Oktober 08, 2013

Interview...Interview...Interview...

Minggu-minggu ini isinya interview dan interview kandidat karyawan. Aku sih gantian ama temen-temen satu teamku. Saat interview kandidat biasanya kami ama User dari Business Unit yang kami support. Kandidatnya dicari oleh temen dari Recruitment Center. 

Saat interview aku mencoba berlaku seprofesional mungkin, walaupun mungkin kandidat karyawan yang aku interview adalah saudara, anak atau teman dari orang-orang kantor. Tapi terus terang hal ini kadang menjadi beban juga, apalagi kalau teman yang punya saudara pelamar itu terus menerus ngomong,"Tolong ya Mbak, saudara saya dimasukkan." Terus-menerus BBM, telpon atau nyegat aku saat aku keluar ruangan...hadeuhhhh...

Keputusan untuk diterima tidaknya kan tergantung User-nya, calon atasannya pelamar itu. Si calon Bos mau nggak terima calon anak buah seperti itu. Tentu saja saat interview akan ada penilaian-penilaian, digabungkan dengan penilaian dari hasil psikotesnya dia. Misalkan perusahaan sedang butuh Salesman, trus ada pelamar dan diinterview....eh ternyata si pelamar ngomong aja susah dan gugup...nah bagaimana orang seperti ini mau ditaruh sebagai Salesman. Salesman kan membutuhkan orang yang lancar berkomunikasi dan bernegosiasi.

Terkadang saat interview kandidat tidak jarang aku dibuat tergugu saat mendengarkan cerita hidup kandidat. Bagaimana dia harus berjuang mati-matian untuk menghidupi keluarganya dengan penghasilan yang sangat minim. Saat kita interview seseorang...ciptakan suasana yang santai, saat seseorang merasa santai tanpa disadarinya akan banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari dia. Terkadang aku suka heran dengan interviewer yang berlaku galak...kalau kandidat karyawan merasa tertekan bagaimana dia bisa bercerita banyak...yang ada malah sedikit informasi yang bisa dikorek.

Nah waktu proses interview kemarin kebetulan hanya aku dan orang BU yang melakukan interview. Si orang BU itu tiba-tiba memujiku cantik...bla bla bla...duengg...ini orang ya didepan kandidat malah muji-muji. Aku bilang aja,"Wah makasih lho atas pujiannya." Abis itu langsung mengalihkan perhatian ke kandidatnya. Dan kandidatnya senyum-senyum aja ngeliatin aku....hadeuh...
Dan begitu aku cerita ke temen-temenku kalau si ganteng memuji aku di depan kandidat reaksinya langsung macam-macam....
"Ih gak profesional banget sih, masak muji orang di depan kandidat. Kekanak-kanakan banget deh..."
"Huh kok gitu sih..." (buang muka dengan muka sirik)
"Wah...cie cie...."
"Kok dia gak pernah muji aku sih? Kan sering interview kandidat ama aku juga..."

Kenapa kok temen-temenku yang cewek reaksinya seperti itu? Ya...karena orang BU itu emang ganteng hahahahaha... Ganteng, atletis, putih, baik...hanya saja masih brondong huehehehehe. Pikir-pikir ini anak kurang ajar juga ya ama aku, karena gak sekali itu dia berlaku seperti ini....dulu waktu bazaar dan aku dikasih bebek goreng ama temenku dan dia aku tawarin eh minta disuapin, sampai-sampai aku dan temenku bengong. Enak aja disuapin...ambil sendiri...
Aku sih ngadepin para makhluk cowok di kantorku ini udah kebal, dulu waktu masih anak baru di Marketing, cewek sendiri dan paling muda aku sudah harus menghadapi sederetan temen kantor cowok dengan segala macam godaannya. Jadi...santai sajalah....mari kita kerja lagi :)

0 comments:

Poskan Komentar