November 07, 2013

Gunung Bromo

Weekend minggu lalu aku refreshing ke Gunung Bromo. Aku dan Ci Elfi berangkat melalui Surabaya, kebetulan dapet tiket promo buy 1 get 1 dari Tiger Mandala...lumayan :D. Tadinya jadwal pesawatku jam 10.30 trus digeser ke jadwal yang lebih pagi jam 05.30...gak apa-apa jadinya nyampe Surabaya bisa lebih pagi. Begitu mendarat di Surabaya kami sudah dijemput oleh temannya Ci Elfi bersama dengan keluarganya, jadi totalnya kami ber-7. Langsung meluncur ke Pasuruan, dengan tujuan Desa Tosari. Kami menginap di home stay Rizky, biayanya Rp 300.000/kamar/malam, lumayanlah...cukup bersih dan ada air panas walaupun air panasnya gak lancar2 amat. Oya kalau mau cari makan di daerah sana gampang kok dan yang jual kebanyakan muslim jadi jangan khawatir dengan soal kehalalannya, atau kalau mau lebih yakin tanya aja langsung ke penjualnya.

Karena kami nyampe ke Tosari masih pagi sekitar jam 10.00 jadi kami sempat jalan-jalan sebentar, kami mampir ke Bromo Cottages. Kalau mau menginap disini harus merogoh kocek agak dalam hehehe...karena biaya permalamnya untuk kamar 1,3jt sementara untuk cottage yang bisa muat 8 orang biayanya Rp 3,3 jt. Kalau buat aku pribadi sih mending menginap di home stay aja...ngiriiiitttt. Toh cuman numpang tidur bentar...beda kalau honeymoon pesan hotel yang mahal bolehlah :D.

Malam itu setelah minum obat batuk (karena emang lagi batuk lumayan parah) aku langsung tidur dengan pulasnya, padahal halaman home stay dijadikan tempat acara salah satu instansi dan ada organ tunggalnya. Tapi aku langsung terlelap dah gak denger apa-apa lagi, bangun-bangun jam 01.30. Trus nyoba tidur lagi tapi gak bisa pulas. Jam 02.30 kami sudah dibangunkan oleh pihak home stay karena harus siap-siap berangkat ke Penanjakan untuk melihat sunrise di Bromo. Sebelumnya kami dikasih kantong kresek yang sudah dilubangi bagian bawahnya dan ternyata harus dipakai sebelum memakai baju, tujuannya supaya kami tidak kedinginan selama di Penanjakan.

 Kalau perlengkapanku sih udah sangat lengkap...maklum aku emang gak tahan dingin. Jadi selain pakai kantong kresek itu, pakai kaos tebal, pakai jaket super tebal, pakai celana training rangkap 2, pakai sarung tangan, pakai kupluk yang bisa nutup kuping, pakai syal dan terakhir kaos kaki dan sepatu kets. Begitu semua siap kami langsung naik ke jeep yang sudah kami sewa, oya biayanya Rp 600.000 dan bisa muat kami ber-7 plus drivernya jadi ber-8. Tidak lupa kami membawa camilan dan minuman seperlunya.

 Perjalanan ke Penanjakan ternyata lumayan macet juga ya kalau lagi musim liburan. Jadi ternyata di gunung pun jalanan bisa macet lho. Jalanan penuh dengan jeep-jeep dan motor. 1 km menjelang tangga naik ke puncak Penanjakan Jeep parkir dan kami harus berjalan sendiri, akhirnya kami memutuskan untuk naik ojek motor setelah tawar menawar dikenakan biaya Rp 10.000/orang. Dan walaupun masih pagi-pagi buta...puncak Penanjakan sudah penuh dengan lautan manusia. Oya di puncak Penanjakan ada mushola, toilet, warung makan dan toko souvenir...jadi jangan khawatir kalau mau sholat, mau makan, mau pipis atau beli-beli souvenir...ada lengkap disana.

Perjuangan selanjutnya adalah aku harus berdesak-desakan untuk mencari tempat yang strategis buat mengambil gambar sunrise. Busyeeetttt penuh bangetttt....di bagian paling depan ada orang-orang India yang lagi bernarsis-narsis sehingga menghalangi moncong kameraku, akhirnya aku ngomong ke orang India itu supaya mau minggir sedikit atau merunduk karena aku mau ambil foto Gunung Bromo. Dan begitu sunrise mulai muncul aku naik ke pagar pembatas buat cari posisi yang lebih tinggi karena kalau tidak terhalang kepala-kepala pengunjung lain euy. Yesss...aku dapat foto sunrise. Lumayanlah...walaupun masih bagus sunrise waktu di Derawan dulu :)

Puas foto-foto aku turun ke bawah karena kami harus melanjutkan perjalanan ke Pasir Berbisik, Gunung Bromo dan Savana atau Bukit Teletubbies. Driver kami memacu jeepnya dengan kencang setelah terlepas dari kemacetan. Tujuan pertama adalah ke savana....indah kawan...sangat indah. Dimana-mana terlihat gunung yang hijau dengan rumput-rumput yang mulai mengguning.

 Tujuan selanjutnya ke Pasir Berbisik dan ke Gunung Bromo. Kalau ini sih pasirnya udah gak berbisik lagi, pasirnya kayaknya lagi marah-marah...soalnya terbawa angin dan beterbangan kemana-mana dengan kencangnya. Harus bawa masker atau apalah yang bisa buat menutup muka. Aku sih pakai sunglasses buat melindungi mata dan syal buat masker. Kami memutuskan tidak naik ke kawah Bromo....males euy. Lagian aku lupa gak bawa sunblock...ntar semakin eksotis dong hehehe. Kalau naik kuda biayanya Rp 100.000/orang, atau bisa juga jalan kaki paling sekitar 2 km. Jadi kami hanya foto-foto aja dengan latar belakang Gunung Bromo.

 Setelah puas menikmati keindahan dan terpaan angin lengkap dengan pasir, debu dan sedikit campuran kotoran kuda yang mengering di Bromo :D...kami meminta driver untuk membawa kami kembali ke Home Stay. Jadi kami bisa mandi dan packing sebelum melanjutkan perjalanan ke Batu Malang.

0 comments:

Poskan Komentar