Agustus 27, 2013

Kematian itu misteri Illahi...

Tidak pernah ada orang yang tau kapan dia akan mati. Sebenarnya kematian itu begitu dekat dengan kita, hanya saja kita tidak pernah menyadarinya. Bahkan terkadang kita terkaget-kaget mendengar berita orang yang kita kenal tiba-tiba meninggal secara mendadak, padahal mungkin saja kita baru bertemu dan ngobrol dengan orang tersebut.

Memang benar bahwa manusia itu bisa merencanakan semua hal tapi tetap saja Tuhan yang menentukan. Aku jadi ingat peristiwa beberapa tahun yang lalu. Peristiwa ini menyangkut teman kost dan teman kantorku. Dulu awal-awal di Jakarta aku punya temen kost yang akhirnya memutuskan untuk pindah ke Semarang karena dia mendapat pekerjaan di Semarang dan calon suaminya mau meneruskan kuliah S2 di Semarang. Temanku itu emang orang Semarang juga sih.

Temanku itu sudah mempersiapkan pernikahannya dengan sangat detail. Dia sudah memesan gedung tempat resepsi pernikahan, catering, gaun pengantin dan lain sebagainya. Rencananya acara akan diadakan awal Maret. Calon suaminya yang orang Kalimantan rencananya akan menghabiskan akhir tahun di Kalimantan bersama keluarganya, katanya,"Ini Natal terakhirku bersama keluarga sebelum kita menikah." Temanku itu beragama Nasrani dan dia anak seorang Pendeta. Dan calon suaminya itu berangkat ke Semarang dengan Kapal Laut, sebelumnya sempat mau naik pesawat tapi entah kenapa tiba-tiba beralih naik kapal laut, aku lupa nama kapal lautnya. Tapi yang jelas kapal laut dengan kapasitas ratusan penumpang.

Perjalanan Pangkalan Bun, Kalimantan ke Semarang memakan waktu 3 hari. Waktu itu temanku sudah ke Pelabuhan Tanjung Mas Semarang untuk menjemput calon suaminya itu dan ternyata kapal belum datang dan temanku tidak diberitahu kabar apapun oleh pegawai pelabuhan. Sesampai di rumah, di depan pintu dia melihat beberapa keponakannya sedang nonton TV dan isi beritanya kapal laut yang ditumpangi calon suaminya tenggelam semalam. Temanku langsung pingsan. Begitu sadar dia ke pelabuhan lagi dengan diantar oleh keluarganya. Selama 2 minggu temanku pergi dari kota ke kota, dari kamar mayat ke kamar mayat untuk mencari tahu nasib calon suaminya. Sampai akhirnya dia bermimpi dan dalam mimpinya itu calon suaminya minta temanku untuk tidak mencarinya lagi. Sampai saat inipun bangkai kapalnya tidak diketemukan. Setelah peristiwa itu temanku sempat tidak mau ke Gereja, dia protes kepada Tuhan,"Kenapa dia yang selama ini rajin beribadah dan menjadi penyanyi Gereja kok diberi cobaan seberat itu." Untungnya temanku itu berada di tengah-tengah keluarganya yang selalu mendukung dia, jadi lama kelamaan dia bisa pulih walaupun membutuhkan waktu yang lama.

Ada lagi satu peristiwa yang saat itu juga mengagetkan aku. Peristiwa ini menyangkut teman kantorku yang bertugas di kantor Surabaya. Temanku itu juga sudah mau menikah. Hari itu sepulang dia kerja, dia mampir ke kontrakan calon istrinya dan dia menemukan calon istrinya sudah meninggal. Dan meninggalnya karena ada yang membunuhnya karena terdapat luka-luka bekas penganiayaan. Saat itu temanku sempat jadi tersangka utama dan dia harus menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Temanku mengalami stress berat dan akhirnya dia memutuskan untuk resign dari kantor. Sampai saat ini aku tidak tahu lagi kabarnya.

Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan menjumpai kita. Kita harus selalu siap kapan pun kita dipanggil oleh-Nya. Kita tidak pernah tahu kita akan mati dalam keadaan bagaimana. Oleh karena itu berusahalah menjauhi hal-hal yang buruk, hal-hal yang mendekatkan kita dengan kematian yang su'ul khotimah. Agar kapanpun kita dipanggil kita dipanggil dalam keadaan khusnul khotimah :)

0 comments:

Poskan Komentar