Agustus 16, 2013

Edisi Mudik Lebaran

Seperti lebaran-lebaran sebelumnya aku selalu mudik ke kampung halaman. Menyenangkan bisa bertemu dengan Ibu, adikku, saudara-saudara lainnya, teman lama dan para tetangga. Saat ini suhu udara di kampung halamanku sangat dingiiiinnnn dan setiap hari aku selalu kedinginan. Aku menghangatkan badan dengan cara bergelung di selimut tebal, menyapu rumah, menyapu halaman rumahku yang luas atau dengan cara setrika hahahaha... Mandi pun hampir selalu memakai air hangat, pernah sih nyobain pakai air dingin...rasanyaaaa wuiiihhhh bbbrrrrrrrr badan serasa membeku.

Rutinitas sebelum lebaran seperti biasa...bersih-bersih rumah, menyiapkan toples untuk hidangan lebaran, menggelar permadani Persia sebagai tempat duduk untuk para tamu, karena kalau duduk di kursi dijamin rumahku tidak bisa menampung tamu-tamu yang datang. Memasukkan aneka kue dan kerupuk ke dalam toples adalah tugas utamaku, karena sebelumnya tidur mulu :D

Sehari sebelum lebaran aku dan saudara-saudaraku nyekar ke makam Embah Buyut, Embah Kakung, Embah Putri, Bapak, Bulik-Bulik, sepupu dan adikku yang udah meninggal. Trus sekalian mampir ke rumah adiknya Ibu yang sekarang tinggal di rumah peninggalan Embah Kakung. Begitu semua urusan selesai langsung pulang ke rumah lagi karena harus melanjutkan bersih-bersih rumah.

Malam harinya Takbir berkumandang dari segala penjuru, memuji asma Allah SWT. Dadaku selalu berdesir saat mendengar suara Takbir... Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar...Walillah Ilham...
Takmir Masjid di depan rumahku sibuk mengumpulkan dan membagikan zakat fitrah. Bulan Ramadhan sudah berakhir...apakah aku masih diijinkan Allah SWT untuk menikmati Ramadhan tahun depan? Entahlah...hanya Allah SWT yang tahu :)

Dini hari aku sudah terbangun lagi. Langsung menyiapkan keperluan untuk sholat Iedul Fitri. Lanjut mandi dan siap-siap pergi ke Masjid. Begitu pagi semakin terang semakin banyak jama'ah yang berdatangan ke Masjid depan rumahku. Di halaman depan Masjid juga sudah terpasang tenda untuk mengantisipasi jama'ah yang tidak kebagian tempat di dalam Masjid. Dan pagi itu kami bisa melaksanakan sholat Ied dengan lancar dan khusyuk.

 Selesai sholat Ied langsung mulai berkunjung ke rumah-rumah tetangga dan saudara. Aku butuh waktu sekitar 4 jam untuk silaturahim ke rumah-rumah tetanggaku. Kadang hanya bersalaman trus melanjutkan berkeliling, kadang duduk dulu sebentar untuk mencicipi hidangan yang sudah disediakan. Idul Fitri itu selalu menyenangkan, bisa bertemu dengan tetangga-tetangga, semua orang berwajah cerah ceria, full smile :)

Keesokan harinya baru aku berkunjung ke rumah saudara-saudara yang agak jauh dari rumah. Setelah sampai di rumah pun juga masih sangat banyak tamu yang datang berkunjung. Kalau jaman Bapak masih ada dulu tamu yang berkunjung ke rumah dalam rangka Lebaran itu masih ada aja sampai sebulan setelah Lebaran, tapi kalau sekarang sudah jauh berkurang. Walaupun tamu-tamunya Ibu juga gak kalah banyaknya.

