September 22, 2013

KDRT

Kita tentu sudah sering melihat berita di Televisi atau membaca berita di media cetak tentang KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Setiap melihat berita atau membaca berita tentang KDRT ini aku merasa sangat miris...kok bisa-bisanya menganiaya pasangan hidup yang seharusnya disayangi. Dan awalnya aku sama sekali tidak menyangka kalau ada orang-orang yang aku kenal mengalami KDRT.

Sebenarnya tanda-tanda pelaku KDRT ini bisa dikenali sebelumnya lho, misal pada saat masa pengenalan. Dulu awal-awal aku kuliah di Jogja aku punya teman kost bernama Mbak Nunik, nah Mbak Nunik ini punya teman karib teman satu fakultasnya yang sebut aja bernama Mbak A. Mbak A ini punya cowok yang ternyata sering melakukan kekerasan terhadap dia, mereka udah pacaran beberapa tahun dan menurut cerita Mbak Nunik si cowok itu sering banget berlaku kasar terhadap Mbak A tapi abis itu cowoknya minta maaf sambil nangis-nangis dan Mbak A memaafkan. Tetapi hal itu berlangsung terus dan sampai suatu saat Mbak A minta putus, cowoknya gak mau mutusin. Dan saat ngeboncengin Mbak A naik sepeda motor si cowoknya menabrakkan motornya ke pohon dan alhasil mereka berdua terluka cukup parah. Abis itu si cowok bilang kalau sampai Mbak A minta putus lagi dia (cowok itu) akan menyakiti keluarga Mbak A. Mbak A jadi ketakutan setengah mati dan gak berani minta putus lagi.

Sampai suatu saat karena benar-benar udah gak tahan Mbak A pergi keluar kota dan cowoknya kalang kabut mencari Mbak A. Keluarga Mbak A kompak tutup mulut. Dan akhirnya si cowok itu datang ke kost-ku dengan kondisi mata merah dan marah-marah. Dia langsung masuk ke kost nyariin Mbak Nunik dan menanyakan Mbak A ada dimana. Mbak Nunik bilang gak tahu dan si cowok itu gak percaya...untung Mbak Nunik gak diapa-apain waktu itu. Kami saat itu udah takut aja kalau cowok itu menyakiti Mbak Nunik. Akhirnya si cowok itu pergi. Dan menurut cerita Mbak Nunik akhirnya Mbak A bisa lepas dari cowok itu....syukurlah. Serem euy...menurutku sih tuh cowok sakit jiwa.

Kasus KDRT ternyata juga menimpa saudaraku. Saudaraku itu cantik, pintar, pengusaha jadi secara materi sangatlah berkecukupan. Tapi ternyata dia juga mengalami KDRT dari suaminya. Saudaraku itu mempunyai penghasilan yang jauh lebih besar dibanding suaminya, bahkan bisa dibilang dia yang membiayai rumah tangga dan hobi suaminya yang suka off road...hobi yang mahal..hmm...
Ternyata kecantikan, kebaikan, kepandaian dan penghasilan yang tinggi tidak menjamin suaminya bisa menjadi suami yang manis, suaminya selingkuh dan setelah ketahuan malah melakukan KDRT terhadap saudaraku itu bahkan kadang di depan anak-anaknya. Sampai akhirnya saudaraku memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai, suaminya berkeras gak mau cerai tapi akhirnya sama pengadilan diputus cerai. Mau ngarepin apalagi coba...istrinya yang kerja keras mencari uang, mengurus anak eh suaminya malah selingkuh dan melakukan KDRT. 

Katanya sih ego laki-laki sangatlah tinggi, jadi laki-laki akan merasa terpojok kalau penghasilannya jauh lebih rendah dibanding istrinya. Harusnya kan kalau emang malu ya berusaha kerja lebih keraslah atau dengan jiwa besar mau menerimanya. Istri yang penghasilannya jauh lebih tinggi dari suami juga tentu saja tetap harus menghormati suaminya, bagaimanapun suami itu pemimpin rumah tangga. Jadi dibutuhkan pengertian, pemahaman, kerja sama dan toleransi yang tinggi kalau mau rumah tangganya lancar dan rukun.

Eh ternyata temanku juga ada yang mengalami KDRT...dan aku tahu setelah sekian tahun tidak ketemu dengan temanku itu. Aku kenal dengan suaminya karena mereka pacaran sejak jaman kuliah. Sejak jaman pacaran aja aku udah gak suka ama pasangannya temanku itu, menurutku terlalu posesif ama temanku. Sejak pacaran ama cowok itu temanku tidak boleh bergaul dengan yang lain. Pergi pulang kuliah diantar jemput, kemana-mana harus ama cowok itu. Bahkan ama temen cewek aja...cowoknya temenku itu bisa cemburu lho...ckckckck....dulu aku bilang ke cowok itu,"Kamu tuh sakit jiwa ya!!!" eh si cowok itu malah ketawa-ketawa. Tapi mungkin karena udah dibutakan oleh cinta temenku itu tetap aja lengket ama cowoknya itu. Kalau ribut aja temenku datang ngadu ke aku sambil nangis-nangis, aku suruh putus eh gak mau...gitu aja bolak balik. Sampai akhirnya mereka menikah setelah temanku wisuda dan setelah itu aku sama sekali gak pernah kontak sama temanku...dia seolah menghilang ditelan bumi.

