Hari ketiga di Bali barulah aku mulai jalan-jalan karena adikku juga baru datang hari itu sih. Schedule pertama adalah ke Ubud dan Kintamani. Di Ubud kebanyakan sih isinya galeri-galeri barang-barang kerajinan, tapi aku tidak tertarik belanja disana. Lagian dulu udah pernah menyusuri jalanan di Ubud. Aku juga males mampir ke monkey forrest cuma buat melihat monyet. Aku cuman pengen ke Terrace Rice di Tegallalang. Nah untuk masuk ke Tegallalang pengunjung kena biaya Rp 5000/orang. Terrace Rice atau Terasering banyak terdapat di daerah lain juga kok. Hanya saja karena berada di wilayah Ubud jadinya banyak menarik perhatian wisatawan terutama wisatawan asing. Di daerah Bedugul aku lihat ada beberapa Terrace Rice juga.
Dari Tegallalang kami menuju ke Kintamani. Disana kami makan di Sari Restaurant dengan pemandangan menghadap langsung ke Gunung Batur. Oya makanan disini halal dan disini ada musholanya juga, jadi kalau mau sholat gampang. Sistem makan disini adalah All You Can Eat tidak termasuk minuman ya, paket buffetnya seharga Rp 97.000/orang. Menu yang enak disini menurutku adalah sate tuna dan sate lilit (daging ayam).
Puas menikmati pemandangan Gunung Batur, kami memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang kami mampir di salah satu perkebunan kopi Madu Sari yang menyediakan kopi luwak, perkebunan ini terletak di Tampaksiring. Ada pemandu yang menerangkan jenis-jenis kopi yang ada disana. Trus kami dipersilahkan untuk mencicipi aneka kopi dan minuman lain yang ada disana...kalau mau nyicipin kopi luwak harus bayar Rp 50.000/cangkir. Hmm...jadi pengen nyobain...padahal biasanya aku gak ngopi. Pengen tau aja kayak apa sih rasanya. Begitu aku minum...sruput...sruput...emmm menurutku rasanya sama aja kayak kopi lain hahahaha.... Ya gini nih kalau orang yang jarang banget minum kopi dikasih kopi yang katanya termahal di dunia, gak ada bedanya di lidahku hehehe...
Disana ada toko kecil yang menyediakan aneka jenis kopi dalam kemasan, Jadi kalau pengunjung pengen membeli bisa belanja sepuasnya disitu. Aku sih beli Lemon Grass dan Kopi Ginseng. Harganya mahal euy untuk sekantong kecil kopi (kalau mau murah beli di warung aja ya hehehehe...)
Pulang dari perkebunan Madu Sari kami mampir ke penjual durian yang letaknya dekat banget ama perkebunan. Uuhhh harum durian udah menusuk-nusuk hidung, duriannya matang di pohon....udah ngebayangin wah pasti enak nih. Ternyata rasanya benar-benar mantapppp...enak euy. Biji duriannya itu kecil dan dagingnya lembut dan tebal. Rasanya beda yang dengan durian bangkok atau durian medan....enaklah pokoknya. Harga durian ukuran besar Rp 40.000/butir. Aku beli 2 buah durian lagi untuk oleh-oleh sepupuku.
Mampir lagi ke Pura Tirta Empul, biaya masuknya Rp 15.000/orang. Di Tirta Empul ada sumber mata air, dan sering digunakan pengunjung untuk mandi. Ikan-ikan yang berada di Tirta Empul dilarang ditangkap, jadi benar-benar bebas dari kecil sampai besar dan mati sendiri. Sebelum masuk ke area Pura...pengunjung diwajibkan memakai kain yang sudah disediakan oleh pengelola. Dari dalam area Pura Tirta Empul terlihat kompleks Istana Tampaksiring dari arah belakang. Pengunjung tidak boleh sembarangan masuk ke kompleks Istana kepresidenan itu, harus ada ijin khusus.
