatif lancar. Oya biaya masuk ke area pantai-pantai ini adalah Rp 9.500/orang sedangkan biaya parkir mobil adalah Rp 5.000/pantai/mobil. Begitu sampai di Pantai Indrayanti ternyata pantai udah penuh dengan pengunjung. Pantai Indrayanti ini berpasir putih dengan ombak yang lumayan besar dan diapit dengan bukit karang disisi kanan dan kirinya. Sayang sekali pantai ini mulai terlihat kotor, aku lihat banyak sampah berserakan di pasir putihnya. Ternyata sebagian pengunjung pantai tidak bisa menjaga kebersihan pantai...aku melihat ada yang membuang bungkus ice cream sembarangan....miris....kapan ya bangsa ini bisa disiplin untuk membuang sampah di tempat sampah, bukan menganggap semua tanah yang dilewati adalah tempat sampah :(
Setelah puas menikmati Pantai Indrayanti kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Sundak. Di Pantai Sundak pengunjungnya tidak seramai di Indrayanti. Karakter pasir pantainya masih sama, karakter ombaknya juga sama dengan Pantai Indrayanti. Kami tidak begitu lama di Pantai Sundak, setelah berfoto-foto kami melanjutkan perjalanan lagi. Gak berapa lama ada jalan masuk ke salah satu pantai lagi...ternyata oh ternyata ini masih Pantai Sundak, garis pantainya memang lumayan panjang. Karena sebelumnya kami udah menyusuri Pantai Sundak akhirnya kami memutuskan untuk menaiki bukit batu karang yang ada di tepi Pantai Sundak. Pemandangan dari bukit batu karang ini sungguh luar biasa indah. Angin menerpa wajah kami dengan keras. Di puncak bukit ini ada bangunan yang bisa dipakai untuk berteduh.
Saat tengah menikmati pemandangan dari bukit batu karang ini kami dikejutkan dengan pemandangan yang luar biasa indah dari pantai yang berada di balik bukit batu karang ini. Pasir pantai itu sungguh sangat bersih dan garis pantainya pun juga menawan. Kami memutuskan untuk menuruni bukit batu karang ke arah pantai tersebut. Pantai indah itu ternyata bernama Pantai Ngandong. Pasirnya sungguh lembut dan sangat bersih, ombaknya tenang mungkin karena ombak sudah dipecah oleh bukit batu karang disisi-sisi pantai dan karang besar yang berdiri kokoh di laut.
Menurutku Pantai Ngandong ini gak kalah indahnya dengan pantai-pantai berpasir putih di Bali...sungguh sangat indah. Pengunjungnya juga sedikit apabila dibandingkan pantai-pantai yang aku kunjungi sebelumnya, mungkin karena lokasinya yang terlindung jadibelum banyak orang yang tahu dengan keberadaan Pantai Ngandong ini. Kami sangat betah berada di Pantai Ngandong ini dan memutuskan untuk menikmati pantai lebih lama lagi, kami menikmati kelapa muda di warung pinggir pantai dengan duduk di bangku kayu yang tertutup atap sirap....huaaaahhhhh nikmatnyaaaaaa.....
Setelah puas menikmati Pantai Ngandong ini kami kembali ke parkiran untuk meneruskan perjalanan. Tujuan kali ini adalah ke Pantai Krakal, kami tidak begitu lama berada di pantai ini karena hari juga semakin panas dan perut mulai protes minta diisi. Perjalanan selanjutnya adalah ke Pantai Kukup. Kami Sholat Dhuhur dan makan siang di Kukup. Selesai makan siang barulah kami berjalan ke arah pantai. Karakter Pantai Kukup ini adalah berbatu-batu, jadi pantainya berupa hamparan batu dengan cekungan-cekungan yang berisi air. Terkadang kita bisa melihat ikan-ikan kecil yang berenang di cekungan berisi air itu, aku juga sempat melihat gurita kecil yang menyusup kedalam cekungan....nah diantara cekungan-cekungan batu itu banyak terdapat bulu babi, hati-hati lho jangan sampai tertusuk bulu babi. Aku udah dua kali merasakan "belaian" bulu babi yaitu saat di Karimunjawa dan di Belitung....rasanya sedaaaaappppp....nyeri-nyeri gimana gitu :D
![]() | ||||
| Bulu Babi |
Tadinya pengen ke Pantai Baron (dulu udah pernah sih kesini)....tapi kami membatalkannya, kenapa? karena ngeluiat parkirannya yang udah penuh dengan bus-bus besar...berasa lewat depan terminal. Udah terbayang betapa penuhnya pantai dengan manusia. Jadi kami memutuskan ke arah pantai-pantai lain.
Nah sama drivernya diajak ke Pantai Ngrenehan yang jarangnya kurang lebih 12 km dari Pantai Baron ini. Sepanjang jalan ke arah Pantai Ngrenehan banyak sawah terasering dan pembatasnya itu dibuat dari tumpukan batu karang...bagus juga lho, tampak rapi dan keren :)
30 menit kemudian kami sampai di Pantai Ngrenehan, Pantai ini dipenuhi oleh batu-batu besar yang mengapit sisi kanan kirinya. Pantainya sempit dan ombaknya sangat tenang karena memang pantai ini berada di cekungan. Kami tidak begitu lama berada di Pantai Ngrenehan, trus sama drivernya diajak ke Pantai Nguyahan dan...eng duh lupa nama pantai satunya lagi. Tapi kami memutuskan untuk tidak turun dari mobil, mengingat hari sudah sangat siang dan kami harus segera kembali ke Yogyakarta karena adikku harus kembali ke Jatim sore hari naik kereta api.
Perjalanan dari pantai diliputi suasana hening karena udah pada ngantuk...jadi tidur satu per satu kecuali drivernya hehehe....
Akhirnya sampai juga di Yogyakarta...Alhamdulillah...
Langganan:
Postingan (Atom)



























