Nah waktu hari Senin kemarin ada acara lamarannya sepupuku. Tapi paginya aku ngurus E-KTP dulu ke kantor Kecamatan. aku ke kantor Kecamatan diantar Pak RT-ku yang baik hati...gak baik gimana coba...nganterin aku fotocopy dokumen dan nunggu lama antrian fotocopy trus abis itu nganterin aku ke kantor Kecamatan, nungguin lagi...makasih banyak ya Pak Solihin :). Proses E-KTP sih lumayan cepat ya, aku disuruh foto...foto wajah, foto bola mata (btw ternyata bola mataku bagus juga ya kalau difoto...warnanya coklat hahahaha...narsisnya kumat...), trus rekam sidik jari, mencocokkan data dengan data di KTP lama. Dan katanya sih E-KTP ku baru jadi bulan Desember tahun ini dan harus diambil sendiri...duengggg KTP yang mahal. Ngurus E-KTP sih gratis tapi biaya buat mudik itu yang mahal hehehe... Gak apa-apalah itung2 ketemu Ibu lagi :)

Sekitar jam 10 pagi baru aku berangkat ke rumah Bulikku bareng dengan adikku. Mau bantu-bantu persiapan acara lamaran adik sepupuku yang mau diadakan sore harinya. Sesampai di rumah Bulikku aku ketemu dengan sepupuku trus tanya nanti lamaran mau pakai baju apa? Trus aku ditunjukin kebaya katun putih...waaaaa ini sih terlalu sederhana untuk acara lamaran, trus aku minta ditunjukin kebaya yang lain milik sepupuku dan akhirnya sepupuku aku suruh pakai kebaya yang cerah...broken white dengan aplikasi bunga-bunga warna pink cerah plus kerudung bernuansa pink gelap. Dan Pepi adik sepupuku itu manut aja ama aku hehehe....dan tugasku ternyata bertambah yaitu make up wajahnya Pepi...Ok tidak masalah ;)

Begitu selesai Sholat Dzuhur tugas make up Pepi dimulai, aku mengeluarkan peralatan make up-ku yang minimalis dan sering aku pakai sehari-hari. Kebetulan aku suka warna-warna yang natural. Pelembab kali ini pakai Olay karena yang biasa aku pakai abis, alas bedak aku pakai body shop, bedaknya pakai faceshop, blush on dan eye shadow pakai bodyshop, eyeliner pakai bodyshop, mascaranya pakai punyanya adikku maybelline, terakhir lipstik pakai caring yang delightful mocca. Ya abis gimana Pepi jarang sekali berdandan dan yang ada saat itu peralatan make up milik Bulikku yang warnanya menurutku kurang cocok untuk kulitnya Pepi. Yes akhirnya selesai juga merias wajah Pepi :)
Temannya Pepi yang saat itu ada disitu gak henti-hentinya memuji penampilan Pepi...wah kamu tambah cantik, wah make up nya pas banget aku suka...tipis tapi baguuuusss dan serentetan pujian lainnya hahaha. Untuk cantik kan gak perlu make up tebal-tebal yang penting cocok dengan warna kulitnya :)

Sore harinya acara lamaran dimulai. Acaranya sih sangat simple. Pihak calon suami Pepi menyampaikan lamarannya dan diterima oleh pihak keluargaku. Trus Pepi dikasih cincin emas. Trus ada pembicaraan mengenai tanggal pernikahan tetapi saat itu belum bisa diputuskan karena harus melihat dulu calon suaminya Pepi dapat ijin cuti dari kantor kapan. Untungnya di kedua pihak keluarga menganggap semua hari itu baik jadi gak pakai hitungan Jawa yang rumit itu, kalau buatku sih yang penting Sabtu atau Minggu...syukur-syukur pas ada tanggal merah hehehe.





Kemarin aku baru nyampe Jakarta lagi. Agak malas juga sebenarnya harus kembali ke Jakarta karena masih terbawa suasana liburan...tapi ada seseorang yang menungguku di Jakarta. Seseorang yang sangat aku rindukan :)
Semoga Idul Fitri kali ini membawa kebahagiaan yang lebih besar... Aamiin...Aamiin...Aamiin... Yaa Robbal Alamiin...

0 comments:

Poskan Komentar