Okay saatnya pulang ke Denpasar. Bau durian semakin terasa menusuk-nusuk hidung...lama-lama bikin pusing juga euy. Walaupun aku doyan banget durian tapi kalau harus mencium baunya di dalam mobil lama-lama mual juga. Kami sampai di Denpasar pukul 20.00 WITA. Langsung disambut oleh keponakan-keponakanku dan Azka langsung nanya,"Budhe pergi kemana, kok lama sekali?"
Saatnya membersihkan badan, sholat, makan dan tiduuuurrrrr. Bersiap untuk perjalanan besok....zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.........................
Tampilkan postingan dengan label Kuliner Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner Bali. Tampilkan semua postingan
Mei 18, 2014
Mei 16, 2014
Pulau Rinca & Pulau Bidadari
Day 5
Pagi-pagi banget kapal mulai bergerak ke arah Pulau Rinca yang merupakan habitat komodo dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan di Pulau Komodo dan komodo disini juga lebih liar...emm agak deg-degan juga sih. Duh gak kebayang kalau sampai dikejar komodo...hiiii....sereeemmmm...
Di Pulau Rinca ini kami mengambil medium trek dan tentu saja ditemani oleh 2 orang Ranger. Komodo yang terdapat di Pulau Rinca ini rata-rata adalah komodo muda dan memiliki ukuran badan yang lebih kecil dibandingkan komodo di Pulau Komodo. Komodo muda bisa memanjat pohon, berenang dan berlari dengan kecepatan 18km/jam....jadi kelihatannya sih lebih ngeri menghadapi komodo muda ini.
Alhamdulillah kami selalu beruntung karena selalu ketemu dengan komodo...terkadang ada lho yang walaupun ikut long trek tapi gak ketemu komodo sama sekali. Nah di Pulau Rinca ini kami ketemu komodo yang baru berumur 1 tahun dan 6 tahun. Dan si komodo yang berumur 6 tahun tiba-tiba mengejar komodo yang berumur 1 tahun...bukannya diajak bercanda lho ya...tapi mau dimakan!!! Inga inga komodo adalah binatang kanibal yang bisa memakan sesama komodo. Tapi kayaknya si komodo imut berhasil menyelamatkan dirinya dari kejaran si komodo remaja, karena si komodo remaja berjalan kembali ke arah kami berdiri. Waaahhhh kami langsung beringsut pelan-pelan meninggalkan tempat itu...gak lucu kan kalau si komodo yang lagi kesal karena gagal mendapatkan buruannya terus memburu kami...iiihhh jangan sampai deh...
Oya saat kami berjalan menuju ke pintu gerbang untuk keluar dari Pulau Rinca...tiba-tiba langkah Rangernya melambat...kami otomatis ikut melambatkan langkah kami. Ternyata ada komodo dewasa yang lagi diam di antara pohon-pohon dan tersembunyi di balik semak-semak. Di punggung komodo itu diberi cat warna hijau dan ternyata komodo tersebut udah pernah menyerang manusia sebanyak 2x. Setelah kami mengambil foto komodo tersebut kami melanjutkan langkah ke arah pintu gerbang. Kalau disuruh narsis ama komodo itu...wah makasih deh...gak mauuuu...seremmm...
Akhirnya kami kembali ke kapal kami. Biasanya di setiap pulau yang kami singgahi, kami selalu berenang atau snorkeling. Tapi kegiatan itu tidak kami lakukan di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Emang mau...lagi enak-enak berenang tiba-tiba ditowel komodo dari samping atau belakang...inga-inga komodo itu suka berenang di laut. Jadi jangan coba-coba kawan, sayangilah nyawa kalian.
