Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Desember 31, 2014

Penjual Gantungan Kunci

Sejak beberapa minggu yang lalu saat aku lewat di jembatan penyeberangan Benhil aku melihat seorang anak-anak yang berjualan gantungan kunci. Tapi aku belum pernah menanyakan dagangannya. Nah kemarin itu sepulang dari Plaza Semanggi aku melewati jembatan penyeberangan ini lagi...kebetulan sedang agak sepi.

Anak penjual gantungan kunci ini langsung menyapaku dengan ramah. Anak ini usianya sekitar 10 tahun, dia selalu berpakaian rapi, memakai celana 3/4, kaos, topi, dan dia juga memakai sepatu lengkap dengan kaus kakinya....sunggu sangat rapi. Dia juga menjajakan dagangannya dengan sangat sopan.

Jualannya berupa gantungan kunci yang terbuat dari kain flanel.
"Harganya berapa?"
"Satunya Rp 20.000, tapi kalau Ibu mau beli banyak nanti ada diskon."

Aku memilih salah satu gantungan kunci dagangannya.
"Ini siapa yang buat?"
"Mama."
"Tinggalnya dimana?"

"Di dekat-dekat sini..."

Hal yang terlintas di pikiranku adalah anak ini anak yang hebat. Kenapa hebat?
Kalau dilihat dari penampilannya dia bukanlah anak jalanan, anak ini ucapannya begitu sopan, anak ini mau membantu orang tuanya dengan berdagang gantungan kunci buatan Mama-nya.


Hmm...apa yang terjadi sampai anak ini harus berjualan gantungan kunci?
Anak seusia ini...yang seharusnya bermain dengan teman-temannya atau  belajar di rumahnya yang nyaman tapi malah berjualan gantungan kunci buatan Mama-nya di jembatan penyeberangan.
Anak ini tidak malu untuk menjajakan dagangannya...ya memang kenapa harus malu...kan halal. Tapi aku masih terusik dengan kemunculan anak ini...dia beda dengan PKl yang biasa dagang di Benhil.
Apa keluarganya mengalami kesulitan keuangan secara tiba-tiba? ah entahlah...

Aku tidak sempat bertanya lebih banyak karena ada seorang laki-laki yang menunggu dilayani oleh anak ini. Emm...aku agak heran ada laki-laki yang tertarik membeli gantungan kunci dari flanel ini...tapi sepertinya laki-laki muda ini punya tujuan lain. Benar saja...begitu aku beranjak pergi terdengar pertanyaannya ke anak itu.
"Kamu kenape berdagang? gak sekolah?"

Aku tidak tahu kelanjutan percakapan mereka.
Semoga daganganmu selalu laris ya Dik...teruslah membantu menjualkan gantungan kunci buatan Mama-mu. Semoga kehidupanmu semakin membaik dari hari ke hari :)

Oya...kalau suatu saat lewat jembatan penyeberangan Benhil dan ketemu anak itu jangan lupa beli dagangannya ya :)

Mak Uyik

Di Kampung halamanku aku punya tetangga namanya Mak Uyik, mungkin sekarang beliau sudah berumur sekitar 70-75 tahun. Mak Uyik adalah seorang pedagang pecel, pecel buatannya benar-benar top markotop apalagi kalau pakai empal daging...uuhhh maknyuzzzz.
Sampai sekarang Mak Uyik masih berdagang pecel dengan dibantu oleh menantu dan cucu-cucunya. Lho anak-anaknya kemana?

Mak Uyik mempunyai 5 orang anak, seingatku sih 4 laki-laki dan 1 perempuan. Suami Mak Uyik meninggal dunia saat Mak Uyik mengandung anak bungsunya yang kembar (aku tahu cerita ini dari Ibuku). Mak Uyik tidak pernah menikah lagi, beliau berjuang seorang diri membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya dengan berdagang pecel...hebat ya...salut...

3 orang anak Mak Uyik sudah meninggal dunia, aku juga kurang tahu karena apa. Anehnya ketiga anak Mak Uyik itu meninggal saat usia mereka 44 tahun...di tahun yang berbeda-beda. Tinggal 2 anak bungsunya yang kembar yang bernama Mas Woko dan Mas Wadi. Beberapa bulan yang lalu Mas Woko dan Mas Wadi menginjak usia 44 tahun...Alhamdulillah mereka sehat wal afiat. Karena sudah melewati usia 44 tahun dengan selamat mereka mengadakan syukuran.

Tak dinyana tak dikira....minggu lalu Mas Wadi meninggal saat tengah bekerja di kantornya (di salah satu BUMN), menurut cerita yang aku dengar Mas Wadi saat itu hanya minta balsem. Saat temennya lagi mencarikan balsem Mas Wadi meninggal, detailnya aku juga kurang tahu. Innalillahi wa inna ilayhi rojiun.... Berarti saat ini anak Mak Uyik tinggal Mas Woko.

Yah umur memang rahasia Illahi...
Kita tidak pernah tahu kita hidup sampai umur berapa...
Kita tidak pernah tahu kita akan menghembuskan nafas terakhir kita dimana...
Kita tidak pernah tahu kita akan meninggal karena apa...

Terlepas dari keherananku dan orang-orang kenapa 4 orang anak Mak Uyik meninggal di usia 44 tahun, kami semua mendoakan supaya Mak Uyik dan Mas Woko selalu sehat dan diberi umur yang panjang... Aamiin Aamiin Aamiin Allahumma Aamiin...
Semoga Mas Wadi diterima segala amal baiknya dan diberi tempat yang indah disisi Allah SWT...
Semoga Mak Uyik dan seluruh keluarganya diberi keikhlasan dan ketabahan menghadapi ketentuan Allah SWT ini... Aamiin...

November 28, 2013

Ketika Dokter mogok praktek...

Kemarin seluruh Indonesia dihebohkan adanya aksi dokter-dokter yang mogok praktek karena katanya mau menuntut keadilan dan rasa solidaritas untuk 3 orang dokter di Manado yang oleh MA divonis bersalah karena salah satu pasien yang mereka operasi meninggal dunia dan ketiga dokter itu dijatuhi vonis 10 bulan kurungan penjara.

IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menyerukan para dokter untuk melakukan aksi solidaritas dan secara beramai-ramai menuntut dikabulkannya Peninjauan Kembali (PK) atas ketiga dokter yang sudah divonis bersalah oleh MA. Para dokter itu beralasan kalau ketiga dokter ini divonis bersalah karena operasi yang mereka lakukan menyebabkan pasien meninggal dunia, maka kalau terjadi lagi kejadian serupa dokter-dokter lain juga bisa divonis bersalah dan dipidana padahal itu semata-mata merupakan resiko dari sebuah operasi.

Hmm...aku yang cuma orang awam ini jadi bingung. Bingung kenapa profesi dokter yang begitu mulia mesti dicoreng dengan bentuk dokter seluruh Indonesia berdemo, walaupun temanku yang dokter gak ikutan demo dan lebih memilih tetap melayani pasien. Ada beberapa Rumah Sakit yang para dokternya tetap menjalankan tugas seperti biasa, mereka hanya menggenakan pita hitam di lengan sebagai tanda solidaritas. Dan aku lebih setuju dengan para dokter yang lebih memilih untuk tetap melayani pasien dibanding beramai-ramai turun ke jalan untuk berdemo.

Menurut pengamatan mata awamku....sejauh ini baru kasus ini yang sampai menyebabkan dokter dipidana sehubungan dengan kematian pasiennya. Banyak sekali kasus yang lain dan kasusnya menguap begitu saja. Menjadi dokter itu memang tugas yang sangat mulia, tapi dokter seperti juga profesi yang lain...tetaplah manusia biasa yang bisa saja berbuat kesalahan, jadi kalau yang salah harus mendapatkan hukuman biar adil. Tapi entahlah...aku agak bingung dengan kasus-kasus malpraktek yang menguap begitu saja, padahal bisa saja dokter itu berbuat salah kan? Sama saja dengan polisi, tentara, guru, ustadz, petani, pedagang, anggota DPR dan profesi-profesi lain.

