Agustus 01, 2013

Trotoar itu hak pejalan kaki. Benarkah?

Trotoar adalah tempat yang disediakan untuk pejalan kaki yang umumnya terletak disisi kanan dan kiri jalan raya. Seharusnya pejalan kaki bebas berjalan di trotoar yang merupakan haknya, bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Tapi benarkah pejalan kaki sudah aman dan nyaman menggunakan trotoar?

Di Jakarta ini wilayah Sudirman,Thamrin dan Monas sudah memiliki trotoar yang lumayan bagus, cukup lebar dan nyaman. Trotoar di Sudirman juga memiliki penanda untuk penyandang disabilitas berupa ubin pengarah jalan yang berwarna kuning. Tapi sayang sekali sering disalahgunakan oleh sebagian biker atau pemotor. Setiap hari aku lewat Sudirman, Thamrin dan Monas...dan setiap hari pula aku menyaksikan begitu banyak pemotor yang melajukan kendaraannya di trotoar, terkadang malah melawan arus dengan kecepatan tinggi. Kalau ada pejalan kaki yang dianggap menghalangi laju motornya maka biker itu akan membunyikan klaksonnya keras-keras berharap si pejalan kaki mau minggir untuk memberikan jalan baginya. Konyol kan???


Banyak tukang ojek yang menggunakan trotoar sebagai lintasannya, tapi juga tidak sedikit pemotor lain yang bukan tukang ojek melajukan motornya di trotoar. Bagaimana pejalan kaki bisa merasa tenang berjalan di trotoar kalau situasinya seperti itu, motor bersliweran di trotoar dengan kecepatan tinggi. Bahkan terkadang ada pemotor yang marah kalau ada pejalan kaki yang dinilai menghalangi laju sepeda motornya. Jujur saja...terkadang aku ingin menendang motor yang melintas di trotoar. Aku sering diklakson oleh pemotor dari arah belakang saat sedang jalan di trotoar yang sama, atau dari arah depan ada motor yang melintas dan aku tidak bergeming tetap jalan di tengah trotoar. Terkadang aku dipelototin, terkadang ada yang mengumpat, terkadang pemotornya menghentikan laju motornya dan menunggu aku jalan dulu.


 Dulu...di Sudirman di pinggiran halte dan trotoar ada pembatas yang terbuat dari besi yang diisi batu dan pasir. Tapi satu persatu pembatas itu lenyap. Terkadang hanya tinggal tumpukan pasir dan batu saja sementara bagian besinya hilang entah kemana. Terkadang aku melihat dengan mata kepalaku sendiri tukang ojek yang di Benhil itu menggoyang-goyang pembatas trotoar itu dan lama-lama mencabutnya, karena kalau ada pembatas itu mereka tidak leluasa melajukan motornya di trotoar. Polisi yang ada disana juga terkesan mendiamkan saja. Seharusnya pengguna jalan semua disiplin dan petugas juga disiplin menjalankan tugasnya. Seperti kebiasaan yang berlangsung selama ini...sesuatu kesalahan yang didiamkan lama kelamaan akan dianggap sebagai sebuah kewajaran.


Disisi lain begitu banyak pedagang kaki lima yang memenuhi trotoar dan terkadang membuat trotoar menjadi sempit dan kotor karena mereka membuang sisa makanan begitu saja ke trotoar. Belum lagi di pinggir trotoar sering tercium bau pesing karena begitu banyak laki-laki yang suka buang air kecil di pinggir jalan dengan seenaknya. Terkadang juga ada galian yang tidak diberi batas pengaman sehingga membahayakan pejalan kaki. Menggenaskan sekali nasib pejalan kaki di Jakarta ini :(


Saat ini di trotoar disisi pinggirnya setiap berapa meter dipasang bangku taman yang cantik yang terbuat dari kayu. Bangku taman ini membuat trotoar lebih manusiawi untuk pejalan kaki, karena kalau ada pejalan kaki yang merasa capek bisa segera duduk beristirahat. Semoga bangku-bangku ini tetap berada ditempatnya dan tidak ada tangan-tangan jahil yang menggambilnya.


Orang-orang yang suka melajukan motornya di trotoar selalu punya dalih untuk melakukan kebiasaan melajukan motornya di trotoar:
  1. Jalanan macet.
  2. Jalur motor diserobot oleh mobil pribadi dan angkutan umum jadi sah-sah aja kalau mereka lewat trotoar.
  3. Trotoar relatif lengang jadi boleh aja melintas diatasnya dan berbagai macam alasan lainnya.
Janganlah melakukan pembenaran atas kesalahan yang sudah dilakukan, tapi rupanya kebiasaan mencari kambing hitam di negeri ini sudah semakin membudaya. Pemotor bersalah naik ke trotoar dan melaju di trotoar tapi kalau ada yang protes dia menyalahkan mobil/angkot telah menyerobot jalurnya. Banyak juga yang menyalahkan petugas yang tidak tegas. Kita tidak bisa bergantung kepada petugas. Untuk bisa tertib mulailah dari diri sendiri.

Tolong hargai hak kami sebagai pejalan kaki untuk bisa menggunakan trotoar dengan aman dan nyaman.
Jangan langgar hak-hak kami sebagai pejalan kaki!

0 comments:

Poskan Komentar