Maret 19, 2011

Halalkah makanan yang masuk ke tubuh kita?

Tadi waktu aku belanja di Giant aku melihat ibu-ibu yang sedang mencicipi jeruk shantang dan jeruk lookam yang sedang diskon 50%. Setahuku tidak ada tulisan "silahkan mencicipi" di samping rak buah...yang artinya buah-buahan yang ada disana sebenarnya tidak boleh dicicipi. Setahuku kalau kita mengambil sesuatu yang bukan hak kita hukumnya adalah haram. Jadi biarpun di rak-rak buah yang ada di Hypermarket seperti Giant, Carrefour, Hypermart yang tidak dijaga pegawainya....bukan berarti kita bebas mencicipi buah atau makanan yang ada disitu. Hukumnya jelas HARAM...karena sama aja kayak kita mencuri (mengambil dan memakan milik orang lain tanpa ijin).

Kasus lain lagi, saat kita diundang menghadiri pesta (pernikahan, syukuran dll) dan begitu banyak hidangan yang disajikan untuk para undangan. Biasanya kita bebas mencicipi berbagai makanan yang ada disitu...tapiiiii....jangan sampai kita membungkus makanan yang ada disana untuk dibawa pulang tanpa ijin dari pemilik hajatan...hukumnya jelas....HARAM....karena mengambil makanan tanpa seijin pemiliknya. Justru kalau makan banyak di tempat hajatan malah tidak apa-apa karena memang makanan itu untuk para undangan.

Trus bagaimana hukumnya kita datang ke pesta perkawinan/khitanan/syukuran padahal kita tidak diundang dan memakan makanan yang disediakan di acara tersebut? Hukumnya juga haram. Makanya kalau ada teman, saudara, kenalan yang setahu kita akan mengadakan hajatan dan kita tidak diundang...lebih baik tanyakan langsung aja kita diundang atau tidak...karena terkadang saking sibuk dan banyak pikiran si pemilik hajatan melupakan beberapa orang teman, tetangga dan saudara sehingga tidak dikirimi undangan. Jauh lebih baik menanyakan kepastian kita diundang atau tidak daripada tiba-tiba menghadiri hajatan tersebut padahal kita tidak menerima undangan.

Bagaimana dengan mengambil buah tetangga yang jatuh dari pohon saat kita lewat didekatnya. Bolehkan kita mengambil dan memakan buah tersebut? Kita baru boleh memakan buah tersebut setelah minta ijin ke pemilik pohon buah tersebut. Kalau mengambil buah milik orang lain langsung dari pohonnya tanpa seijin pemiliknya hukumnya udah jelas juga...HARAM...karena itu mencuri. Kalau misalkan tetangga kita memiliki pohon buah yang batangnya menjorok ke halaman kita dan daun-daun dari pohon tersebut mengotori halaman kita maka buah yang ada di dahan yang menjorok ke halaman kita itu menjadi hak milik kita dan itu hukumnya halal kalau kita mengambilnya. Tapi hal itu harus dibicarakan dulu dengan sang tetangga karena tidak semua orang memahami hal ini. Aku ingat saat aku kecil dulu...tetangga yang berbatasan pagar dengan halaman rumahku adalah orang chinese namanya Pah Lok...dia punya pohon kelengkeng yang sangat besar dan sebagian dahan2 kelengkeng itu menjorok ke halamanku...begitu panen Pah Lok menyuruh pembantunya mengantarkan sekarung kelengkeng kerumahku :)
Padahal Pah Lok bukan orang muslim...tapi karena tetangganya banyak yang muslim dan ada orang yang memberitahunya mengenai hal itu makanya Pah Lok jadi tahu...

Kalau kasih makan anak istri dengan uang hasil korupsi....itu sih udah jelas banget hukumnya...HARAM!!!!! Haram kelas berat!!!!
Uang hasil korupsi yang digunakan untuk menghidupi anak istri tidak akan mebawa keberkahan sama sekali. Kalau begitu banyak banget ya di Indonesia ini yang makan dari uang haram hehehe.... (skeptis mode on)

Jadi makanan yang haram bagi seorang muslim itu tidak hanya daging babi lho...banyak makanan yang sebenarnya halal tapi menjadi haram karena perilaku kita sendiri yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
Ajarilah anak-anak kita sejak dini mana hal yang baik dan buruk, makanan yang halal dan yang haram...karena pelajaran yang diberikan sejak anak-anak belia akan begitu merasuk ke alam bawah sadar anak-anak dan hal itu akan terbawa sampai dia dewasa kelak. Hal yang paling penting sebenarnya adalah contoh dari orang tua atau orang-orang dewasa disekeliling si anak. anak-anak adalah plagiator ulung...mereka adalah peniru yang hebat. Kalau tidak mau anak-anak kita berbuat buruk maka berikanlah contoh prilaku yang baik dan jauhkan dari lingkungan yang membawa pengaruh buruk. Karena orang tua bertanggung jawab terhadap semua prilaku anak-anaknya :)

9 komentar:

  1. klo begini gimana..
    kita datang ke rumah saudara jauh (bibi)
    lalu kita makan makanan tanpa izin sepemilik rumah (bibi),,
    apakah menjadi haram?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya kan kita bertamu jadi harus menghormati si pemilik rumah. Tapi kalau Bibi ngomong,"udah anggap aja di rumah sendiri, kalau mau makan ambil aja sendiri." berarti beliau udah memberi ijin kan? nah kalau kayak begitu tidak apa-apa.