Akibat dari dokter yang serentak berdemo kemarin itu banyak pasien yang datang untuk berobat tidak tertangani karena dokter-dokternya tidak berada di tempat walaupun kata ketua IDI semua IGD tetap buka dan tetap ada pelayanan untuk masyarakat miskin, bahkan di salah satu daerah di NTT ada pasien yang melahirkan di toilet Puskesmas setempat, karena si ibu hamil tidak bisa membedakan antara mau buang air besar dan mau melahirkan...dia merasa ingin buang air besar...tapi ternyata anaknya yang lahir di kloset...duh miris sekali aku membaca berita itu. Ada pasien yang datang dari daerah yang jauh dari RS dan si pasien sama sekali tidak tahu bahwa para dokter akan mogok praktek...begitu sampai di RS yang dituju sama sekali tidak ada dokter...dan dia pun sampai menangis sambil menahan sakit. Katanya sih IGD tetap buka dan pasien miskin tetap dilayani, tapi ternyata banyak RS yang kosong.

Apakah demi rasa solidaritas untuk 3 orang dokter yang divonis bersalah harus mengorbankan begitu banyak pasien? Memang sih berdemo itu hak setiap orang tak terkecuali dokter, tapi kalau demonya ngajakin dokter seluruh Indonesia Raya ini untuk menghentikan pelayanan secara serentak apa tidak terlalu berlebihan ya? Sekali lagi...aku salut dengan dokter-dokter yang tetap memilih untuk melayani pasien dibanding ikut berdemo. Yah mungkin aku memang tidak tahu apa-apa mengenai dunia medis, dunia kedokteran, resiko tindakan medis bla bla bla...yang aku tahu dokter itu profesi yang sangat mulia, dokter merupakan kepanjangan tangan Tuhan untuk menyembuhkan orang-orang yang sakit.

Semoga para dokter yang terhormat itu tidak berdemo lagi, cukup buruh-buruh aja yang berdemo walaupun demo buruh juga sangat menganggu...fiiuuuhhh. Semoga dokter-dokter yang pintar itu lebih memilih cara lain yang lebih elegan untuk menyampaikan aspirasinya. Semoga kedepannya antara dokter dan pasien terbangun komunikasi yang bagus sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Tentu menyenangkan ketemu dokter yang ramah, cakap dan melayani pasiennya dengan hati. Dokter dan pasien sama-sama manusia biasa yang butuh penghargaan dan pengertian.

Alhamdulillah aku mempunyai dokter keluarga yang baik sekali...yang membantu proses kelahiranku dulu melalui operasi sesar, tempat aku berobat saat aku sakit dari kecil hingga dewasa, yang malam-malam mau datang ke rumahku untuk mengobati Ibuku yang sakit, yang merawat Bapak saat beliau sakit dan sampai sekarang hubungan silaturahim masih terjalin dengan baik.
Alhamdulillah aku punya teman seorang dokter spesialis kandungan, yang membuka klinik untuk melayani masyarakat miskin.
Alhamdulillah aku punya teman-teman traveling yang berprofesi sebagai dokter dan aku tahu mereka sangat berdedikasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Alhamdulillah aku punya saudara seorang dokter spesialis kandungan yang siap dipanggil kapan pun oleh pasiennya.

Semoga mereka semua tetap istiqomah menjalankan tugas mulia sebagai seorang dokter tanpa turun ke jalan :)

Oktober 22, 2013

Skenario Tuhan yang indah untuk Umat-Nya

Minggu lalu saat aku membuka blog Mas Saptuari perasaanku langsung mengharu biru. Tulisan Mas Saptuari kali ini mengangkat kisah nyata tentang orang yang dikenalnya dengan baik...Putri Herlina, seorang perempuan cantik yang dilahirkan tanpa tangan, dibuang oleh orang tuanya dan dibesarkan di dalam sebuah Panti Asuhan di Yogyakarta.


Bagaimana seorang Putri yang mandiri sejak kecil, yang selalu berusaha melakukan semuanya sendiri walaupun dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya, yang mengabdikan masa mudanya untuk ikut mengurus Panti Asuhan dimana dia dibesarkan. Seorang Putri yang tetap mempunyai segudang impian tentang masa depannya.

  
Dan pada akhirnya Putri yang cantik itu menemukan pangeran impiannya, seorang pemuda dari keluarga yang terpandang, anak dari mantan deputi Bank Indonesia. Pemuda itu bernama Reza Somantri. Kita tidak pernah tahu bagaimana hati seorang pemuda dengan fisik normal dari keluarga yang terpandang bisa terpikat pada sosok Putri yang lahir dengan keterbatasan fisik. Mungkin itulah kuasa Allah SWT yang Maha membolak-balikkan hati umat-Nya, Dia yang Maha Berkehendak, Dia yang mengatur skenario yang indah untuk umat yang selalu berdoa kepada-Nya. Reza juga mempunyai keluarga yang berhati besar, yang mau menerima sosok Putri sebagai menantu dengan segala kelebihan dan kekurangannya.


Semoga manusia-manusia baik ini selalu mendapat limpahan rahmat dan barokah dari Allah SWT. Semoga Putri dan Reza menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah... Aamiin...Aamiin...Aamiin... Yaa Robbal Alamiin...

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari kisah diatas untuk selalu belajar bersyukur, bersyukur dan bersyukur atas semua karunia yang dilimpahkan kepada kita. Sesedikit mungkin mengeluh. Rasa syukur akan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT, semakin kita bersyukur semakin banyak karunia yang akan kita terima :)

Sumber Foto: Saptuari.blogspot.com

Oktober 07, 2013

Haji dan Budi Pekerti

Menunaikan ibadah Haji merupakan Rukun Islam yang kelima, wajib dijalankan oleh umat Islam yang mampu. Mengapa diwajibkan bagi yang mampu? karena ibadah haji itu membutuhkan fisik yang kuat dan biaya yang cukup besar terutama bagi umat Islam yang bermukim jauh dari Makkah dan Madinah. 


Seperti yang kita tahu saat ini ada pengurangan kuota haji untuk umat Islam di seluruh dunia umumnya dan umat Islam di Indonesia pada khususnya karena Masjidil Haram sedang mengalami renovasi. Indonesia merupakan negara dengan penganut Islam terbesar di dunia dan seperti yang kita tahu untuk pergi berhaji umat Islam di Indonesia harus rela menunggu antrian yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, apalagi untuk program haji reguler. Kalau mau lebih cepat bisa ikut program haji plus tapi tentu saja harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan haji reguler.

Oleh karena itu untuk menunaikan ibadah haji selain membutuhkan biaya juga membutuhkan niat yang benar. Bahwa dengan berhaji dia akan meninggalkan semua kesenangan dunia, semua harta, keluarga, tahta yang mungkin saat ini dimiliki. Pada saat berhaji manusia diharapkan meninggalkan semua keduniaannya untuk menghamba kepada Allah SWT. Dan semua tentu mengharapkan bisa mendapatkan haji yang mabrur (haji yang baik).

Walaupun banyak orang yang bisa pergi haji tapi tidak semuanya berhasil menjadi haji yang mabrur. Tanda-tanda haji yang mabrur antara lain:
  1. Harta yang dipergunakan untuk menunaikan ibadah haji adalah harta yang diperoleh secara halal. Jadi kalau seorang perampok, penipu atau koruptor pergi haji dengan mengunakan uang hasil kejahatannya bisa dipastikan tidak akan menjadi haji yang mabrur.
  2. Menjalankan semua rukun-rukun dan kewajiban haji dan meninggalkan semua larangan. Serta menjalankan ibadah haji dengan penuh keikhlasan.
  3. Hajinya dipenuhi dengan amalan baik seperti shalat tepat pada waktunya, dzikir, membantu teman seperjalanan yang membutuhkan bantuan dan kebaikan lainnya.
  4. Tidak berbuat maksiat selama ihram.
  5. Setelah menunaikan ibadah haji menjadi manusia yang lebih baik lagi perilakunya.
Selama ini di masyarakat sering terdengar seloroh:
"Orang itu pelit ya padahal udah haji lho."
"Ah para koruptor juga hampir semuanya bergelar haji kok."
"Udah pergi haji tapi kok kelakuannya sering menyakitkan orang lain ya?"
"Apa gunanya wanita itu pergi haji tapi pakaiannya masih menampakkan aurat."
Dan beragam ungkapan lainnya.