Sekian tahun berlalu tiba-tiba aku mendapat email dari temanku itu, ternyata dia saat itu sedang kuliah S2 di Australia. Pulang dari Australia dia ditempatkan di Jakarta. Saat ketemu itulah baru dia cerita kalau dia sedang proses cerai dengan suaminya karena dia sering mengalami KDRT... Yaa Allah...
Jadi selama mereka berumah tangga temanku yang kerja, suaminya gak mau kerja. Memang suaminya itu dari keluarga kaya tapi kan yang kaya orang tuanya, kalau dia gak kerja tetap aja gak bisa kasih nafkah ke istri dan anaknya. Dan aku baru tahu kalau temanku itu sudah sering mendapatkan pukulan sejak mereka pacaran. 

Reaksiku saat itu,"Haaahhhhhhhh....kenapa waktu itu kamu masih mau sama dia!!! Berapa kali aku bilang jauhin dia, putusin....tapi kamu masih aja bertahan."
"Soalnya setiap abis mukul aku...dia minta maaf Na, dia minta maaf sambil nangis-nangis dikakiku..."
"Ya Tuhan...dan abis itu kamu luluh lagi?"
Temanku hanya mengangguk lesu,"Dan ternyata setelah kami menikah dia semakin menjadi-jadi Na, aku sering dipukul bahkan diseret..., sampai akhirnya aku mengajukan gugatan cerai dan dia gak mau ceraiin aku. Sampai aku dapat beasiswa ke Australia..soal perceraianku masih mengantung. Dan aku gak boleh ketemu sama anakku..."
Saat itu aku benar-benar gak bisa ngomong apa-apa...cuma menghela nafas panjang...kenapa ya perempuan bisa menjadi sangat bodoh saat jatuh cinta? Sampai memutuskan untuk menikah dengan laki-laki yang melakukan kekerasan terhadap dia...

Kalau kita amati pelaku KDRT sebenarnya mempunyai ciri-ciri yang bisa diketahui sebelumnya:
  1. Sangat posesif terhadap pasangan, pasangannya hanya boleh berada didekat dia aja.
  2. Sering melakukan intimidasi lewat kata-kata kepada pasangan, bisa berupa kata-kata kasar atau ancaman.
  3. Melakukan pemukulan sejak masa sebelum menikah, tapi ada juga yang baru ketahuan suka memukul setelah menikah.
  4. Setelah melakukan pemukulan terhadap pasangannya, dia akan meminta maaf bahkan sambil menangis dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Tapi percayalah...pelaku KDRT akan cenderung mengulangi perbuatannya.
  5. Setelah menikah si laki-laki cenderung membatasi gerak istrinya, seperti yang terjadi pada temanku...dia tidak boleh berhubungan dengan teman-temannya bahkan dengan keluarganya aja sangat dibatasi. Daftar kontak telpon aja sangat dibatasi.
KDRT tidak hanya berupa kekerasan fisik...perkataan yang menyakitkan dan kasar dari pasangan, tidak diberi nafkah itu juga bentuk KDRT. Seringnya sih KDRT menimpa perempuan karena mungkin secara fisik perempuan cenderung lebih lemah, tapi ada juga laki-laki yang menerima KDRT dari istrinya walaupun mungkin tidak sebanyak KDRT yang menimpa perempuan. Belajarlah dari pengalaman orang lain kawan...belajarlah...jangan mau menikah dengan orang yang berpotensi melakukan kekerasan fisik & kekerasan psikis terhadap kita. Semoga kita tidak pernah mengalaminya...Aamiin...

Cinta terhadap pasangan memang terkadang begitu memabukkan, tapi jangan mematikan insting dan alarm yang kita miliki. Saat merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan calon pasangan Anda segera jauhkan diri Anda dari dia. Anda terlalu berharga untuk disakiti oleh orang lain, sayangilah diri Anda sendiri, hargailah diri Anda sendiri...sehingga orang lain akan menyayangi dan menghargai Anda.

Untuk perempuan...carilah laki-laki yang baik, laki-laki yang sholeh dan mengamalkan kesholehannya dalam kehidupan sehari-hari. Laki-laki yang mengerti agama dengan baik tidak akan pernah menyakiti perempuan...karena Ibunya juga perempuan dan mungkin dia punya saudara perempuan.

Untuk laki-laki...carilah perempuan yang baik, yang sholehah, yang kelak akan bisa menjadi istri yang baik bagimu dan ibu yang baik untuk anak-anak kalian. Jangan pernah memperlakukan pasangan hidupmu dengan kasar....karena kelak kalian akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

0 comments:

Poskan Komentar