Oktober 22, 2015

Melaka, Malaysia

Day 1

Minggu lalu aku berangkat ke Melaka Malaysia bersama saudara-saudara sepupu dan Bulek. Tujuan utamanya sih mau mengantarkan Bulek untuk kontrol ke Mahkota Medical Centre. 
Berangkat melalui Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta menuju Kuala Lumpur. 




Perjalanan Jakarta - Kuala Lumpur memakan waktu kurang lebih 2,5 jam. Sesampai di KLIA 2 langsung beli kartu operator lokal, lebih murah pakai operator lokal dibanding tetap bertahan dengan operator Indonesia saat beergian di Luar Negeri hihihi....lumayanlah pengiritan...
Lukisan Langit antara Jakarta - Kuala Lumpur
Kuala Lumpur International Airport 2
 Di KLIA 2 ada counter-counter yang menjual tiket bus transnasional Malaysia, dari Kuala Lumpur kami naik bus eksekutif ke Melaka, harga tiketnya RM 25/orang. Perjalanan Kuala Lumpur - Melaka memakan waktu 2,5 jam langsung turun di disamping MMC. 

  
Dari MMC kami tinggal menyeberang karena selama di Melaka kami menyewa apartemen di Mahkota Hotel Melaka.
Apartemennya nyaman banget, ada 2 kamar tidur dan dua kamar mandi, ada dapur, meja makan dan ruang tamu...cukup luas. Berhubung saat tiba di Melaka hari sudah malam jadi malam itu selepas mandi kami langsung tidur....zzzzzzz.....

   
Day 2

Hari ini jadwalnya kontrol ke MMC. Di MMC ruang tunggunya sangat nyaman, saat antri pun juga tidak menunggu terlalu lama karena pelayanannya cepat dan tidak ribet. 


 Btw baru kali ini masuk RS disambut aroma makanan hehehe...karena memang kantinnya terletak di dekat lobby utama, menyediakan aneka snack, kue-kue dan aneka makanan berat. Sesaat setelah daftar administrasi kami langsung menuju ruang praktek dokter spesialisnya, pelayanannya cepat, bagus dan ramah baik dokter maupun perawatnya. 

  
Oya sebelumnya Bulek sempat mengalami salah diagnosa saat periksa ke dokter di Indonesia, sampai akhirnya bulan lalu check up ke Melaka dan baru diketahui ada penyakit yang berbahaya sampai akhirnya diambil tindakan di MMC Melaka.

Hari itu juga Bulek menjalani endoscopy lagi dan harus rawat inap di MMC. Malam itu Bulek ditemani oleh Brill (sepupuku) sementara aku dan Nisa pulang ke apartemen. 

Day 3

Pagi harinya aku dan Nisa ke MMC lagi. Kata dokter spesialis yang menangani Bulek, hari itu juga Bulek udah boleh keluar dari rumah sakit. Cepet juga ya rawat inapnya dan satu lagi...gak dikasih obat apapun untuk dibawa pulang. Di rumah sakit Melaka tuh dokternya sangat pelit obat, maksudnya kalaupun memberikan resep obat tuh gak bejibun kayak kalau berobat di Indonesia. Kenapa bisa begitu ya?
Jadi inget dulu waktu aku sakit dan sempat rawat inap di rumah sakit harus mengkonsumsi banyak sekali obat dari yang ukurannya imut sampai segede kancing baju, eneg banget.

Nah waktu aku dan Nisa datang, Bulekku bilang pengen makan pisang goreng. Alamak...dimana cari pisang goreng di Melaka? 
Akhirnya aku dan Nisa menyusuri jalan di belakang rumah sakit sampai tiba di jalan besar dan di salah satu mall. Hmm...adanya cake & bakery...lalala...gak nemu yang jual pisang goreng. Tapi ternyata di bagian luar mall ada penjual yang menjajakan aneka makanan kecil dan ada yang berbahan dasar pisang namanya godok pisang, jadi pisang dihancurin trus dicampur dengan tepung terigu dan air dikasih sedikit gula trus digoreng. Dia jual pisang goreng hanya saat malam hari aja, jadi saat itu kami beli godok pisang aja daripada tidak sama sekali :)


Balik ke MMC menunggu dokternya visite, dan kata dokternya hari itu juga Bulek boleh keluar dari RS...Alhamdulillah. Btw hari itu sebenarnya dokternya libur lho karena di Melaka sedang tanggal merah, tapi dokternya tetap datang untuk mengecek keadaan pasien...hebat euy :)

Setelah beres-beres dan urusan administrasi selesai kami kembali ke apartemen untuk beristirahat. Sore harinya kami keluar untuk jalan-jalan. Tujuannya adalah ke Menara Tamingsari. Sebelum ke Menara Tamingsari kami berhenti sejenak di Taman Merdeka, banyak sekali pepohonan yang sangat rindang dan besar-besar, tamannya juga sangat terawat. Nyaman sekali ada taman teduh di tengah kota. 

Taman Merdeka
 Kami menuju ke Menara Tamingsari untuk menikmati pemandangan kota Melaka dari ketinggian. Biaya menaiki Menara Tamingsari adalah RM 20/orang, setiap orang akan diberi sebotol air mineral dan dodol khas Melaka. Kami memasuki ruangan yang berlantai dan berdinding kaca, pelan-pelan bergerak ke atas sambil berputar dengan diiringi lagu-lagu Melayu...hmm...menyenangkan....hanya sayangnya cuma sekitar 15 menit...kurang lamaaaaaaa...


 Setelah menikmati pemandangan Kota Melaka dari ketinggian kami menuju ke Melaka River. Di Melaka River kita bisa ikut Melaka River Cruise dengan biaya RM 20/orang untuk menyusuri Melaka River dengan menaiki perahu bermesin selama kurang lebih 45 menit. 


 Sungainya sangat bersih, bangunan-bangunan di samping kiri dan kanan sungai begitu tertata rapi....jauh dari kesan kumuh. Menyenangkan sekali menikmati Melaka River Cruise ini. 

Kincir Air
Benteng

 FYI...naik Melaka River Cruise di malam hari lebih mengasyikkan lho :)
Disini juga ada museum dan kapal kayu besar yang katanya dulu terdampar di daratan dan sekarang menjadi museum, untuk masuk museum kapal ini biayanya RM 10/orang, tapi kami saat itu tidak masuk ke museum.

 

Selesai menikmati Melaka River kami pulang ke apartemen, sebelumnya mampir beli makan dulu di resto setempat. Saat itu kami beli tom yam, kwetiaw ala Melaka (lupa nama aslinya hehehe), kailan dan toge. Enak-enak lho rasanya....mantaaaappppp....


  
Yess malam itu tidur dengan perut kenyang dan kaki pegal-pegal karena seharian terus berjalan kaki...

0 comments:

Poskan Komentar