Itulah bukti bahwa menunaikan ibadah haji tidak berkaitan dengan budi pekerti seseorang. Menunaikan ibadah haji adalah ibadah yang diwajibkan bagi yang mampu. Jadi siapa saja yang mempunyai uang yang cukup tentu bisa pergi haji, hanya saja manusia itu mempunyai budi pekerti dan attitude yang beragam. Bisa saja raja copet pergi haji dari uang hasil mencopet, penipu pergi haji dari uang hasil menipu atau koruptor pergi haji dengan uang hasil korupsi. Tapi sudah pasti mereka tidak akan menjadi haji yang mabrur karena uang yang dipakai untuk berhaji berasal dari sumber yang haram. Atau wanita yang sudah menunaikan ibadah haji tapi sesudahnya menggunakan pakaian yang sangat terbuka misal rok mini atau baju "you can see", berarti dia tidak menjadi manusia yang lebih baik karena menutup aurat adalah kewajiban bagi setiap muslimah.

Seseorang diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik setelah menunaikan ibadah haji, dan tidak semua orang bisa secara konsisten melaksanakan hal itu. Bahkan banyak diantara orang-orang yang sudah menunaikan ibadah haji menjadi orang yang sombong, misalnya: dia hanya mau menoleh saat dipanggil dengan sebutan Pak/Bu Haji, saat menerima undangan dia akan marah apabila di undangan tersebut tidak dituliskan gelar Haji/Hajah di depan namanya dan bentuk-bentuk kesombongan lainnya. Padahal dalam Agama Islam tidak ada satu dalil pun yang menyebutkan bahwa orang yang sudah menunaikan ibadah haji harus dipanggil Pak Haji atau Bu Hajah.

Jadi intinya tidak ada kaitannya antara pergi haji dengan budi pekerti seseorang, semuanya kembali kepada pribadi masing-masing orang yang menjalankan ibadah haji. Niat awal untuk pergi haji saja pasti berbeda pada setiap orang...ada yang benar-benar rindu kepada Baitullah, ada yang pergi haji karena ingin pamer, ada yang pergi haji karena mau nyaleg, atau pergi haji karena ikut-ikutan saja.

Bagaimana dengan orang-orang miskin yang sangat ingin pergi haji tetapi tidak mampu secara finansial? Jangan khawatir, Masjid yang ada disekitar kita juga merupakan rumah Allah. Orang miskin yang sangat ingin pergi haji, rajin beribadah dan mempunyai budi pekerti yang baik Insya Allah dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang sudah pergi haji dan hajinya mabrur. Sekali lagi, menunaikan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu. Bagaimana kalau orang yang sudah mampu pergi haji tapi dia tidak mau pergi haji? Tentu saja dia akan mendapatkan dosa karena tidak mau menjalankan kewajiban agama.

September 25, 2013

Pembantu

Saat ini kebanyakan keluarga di kota-kota besar membutuhkan pembantu atau asisten rumah tangga, apalagi kalau suami dan istri sama-sama kerja di luar rumah. Sudah jamak melihat anak-anak pergi ke sekolah hanya diantar supir dan pengasuhnya. Atau melihat ibu-ibu muda yang belanja di pusat perbelanjaan sementara pembantu atau baby sitter mengikutinya di belakang dengan mendorong stroller. Problem yang dihadapi banyak keluarga di perkotaan adalah sulitnya mencari pembantu rumah tangga, kalaupun ada kebanyakan tidak bisa bertahan lama.

Aku sering mendengar cerita-cerita dari teman-temanku mengenai pembantu-pembantu mereka. Ada yang beruntung mendapatkan pembantu yang baik, cekatan, pintar masak, setia, jujur dan sederet kebaikan lainnya...tapi ada juga temanku yang bolak balik harus nyari pembantu baru. Kenapa temanku yang satu begitu beruntung sementara temanku yang lain selalu tidak beruntung dengan urusan pembantu?

Ternyata setelah aku amati hal itu bukan masalah beruntung dan tidak beruntung. Tapi masalah bagaimana teman-temanku itu memperlakukan pembantu-pembantunya. Temanku yang satu memberi instruksi kepada pembantunya dengan nada yang lembut dan bersahabat, dia tidak menuntut pembantunya melakukan semua pekerjaan rumah tangga, kalau memang pembantunya tidak bisa memasak ya dia masak sendiri atau ibunya yang memasak...yang penting saat sedang bekerja tidak mainan HP terus, kalau pekerjaan udah selesai baru boleh main HP. Nah sementara temanku yang satu lagi...alamakkkk galak bener ama pembantu dan baby sitternya. Saat di kantor aku sering mendengar dia marah-marah dan bentak-bentak baby sitter atau pembantunya lewat telpon. Kalau kayak gitu caranya bagaimana pembantu bisa tahan lama??? Terkadang diperlakukan dengan baik aja gak tahan lama apalagi kalau digalakin mulu. Nah akhirnya dia sendiri yang kelabakan mencari pembantu dan baby sitter lagi.

Aku sendiri sejak kecil oleh orang tuaku selalu diajarkan untuk berlaku baik terhadap pembantu. Kebetulan sejak kecil aku dibiasakan mandiri, dalam artian membereskan tempat tidur sendiri, nyuci sendiri, bantuin Ibu masak, nyapu halaman rumah, membersihkan rumah. Nah apa dong fungsinya pembantu dirumahku? kebetulan dari dulu aku tidak punya pembantu yang tinggal serumah, mereka hanya datang pagi dan pulang sore dan itupun tidak setiap hari....jadi tugasnya ya membantu membereskan rumah. Kata orang tuaku kami harus memberikan makanan ke pembantu sama dengan makanan yang kita makan, kalau kami makan rawon ya pembantu diberi rawon, kalau kami makan soto ya pembantu diberi soto. Dan tetap harus sopan terhadap pembantu. Pembantu kan manusia yang punya perasaan, mereka bisa sedih dan marah apabila mendengar perkataan yang menyakitkan dan mereka bisa senang dan bahagia apabila mendengar kata-kata yang menyenangkan.

Pembantu di kostku dulu sering curhat ke aku, aku sih ngedengerin aja dia cerita. Dia udah seneng banget kok ada teman bicara dan ada orang yang mau ngedengerin curhat-curhatnya. Tapi pembantu juga beragam wataknya, ada yang rajin, ada yang baik, ada yang suka pinjam uang, ada yang hobi bergosip bahkan ada yang suka mencuri. Jadi kita lah yang harus pintar-pintar memilih dan memilah. Pembantu rumah tangga kan hanya salah satu profesi dari sekian banyak profesi yang ada. Tentu saja orang-orangnya juga beragam attitude-nya.

Tapi aku tetap percaya kok kalau kebaikan itu akan membawa kebaikan. Apabila kita memperlakukan pembantu kita dengan baik maka dia juga akan berlaku baik terhadap kita, apabila kita berlaku buruk kemungkinan besar dia juga akan berlaku buruk terhadap kita. Jangan karena kita merasa sudah mempekerjakan mereka trus kita berhak membentak-bentak dengan seenaknya. Berapa sih gaji yang sudah kita berikan ke pembantu? Dengan gaji yang besar pun kita tidak berhak memperlakukan orang dengan seenaknya apalagi kalau kita beri dia gaji yang kecil.

September 22, 2013

KDRT

Kita tentu sudah sering melihat berita di Televisi atau membaca berita di media cetak tentang KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Setiap melihat berita atau membaca berita tentang KDRT ini aku merasa sangat miris...kok bisa-bisanya menganiaya pasangan hidup yang seharusnya disayangi. Dan awalnya aku sama sekali tidak menyangka kalau ada orang-orang yang aku kenal mengalami KDRT.

Sebenarnya tanda-tanda pelaku KDRT ini bisa dikenali sebelumnya lho, misal pada saat masa pengenalan. Dulu awal-awal aku kuliah di Jogja aku punya teman kost bernama Mbak Nunik, nah Mbak Nunik ini punya teman karib teman satu fakultasnya yang sebut aja bernama Mbak A. Mbak A ini punya cowok yang ternyata sering melakukan kekerasan terhadap dia, mereka udah pacaran beberapa tahun dan menurut cerita Mbak Nunik si cowok itu sering banget berlaku kasar terhadap Mbak A tapi abis itu cowoknya minta maaf sambil nangis-nangis dan Mbak A memaafkan. Tetapi hal itu berlangsung terus dan sampai suatu saat Mbak A minta putus, cowoknya gak mau mutusin. Dan saat ngeboncengin Mbak A naik sepeda motor si cowoknya menabrakkan motornya ke pohon dan alhasil mereka berdua terluka cukup parah. Abis itu si cowok bilang kalau sampai Mbak A minta putus lagi dia (cowok itu) akan menyakiti keluarga Mbak A. Mbak A jadi ketakutan setengah mati dan gak berani minta putus lagi.

