September 30, 2013

Pengajian, Siraman & Midodareni Kiki

Hari Sabtu dan Minggu kemarin aku ada di Jogja untuk menghadiri pernikahan sepupuku tersayang, pernikahan Kiki & Widhi. Aku nyampe Jogja sebelum shubuh dan langsung ke rumah Om-ku. Sebenarnya sih pengen tidur lagi tapi apadaya setumpuk acara sudah menanti :D.

Acara pertama adalah pengajian, yang diundang sih keluarga dekat dan tetangga-tetangga dekat. Untuk acara pengajian ini dress code-nya putih-putih. Pengajian dipimpin oleh seorang Ustadz dan dalam pengajian itu dibacakan Surat Ar-Rahman dan beberapa surat Al-Qur'an lainnya. Acaranya sih berlangsung sekitar 1,5 jam. Oya untuk acara ini souvenirnya berupa sajadah kecil dan tasbih yang dikemas dalam tas spundbond.


 Setelah itu ada acara siraman. Sebelum acara siraman ada acara pemasangan Bleketepe di gerbang depan rumah. Trus berlanjut ke acara calon mempelai putri meminta ijin untuk menikah dan sungkeman kepada orang tua calon mempelai. Nah saat acara minta ijin ini gak berasa aku ikutan meneteskan air mata, teringat Tanteku (Ibunya Kiki) yang sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Posisi tanteku digantikan oleh Tantenya Kiki (adik Papanya yang terkecil). Saat acara ini Kiki dan juga undangan lainnya gak kuasa menahan air mata...sangat mengharukan...


Acara siraman dimulai, pertama adalah memasukkan air dari 7 sumber mata air ke dalam bokor tempat air siraman. Ada beberapa bunga dan daun-daun yang dimasukkan (aku gak hafal jenisnya apa aja), trus ada 2 butir kelapa juga yang dimasukkan. Pertama kali Kiki disiram oleh Omku dan Tante Wuri trus kemudian giliran para sesepuh untuk menyiram calon mempelai putri. Ada sebagian kecil air siraman yang diberikan untuk dibawa ke rumah calon mempelai putra. Setelah itu ada acara gunting rambut calon mempelai putri oleh Ayahanda, ada acara pemecahan kendi dan acara pondongan (calon mempelai putri digendong oleh Ayahanda dibantu oleh adiknya Kiki, Dimas). 


Setelah acara siraman masih ada acara lain yaitu perebutan ubo rampe siraman yang berupa aneka makanan. Ada buah-buahan, ayam, aneka bubur dan lain-lain. Saking banyaknya aku gak hafal :D. Setelah itu adalagi acara dodol dawet. Yang menjadi penjual dawetnya adalah kedua orang tua pengantin putri, undangan bisa membeli dawet dengan memakai genteng yang dibentuk seperti uang logam.



Malam harinya ada acara Midodareni dan serah-serahan. Saat acara Midodareni ini Kiki tidak boleh keluar dari kamar, dia hanya bisa menyaksikan jalannya acara melalui layar TV. Lalu ada acara perkenalan kedua keluarga besar, penyerahan serah-serahan dan pembacaan catur wedha. 




Acaranya panjang banget euy....dan aku sangat ngantuuuukkkkk. Tapi kan gak mungkin tidur saat itu hehehe. Acara baru selesai jam 22.30 WIB. Abis itu aku, Ibu, Adikku, dua sepupuku diantar ke penginapan oleh Dimas. Kami menginap di Arimbi yang berada satu kompleks dengan Balai Shinta Wanitatama (tempat resepsi pernikahan kiki akan dilangsungkan). Oya malam itu Kiki juga ikut menginap di Arimbi karena keesokan harinya dia akan dirias pagi-pagi buta. Begitu check in di Arimbi dan selesai beres-beres langsung deh brekkkkk....tiduuuuuuuurrrrr.....zzzzzzzzzzzzz......

0 comments:

Poskan Komentar