November 03, 2011

Pulau Tidung...

Berhubung gagal pergi ke Vietnam...akhirnya liburan ganti ke Pulau Tidung :D
Sabtu Minggu kemarin aku, adikku, sepupuku, olin dan teman2 kantornya pergi ke Pulau Tidung...dan bertahun-tahun di Jakarta baru kali ini ke Kepulauan Seribu hehehe...

Aku ikut tour-nya www.hematwisata.blogspot.com
Dan ternyata benar-benar hemat alias murah meriah :D. Kami berangkat dari Pelabuhan Marina Ancol naik Kapal Kerapu. Kalau mau naik kapal dari Ancol antrinya harus dari jam 5.30 karena loket buka jam 06.00 dan antri tiket tidak boleh diwakilkan.

Perjalanan dari Ancol ke Pulau Tidung kurang lebih memakan waktu 1 jam perjalanan. Kapal mampir ke beberapa pulau lain dulu...dan di beberapa pulau aku mendapati begitu banyak sampah yang hanyut...duh paling sedih ngeliat lingkungan yang dikotori sampah kayak gitu :(
Kenapa ya orang kok suka buang sampah sembarangan...apa mereka gak mikir ya kalau hal itu bisa merusak alam yang akhirnya akan merugikan kehidupan mereka sendiri dan orang lain.

Sampai akhirnya sampailah kami di Pulau Tidung...dari dermaga ke penginapan kami berjalan kaki dan ternyata cukup melelahkan juga karena sambil membawa ransel di punggung. Penginapan kami terletak di dekat lapangan sepak bola. Berhubung kami ber-10 jadi disewain 1 rumah...ada AC-nya di tiap kamar.

Jadwal hari pertama adalah snorkeling ke beberapa pulau kecil di sekitar Pulau Tidung. Sebelum pergi snorkeling kami memutuskan untuk makan dulu biar ntar gak masuk angin kalau harus berendam di laut. Begitu selesai makan...istirahat sebentar...kami langsung menuju dermaga dengan bersepeda (sepeda termasuk paket tour). Dan yang menyenangkan di tengah perjalanan menuju ke Pulau Air kami melihat sekelompok Lumba-Lumba yang sedang meloncat-loncat di air...aiiihhhh cantikkknyaaaa...pengen megang...

Lumba - Lumba

Dan kami juga ketemu dengan warung perahu alias pedagang indomie, kopi dll ditengah laut...wah keren juga ya buka warung di tengah laut...jauh lebih keren dibanding pasar terapung di Thailand yang cuma berdagang di sungai kecil hahahaha...

Akhirnya sampailah di Pulau Air...siap2 memakai snorkel dan fin langsung terjun deh ke air. Renang kesana kemari...dan ternyata ikan-ikannya standar aja...kebanyakan ikan zebra yang warna kuning hitam itu. Ada juga sih jenis ikan lain tapi gak banyak. Terumbu karangnya udah banyak yang rusak...sayang sekali :(
Oya kalau mau sewa kamera underwater bayar Rp 100.000 udah dapat CD fotonya (informasi dari pemilik kapal)...tapi sayang kasih infonya pas udah mau nyemplung ke air hiks.

Puas di Pulau Air kami lanjut ke Pulau Karang Beras...untuk menikmati pantainya. Gak makan waktu lama perjalanan lanjut lagi ke Pulau Payung untuk snorkeling lagi. Dinamakan Pulau Payung karena banyak terumbu karang yang berbentuk melebar kayak payung disini. Di Pulau Payung ikan-ikan juga gak gitu banyak...hanya terumbu karangnya besar-besar. Ahhhh...masih pengen ke Karimunjawa lagiiiiii...aku puas banget snorkeling disana...ikan dan terumbu karangnya baguuuusss.

Pantai Pulau Karang Beras

Abrasi

Hari menjelang sore ketika kami harus kembali ke Pulau Tidung...bbbrrrrrrr dingin banget di atas kapal karena matahari mulai tertutup awan...badan basah dan angin lautnya kenceng bener...sampai masuk angin deh aku. Sampai pondokan...mandi, sholat...leyeh-leyeh....
Trus diajakin makan baso karena acara barbeque masih jam 21.00...sementara perut udah keroncongan. Rame2 jalan kaki nyari warung baso...yah walaupun rasanya tidak bisa dibilang enak tapi lumayan bisa menghangatkan perut yang kosong.