Sampai suatu saat karena benar-benar udah gak tahan Mbak A pergi keluar kota dan cowoknya kalang kabut mencari Mbak A. Keluarga Mbak A kompak tutup mulut. Dan akhirnya si cowok itu datang ke kost-ku dengan kondisi mata merah dan marah-marah. Dia langsung masuk ke kost nyariin Mbak Nunik dan menanyakan Mbak A ada dimana. Mbak Nunik bilang gak tahu dan si cowok itu gak percaya...untung Mbak Nunik gak diapa-apain waktu itu. Kami saat itu udah takut aja kalau cowok itu menyakiti Mbak Nunik. Akhirnya si cowok itu pergi. Dan menurut cerita Mbak Nunik akhirnya Mbak A bisa lepas dari cowok itu....syukurlah. Serem euy...menurutku sih tuh cowok sakit jiwa.

Kasus KDRT ternyata juga menimpa saudaraku. Saudaraku itu cantik, pintar, pengusaha jadi secara materi sangatlah berkecukupan. Tapi ternyata dia juga mengalami KDRT dari suaminya. Saudaraku itu mempunyai penghasilan yang jauh lebih besar dibanding suaminya, bahkan bisa dibilang dia yang membiayai rumah tangga dan hobi suaminya yang suka off road...hobi yang mahal..hmm...
Ternyata kecantikan, kebaikan, kepandaian dan penghasilan yang tinggi tidak menjamin suaminya bisa menjadi suami yang manis, suaminya selingkuh dan setelah ketahuan malah melakukan KDRT terhadap saudaraku itu bahkan kadang di depan anak-anaknya. Sampai akhirnya saudaraku memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai, suaminya berkeras gak mau cerai tapi akhirnya sama pengadilan diputus cerai. Mau ngarepin apalagi coba...istrinya yang kerja keras mencari uang, mengurus anak eh suaminya malah selingkuh dan melakukan KDRT. 

Katanya sih ego laki-laki sangatlah tinggi, jadi laki-laki akan merasa terpojok kalau penghasilannya jauh lebih rendah dibanding istrinya. Harusnya kan kalau emang malu ya berusaha kerja lebih keraslah atau dengan jiwa besar mau menerimanya. Istri yang penghasilannya jauh lebih tinggi dari suami juga tentu saja tetap harus menghormati suaminya, bagaimanapun suami itu pemimpin rumah tangga. Jadi dibutuhkan pengertian, pemahaman, kerja sama dan toleransi yang tinggi kalau mau rumah tangganya lancar dan rukun.

Eh ternyata temanku juga ada yang mengalami KDRT...dan aku tahu setelah sekian tahun tidak ketemu dengan temanku itu. Aku kenal dengan suaminya karena mereka pacaran sejak jaman kuliah. Sejak jaman pacaran aja aku udah gak suka ama pasangannya temanku itu, menurutku terlalu posesif ama temanku. Sejak pacaran ama cowok itu temanku tidak boleh bergaul dengan yang lain. Pergi pulang kuliah diantar jemput, kemana-mana harus ama cowok itu. Bahkan ama temen cewek aja...cowoknya temenku itu bisa cemburu lho...ckckckck....dulu aku bilang ke cowok itu,"Kamu tuh sakit jiwa ya!!!" eh si cowok itu malah ketawa-ketawa. Tapi mungkin karena udah dibutakan oleh cinta temenku itu tetap aja lengket ama cowoknya itu. Kalau ribut aja temenku datang ngadu ke aku sambil nangis-nangis, aku suruh putus eh gak mau...gitu aja bolak balik. Sampai akhirnya mereka menikah setelah temanku wisuda dan setelah itu aku sama sekali gak pernah kontak sama temanku...dia seolah menghilang ditelan bumi.

Sekian tahun berlalu tiba-tiba aku mendapat email dari temanku itu, ternyata dia saat itu sedang kuliah S2 di Australia. Pulang dari Australia dia ditempatkan di Jakarta. Saat ketemu itulah baru dia cerita kalau dia sedang proses cerai dengan suaminya karena dia sering mengalami KDRT... Yaa Allah...
Jadi selama mereka berumah tangga temanku yang kerja, suaminya gak mau kerja. Memang suaminya itu dari keluarga kaya tapi kan yang kaya orang tuanya, kalau dia gak kerja tetap aja gak bisa kasih nafkah ke istri dan anaknya. Dan aku baru tahu kalau temanku itu sudah sering mendapatkan pukulan sejak mereka pacaran. 

Reaksiku saat itu,"Haaahhhhhhhh....kenapa waktu itu kamu masih mau sama dia!!! Berapa kali aku bilang jauhin dia, putusin....tapi kamu masih aja bertahan."
"Soalnya setiap abis mukul aku...dia minta maaf Na, dia minta maaf sambil nangis-nangis dikakiku..."
"Ya Tuhan...dan abis itu kamu luluh lagi?"
Temanku hanya mengangguk lesu,"Dan ternyata setelah kami menikah dia semakin menjadi-jadi Na, aku sering dipukul bahkan diseret..., sampai akhirnya aku mengajukan gugatan cerai dan dia gak mau ceraiin aku. Sampai aku dapat beasiswa ke Australia..soal perceraianku masih mengantung. Dan aku gak boleh ketemu sama anakku..."
Saat itu aku benar-benar gak bisa ngomong apa-apa...cuma menghela nafas panjang...kenapa ya perempuan bisa menjadi sangat bodoh saat jatuh cinta? Sampai memutuskan untuk menikah dengan laki-laki yang melakukan kekerasan terhadap dia...

Kalau kita amati pelaku KDRT sebenarnya mempunyai ciri-ciri yang bisa diketahui sebelumnya:
  1. Sangat posesif terhadap pasangan, pasangannya hanya boleh berada didekat dia aja.
  2. Sering melakukan intimidasi lewat kata-kata kepada pasangan, bisa berupa kata-kata kasar atau ancaman.
  3. Melakukan pemukulan sejak masa sebelum menikah, tapi ada juga yang baru ketahuan suka memukul setelah menikah.
  4. Setelah melakukan pemukulan terhadap pasangannya, dia akan meminta maaf bahkan sambil menangis dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Tapi percayalah...pelaku KDRT akan cenderung mengulangi perbuatannya.
  5. Setelah menikah si laki-laki cenderung membatasi gerak istrinya, seperti yang terjadi pada temanku...dia tidak boleh berhubungan dengan teman-temannya bahkan dengan keluarganya aja sangat dibatasi. Daftar kontak telpon aja sangat dibatasi.
KDRT tidak hanya berupa kekerasan fisik...perkataan yang menyakitkan dan kasar dari pasangan, tidak diberi nafkah itu juga bentuk KDRT. Seringnya sih KDRT menimpa perempuan karena mungkin secara fisik perempuan cenderung lebih lemah, tapi ada juga laki-laki yang menerima KDRT dari istrinya walaupun mungkin tidak sebanyak KDRT yang menimpa perempuan. Belajarlah dari pengalaman orang lain kawan...belajarlah...jangan mau menikah dengan orang yang berpotensi melakukan kekerasan fisik & kekerasan psikis terhadap kita. Semoga kita tidak pernah mengalaminya...Aamiin...

Cinta terhadap pasangan memang terkadang begitu memabukkan, tapi jangan mematikan insting dan alarm yang kita miliki. Saat merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan calon pasangan Anda segera jauhkan diri Anda dari dia. Anda terlalu berharga untuk disakiti oleh orang lain, sayangilah diri Anda sendiri, hargailah diri Anda sendiri...sehingga orang lain akan menyayangi dan menghargai Anda.

Untuk perempuan...carilah laki-laki yang baik, laki-laki yang sholeh dan mengamalkan kesholehannya dalam kehidupan sehari-hari. Laki-laki yang mengerti agama dengan baik tidak akan pernah menyakiti perempuan...karena Ibunya juga perempuan dan mungkin dia punya saudara perempuan.

