Februari 22, 2013

Mengundang Presiden ke Resepsi Pernikahan...menyenangkan atau tidak?

Buat sebagian orang mungkin menyenangkan dan merasa bangga apabila pernikahannya dihadiri oleh Kepala Negara Indonesia...Presiden. Tapi betulkan seperti itu???

Aku ingat saat aku masih SMP dulu, saat salah satu sepupuku nikah dan ternyata dari sekian ribu undangan ada Kepala Negara saat itu. Saat aku baru mau masuk ke gedung tempat resepsi pernikahan sepupuku dilaksanakan harus melewati metal detector seperti yang ada di bandara dan semua barang bawaan diperiksa petugas keamanan. Saat itu aku belum tahu kalau salah satu tamu undangannya adalah Mr. President. Cuma ngerasa duh males banget sih pakai diperiksa-periksa segala...udah dandan cantik-cantik eh masuknya pakai diperiksa petugas...hadeuuuhhhh....

Trus masalah kedua saat aku udah merasa lapar dan ternyata belum boleh makan. Saat itu aku bertanya ke Bapak yang kala itu jadi Among Tamu bersama Ibuku dan saudara-saudara yang lain. Aku bertanya kenapa kok belum boleh icip-icip makanan...kata Bapak,"Sabar dulu ya...nunggu tamu dulu." Wuiihhhh siapa sih tamunya sampai tamu-tamu yang lain belum boleh makan dulu???
Ternyata oh ternyata....tamu yang datang kemudian menjawab semua pertanyaanku diatas...kenapa setiap tamu harus melewati metal detector dan belum boleh mencicipi hidangan sebelum tamu istimewa itu datang. Aku melongok dari belakang punggung Bapak yang saat itu menggenakan kain panjang dan beskap...jreng...jreng...jreng...aku melihat seraut wajah yang full smile yang sering aku lihat di TV...Bapak Soeharto & Ibu Tien, Wakil Presiden saat itu dan nyonya dan sederet Mentri - Mentri Kabinet saat itu. Plus para pengawalnya. Pengawalnya sih pakai jas resmi tapi di pinggangnya ada pistol.

Trus rombongan tersebut menuju ke pelaminan tempat kakak sepupuku bersanding dengan suaminya. Menyalami mempelai, berfoto bersama mempelai...trus abis itu sang Presiden dan rombongan keluar dari gedung. Lah trus kenapa yah waktu itu aku gak boleh icip-icip makanan???? toh sang Mr. President tidak ikut makan...entahlah...
Saat itu aku juga melihat beberapa artis dan atlet olah raga yang lagi antri mau nyalamin sepupuku. Oh begitu aslinya...cuma itu yang ada di pikiranku saat itu :D

Nah waktu salah satu teman kuliahku menikah juga mengundang Kepala Negara saat ini. Mau masuk ke Gedung juga harus diperiksa sederet petugas keamanan....bahkan antrian mobil mengular hanya untuk masuk ke tempat parkir saja. Karena mobil-mobil itu juga diperiksa dengan sangat teliti. Alhasil banyak dari undangan yang akhirnya memutuskan tidak jadi masuk ke Gedung tempat pernikahan diadakan, mereka memilih untuk pulang saja karena tidak tahan harus antri menunggu diperiksa dan pasti di dalam juga antri untuk salaman sama pengantin.

Temenku yang menikah itu akhirnya bertanya ke temen-temen yang lain kenapa banyak yang tidak datang ke acara resepsi pernikahan dia? Jawabannya hampir sama semua....."susah mau masuk ke nikahanmu....harus antri panjang di tempat parkir...yang penting do'anya saja kan?"
Kata temenku dengan tampang sedih,"Kalau boleh memilih, aku memilih beliau (Presiden) tidak datang ke pernikahanku. Aku pengen menikah dan merayakannya dengan teman-temanku.Gara-gara beliau datang teman-temanku tidak bisa masuk ke gedung dan menyaksikan peristiwa bahagia dalam hidupku."

Yah apa boleh buat kawan, beliau datang kan karena diundang oleh orang tuamu. Bahkan suatu kehormatan kalau beliau mau meluangkan waktu untuk menghadiri resepsi pernikahanmu. Tapi ya itu konsekuensinya...banyak tamu yang lain yang akhirnya membatalkan untuk masuk ke gedung, sekedar untuk bersalaman denganmu karena antrian yang begitu panjang dan pemeriksaan yang begitu ketat.

Emang enak tuh kalau menikah mengundang orang-orang terdekat aja, saudara dan teman-teman dekat aja seperti yang dilakukan dua sepupuku yang lain. Awalnya pastilah terjadi pertentangan antara sepupuku dan BuDhe-ku tentang siapa-siapa yang mau diundang. Karena kan BuDhe juga punya relasi yang banyak. Tapi akhirnya beliau menyerah dengan keputusan yang diambil oleh sepupuku itu. Jadi sepupuku menikah dengan tamu yang sangat terbatas dan acaranya tidak formal....lebih menyenangkan karena bisa mingle dengan semua undangan....dan tentu saja dia kenal dengan semua orang yang datang ke acara pernikahannya :)

0 comments:

Poskan Komentar