Kapal berlayar lagi selama beberapa jam...dan kami memanfaatkan waktu dengan bersantai di kapal. Sampai akhirnya kami sampai di Pulau Bidadari. Dan lagi-lagi kami harus berenang untuk menuju ke pantai, kali ini aku langsung pakai snorkel dan fins. Kami bersantai dulu di pantai Pulau Bidadari. Hmm...indah banget disini...tenang...damai...indah... Dan seperti biasa kami narsis sepuasnya disini ;)
Puas foto-foto kami mulai snorkeling....menikmati terumbu karang yang indah dan ikan-ikan yang bersliweran di antara terumbu karang. Tapi kami tidak bisa berlama-lama snorkeling karena harus bergegas ke Labuan Bajo. Perjalanan dari Pulau Bidadari ke Labuan Bajo memakan waktu sekitar 15 menit.
Sampailah kami di Labuan Bajo, dan kapal kami berlabuh berbarengan dengan suara Adzan Ashar dari masjid yang berdiri kokoh di dekat pelabuhan. Disinilah kami harus berpisah dengan Kapten kapal dan para ABK. Terima kasih Kapten atas pelayanannya yang sangat baik selama di perjalanan :)
Terima kasih juga untuk para ABK yang selalu melayani kami. Tapi ingat perjalanan kami adalah ala backpacker jadi jangan membayangkan makanan mewah, kapal mewah dan segala kemewahan lainnya :)
Tapi dengan segala kesederhanaan ini kami bisa menikmati beberapa sudut Indonesia yang sangat indah... Alhamdulillah...
Dari Pelabuhan kami berjalan kaki ke arah hotel dengan segala barang bawaan kami yang maha berat. Begitu sampai di hotel kami langsung membersihkan diri. Selesai membersihkan diri dan sholat, kami menuju ke Paradise Bar untuk melihat sunset dari sana. Pas kami datang tempat duduk yang mengarah ke arah sunset masih kosong....asyiiiikkkk...langsung deh kami berjajar disana. Gak begitu lama traveler lain mulai berdatangan dengan tujuan yang sama dengan kami...yaitu menikmati sunset di Labuan Bajo.
Walaupun lagi-lagi matahari agak tertutup awan, tapi tetap saja alam menyajikan sunset yang begitu indah :)
Kami makan malam di Paradise Bar...sebenarnya sih aku dan beberapa temanku pengen makan di Pusat Jajanan untuk menikmati seafood. Tapi berhubung Indra berkeras makan disitu ya udahlah akhirnya kami ngikut aja, padahal sih menunya standar banget. Pukul 20.00 WITA kami memutuskan untuk kembali ke hotel dengan berjalan kaki karena angkutan umum sudah tidak beroperasi. Dan ternyata Paradise Bar ini lokasinya begitu terpencil, disekitarnya tidak ada bangunan...alamak sepi kali...
Jalanan yang gelap dan sepi membuat kami harus extra hati-hati biar tidak tersandung atau tidak terlena berjalan ke tengah jalan, karena kendaraan di Labuan Bajo ini kenceng-kenceng jalannya.
Jarak dari Paradise Bar ke Hotel tempat kami menginap sekitar 2 km, lumayan bikin badan keringetan. Nah dalam perjalanan pulang itu kami melewati banyak toko souvenir...dan lagi-lagi aku tergoda untuk belanja souvenir. Selain souvenir aku juga beli kopi Flores buat oleh-oleh. Begitu pulang ke hotel mulai sedikit membenahi ransel yang semakin sesak aja karena isinya bertambah.
Teman-temanku ngajakin keluar lagi ke kafe untuk ngopi-ngopi...tapi aku memilih tinggal di hotel. Karena selain udah capek, udah ngantuk, aku gak suka minum kopi.
Malam itu aku tidur dengan pulasnya...zzzzzzzzzz.......