Untuk laki-laki...carilah perempuan yang baik, yang sholehah, yang kelak akan bisa menjadi istri yang baik bagimu dan ibu yang baik untuk anak-anak kalian. Jangan pernah memperlakukan pasangan hidupmu dengan kasar....karena kelak kalian akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

September 11, 2013

Pentingnya menjaga lidah kita

Lidah adalah salah satu organ tubuh kita yang sangat berharga. Tanpa lidah manusia tidak akan bisa berbicara, tanpa lidah manusia tidak akan bisa membedakan rasa makanan manis, asam, manis, pedas. Bahkan dokter sering memeriksa kesehatan pasiennya dari lidahnya. Begitu pentingnya lidah buat manusia.

Dengan memiliki lidah manusia bisa berbicara, berbicara baik dan berbicara tidak baik. Lidah begitu lentur dan lembut sehingga kata-kata akan mengalir dengan lancar selagi lidah dalam kondisi sehat dan normal. Alangkah baiknya kalau kita dikaruniai lidah yang sehat dan normal kita pergunakan dengan sebaik-baiknya. Kata-kata apapun yang sudah meluncur keluar melalui lidah kita tidak akan bisa kita tarik lagi. Oleh karena itu berpikirlah sebelum berkata-kata.

Banyak orang yang berjanji kepada orang lain, tentu saja dia menggunakan lidahnya untuk berbicara. Janji apapun itu, berjanji akan melunasi hutang, berjanji akan pergi liburan dengan pasangan atau anak-anak, berjanji akan setia selamanya, berjanji akan membantu, berjanji akan membelikan sesuatu atau bentuk janji-janji lainnya. Ingat kawan, janji itu adalah hutang. Setiap janji yang sudah kita ucapkan akan dicatat oleh Yang Maha Kuasa. Jadi...hati-hatilah membuat janji dengan orang lain. Kalau sampai kita tidak bisa menepati janji tersebut minta maaflah kepada orang yang sudah kita beri janji, karena Tuhan tidak akan memaafkan dosa seseorang terhadap orang lain selagi orang yang bersangkutan tidak meminta maaf dan belum dimaafkan. Salah satu tanda orang munafik adalah orang yang ingkar terhadap janjinya.

Dengan lidah pula kita berbicara dengan orang lain...untuk menjalin interaksi dengan sesama. Kata-kata yang keluar dari lidah dan mulut kita bisa baik dan bisa buruk. Kalau kata-kata itu baik maka orang lain akan suka mendengarnya, kalau kata-kata itu buruk maka akan menyakiti hati lawan bicara kita. Saat kita berkata buruk kepada orang lain kita bagaikan menancapkan sebatang paku di pokok kayu, paku itu bisa saja kita cabut lagi tetapi akan meninggalkan bekas selamanya di pokok kayu tersebut. Saat kita berkata buruk kepada orang lain kita bisa sangat menyakiti hati orang lain , kita bisa saja minta maaf tetapi kata-kata itu akan terus menancap di hati dan pikiran lawan bicara kita tersebut.

Apalagi kalau kata-kata buruk itu diucapkan oleh orang tua kepada anaknya, atau suami terhadap istrinya, atau istri terhadap suaminya, atau anak-anak terhadap orangtuanya. Mereka adalah orang-orang yang membuat kita berbahagia, tetapi juga paling rentan menjadi orang-orang yang paling sering kita sakiti. Karena adanya hubungan darah dan perkawinan terkadang orang menjadi lebih enteng mengucapkan kata-kata buruk, padahal itu akan terasa sangat menyakitkan. Hal yang paling menyakitkan adalah menerima perkataan dan perlakuan buruk dari orang-orang yang paling kita sayang. 

Oleh karena itu kalau kita sebagai orang tua...berkata baik dan lembutlah kepada anak-anak kita...
Kalau kita sebagai anak...berkata baik dan lembutlah terhadap orang tua kita...
Kalau kita sebagai suami...berkata baik dan lembutlah kepada istri...
Kalau kita sebagai istri...berkata baik dan lembutlah terhadap suami...
Kalau kita sebagai sahabat...berkata baik dan lembutlah terhadap sahabat kita...
Kalau kita mempunyai teman-teman...berkata baik dan lembutlah terhadap teman-teman kita...
Kalau kita mempunyai tetangga...berkata baik dan lembutlah terhadap tetangga kita...

Tetapi memang sangat sulit menjaga lidah kita. Untuk itulah pentingnya hati dan otak yang dikaruniakan kepada kita sebagai manusia. Kita bisa menggunakan otak kita untuk berpikir dan memilih kata-kata yang akan kita keluarkan. Kita bisa menggunakan hati kita untuk merasakan...seandainya kita yang menerima kata-kata yang buruk dan kasar apakah kita mau? Kalau kita tidak mau menerima kata-kata yang buruk janganlah berkata-kata buruk kepada orang lain.

Semoga aku bisa semakin baik menjaga lidahku...
Tidak sembarangan berjanji, tidak suka bergunjing, lebih menyaring kata-kata yang keluar melalui mulut dan lidahku biar tidak menyakiti orang lain... Aamiin...

Agustus 27, 2013

Kematian itu misteri Illahi...

Tidak pernah ada orang yang tau kapan dia akan mati. Sebenarnya kematian itu begitu dekat dengan kita, hanya saja kita tidak pernah menyadarinya. Bahkan terkadang kita terkaget-kaget mendengar berita orang yang kita kenal tiba-tiba meninggal secara mendadak, padahal mungkin saja kita baru bertemu dan ngobrol dengan orang tersebut.

Memang benar bahwa manusia itu bisa merencanakan semua hal tapi tetap saja Tuhan yang menentukan. Aku jadi ingat peristiwa beberapa tahun yang lalu. Peristiwa ini menyangkut teman kost dan teman kantorku. Dulu awal-awal di Jakarta aku punya temen kost yang akhirnya memutuskan untuk pindah ke Semarang karena dia mendapat pekerjaan di Semarang dan calon suaminya mau meneruskan kuliah S2 di Semarang. Temanku itu emang orang Semarang juga sih.

Temanku itu sudah mempersiapkan pernikahannya dengan sangat detail. Dia sudah memesan gedung tempat resepsi pernikahan, catering, gaun pengantin dan lain sebagainya. Rencananya acara akan diadakan awal Maret. Calon suaminya yang orang Kalimantan rencananya akan menghabiskan akhir tahun di Kalimantan bersama keluarganya, katanya,"Ini Natal terakhirku bersama keluarga sebelum kita menikah." Temanku itu beragama Nasrani dan dia anak seorang Pendeta. Dan calon suaminya itu berangkat ke Semarang dengan Kapal Laut, sebelumnya sempat mau naik pesawat tapi entah kenapa tiba-tiba beralih naik kapal laut, aku lupa nama kapal lautnya. Tapi yang jelas kapal laut dengan kapasitas ratusan penumpang.

Perjalanan Pangkalan Bun, Kalimantan ke Semarang memakan waktu 3 hari. Waktu itu temanku sudah ke Pelabuhan Tanjung Mas Semarang untuk menjemput calon suaminya itu dan ternyata kapal belum datang dan temanku tidak diberitahu kabar apapun oleh pegawai pelabuhan. Sesampai di rumah, di depan pintu dia melihat beberapa keponakannya sedang nonton TV dan isi beritanya kapal laut yang ditumpangi calon suaminya tenggelam semalam. Temanku langsung pingsan. Begitu sadar dia ke pelabuhan lagi dengan diantar oleh keluarganya. Selama 2 minggu temanku pergi dari kota ke kota, dari kamar mayat ke kamar mayat untuk mencari tahu nasib calon suaminya. Sampai akhirnya dia bermimpi dan dalam mimpinya itu calon suaminya minta temanku untuk tidak mencarinya lagi. Sampai saat inipun bangkai kapalnya tidak diketemukan. Setelah peristiwa itu temanku sempat tidak mau ke Gereja, dia protes kepada Tuhan,"Kenapa dia yang selama ini rajin beribadah dan menjadi penyanyi Gereja kok diberi cobaan seberat itu." Untungnya temanku itu berada di tengah-tengah keluarganya yang selalu mendukung dia, jadi lama kelamaan dia bisa pulih walaupun membutuhkan waktu yang lama.

