Februari 14, 2014

Erupsi Gunung Kelud

Tadi malam pukul 22.50 Gunung Kelud akhirnya erupsi juga. Saat itu aku sudah tertidur dan ditelpon adikku dan dikabari kalau Kelud meletus. Langsung terbayang kejadian tahun 1990 sewaktu Kelud meletus, saat itu aku masih sekolah. Gunung Kelud meletus saat siang hari, sat waktunya pulang sekolah. Aku ingat banget...saat itu setelah sampai di rumah aku naik ke atas Masjid depan rumah dan melihat letusan Gunung Kelud yang seperti cendawan besar. Dan tidak lama kemudian mulailah langit gelap dan disusul dengan hujan abu dan kerikil yang hangat. Halaman rumahku seperti tertutupi  oleh salju...berwarna putih. Halaman putih, pepohonan berwarna putih bahkan genteng rumahku pun menjadi berwarna putih karena tertutup abu dari Kelud. Saat itu setiap hari aku harus membersihkan perabot di rumah karena selalu ada debu vulkanik, bahkan sesekali naik ke atas genteng untuk ikut membersihkan genteng dari tumpukan abu vulkanik.

 Dan tadi malam tanggal 13 Februari 2014 kejadian itu terulang lagi. Kata Ibuku sih suara letusannya begitu menggelegar, sebelumnya terdengar suara gemuruh yang tidak ada habisnya dan diselingi dengan kilatan-kilatan petir, udara juga terasa sangat panas. Hmm...aku langsung membayangkan daerah sekitar rumahku akan tertutup debu vulkanik lagi seperti tahun 1990 yang lalu. Tapi ternyata aku salah...kata Ibuku daerah sekitar tempat tinggalku sama sekali tidak ada hujan abu dan kerikil...benar-benar bersih. Aku sempat tidak percaya...lokasi rumahku kan tidak begitu jauh dengan Gunung Kelud bagaimana mungkin tidak terkena hujan abu dan kerikil dari Kelud. Sementara aku melihat berita di TV wilayah Surabaya, Sidoarjo, Lumajang dan sekitarnya,Kediri,  Nganjuk, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Banjar dan bahkan Bandung terkena hujan abu dari Gunung Kelud. Subhanallah...Maha Suci Allah...

 Akibat hujan abu yang menyebar ke berbagai daerah akhirnya ada beberapa bandara yang terpaksa ditutup, karena debu vulkanik ini sangat berbahaya untuk penerbangan. Selain landasannya menjadi licin, debu vulkanik yang masuk ke mesin pesawat bisa menyebabkan mesin pesawat mati mendadak dan tentu saja hal ini bisa mencelakakan penumpang.


Saat aku buka Facebook ternyata beberapa temanku yang masih tinggal di wilayah tempat tinggalku memposting foto-foto daerahku setelah erupsi Gunung Kelud...dan ternyata benar-benar bersih!!!

 Kalau kata orang-orang pintar di TV  karena arah angin bergerak ke arah barat jadi yang kena daerah barat....tapi kan wilayah Malang, Surabaya dan sekitarnya tidak terletak di barat Gunung Kelud? Entahlah... Sampai sekarang aku masih takjub karena daerah tempat tinggalku tidak terkena hujan abu dari Gunung Kelud. Tetap saja semua itu kuasa dari Allah SWT. Aku hanya bisa mengucap syukur karena kan Ibu tinggal sendiri, tidak bisa membayangkan kalau harus membersihkan rumah yang tertutup abu dari Gunung Kelud...yah mungkin bisa saja meminta bantuan ke orang lain, tapi kalau kondisi seperti itu kan pasti setiap orang sibuk dengan rumahnya masing-masing.

Setahuku Gunung Kelud itu kalau meletus hanya sekali dan tidak berkesinambungan seperti Merapi atau Sinabung. Hanya saja sekali meletus langsung letusan besar dengan memuntahkan beraneka material seperti batu, kerikil dan debu. Dan hal ini sangat berbahaya karena orang-orang yang bertahan di dalam rumah dalam radius yang berbahaya bisa saja tertimbun rumahnya sendiri yang ambruk karena tidak kuat menahan tumpahan material dari Gunung Kelud. Tanaman yang terkena debu vulkanik juga harus dibersihkan karena kalau tidak daun dan batangnya bisa mengering, kalau debu vulkanik menempel di barang-barang juga harus dibersihkan dengan air dengan cara disemprot sampai bersih, karena kalau di lap bisa mengores barang-barang (ingat kejadian dulu yang tiap hari harus bersih-bersih rumah).

Semoga bencana ini segera berakhir dan keadaan bisa segera pulih sehingga para pengungsi bisa segera kembali ke rumahnya masing-masing. Semoga semua pengungsi sehat dan bisa sabar menghadapi bencana ini... Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Robbal Alamin...

Sumber Foto: dari berbagai sumber

0 comments:

Poskan Komentar