      Karena dalam bertamu pun ada adab yang mengaturnya (dalam Islam).
      Beberapa adab bertamu yang aku tahu:
      1. Jangan bertamu pada saat jam makan karena hal itu akan menyulitkan si pemilik rumah apalagi kalau kita bertamu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Karena si pemilik rumah jadi serba salah...biasanya sebagai sopan santun harus menawari tamunya makan, kalau si pemilik rumah punya makanan berlebih dan dia ikhlas sih gak apa-apa, takutnya makanannya terbatas.
      2. Jangan bertamu pada saat jam istirahat misalkan bertamu saat udah larut malam, karena hal itu akan mengganggu si pemilik rumah.
      3. Jangan menginap di rumah orang lain (saudara atau teman) melebihi waktu 3 hari, karena hal itu pasti akan mengganggu si pemilik rumah...kecuali kalau si pemilik rumah mengijinkan. Masalahnya di Indonesia ini banyak basa basi, sebenarnya si pemilik rumah keberatan tapi gak enak ngomongnya. Jadi sebagai tamu juga harus tahu diri. kalaupun yang kita datangi itu saudara kita sendiri misal paman/bibi kita, nah si paman/bibi itu kan biasanya punya suami/istri dan anak...apakah mereka tidak keberatan kalau kita menginap?

      Sebenarnya masih banyak adab bertamu yang lain, bisa bertanya kepada Ustadz/Ustadzah atau googling aja pasti banyak sumber yang membahas tentang hal ini.

      Semoga bisa sedikit membantu :)

      Hapus
  2. ia sebenarnya,,,
    di karenakan bahaya makanan haram saya jadi pusing mikirinnya,apalagi saya kost,terkadang barang sebelah (maksudnya barang teman kos sebelah di ambil),parahnya gak mintak izin yang punya.
    jadi saya ragu mau makan,minum,ambil air untuk masak air,ambil sambal,makan kue yg semuanya punya teman kos sebelah,jadi takut dosa,
    klo saya tanya mereka malah marah,"cerewet lu".
    klo teman satu kamar saya sih bilang ok ok aja,tapi saya gk pernah dengar tetangga kos saya bilang "gpp",atau "saya ikhlas"

    klo gini gimna...
    tetangga kos saya ada 2 orang,saya udah mintak keiklasan semua penggunaan barang milik dia(saya cuma bilang sama 1 orang saja),
    apakah saya harus mintak keiklasan sama teman kos yang 1 lagi?

    BalasHapus
  3. Kan kita bisa tahu gimana karakter temen kos kita...kalau emang biasanya dia rela berbagi ya tidak masalah. Atau ada kebiasaan makanan yang untuk umum ditaruh di suatu tempat misal meja di luar kamar.

    Btw kenapa mesti menggunakan barang/makanan punya orang lain? Makanan, minuman kan bisa kita sediakan sendiri. Jangan membebani orang lain dengan kebutuhan bisa kita sediakan sendiri.

    BalasHapus
  4. itu ulah teman satu kamar saya,,
    kadang2 barang teman sebelah di pindahin ke kita berdua,tanpa izin lagi parahnya,,

    BalasHapus
  5. Assalamu'alaikum Wr. Wb...
    Begini Akhi ya Ukhti,,,saya mau nanya...

    saya kerja di warnet yang merupakan kepunyaan Pembina dari panti Asuhan, kebetulan tetangga pembina saya mempunya pohon mangga yang sedang berbuah, dan daun buah mangga itu juga sering mengotori halaman pembina saya, nah yang jadi pertanyaan, ketika ada sebuah mangga yang jatuh dari pohon tersebut, apakah saya boleh mengambil dan memakannya atau tidak...??

    Afwan yah Akhi ya Ukhti...trima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam Wr. Wb.

      Dalam hukum Islam pohon buah yang dahannya menjorok ke halaman tetangga maka buah yang ada di dahan tersebut menjadi hak si tetangga. Tetapi tidak semua orang mengetahui tentang hal ini, tentu sebaiknya dibicarakan dulu dengan si pemilik pohon buah itu.

      Apabila ada buah yang jatuh dari dahan yang menjorok ke halaman tetangga otomatis menjadi hak si tetangga yang halamannya terkena jatuhan daun dari dahan pohon buah itu.

      Dalam hal ini buah yang jatuh itu menjadi hak si pembina panti asuhan. Apabila saudara mau memakannya menurut saya harus ijin dengan pembina panti asuhan. Jangan sampai kita memakan sedikitpun hak orang lain tanpa ijin.

      Sebaiknya hal ini ditanyakan ke Ustadz yang punya ilmunya biar lebih jelas, saya hanya bisa menjawab sebatas pengetahuan saya.

      Semoga bisa membantu.

      Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

      Hapus