Ada lagi satu peristiwa yang saat itu juga mengagetkan aku. Peristiwa ini menyangkut teman kantorku yang bertugas di kantor Surabaya. Temanku itu juga sudah mau menikah. Hari itu sepulang dia kerja, dia mampir ke kontrakan calon istrinya dan dia menemukan calon istrinya sudah meninggal. Dan meninggalnya karena ada yang membunuhnya karena terdapat luka-luka bekas penganiayaan. Saat itu temanku sempat jadi tersangka utama dan dia harus menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Temanku mengalami stress berat dan akhirnya dia memutuskan untuk resign dari kantor. Sampai saat ini aku tidak tahu lagi kabarnya.

Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan menjumpai kita. Kita harus selalu siap kapan pun kita dipanggil oleh-Nya. Kita tidak pernah tahu kita akan mati dalam keadaan bagaimana. Oleh karena itu berusahalah menjauhi hal-hal yang buruk, hal-hal yang mendekatkan kita dengan kematian yang su'ul khotimah. Agar kapanpun kita dipanggil kita dipanggil dalam keadaan khusnul khotimah :)

Agustus 26, 2013

Sedih

Semua orang tentu pernah merasakan kesedihan dari tingkatan terkecil sampai tingkatan terbesar. Sedih karena kucing piaraan mati, sedih karena teman sepermainan harus pindah sekolah, sedih karena dapat nilai jelek, sedih karena difitnah orang, sedih karena gaji yang tetap segitu-gitu aja, sedih karena ada saudara atau orang tua yang meninggal, sedih karena dikhianati orang yang kita sayang dan bentuk sedih-sedih lainnya.

Sepertinya aku udah pernah mengalami semua bentuk kesedihan yang aku tulis diatas. Tentu saja efeknya beda-beda untuk tiap bentuk kesedihan itu. Kalau saat aku kecil dulu rasa sedih hanya bertahan dalam hitungan jam...abis itu trus lupa karena asyik main ama temen-temen. Kalau dapat nilai jelek pernah sekali jaman kuliah, tapi aku biasa-biasa aja karena ternyata mayoritas temenku dapat nilai jelek...hmm kalau kata Bapak dulu apabila dalam satu kelas mayoritas murid/mahasiswa dapat nilai jelek berarti emang guru/dosennya yang gak bisa mengajar dengan baik.

Sedih yang butuh waktu bertahun-tahun adalah saat Bapak meninggal, memang saat Bapak meninggal di pelukanku tidak ada air mata yang mengalir padahal saat itu hatiku hancur. Seperti ada bagian tubuh yang terlepas, seperti ada ruang hampa di dada...yang terasa kosong dan begitu sesak. Sampai saat ini pun saat aku kangen dengan kehadiran Bapak aku juga menjadi sedih. Bukan karena tidak ikhlas Bapak dipanggil Allah SWT...tapi tetap aja ada rasa sedih.

Sedih karena dikhianati orang yang aku sayang juga pernah. Menurutku...cinta itu memang bikin orang sepintar dan secerdas apapun menjadi bodoh. Cinta bisa menjadikan kita budak, jadi hati-hatilah terhadap sesuatu atau seseorang yang kita cintai. Hanya cinta kepada Tuhan dan Orang Tua yang tidak akan menjadikan kita sebagai budak. Terkadang logika berlawanan dengan perasaan, tetapi seringnya perasaan yang menang saat kita sedang jatuh cinta. Sedih karena cinta...reaksinya tergantung masing-masing individu, ada yang cepat pulihnya, ada yang lama pulihnya. Tergantung seberapa kuat keinginan kita untuk move on, tergantung kesadaran kita bahwa di luar sana masih begitu banyak orang yang jauh lebih berkualitas.

Kalau gak punya duit sih gak bakalan bikin aku sedih hehehe...rezeki sih sudah ada yang mengatur dan tidak akan pernah salah alamat. Karena pengalamanku selama ini saat aku tidak punya duit dan aku tetap bersyukur rezeki akan datang mengalir secara tiba-tiba. Saat aku menyedekahkan sedikit uang yang aku punya di siang hari..sore harinya aku langsung mendapatkan rezeki yang jumlahnya berlipat-lipat dibandingkan uang yang aku keluarkan untuk sedekah. Saat aku menyedekahkan sebagian bonus yang aku terima kepada saudaraku yang kekurangan...Allah SWT membalas dengan rezeki yang tidak putus-putusnya mengalir. Sebaik-baiknya bersedekah adalah bersedekah kepada keluarga sendiri yang kekurangan. Jangan sampai kita rajin bersedekah kepada orang lain sementara keluarga kita sendiri kekurangan.

Saat aku sedih biasanya aku akan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Allah SWT yang Maha membolak-balikkan hati manusia. Mungkin disisi hati yang lain masih ada perasaan sedih karena disakiti tapi disisi hati yang lain bersyukur karena jadi tahu kualitas orang yang sudah menyakiti kita itu. Disatu sisi mungkin merasa sedih karena orang tua meninggal, tapi disisi lain bersyukur karena orang tua termasuk orang yang disayang oleh Allah SWT sehingga tidak dibiarkan lama menderita karena sakit. 

Melihat teman yang penghasilannya jauh lebih tinggi apakah ada rasa iri? Pasti pernah ada rasa iri. Tapi kembali lagi kita harus bersyukur. Buat apa merasa sedih dengan rezeki yang sudah ditetapkan Allah SWT untuk kita. Mungkin saja kalau penghasilan kita tinggi, kita menjadi orang yang tinggi hati, menjadi orang yang sombong. Jadi segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya. Semakin kita tidak bersyukur maka rezeki akan semakin menjauh dari kita. Rezeki itu bukan hanya uang...badan sehat itu rezeki, punya keluarga yang harmonis itu rezeki, punya anak-anak yang sehat dan cerdas itu rezeki, punya teman-teman yang baik itu rezeki, punya pekerjaan itu rezeki dan masih banyak bentuk rezeki lainnya. Bahkan kita masih bisa bernafas dengan normal itu juga rezeki. Jadi kenapa kita mesti bersedih.

LA TAHZAN...

Agustus 21, 2013

Setia

Tingkat kesetiaan seorang wanita bisa dilihat pada saat pasangannya berada dalam keadaan susah, sedangkan tingkat kesetiaan laki-laki bisa dilihat pada saat mempunyai taraf kehidupan yang lebih bagus.

Apa maksudnya?


Selama ini banyak yang bilang kalau wanita itu adalah makhluk yang matre dalam artian hanya mau dengan laki-laki yang mempunyai harta yang banyak. Tapi anggapan itu salah. Memang benar ada banyak wanita yang matre, tapi tidak semua wanita itu matre. Bedakan antara matre dan realistis. 

Wanita yang realistis tentu memikirkan biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama terikat dalam pernikahan misal: biaya cicilan rumah, biaya kebutuhan sehari-hari, biaya melahirkan, biaya pendidikan anak, biaya listrik, biaya air dan lain sebagainya. Mencari nafkah adalah tugas utama laki-laki, hal itu sudah ditulis jelas dalam Al Qur'an, kalaupun ada wanita yang bekerja yang tentunya dengan seijin suaminya maka penghasilannya adalah hak sepenuhnya wanita tersebut, kalaupun wanita itu ingin membantu perekonomian keluarga maka pahala yang akan didapatkannya sangat besar dengan catatan wanita tersebut membantu dengan ikhlas tanpa mengeluh dan mengomel.

Pada saat laki-laki berada dalam perekonomian yang sulit, disinilah bisa dilihat tingkat kesetiaan seorang wanita. Apakah wanita itu tetap bisa bertahan disisi laki-laki tersebut atau memilih meninggalkannya. Berada disisi pasangannya untuk memberi dukungan bisa moril bisa materiil sampai pasangannya itu bisa bangkit kembali tingkat perekonomiannya. Jangan menyepelekan dukungan secara moral kepada seorang laki-laki. Tanpa pendamping wanita yang kuat, laki-laki yang sedang terpuruk akan semakin terpuruk. Wanita yang baik akan terus berada disisi pasangannya untuk terus memberikan dukungan, mendengarkan keluhan-keluhan pasangannya, bicara dari hati ke hati bahkan mungkin terkadang menerima makian dari laki-laki yang sedang berada dalam kondisi stress karena ekonominya terpuruk. Menerima cacian yang si wanita sendiri tidak tahu apa salah dia sehingga harus dicaci. Nah dalam kondisi ini dituntut wanita memiliki mental yang sangat kuat, bisakah dia tetap setia mendampingi laki-laki seperti itu?

