Juli 11, 2013

Berbukalah dengan yang manis?

Setiap memasuki bulan Ramadhan di televisi mulai bermunculan iklan-iklan sirup, aneka minuman, sarung, keju, cookies, margarin dan lain-lain. Salah satu jargon iklan yang sampai sekarang masih diingat orang adalah "BERBUKALAH DENGAN YANG MANIS." Iklan salah satu produk minuman ini rupanya begitu merasuk ke dalam otak orang-orang di Indonesia tercinta ini. Benarkah saat berbuka puasa kita harus berbuka dengan makanan dan minuman yang manis?

Rasulullah berbuka puasa dengan 3 butir kurma. Dan sebagian dari kita ingin mengikuti kebiasaan Rasulullah itu dengan memakan kurma sebagai makanan berbuka puasa. Kurma yang ada di Indonesia itu manis karena kebanyakan merupakan manisan kurma, padahal kurma yang segar itu rasanya tidak begitu manis, mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi dan berkalori rendah. Jenis karbohidrat dalam kurma sendiri adalah karbohidrat sederhana yaitu glukosa dan fruktosa. Glukosa adalah karbohidrat yang sudah siap serap dan membutuhkan insulin dalam penyerapannya. Sedangkan fruktosa adalah gula yang terdapat dalam buah. Untuk masuk ke dalam sel, fruktosa tidak membutuhkan insulin, dengan demikian kurma aman bagi pengidap Diabetes Melitus (DM). Selain itu, kurma juga mengandung vitamin A, C, B kompleks, tiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat. Dan buah ini juga diperkaya dengan mineral seperti kalium, kalsium, zat besi, fosfor, selenium, magnesium, natrium, cobalt, dan zink. 

Kurma tidak mengandung lemak, bebas lemak jenuh, kolesterol, dan sodium sehingga merupakan sumber serat yang baik bagi tubuh. Dan kurma juga mengandung potasium dan mangan. Bahkan menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), kurma memiliki total polifenol yang lebih tinggi dibanding buah atau sayur yang biasa kita konsumsi. Hal ini karena lingkungan tempat kurma tumbuh merupakan lingkungan yang kering seperti gurun sehingga polifenol lebih banyak terbentuk sebagai bentuk perlindungan buah kurma dari stres. Kurma juga merupakan buah yang paling sedikit kadar airnya yaitu 15-30% saja yang bervariasi menurut tingkat kematangannya. Inilah yang membuat kurma menjadi satu-satunya buah yang kering secara alami. Sumber: Menshealth.co.id

 Semakin lama kurma disimpan maka rasanya akan semakin manis. Nah rasa manis ini yang kemudian diasosiasikan oleh kebanyakan orang dengan rasa manis dari gula. Padahal beda banget manis alami kurma dan manis karena gula. Muncullah makanan untuk berbuka puasa yang super manis seperti kolak, es buah yang sangat manis dan lain sebagainya. Dalam kolak sendiri terkandung gula sebagai pemanis dan santan. Kolak akan menjadi makanan yang lezat untuk orang yang sehat, tetapi akan menjadi makanan yang mematikan secara perlahan-lahan buat orang-orang yang bermasalah dengan kolesterol tinggi dan penyakit turunannya.

Sebaiknya kalau berbuka puasa itu benar dengan mengikuti Rasulullah yaitu dengan 3 butir kurma. Kalau tidak ada kurma bisa diganti dengan buah segar dan air putih. Karena apabila kita langsung berbuka puasa dengan makanan yang berat lambung akan bekerja lebih keras karena perut kosong selama belasan jam dan tiba-tiba diisi makanan berat. Efek lain dari terlalu banyak makan saat buka puasa yaitu kita akan merasa tidak nyaman saat melakukan sholat yang membutuhkan gerakan ruku' dan sujud.

Puasa sebenarnya adalah detoks tubuh secara alami. Dengan melakukan puasa Ramadhan ini tubuh kita akan mendapatkan manfaat secara langsung. Organ-organ tubuh bagian dalam akan istirahat selama kita berpuasa sehingga sistemnya akan berjalan lebih baik dan hal itu juga akan berpengaruh kepada kesehatan kita. Tapi banyak juga yang mengeluh kenapa abis puasa Ramadhan badan menjadi tambah gemuk? ya karena pola berbuka puasa yang salah itu tadi. 

Puasa itu kan hakekatnya mengendalikan hawa nafsu...hawa nafsu makan, minum dll dan juga untuk merasakan penderitaan orang miskin yang harus menahan lapar karena tidak mempunyai makanan. Tapi selain merasakan menahan lapar juga rajin-rajin berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan, tidak hanya saat puasa tapi hari-hari yang lainnya juga. Apabila kita memberikan makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa itu pahalanya sama dengan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala yang didapat orang tersebut.

Banyak orang yang balas dendam pada saat buka puasa dengan mengkonsumsi segala macam makanan. Btw jadi inget jaman masih kecil dulu...kalau buka puasa langsung makan kolak/es buah trus makan nasi dan segala macam lauk pauknya plus kue-kue dan abis itu hampir gak bisa gerak karena kekenyangan hahahahaha... Masa setelah dewasa masih saja berlaku seperti jaman kecil dulu :D

Jadi...kata-kata berbukalah dengan yang manis itu bukan hadits hanya kata-kata iklan dari penjual minuman siap saji. Apalagi kalau cowok-cowok memplesetkan kata-kata berbukalah dengan yang manis ini dengan interpretasi yang lain lagi kayak temanku dulu bilang,"Aku berbuka puasa dengan melihat cewek yang manis." Wah semakin kacau aja kan akhirnya.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan berbuka puasalah dengan makanan yang sehat biar tubuh kita tetap sehat :)

0 comments:

Poskan Komentar