September 11, 2013

Pentingnya menjaga lidah kita

Lidah adalah salah satu organ tubuh kita yang sangat berharga. Tanpa lidah manusia tidak akan bisa berbicara, tanpa lidah manusia tidak akan bisa membedakan rasa makanan manis, asam, manis, pedas. Bahkan dokter sering memeriksa kesehatan pasiennya dari lidahnya. Begitu pentingnya lidah buat manusia.

Dengan memiliki lidah manusia bisa berbicara, berbicara baik dan berbicara tidak baik. Lidah begitu lentur dan lembut sehingga kata-kata akan mengalir dengan lancar selagi lidah dalam kondisi sehat dan normal. Alangkah baiknya kalau kita dikaruniai lidah yang sehat dan normal kita pergunakan dengan sebaik-baiknya. Kata-kata apapun yang sudah meluncur keluar melalui lidah kita tidak akan bisa kita tarik lagi. Oleh karena itu berpikirlah sebelum berkata-kata.

Banyak orang yang berjanji kepada orang lain, tentu saja dia menggunakan lidahnya untuk berbicara. Janji apapun itu, berjanji akan melunasi hutang, berjanji akan pergi liburan dengan pasangan atau anak-anak, berjanji akan setia selamanya, berjanji akan membantu, berjanji akan membelikan sesuatu atau bentuk janji-janji lainnya. Ingat kawan, janji itu adalah hutang. Setiap janji yang sudah kita ucapkan akan dicatat oleh Yang Maha Kuasa. Jadi...hati-hatilah membuat janji dengan orang lain. Kalau sampai kita tidak bisa menepati janji tersebut minta maaflah kepada orang yang sudah kita beri janji, karena Tuhan tidak akan memaafkan dosa seseorang terhadap orang lain selagi orang yang bersangkutan tidak meminta maaf dan belum dimaafkan. Salah satu tanda orang munafik adalah orang yang ingkar terhadap janjinya.

Dengan lidah pula kita berbicara dengan orang lain...untuk menjalin interaksi dengan sesama. Kata-kata yang keluar dari lidah dan mulut kita bisa baik dan bisa buruk. Kalau kata-kata itu baik maka orang lain akan suka mendengarnya, kalau kata-kata itu buruk maka akan menyakiti hati lawan bicara kita. Saat kita berkata buruk kepada orang lain kita bagaikan menancapkan sebatang paku di pokok kayu, paku itu bisa saja kita cabut lagi tetapi akan meninggalkan bekas selamanya di pokok kayu tersebut. Saat kita berkata buruk kepada orang lain kita bisa sangat menyakiti hati orang lain , kita bisa saja minta maaf tetapi kata-kata itu akan terus menancap di hati dan pikiran lawan bicara kita tersebut.

Apalagi kalau kata-kata buruk itu diucapkan oleh orang tua kepada anaknya, atau suami terhadap istrinya, atau istri terhadap suaminya, atau anak-anak terhadap orangtuanya. Mereka adalah orang-orang yang membuat kita berbahagia, tetapi juga paling rentan menjadi orang-orang yang paling sering kita sakiti. Karena adanya hubungan darah dan perkawinan terkadang orang menjadi lebih enteng mengucapkan kata-kata buruk, padahal itu akan terasa sangat menyakitkan. Hal yang paling menyakitkan adalah menerima perkataan dan perlakuan buruk dari orang-orang yang paling kita sayang. 

Oleh karena itu kalau kita sebagai orang tua...berkata baik dan lembutlah kepada anak-anak kita...
Kalau kita sebagai anak...berkata baik dan lembutlah terhadap orang tua kita...
Kalau kita sebagai suami...berkata baik dan lembutlah kepada istri...
Kalau kita sebagai istri...berkata baik dan lembutlah terhadap suami...
Kalau kita sebagai sahabat...berkata baik dan lembutlah terhadap sahabat kita...
Kalau kita mempunyai teman-teman...berkata baik dan lembutlah terhadap teman-teman kita...
Kalau kita mempunyai tetangga...berkata baik dan lembutlah terhadap tetangga kita...

Tetapi memang sangat sulit menjaga lidah kita. Untuk itulah pentingnya hati dan otak yang dikaruniakan kepada kita sebagai manusia. Kita bisa menggunakan otak kita untuk berpikir dan memilih kata-kata yang akan kita keluarkan. Kita bisa menggunakan hati kita untuk merasakan...seandainya kita yang menerima kata-kata yang buruk dan kasar apakah kita mau? Kalau kita tidak mau menerima kata-kata yang buruk janganlah berkata-kata buruk kepada orang lain.

Semoga aku bisa semakin baik menjaga lidahku...
Tidak sembarangan berjanji, tidak suka bergunjing, lebih menyaring kata-kata yang keluar melalui mulut dan lidahku biar tidak menyakiti orang lain... Aamiin...

0 comments:

Poskan Komentar