Untuk laki-laki, pekerjaan dan karier yang mapan adalah segalanya. Laki-laki cenderung akan membandingkan karier dan penghasilannya dengan teman-temannya. Laki-laki bisa merasa sangat down saat melihat taraf kehidupan teman-temannya jauh lebih baik sementara dia berada dalam kondisi perekonomian yang sangat sulit. Dalam situasi seperti ini laki-laki membutuhkan wanita yang kuat untuk mendampinginya. Laki-laki akan menuntut si wanita pendampingnya tetap setia mendampinginya di saat dia susah. Sementara terkadang kondisi psikis yang tertekan karena merasa ekonominya morat-marit membuat laki-laki menjadi lebih emosional dan temperamental. Dia akan lebih banyak mengeluh, menggerutu dan bahkan mungkin memaki.

Saat laki-laki berada dalam kondisi perekonomian yang jauh lebih baik akan kelihatan kualitas si laki-laki ini, apakah dia akan tetap setia kepada wanita yang selalu mendampinginya di saat dia susah atau dia mulai terpukau dengan wanita lain. Laki-laki yang kuat secara ekonomi akan merasa bisa mendapatkan segalanya. Disinilah kadar kesetiaannya akan diuji, apakah dia masih bisa setia terhadap pasangan lamanya atau tidak?

Banyak wanita yang tidak bisa setia mendampingi pasangannya di saat pasangannya susah dan banyak pula laki-laki yang tidak bisa setia pada pasangannya pada saat taraf kehidupannya sudah meningkat. Hal ini tentu saja tergantung kekuatan mental seseorang mengendalikan dirinya, tergantung attitude masing-masing. Tetapi ada kasus yang lebih parah, tidak peduli kondisi perekonomiannya baik atau buruk tetap saja orang itu gak bisa setia dengan pasangannya. Kalau menurutku sih...orang itu memang kelainan jiwa.

Tentu sangat menyenangkan memiliki pasangan yang selalu setia.
Pasangan yang bisa menghargai dukungan yang sudah kita berikan selama ini.
Pasangan yang bersyukur mempunyai kita sebagai pendampingnya.
Pasangan yang mau menerima segala kekurangan dan kelebihan kita.

Jadi...sudahkah Anda menjadi orang yang setia terhadap pasangan Anda?

Juli 22, 2013

Buka Puasa Bersama & Sholat Maghrib

Setiap memasuki bulan Ramadhan fenomena buka bersama di mall-mall selalu marak, yah seperti yang aku lakukan dengan teman-teman kuliahku beberapa hari yang lalu itu. Pilihan untuk buka puasa di tempat makan di dalam mall sebenarnya untuk kepraktisan ketemu aja karena rumahnya kan saling berjauhan jadi memilih tempat di tengah kota.

Kalau aku sendiri selalu memilih mall yang lokasinya di sepanjang Jl. Thamrin - Jl. Sudirman kalau acara bukber diadakan di hari kerja. Karena selain dekat dengan tempat tinggalku juga aku tidak akan ketinggalan Sholat Maghrib karena kantorku kan di ujung Jakarta dan teman-temanku juga banyak yang berkantor di sekitar situ. Ingat kawan...jangan sampai semangat banget buka puasa bareng tapi melalaikan kewajiban untuk Sholat Maghrib. Sholat Maghrib itu hukumnya wajib 'ain, kewajiban utama kita sebagai seorang muslim...hubungan kita dengan Allah SWT. Sedangkan buka puasa bersama itu tidak diadakan juga gak apa-apa, hanya saja moment saat puasa Ramadhan sering dimanfaatkan untuk menjalin tali silaturahim.


Sekedar berbagi info berikut mall dengan tempat sholatnya:
  1. Lotus, Jakarta Theater, biasanya kalau lagi disini aku sholat di masjid belakang mall masuk ke perkampungan penduduk.
  2. Sarinah, musholanya ada di lantai 4 atau 5 kalau tidak salah aku lupa tepatnya, di lantai yang menjual baju-baju muslim. Musholanya tidak begitu luas.
  3. Plaza Indonesia, hmm udah lama banget gak kesana jadi agak lupa tepatnya dimana musholanya, tapi yang jelas musholanya bagus dan bersih.
  4. Grand Indonesia, mushola ada di beberapa lantai, sangat bersih dan nyaman. DI GI ini juga ada Masjidnya lho.
  5. Plaza Semanggi, mushola terletak di basement dekat Giant kondisinya sempit & panas dan satu lagi ada di lantai 5 kondisinya bersih & nyaman.
  6. Plaza Senayan, musholanya ada di lantai P1 kondisinya sangat bersih, adem dan nyaman.
  7. Senayan City, musholanya aku lupa tepatnya di lantai berapa karena sangat jarang kesini tapi kondisinya nyaman dan bersih.
  8. Pasaraya Grande (daerah Blok M), ada masjid besar di lantai paling atas kondisinya sangat nyaman dan sangat bersih.
  9. Blok M Square, ada masjid di lantai paling atas kondisinya luas, bersih dan nyaman.
  10. Blok M Plaza, mushola di tempat parkir aku lupa tepatnya di lantai berapa kondisinya sempit, panas dan kurang bersih.
Oke kawan...selamat berbuka puasa bersama dimanapun...mau di rumah, di mall, di restaurant atau di Hotel mewah sekalipun, jangan buka puasa di tempat hiburan malam...ironis kan melaksanakan kewajiban agama tapi di tempat yang dekat dengan maksiat. Ingat jangan sampai melupakan sholat. Tidak berguna ibadah yang lain kalau sholat yang wajib tidak dikerjakan, karena sholat itu adalah tiang Agama Islam. Dan tentu saja harus memilih tempat makan yang menyediakan makanan yang halal, konyol sekali kan kalau buka puasa eh makanannya haram. Makanan haram itu tidak hanya yang mengandung unsur babi, yang mengandung arak, rhum juga haram, daging yang berasal dari sembelihan yang tidak sesuai syariat Islam juga haram. Banyak-banyaklah membaca biar bertambah ilmu kita soal agama kita sendiri :)

Semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lancar dan mendapatkan pahala sesuai ibadah kita. Jangan sampai kita puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Met berpuasa :)

Juli 17, 2013

Sudahkah Anda Sholat?

Sejak kecil aku sudah diajari untuk melaksanakan sholat lima waktu. Walaupun karena jaman kecil dulu aku bandel banget sangat susah untuk mengajariku sholat dengan baik. Aku ingat, jaman kecil dulu yah usia-usia batita dan balita saat orang-orang sholat dan Bapak menjadi Imam-nya aku malah berjalan-jalan disela-sela orang yang melakukan Sholat di Masjid bahkan kadang aku naik keatas punggung Bapak yang tengah sujud. Bapak memegangiku dengan satu tangannya sementara beliau tetap melanjutkan sholatnya. Dulu aku gak suka pakai mukena, sukanya malah pakai sarung dan kopiah hehehe...

Seiring bertambahnya usiaku aku mulai sholat dengan mengenakan mukena dan tentu saja sholat di bagian khusus untuk perempuan. Setiap masuk waktu sholat dan aku tengah asyik menonton TV pasti oleh Bapak TV-nya langsung dimatikan terus ngajakin aku ikut sholat,"Ayo Nduk, kita sholat dulu. Nanti setelah sholat dilanjutin lagi nonton TV-nya." Ibuku juga sangat ketat soal sholat ini malah terkadang jauh lebih disiplin dalam mendidik anak dibanding Bapak. Ibu sangat keras kalau soal sholat.