Day 6
Pagi-pagi setelah mandi dan sholat subuh...aku menikmati breakfast yang sudah disediakan oleh hotel. Dan lagi-lagi menunya pancake hahahaha...bener-bener mabuk pancake dalam trip kali ini :D
Selesai sarapan kami bergegas menuju Bandara Komodo Labuan Bajo. Kami naik angkot....dan baru jalan bentar eh angkotnya mogok. Akhirnya kami pindah ke angkot yang lain. Gak berapa lama sampailah kami di Bandara Komodo, kami langsung check in. Tapi ternyata pesawatnya delayed. Akhirnya kami menuju ke deretan pedagang....dan memesan mie rebus. Nah disinilah setan belanja merasukiku lagi, aku gak tahan melihat kain tenun Flores yang melambai-lambai di depan mataku. Akhirnya aku belanja kain tenun deh...beli selembar kain tenun, tas kecil buat adikku dan sepupuku yang ada di Bali, tas untuk Ibuku dan tas buat aku sendiri. Beberapa temanku ikutan belanja kain tenun juga :D
Akhirnya pesawat kami datang. Oya Indra dan Gini masih tinggal di Labuan Bajo karena mereka mau meneruskan dengan Diving Trip. Sementara kami ber-9 naik pesawat dari Labuan Bajo menuju ke Denpasar. Hmm...ini adalah pengalaman pertamaku naik pesawat baling-baling. Pesawat ini memiliki kapasitas 40 orang. Karena pesawat kecil jadi ya terbangnya gak tinggi-tinggi banget, aku menikmati pemandangan yang terhampar di bawah sana...indahnyaaaa...
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam 25 menit. Kami sampai di Denpasar pukul 13.00 WITA. Ario tetap tinggal di Bandara Ngurah Rai karena udah janjian ama temennya, kami ber-8 sepakat untuk makan siang di Kuta. Kami makan siang di Laota, udang gandumnya endes lho, trus kami juga pesan cumi goreng tepung saus mayo.
Selesai makan aku pamit ke temen-temen karena mau ke rumah sepupuku di Denpasar. Senang ngetrip bareng kalian semua temans...benar-benar trip yang tidak akan terlupakan...Indra, Gini, Meli, Icha, Puput, Lady, Numan, Arif, Ario dan Iis...cu next time guys :). Aku naik burung biru, kira-kira memakan waktu sekitar 45 menit dari Kuta ke rumah sepupuku. Nah saat aku sampai sepupuku dan istrinya masih kerja di kantor, di rumah hanya ada asisten rumah tangga dan 2 orang keponakanku. Yeah...saatnya berpetualang di Bali :)
Pagi-pagi banget kapal mulai bergerak ke arah Pulau Rinca yang merupakan habitat komodo dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan di Pulau Komodo dan komodo disini juga lebih liar...emm agak deg-degan juga sih. Duh gak kebayang kalau sampai dikejar komodo...hiiii....sereeemmmm...
Di Pulau Rinca ini kami mengambil medium trek dan tentu saja ditemani oleh 2 orang Ranger. Komodo yang terdapat di Pulau Rinca ini rata-rata adalah komodo muda dan memiliki ukuran badan yang lebih kecil dibandingkan komodo di Pulau Komodo. Komodo muda bisa memanjat pohon, berenang dan berlari dengan kecepatan 18km/jam....jadi kelihatannya sih lebih ngeri menghadapi komodo muda ini.
Alhamdulillah kami selalu beruntung karena selalu ketemu dengan komodo...terkadang ada lho yang walaupun ikut long trek tapi gak ketemu komodo sama sekali. Nah di Pulau Rinca ini kami ketemu komodo yang baru berumur 1 tahun dan 6 tahun. Dan si komodo yang berumur 6 tahun tiba-tiba mengejar komodo yang berumur 1 tahun...bukannya diajak bercanda lho ya...tapi mau dimakan!!! Inga inga komodo adalah binatang kanibal yang bisa memakan sesama komodo. Tapi kayaknya si komodo imut berhasil menyelamatkan dirinya dari kejaran si komodo remaja, karena si komodo remaja berjalan kembali ke arah kami berdiri. Waaahhhh kami langsung beringsut pelan-pelan meninggalkan tempat itu...gak lucu kan kalau si komodo yang lagi kesal karena gagal mendapatkan buruannya terus memburu kami...iiihhh jangan sampai deh...