Kembali ke Pondokan...Sholat...eh abis itu ketiduran...sampai ngerasa dibangunin untuk makan malam...huaaaaa perut kan udah penuh...
Tapi berhubung makanan udah terhidang jadinya mau gak mau pergi juga deh makan malam. Makan malamnya dikumpulin di pinggir pantai, jadi ketemu dengan rombongan tour yang lain juga. Berhubung perut udah kenyang jadi cuma makan ikan bakar, cumi dan buah..pakai nasi cuman 3 sendok makan hehehe...

Pulang ke pondokan langsung blekkkkk tidur lagi dan bangun sebelum subuh. Mau liat sunrise kok males keluar...badan berasa pegal2 euy...
Nungguin yang lain bangun trus menikmati sarapan yang udah disediakan. Abis itu lanjut ke Jembatan Cinta. Kenapa dinamakan Jembatan Cinta? kata guide-nya yang orang asli Pulau Tidung dulu ada pengunjung dari Jakarta yang ketemu jodohnya di jembatan itu, mereka kenalan, pacaran dan kemudian menikah...dan suatu saat berkunjung lagi ke Pulau Tidung dan bercerita ke masyarakat sekitar soal pertemuan mereka di jembatan itu dan mereka menamakan jembatan itu jembatan cinta....ada-ada aja hehehehe....

Mau naik sepeda ke jembatan cinta agak2 males...secara udah lama gak bersepeda dan jalanan di Pulau Tidung sempit2...daripada nabrak pagar orang atau nabrak pengendara yang lain...akhirnya aku dan adikku memilih naik Bentor (becak motor)...tarifnya Rp 15.000 sekali jalan...karena pondokanku ke jembatan cinta cukup jauh. Sesampai disana udah banyak pengunjung yang datang. Pengunjung bisa sewa kano, banana boat, jet ski, naik perahu keliling2, snorkeling atau cuma menyusuri jembatan...oya ada flying fox juga.


Jembatan Cinta

Aku sih sekedar jalan-jalan menyusuri jembatan menuju pulau kecil di ujungnya. Hati-hati kalau berjalan di jembatan ini karena udah banyak kayu yang lapuk. Salah satu teman Olin bahkan kesleo karena terjatuh waktu menuruni tangga kayu yang udah lapuk. Pagar jembatan yang juga terbuat dari kayu juga udah banyak yang rusak dimakan usia...jembatan di beberapa bagian juga berlobang...jadi harus sangat hati-hati.

Hmm pemandangannya cukup indah di sekitar jembatan cinta ini...laut dangkal dengan warna air laut yang bergradasi....sesekali ada perahu kecil yang melintas...dan ada pohon-pohon bakau disekitar pulau.


Hanya lagi-lagi aku menemukan sampah yang berserakan di pantai...ada bungkus snack, tas plastik, styrofoam bekas makanan...bahkan celana dalam yang dibuang ke pantai. Ampunnnn deehhhhh kapan ya orang-orang ini sadar soal kebersihan lingkungan :(

Hari semakin siang dan matahari semakin menyengat. Kami menyusuri lagi Jembatan Cinta....dan sampai kembali ke Pulau tidung. Mampir ke warung pesan kelapa muda...dan dikasih kelapa muda dalam arti sebenarnya...bukan degan huhuhuhuhu...setengah mati ngerok daging kelapanya...

Pulang lagi ke pondokan...naik bentor lagi...15 ribu lagi....
Siap-siap pulang ke Jakarta. Perjalanan pulang yang lumayan memacu adrenalin...mesin kapal mati 2 kali di tengah laut dengan gelombang yang lumayan tinggi....jadi naik kapal serasa naik jetski....yah kalau dipikir secara positif...anggap aja naik jetski dengan biaya murah selama hampir 2 jam hahahaha...

Alhamdulillah kami sampai di Marina Ancol dengan selamat dan bahagia plus kulit yang eksotis alias gosong terbakar matahari :D
Mampir makan di Ancol...abis itu berpencarlah kami pulang ke rumah masing-masing....uuuuhhhh capeekkkk tapi senaaanngggg...perasaan itu yang aku rasakan setiap pulang dari liburan ke pulau :)

0 comments:

Poskan Komentar