Juni 20, 2013

Haruskah BBM naik?

Akhir-akhir ini semua heboh dengan rencana kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak). Demo menolak kenaikan BBM merebak hampir di semua wilayah di Indonesia terutama yang ada kampusnya. (Sebagian kecil) Mahasiswa demo dengan segala macam cara...ada yang teriak-teriak di tengah jalan sambil membakar ban bekas dan otomatis menganggu lalu lintas dan bikin macet parah, ada yang mogok makan, ada yang merusak mobil plat merah, ada yang memukul biker yang sedang melintas, ada yang merusak restoran cepat saji, ada yang merusak lampu lalu lintas dan fasilitas umum lainnya...hmmmm....

Katanya membela rakyat...tapi kok merusak fasilitas umum yang dibangun dan dibuat dengan mengambil uang pajak yang dibayarkan oleh rakyat? katanya membela rakyat tapi kok merusak properti milik rakyat? katanya membela rakyat tapi kok memblokir jalan dan membuat rakyat yang lain terkena macet parah bukannya itu membuat boros BBM??? Katanya membela rakyat tetapi kenapa memukuli biker yang lewat bukankah biker itu bagian dari rakyat? Katanya membela rakyat tapi kenapa merusak lampu lalu lintas yang sangat dibutuhkan oleh rakyat pengguna jalan supaya lalu lintas lancar?

Dan point utamanya apakah mereka para pendemo entah Mahasiswa atau warga masyarakat yang demo menuntut BBM tidak naik itu tau kenapa alasan BBM harus naik? Apakah yang ikut demo itu (Mahasiswa atau warga) benar-benar mengerti substansi masalah atau hanya ikut-ikutan biar kelihatan hebat, kalau diliput TV bisa masuk TV...teriak-teriak di depan kamera, atau biar terlihat hebat kalau bentrok dengan polisi yang menjaga demo jadi satu kebanggaan yang bisa diceritakan ke teman-teman, keluarga dan anak cucunya kelak?

Tahukah mereka bahwa cadangan minyak di bumi Indonesia ini semakin menipis? Tahukah mereka bahwa ada beberapa perusahaan minyak asing yang akan keluar dari Indonesia karena setelah menanamkan investasi jutaan US$ dan ternyata sumur-sumur minyak yang didapat kering kerontang? Sepertinya mereka tidak tahu, tahunya hanya demo dan demo...entah atas inisiatif siapa...

Produksi crude oil di Indonesia semakin menurun sementara konsumsi domestik semakin naik dari tahun ke tahun. Dari produksi dalam negeri sendiri tentunya harus dikurangi biaya untuk kontraktor. Otomatis belum mampu memenuhi kebutuhan domestik dan sebagian besar minyak harus impor. Maka dari itu dibutuhkan kucuran dana yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri, dan dana itu diambil dari APBN. Subsidi BBM sekarang ini kira-kira Rp 4000/liter dan kebanyakan yang menikmati adalah golongan menengah keatas yang mempunyai mobil. Dana subsidi minyak yang salah sasaran ini sangat bisa digunakan untuk hal lain, untuk menambah dana pendidikan anak-anak Indonesia, untuk membangun jalan di pelosok-pelosok Indonesia dan hal-hal lain yang lebih menyentuh kehidupan rakyat kecil dll. Belum lagi hutang Pemerintah Indonesia yang semakin membengkak dari tahun ke tahun...masa warisan ke anak cucu berwujud hutang?

Aku pikir Pemerintah juga terlalu lamban dalam menentukan kenaikan harga minyak, sehingga memicu naiknya harga-harga barang sebelum harga minyak benar-benar naik. Selagi isu kenaikan harga minyak berhembus harga barang udah naik dan begitu harga tidak jadi naik harga barang tidak mungkin turun lagi seperti tahun lalu saat ada wacana harga minyak naik dan ternyata dibatalkan. Idealnya harga minyak itu naik tiap tahun sedikit demi sedikit jadi inflasi yang ditimbulkan tidak terlalu tajam. Kalau misalkan alasan kenaikan harga minyak akan menyulitkan tukang ojek, taksi, angkot dan moda transportasi lainnya ya tinggal disesuaikan aja tarifnya asal gak asal menaikkan. Semoga aja kalau harga minyak naik semakin sedikit orang yang pakai mobil pribadi dan beralih ke angkutan umum...tapi tentu saja harus dilakukan pembenahan dalam pengelolaan angkutan umum. Ciptakan angkutan umum yang aman, nyaman, bersih dan selalu tersedia setiap saat sehingga masyarakat juga tidak was-was beralih ke angkutan umum.

Tapi yang aku bingung kenapa sekarang yang digalakkan malah mobil murah ya? bukannya kalau semakin banyak mobil murah akan semakin banyak masyarakat yang ingin membeli mobil, semakin banyak masyarakat pemakai mobil maka jalanan akan semakin macet. Entahlah...kadang kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah itu bikin pening kepala, gak masuk di logika berpikirku yang hanya sederhana ini. Tapi susahnya di Indonesia ini bidang apapun udah dicampur adukkan dengan politik jadi kadang sesuatu yang sederhana menjadi rumit, sesuatu yang sebenarnya gampang menjadi sulit. Dan budaya copy paste alias menjiplak dan menelan mentah-mentah informasi yang beredar sudah demikian kuat membudaya di masyarakat. Sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dan dikaruniai otak untuk berpikir seharusnya manusia itu mau belajar...membaca, melihat, mencerna, berpikir, bertindak...jadi tahu mana yang salah dan mana yang benar.

Ah kenapa aku jadi serius begini ya??? 
Gara-gara sebel melihat berita di TV yang isinya demo-demo yang merusak. Cara demo yang sangat barbar. Aku pernah menjadi Mahasiswa, aku pernah ikut berdemo walaupun tidak sering, teman-temanku banyak yang aktivis Mahasiswa tapi tidak ada yang anarkis. Makanya heran aja melihat orang yang mengklaim dirinya sebagai mahasiswa tapi kok bertindak beringas.

0 comments:

Poskan Komentar