Oya saat kami berjalan menuju ke pintu gerbang untuk keluar dari Pulau Rinca...tiba-tiba langkah Rangernya melambat...kami otomatis ikut melambatkan langkah kami. Ternyata ada komodo dewasa yang lagi diam di antara pohon-pohon dan tersembunyi di balik semak-semak. Di punggung komodo itu diberi cat warna hijau dan ternyata komodo tersebut udah pernah menyerang manusia sebanyak 2x. Setelah kami mengambil foto komodo tersebut kami melanjutkan langkah ke arah pintu gerbang. Kalau disuruh narsis ama komodo itu...wah makasih deh...gak mauuuu...seremmm...
Akhirnya kami kembali ke kapal kami. Biasanya di setiap pulau yang kami singgahi, kami selalu berenang atau snorkeling. Tapi kegiatan itu tidak kami lakukan di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Emang mau...lagi enak-enak berenang tiba-tiba ditowel komodo dari samping atau belakang...inga-inga komodo itu suka berenang di laut. Jadi jangan coba-coba kawan, sayangilah nyawa kalian.
Kapal berlayar lagi selama beberapa jam...dan kami memanfaatkan waktu dengan bersantai di kapal. Sampai akhirnya kami sampai di Pulau Bidadari. Dan lagi-lagi kami harus berenang untuk menuju ke pantai, kali ini aku langsung pakai snorkel dan fins. Kami bersantai dulu di pantai Pulau Bidadari. Hmm...indah banget disini...tenang...damai...indah... Dan seperti biasa kami narsis sepuasnya disini ;)
Puas foto-foto kami mulai snorkeling....menikmati terumbu karang yang indah dan ikan-ikan yang bersliweran di antara terumbu karang. Tapi kami tidak bisa berlama-lama snorkeling karena harus bergegas ke Labuan Bajo. Perjalanan dari Pulau Bidadari ke Labuan Bajo memakan waktu sekitar 15 menit.
Sampailah kami di Labuan Bajo, dan kapal kami berlabuh berbarengan dengan suara Adzan Ashar dari masjid yang berdiri kokoh di dekat pelabuhan. Disinilah kami harus berpisah dengan Kapten kapal dan para ABK. Terima kasih Kapten atas pelayanannya yang sangat baik selama di perjalanan :)
Terima kasih juga untuk para ABK yang selalu melayani kami. Tapi ingat perjalanan kami adalah ala backpacker jadi jangan membayangkan makanan mewah, kapal mewah dan segala kemewahan lainnya :)
Tapi dengan segala kesederhanaan ini kami bisa menikmati beberapa sudut Indonesia yang sangat indah... Alhamdulillah...
Dari Pelabuhan kami berjalan kaki ke arah hotel dengan segala barang bawaan kami yang maha berat. Begitu sampai di hotel kami langsung membersihkan diri. Selesai membersihkan diri dan sholat, kami menuju ke Paradise Bar untuk melihat sunset dari sana. Pas kami datang tempat duduk yang mengarah ke arah sunset masih kosong....asyiiiikkkk...langsung deh kami berjajar disana. Gak begitu lama traveler lain mulai berdatangan dengan tujuan yang sama dengan kami...yaitu menikmati sunset di Labuan Bajo.
Walaupun lagi-lagi matahari agak tertutup awan, tapi tetap saja alam menyajikan sunset yang begitu indah :)
Kami makan malam di Paradise Bar...sebenarnya sih aku dan beberapa temanku pengen makan di Pusat Jajanan untuk menikmati seafood. Tapi berhubung Indra berkeras makan disitu ya udahlah akhirnya kami ngikut aja, padahal sih menunya standar banget. Pukul 20.00 WITA kami memutuskan untuk kembali ke hotel dengan berjalan kaki karena angkutan umum sudah tidak beroperasi. Dan ternyata Paradise Bar ini lokasinya begitu terpencil, disekitarnya tidak ada bangunan...alamak sepi kali...
