Desember 07, 2011

Presiden Mantu...

Udah telat belum ya membahas hal ini...ah biar ajalah hehehehe....
Beberapa waktu lalu Presiden Indonesia menikahkan anaknya yang bungsu. Pak SBY besanan dengan Pak Hatta Rajasa. Anak Presiden dapat anak Mentri Koordinator...klop lah :)
Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi...aku hanya ingin membahas soal adat yang dipakai :D

Yang menarik dalam perhelatan kali ini adalah adalah bertemunya dua kebudayaan di Indonesia yaotu budaya Palembang dari pihak Pak Hatta Rajasa dan budaya Jawa dari pihak Pak SBY.
Rangkaian upacara pernikahan merupakan perpaduan dari dua budaya ini yang dikemas secara apik.

Pemasangan Bleketepe

Pemasangan Bleketepe yang dilakukan oleh orangtua pengantin adalah merupakan awal pemasangan tarub. Bleketepe adalah daun kelapa yang masih hijau dan dianyam dengan ukuran rata-rata 50 cm x 200 cm. Bleketepe yang dipasang di Tarub dan mengelilingi area untuk pernikahan, merupakan perwujudan dari suatu tempat pensucian di kahyangan para dewa yang dinamakan Bale Katapi. Bale artinya tempat, Katapi dari kata tapi yang berarti membersihkan dan memilahkan kotoran-kotoran untuk kemudian dibuang. Dengan demikian pemasangan bleketepe dapat diartikan secara luas sebagai ajakan Bapak Ibu dan calon pengantin kepada semua orang yang terlibat di dalam upacara hajatan untuk berproses bersama mensucikan hati. Siapa saja yang diundang dan kemudian datang, masuk di dalam tempat yang sudah di kelilingi Bleketepe akan bersih secara lahir dan kemudian menjadi suci secara batin. Itulah harapannya.
Untuk penjelasan lengkapnya bisa dilihat disini.

Pengajian Menjelang Siraman

Pengajian yang dilakukan menjelang acara siraman bukan bagian dari adat budaya Jawa, tetapi sekarang ini sudah merupakan acara yang disertakan dalam rangkaian upacara menjelang pernikahan. Tujuannya adalah semoga acara pernikahan berjalan dengan lancar dan calon mempelai bisa membina keluarga yang sakinah, mawadah, warrahmah.

Siraman

Acara siraman dilakukan di rumah masing-masing dari calon mempelai perempuan dan calon mempelai laki-laki. Biasanya menggunakan air dari 7 sumber mata air (berdasarkan pilihan masing-masing keluarga yang punya hajat). Upacara Siraman dari kata dasar siram (Jawa) yang berarti mandi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membersihkan diri agar menjadi suci dan murni.

Sungkeman setelah acara Siraman

Acara berikutnya adalah acara akad nikah yang diadakan di Istana Cipanas. Acara dikemas dalam suasana pesta kebun yang sangat menawan. Karena venue acara memang sudah sangat menunjang.

Dekorasi Istana Cipanas

Akad Nikah


Penyerahan Mas Kawin

Acara resepsinya sendiri diadakan di Jakarta Convention Center dalam adat jawa. Lagi-lagi memakai nuansa merah dalam acara resepsi ini. Kebaya yang dipakai pengantin perempuan terlihat sederhana namun tetap anggun. Tidak ada acara adat yang dipakai pada malam resepsi kali ini. Pengantin dan orang tua pengantin hanya menerima ucapan selamat dari para tamu undangan yang rela antri berjam-jam untuk bisa salaman dengan pengantin & orang tua pengantin.

Oya untuk malam resepsi ini pengantin perempuan menggunakan paes ageng Jogja. Periasnya adalah Ibu Tienuk Riefky dari Jogjakarta. Dulu salah satu sepupuku waktu nikah juga menggunakan jasa Ibu Tienuk ini. Hasilnya baguuuussss tapi mahaaaallllll hehehehe.... Gak tau deh berapa soalnya waktu itu aku masih SMP :D


Perpaduan budaya Palembang dan Jawa ini menunjukkan betapa kayanya kebudayaan yang ada di Indonesia. Yah walaupun kalau mengadakan pernikahan ngikutin adat tuh biaya yang keluar pasti besar. Apalagi kalau yang punya hajat Presiden dan Mentri. Pasti acaranya terlihat mewah buat sebagian besar rakyat.

Aku pribadi sih tidak mau mengomentari soal mewah tidaknya pernikahan ini, karena itu bukan urusanku. Kalau komentar yang bernada menuduh ini itu dan ternyata tidak benar malah menjadi fitnah dan mendatangkan dosa besar buat yang memfitnah. Darimana biaya acara pernikahan ini adalah urusan si empunya hajat. Kita tidak usah berghibah atau memfitnah.

Semoga pernikahan yang meriah ini akan berlangsung selamanya sampai ajal yang memisahkan...menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warrahmah...Amin...

Sumber foto: dari berbagai sumber (hasil googling)

0 comments:

Poskan Komentar