September 04, 2013

Lost in Paradise

Pagi itu aku terbangun pukul 02.30 dini hari. Mendengar deburan ombak besar dan angin yang menderu-deru. Setelah itu aku tidak bisa tidur lagi, tetap berbaring dengan mata yang lebar....ngantuknya udah hilang sama sekali. Hari semakin pagi...matahari mulai muncul. Awalnya terlihat begitu bulat dan memerah, tapi lama kelamaan tertutup oleh awan.


Teman-temanku juga sudah duduk di dekat ruang makan untuk menanti sunrise. Angin pagi itu terasa begitu kencang. Aku dan teman-temanku harus merapatkan jaket kami kalau tidak mau menggigil kedinginan. Kami menunggu sunrise sambil menikmati teh hangat. Aku melihat ombak juga cukup tinggi...hmmm...feelingku jadi kurang enak nih. Apakah kami akan terperangkap di kepulauan Karimun Jawa ini??? Karena minggu sebelumnya banyak wisatawan yang berhari-hari tidak bisa menyeberang ke Jepara dan Semarang dan harus stay di Karimun Jawa karena semua kapal tidak diijinkan berlayar.

Indra mencoba menghubungi orangnya yang ada di Karimun Jawa dan Jepara untuk menanyakan kepastian ada tidaknya kapal dari Karimun Jawa ke Jepara siang ini. Dan ternyata kami masih harus menunggu kabar karena belum ada kepastian dari Syahbandar. Pagi itu setelah makan pagi kami mengelilingi Pulau Tengah untuk foto-foto lagi. Rugi dong gak foto-foto...alamnya begitu indaaahhhhh...sangat sempurna dijadikan studio alam. Indonesia emang indah kawan...sangat sangat indah :)


Agak siang kami baru mendapat kabar kalau hari itu semua kapal tidak diijinkan berlayar karena angin kencang dan ombak laut setinggi 2,5 meter. Wah...kami mulai sibuk menghubungi keluarga dan atasan masing-masing untuk meminta tambahan cuti. Okay...anggap saja liburannya bertambah panjang hehehe. Setelah makan siang di Pulau Tengah kami memutuskan untuk menyeberang ke Karimun Jawa Besar. Lama penyeberangan ternyata hanya memakan waktu 15 menit, kami mendarat di daerah Kemojan. Dari situ kami dijemput olah mobil sewaan dan menuju ke Penginapan Karimun Indah...yaaa...kami harus menginap semalam lagi dengan harapan besok udah ada kapal yang jalan.


Sore itu Indra mengajak kami keliling pulau dengan motor sewaan. Shelvia yang tidak enak badan memilih untuk tetap tinggal di penginapan. Kami menggunakan 7 motor, aku boncengan dengan Indra. Kami diajak ke desa yang paling terpencil di Karimun Jawa namanya Desa Legon Lele.Trus diajak ke tempat wisata yang bernama Joko Tuwo...disana ada kerangka ikan purba yang bernama Joko Tuwo, lanjut ke Bukit Cinta. Tadinya aku pikir kayak apa bukit cinta itu...ternyata bukit dan diatasnya ada tulisan LOVE yang terbuat dari semen...huahahahaha....


  
Nah sewaktu kami mengelilingi Pulau Karimun Jawa Besar ini kami melewati daerah yang berbukit-bukit. Dari atas bukit kami bisa melihat laut yang begitu indah dengan gradasi warnanya. Kami diajak ke tempat paling atas di Karimun Jawa...dari sana kami bisa melihat seluruh wilayah di Karimun Jawa...indaaaahhh bangeeetttt. Thanks ya Bray...kamu udah mengajak kami ke tempat-tempat yang indah di Karimun Jawa.

Sore itu tempat tujuan terakhir kami adalah ke Tanjung Gelam untuk menikmati sunset. Di sepanjang pantai Tanjung Gelam banyak warung-warung kecil penjual makanan dan minuman. Kami memesan mie goreng/mie rebus, makan gorengan dan menikmati minuman disalah satu warung. Tentu saja kami juga berfoto-foto disana sambil menikmati sunset. Hari semakin malam dan kami pun meninggalkan Tanjung Gelam menuju ke penginapan lagi. 


