Juli 01, 2013

Bedanya dandanan pengantin ala Solo & Jogja

Walaupun Solo dan Jogja secara geografis letaknya tidak terlalu jauh ada perbedaan dalam hal dandanan dan busana pengantin. Perbedaan itu terutama terlihat dari dandanan pengantin. Kalau pengantin Solo Putri itu menggunakan paes hitam pekat dengan sanggul ukel, diatas rambut dikasih cundhuk sisir dan cundhuk mentul yang berjumlah 7 atau 9 (harus ganjil), dan tentu saja ada untaian bunga melati yang panjang terjuntai dari kepala pengantin melewati pundak dan menjuntai di sebagian badan pengantin wanita. 

Solo Putri kebaya modifikasi
Solo Putri Kebaya Beludru
Dandanan Jogja Putri paes hitam pekat pada dahi pengantin wanita terlihat lebih runcing dibanding pada pengantin Solo. Untuk hiasan sanggulnya hanya menggunakan bunga yang diselipkan di sanggul kiri dan kanan, tidak memakai untaian bunga melati yang panjang seperti pengantin Solo.

Jogja Putri
Sementara untuk pengantin Solo Basahan, pengantin wanita menggunakan kemben sebagai penutup dada, kain dodot, selendang cinde, sekar merah dan kain jarik warna senada, serta untaian bunga dan daun pandan. Busana basahan pengantin pria berupa dodot yang bermotif sama dengan mempelai wanita, kuluk sebagai penutup kepala, stagen, sabuk timang, celana cinde dll (gak hafal hehehe...).

Solo Basahan
Apabila pengantin menggunakan busana Solo Basahan dan memakai baju beludru maka disebut Solo Basahan Keprabon. Menurutku yang model Solo Basahan Keprabon ini terlihat lebih elegan, anggun dan berkelas dan meminimalisisr resiko masuk angin setelah acara pernikahan usai :D (soalnya pernah kejadian nih di tetanggaku dulu, pas resepsi pernikahan pakai busana Solo Basahan eh abis itu pengantin wanitanya masuk angin parah :D)

Solo Basahan Keprabon
 Kalau paes ageng jangan menir Jogja itu rambut pengantin bagian depan tidak disanggul seperti Jogja Putri. Trus disekeliling paes yang berwarna hitam itu dikasih prada emas. Memakai cundhuk mentul tapi jumlahnya hanya lima, bentuk cundhuk sisirnya juga berbeda dengan cundhuk sisir pengantin Solo. Busana pengantin wanita menggunakan kebaya biasa sedangkan pengantin pria menggunakan beskap dan blangkon Jogja.

Paes Ageng Kebaya modifikasi
Paes ageng basahan dandanan rambutnya sama dengan paes ageng jangan menir hanya saja busananya berbeda, untuk bawahannya menggenakan kain cinde merah. Kedua pengantin menggunakan dodot dan bagian atas tubuhnya terbuka. Sedangkan paes ageng kanigaran dandanan rambut dan rias wajah sama dengan paes ageng basahan hanya saja menggunakan baju beludru sebagai penutup tubuh bagian atas.

Paes Ageng Basahan
Paes Ageng Jangan Menir
Paes Ageng Kanigaran

 Kalau arti simbolis dari berbagai dandanan itu aku gak ngerti sama sekali, harus belajar ke dukun manten dulu hehehe. Kalau di keluarga intiku gak akan berdandan seperti dandanan diatas soalnya kami semua memakai kerudung, jadi yang simple aja paling dikasih untaian bunga di kerudung untuk membedakan mana pengantin dan mana pendamping pengantin :D.

Sumber foto: hasil googling dari berbagai sumber

6 komentar:

  1. Penjelasan artikel yg detail dan singkat, mudah dipahami (y)
    Maaf sebelumnya numpang ngasih info nih, buat yang gamau repot masak waktu mau ngadain pesta/syukuran/resepsi pernikahan tapi tetep pengen nyicip makanan enak?
    kami dari Bu Mentik Catering and Wedding Organizer bisa loh menyediakan jasa catering dan paket pesta pernikahan.. makan dari kami dijamin fresh.. lezat.. halal.. dan tentunya tanpa vetsin.. langsung cek situs kami yuk.. http://www.bumentik.blogspot.com

    Terimakasih.. :)

    BalasHapus
  2. Wah, artikelnya tentang pernikahannya menarik..
    Kalo tertarik silakan kunjungi olshop saya :
    Baju Muslim Terbaru

    BalasHapus
  3. Mkasih infonya.. jadi lebih mngerti.. kbtlan anak" mau kartinian.. udah dibeliin baju adat jawa..dodotan .. mdh"n ga bingung makeinx...hhh..

    BalasHapus