 Dulu jaman aku kecil dan ikut sholat berjama'ah di Masjid terkadang aku suka heran dengan beberapa ibu-ibu yang selalu mengkapling tempat sholat. Maksudku...mereka selalu maunya sholat di satu tempat itu misal di sisi kiri paling depan atau sisi kanan paling depan, padahal terkadang mereka datang terlambat. Dalam pikiranku waktu itu...bukankah seharusnya yang datang ke Masjid paling awal yang mengisi shaf terdepan, kalau datang belakangan dan maunya sholat di barisan terdepan kan menganggu orang-orang lain yang sudah datang lebih awal. Terkadang saking takutnya sama ibu tersebut ketika sholat sudah dimulai dan si ibu belum datang...tidak ada yang berani menempatinya jadinya kan kosong. Padahal kan shaf sholat itu harus dirapikan, yang shaf paling depan harus diisi terlebih dahulu. Beberapa kali aku dengan cueknya menempati shaf paling depan di tempat si ibu itu biasa sholat, kalau ada yang negur aku bilang aja semua orang haknya sama dan aku kan yang datang lebih awal dibanding si ibu itu.

Begitu aku lulus SMA dan mulai kost untuk kuliah pesan kedua orang tuaku adalah,"Jangan pernah meniggalkan sholat, sedang dimanapun dan dalam kondisi apapun." Dan pesan itu selalu terpatri dalam otak dan hatiku. Sholat adalah tiang agama, pondasi yang kuat untuk agama Islam. Ibaratnya sebuah rumah, rumah itu akan mudah roboh apabila dibangung tanpa pondasi yang kuat. Jadi sampai saat ini aku selalu berusaha menjalankan sholat lima waktu dalam kondisi apapun dan dimanapun, bahkan saat aku tengah terombang-ambing di tengah lautan. Sholat adalah hubunganku pribadi dengan Allah SWT...habluminallah...

 Sholat merupakan tiang agama Islam karena sholat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar seperti yang difirmankan Allah SWT:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (٤٥)

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al ‘Ankabuut: 45)

Maka barangsiapa yang benar dalam sholatnya akan membentengi dirinya dari berbuat keji dan kemungkaran.

Terkadang ada orang yang bilang, "Ah, si X itu sholatnya rajin tapi dia maksiat juga." "Si A itu sholatnya rajin tapi korupsi juga." Hmm kalau Anda berasumsi seperti itu berarti Anda tidak memahami makna dari sholat itu sendiri. Kalau Anda melihat seseorang itu sholat trus melakukan korupsi Anda harus melihat sudah benarkah sholat yang ditegakkan oleh orang tersebut?. Karena saat kita sholat, kita harus meluruhkan hati kita, pikiran kita semua kepada Allah SWT. Sholat itu harus ditegakkan dalam amalan dan perbuatan. Kan kita hanya melihat seseorang itu sholat misal seorang pejabat yang dituduh korupsi, kita hanya melihat dia sholat saat di televisi, diluar itu apakah kita tahu kualitas sholat dia bagaimana? benarkan dia selalu menegakkan sholat kita kan gak tahu kesehariannya. Itu adalah urusan antara dia dan Allah SWT. Tapi kalau kita melihat teman kita yang beragama Islam dan tidak sholat kita wajib mengingatkan dia untuk sholat, kalaupun dia tidak mau mengerjakan sholat kewajiban kita sudah gugur karena kita sudah berusaha mengingatkan dia. Tapi sebaiknya selalu berusaha mengingatkan teman kita yang lalai akan sholatnya.

Dulu saat aku masih berkantor di Jl. Thamrin di salah satu gedung perkantoran yang megah, saat makan siang aku turun ke lantai bawah (karena musholanya ada di basement) dengan membawa mukena. Saat di dalam lift aku diliatin terus sama seorang perempuan yang sangat cantik dan modis."

Si cantik: "Mau sholat ya?"
Aku: "Iya Mbak." (sambil tersenyum)
Si cantik: "Setiap hari sholat?"
Aku: "Iya Mbak." (sambil mengangguk)
Si cantik: "Lima waktu?"
Aku: (mengangguk)
Si cantik: "Hebat ya...aku belum...." (matanya menerawang)
Aku: (terdiam)
Si cantik: "Suatu saat nanti aku juga akan sholat."
Aku: "Aamiin..."

Kita tidak pernah tahu sampai berapa panjang umur kita. Sekarang sedang ngobrol trus tiba-tiba kita dipanggil oleh Yang Maha Kuasa...entah hari ini, besok, lusa, bulan depan, tahun depan...kita tidak pernah tahu batas usia kita. Jadi jangan menunda-nunda melakukan sholat lima waktu. Sholatlah kamu sebelum disholatkan.

Anda Islam? 
Sudahkan Anda sholat?

Juli 16, 2013

Reward puasa

Kalau aku perhatikan dulu sampai sekarang banyak sekali orang tua yang melatih anak-anaknya berpuasa dengan iming-iming hadiah kalau bisa melakukan puasa Ramadhan. Rewardnya bisa berupa uang, barang-barang yang diinginkan anak-anak, liburan setelah Lebaran atau hanya sekedar pujian. Mana yang paling efektif?

Kalau jaman kecil dulu seingatku kalau aku ikut puasa Ramadhan sebulan penuh sepertinya tidak pernah ada hadiah berupa uang atau barang-barang. Kalau uang saku saat Lebaran sih itu gak termasuk reward karena ikut puasa karena sejak jaman aku belum puasa juga selalu dapat uang saku setiap Lebaran.  Tidak pernah ada kata-kata dari kedua orang tuaku yang menyatakan,"Kalau nanti kamu bisa puasa Ramadhan satu bulan penuh Bapak dan Ibu akan kasih A atau B." Makanya aku dulu terheran-heran waktu di sekolah ada temanku yang cerita katanya kalau bisa puasa sebulan penuh akan dapat hadiah dari orang tuanya. Orang tuaku selalu menekankan bahwa puasa Ramadhan itu wajib dilakukan oleh umat Islam yang sudah melalui masa akil baligh dan itu harus dilatih sejak kecil biar terbiasa. Tanggung jawab puasa itu adalah di hadapan Allah SWT dan orang tua juga ikut bertanggung jawab apabila anaknya yang udah akil baligh belum melaksanakan puasa Ramadhan.

Bahkan bukan hanya saat puasa teman-temanku itu mendapatkan hadiah dari orang tuanya, bila nilai rapor temenku bagus dia akan dapat hadiah dari orang tuanya. Nilai 7 dapat hadiah A, nilai 8 dapat hadiah B, nilai 9 dapat hadiah C apalagi kalau bilainya bisa 10. Pikir-pikir kalau setiap nilai sekolahku ada reward berupa barang atau uang dari orang tua wah bisa kaya aku ya hahahaha. Apabila nilai raporku bagus dan melihat Bapak dan Ibu tersenyum senang trus kepalaku diusap-usap atau dipeluk itu sudah suatu hadiah yang sangat bernilai buatku. Karena Bapak itu bukan orang yang ekspresif, beliau tidak biasa mencium atau memeluk anak-anaknya setiap saat. Jadi saat beliau memelukku tiba-tiba itu seperti sebuah hadiah yang sangat besar :)

Tapi bukan berarti aku tidak pernah mendapatkan apapun dari Ibu dan Bapak lho. Setiap pergi kemanapun Ibu selalu pulang dengan oleh-oleh walaupun oleh-oleh itu hanya berupa jajan pasar atau buah-buahan, Bapak pun juga begitu. Dan karena waktu kecil aku sangat suka membaca saat pergi ke Gramedia Bapak membebaskanku memilih buku yang aku mau dan biasanya aku ke kasir dengan setumpuk buku Lima Sekawan, Agatha Christy, Pasukan Mau Tahu atau Cerita Dongeng trua Bapak deh yang bayar hehehehe. Bacaan kesukaanku buku-buku fiksi semua ...aku kurang suka membaca buku-buku yang terlalu serius. Tapi selain buku-buku cerita detektif dan petualangan aku juga suka membaca buku tentang alam misalkan tentang proses terjadinya bumi, buku tentang makhluk purba, buku tentang binatang, buku tentang tumbuhan dan lain sebagainya...tapi kalau buku-buku seperti itu harus ada gambarnya yang menarik dan berwarna :D

Memang cara mendidik anak-anak untuk setiap orang itu beda-beda ya metodenya. Kalau aku karena dulu jaman kecil dididik seperti itu jadi mungkin hal itu nanti yang akan aku terapkan untuk anak-anakku. Anak kecil akan mencontoh pola yang diterapkan oleh orang tuanya saat dewasa nanti, karena rekaman-rekaman kejadian di lingkungan sekitarnya akan tertanam kuat di alam bawah sadar setiap orang.