Sampai di Penginapan kami langsung mandi dan ganti baju. Istirahat sebentar sebelum keluar lagi. Jam 20.00 kami keluar lagi dari penginapan menuju ke toko souvenir. Puas belanja souvenir kami melanjutkan perjalanan ke alun-alun kota Karimun Jawa. Aku merasa masih kenyang karena sore udah makan mie goreng, akhirnya hanya pesan pisang bakar. Shelvi, Indra, Jhon dan Ita juga hanya pesan pisang bakar. Sementara teman-temanku yang lain pesan ikan bakar.

Malam itu kami membicarakan kemungkinan kalau keesokan harinya tidak ada kapal lagi yang berlayar ke Jepara. Dan kami memutuskan kami akan menyewa kapal nelayan. Karena kami tidak tahu sampai kapan Syahbandar akan melarang kapal reguler untuk berlayar, sementara ada pekerjaan dan keluarga yang menanti di rumah. Tapi waktu itu kami masih berharap kalau Kapal Express Bahari boleh berlayar. Malam itu kami tidur dengan nyenyaknya di penginapan. Keesokan harinya saat makan pagi Indra membawa kabar kalau kapal reguler tetap belum diijinkan berlayar, jadi kami positif kembali ke Jepara dengan menyewa kapal nelayan. Kami sewa kapal kayu Rp 5 juta untuk kami ber 15 orang. Dan pagi itu kami berangkat jam 10 pagi. Benar-benar hanya rombongan kami yang nekat berangkat ke Jepara. Oya sebenarnya bisa juga sewa pesawat ke Semarang lho hanya saja biayanya Rp 25 juta dengan kapasitas 8 orang...makasih deh hehehe...


Sebelum berangkat kami berdoa bersama dulu agar perjalanan kami selamat sampai di Jepara. Di atas kapal mulai lah kami memilih posisi duduk masing-masing. Aku memilih duduk di dekat nahkoda kapal di bagian belakang, karena disitu aku bisa duduk menyandar. Gak ngebayangin berjam-jam duduk tanpa sandaran. Yah paling resikonya kulit tambah gosong aja dan sesekali kena percikan air laut...gak masalah buatku :)
Sepanjang perjalanan kami tenggelam dalam pikiran masing-masing. Sesekali aku tertidur dan terbangun lagi saat kapal terhempas gelombang laut atau saat mukaku terpercik air laut. Dan setelah 6 jam lebih akhirnya kami sampai dengan selamat di Pelabuhan Kartini Jepara.... Alhamdulillah...

Kami mandi di toilet umum yang ada di pelabuhan, trus sekalian makan di warung yang ada disitu. Dan kami menuju ke Semarang dengan mobil Elf sewaan. Kami berpisah di Semarang untuk menuju ke kota masing-masing. Rencananya aku mau naik Kereta Bangunkarta...eh ternyata kehabisan tiket. Akhirnya aku dan Lili naik Kereta Sembrani, Shelvia naik Kereta Bangunkarta, Dika naik Kereta Gumarang ke Surabaya, Indra, Billy dan temannya naik kereta ke Bandung. Deny, Yudhi, dan kakaknya Lili naik bus ke Solo. Sementara Jhon, Ita, Andi, Made dan Nadia naik travel ke Jogya.

Thanks Bray Indra Patriasandi...you are the best tour leader. Benar-benar tour leader yang sabar dan hebat. Kapan-kapan aku ikut lagi trip-nya...mungkin ke Pulau Komodo, Raja Ampat atau Wakatobi. Dan siap-siap dibujuk ama Indra untuk ambil lisensi diving nih hehehe. Thanks teman-teman...sudah menjadi teman seperjalanan, teman ngetrip yang menyenangkan. Semoga suatu saat kita bisa berjumpa lagi. Senang berkenalan dengan kalian semua :)

0 comments:

Poskan Komentar