Jalanan yang gelap dan sepi membuat kami harus extra hati-hati biar tidak tersandung atau tidak terlena berjalan ke tengah jalan, karena kendaraan di Labuan Bajo ini kenceng-kenceng jalannya.
Jarak dari Paradise Bar ke Hotel tempat kami menginap sekitar 2 km, lumayan bikin badan keringetan. Nah dalam perjalanan pulang itu kami melewati banyak toko souvenir...dan lagi-lagi aku tergoda untuk belanja souvenir. Selain souvenir aku juga beli kopi Flores buat oleh-oleh. Begitu pulang ke hotel mulai sedikit membenahi ransel yang semakin sesak aja karena isinya bertambah.
Teman-temanku ngajakin keluar lagi ke kafe untuk ngopi-ngopi...tapi aku memilih tinggal di hotel. Karena selain udah capek, udah ngantuk, aku gak suka minum kopi.
Malam itu aku tidur dengan pulasnya...zzzzzzzzzz.......
Day 6
Pagi-pagi setelah mandi dan sholat subuh...aku menikmati breakfast yang sudah disediakan oleh hotel. Dan lagi-lagi menunya pancake hahahaha...bener-bener mabuk pancake dalam trip kali ini :D
Selesai sarapan kami bergegas menuju Bandara Komodo Labuan Bajo. Kami naik angkot....dan baru jalan bentar eh angkotnya mogok. Akhirnya kami pindah ke angkot yang lain. Gak berapa lama sampailah kami di Bandara Komodo, kami langsung check in. Tapi ternyata pesawatnya delayed. Akhirnya kami menuju ke deretan pedagang....dan memesan mie rebus. Nah disinilah setan belanja merasukiku lagi, aku gak tahan melihat kain tenun Flores yang melambai-lambai di depan mataku. Akhirnya aku belanja kain tenun deh...beli selembar kain tenun, tas kecil buat adikku dan sepupuku yang ada di Bali, tas untuk Ibuku dan tas buat aku sendiri. Beberapa temanku ikutan belanja kain tenun juga :D
Akhirnya pesawat kami datang. Oya Indra dan Gini masih tinggal di Labuan Bajo karena mereka mau meneruskan dengan Diving Trip. Sementara kami ber-9 naik pesawat dari Labuan Bajo menuju ke Denpasar. Hmm...ini adalah pengalaman pertamaku naik pesawat baling-baling. Pesawat ini memiliki kapasitas 40 orang. Karena pesawat kecil jadi ya terbangnya gak tinggi-tinggi banget, aku menikmati pemandangan yang terhampar di bawah sana...indahnyaaaa...
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam 25 menit. Kami sampai di Denpasar pukul 13.00 WITA. Ario tetap tinggal di Bandara Ngurah Rai karena udah janjian ama temennya, kami ber-8 sepakat untuk makan siang di Kuta. Kami makan siang di Laota, udang gandumnya endes lho, trus kami juga pesan cumi goreng tepung saus mayo.
Selesai makan aku pamit ke temen-temen karena mau ke rumah sepupuku di Denpasar. Senang ngetrip bareng kalian semua temans...benar-benar trip yang tidak akan terlupakan...Indra, Gini, Meli, Icha, Puput, Lady, Numan, Arif, Ario dan Iis...cu next time guys :). Aku naik burung biru, kira-kira memakan waktu sekitar 45 menit dari Kuta ke rumah sepupuku. Nah saat aku sampai sepupuku dan istrinya masih kerja di kantor, di rumah hanya ada asisten rumah tangga dan 2 orang keponakanku. Yeah...saatnya berpetualang di Bali :)
Labels:
Jalan - Jalan,
Kuliner Bali,
Labuan Bajo,
Pulau Rinca
Langganan:
Postingan (Atom)






















