Pagi itu aku terbangun pukul 02.30 dini hari. Mendengar deburan ombak besar dan angin yang menderu-deru. Setelah itu aku tidak bisa tidur lagi, tetap berbaring dengan mata yang lebar....ngantuknya udah hilang sama sekali. Hari semakin pagi...matahari mulai muncul. Awalnya terlihat begitu bulat dan memerah, tapi lama kelamaan tertutup oleh awan.
Teman-temanku juga sudah duduk di dekat ruang makan untuk menanti sunrise. Angin pagi itu terasa begitu kencang. Aku dan teman-temanku harus merapatkan jaket kami kalau tidak mau menggigil kedinginan. Kami menunggu sunrise sambil menikmati teh hangat. Aku melihat ombak juga cukup tinggi...hmmm...feelingku jadi kurang enak nih. Apakah kami akan terperangkap di kepulauan Karimun Jawa ini??? Karena minggu sebelumnya banyak wisatawan yang berhari-hari tidak bisa menyeberang ke Jepara dan Semarang dan harus stay di Karimun Jawa karena semua kapal tidak diijinkan berlayar.
Indra mencoba menghubungi orangnya yang ada di Karimun Jawa dan Jepara untuk menanyakan kepastian ada tidaknya kapal dari Karimun Jawa ke Jepara siang ini. Dan ternyata kami masih harus menunggu kabar karena belum ada kepastian dari Syahbandar. Pagi itu setelah makan pagi kami mengelilingi Pulau Tengah untuk foto-foto lagi. Rugi dong gak foto-foto...alamnya begitu indaaahhhhh...sangat sempurna dijadikan studio alam. Indonesia emang indah kawan...sangat sangat indah :)
Agak siang kami baru mendapat kabar kalau hari itu semua kapal tidak diijinkan berlayar karena angin kencang dan ombak laut setinggi 2,5 meter. Wah...kami mulai sibuk menghubungi keluarga dan atasan masing-masing untuk meminta tambahan cuti. Okay...anggap saja liburannya bertambah panjang hehehe. Setelah makan siang di Pulau Tengah kami memutuskan untuk menyeberang ke Karimun Jawa Besar. Lama penyeberangan ternyata hanya memakan waktu 15 menit, kami mendarat di daerah Kemojan. Dari situ kami dijemput olah mobil sewaan dan menuju ke Penginapan Karimun Indah...yaaa...kami harus menginap semalam lagi dengan harapan besok udah ada kapal yang jalan.
Sore itu Indra mengajak kami keliling pulau dengan motor sewaan. Shelvia yang tidak enak badan memilih untuk tetap tinggal di penginapan. Kami menggunakan 7 motor, aku boncengan dengan Indra. Kami diajak ke desa yang paling terpencil di Karimun Jawa namanya Desa Legon Lele.Trus diajak ke tempat wisata yang bernama Joko Tuwo...disana ada kerangka ikan purba yang bernama Joko Tuwo, lanjut ke Bukit Cinta. Tadinya aku pikir kayak apa bukit cinta itu...ternyata bukit dan diatasnya ada tulisan LOVE yang terbuat dari semen...huahahahaha....
Nah sewaktu kami mengelilingi Pulau Karimun Jawa Besar ini kami melewati daerah yang berbukit-bukit. Dari atas bukit kami bisa melihat laut yang begitu indah dengan gradasi warnanya. Kami diajak ke tempat paling atas di Karimun Jawa...dari sana kami bisa melihat seluruh wilayah di Karimun Jawa...indaaaahhh bangeeetttt. Thanks ya Bray...kamu udah mengajak kami ke tempat-tempat yang indah di Karimun Jawa.
Sore itu tempat tujuan terakhir kami adalah ke Tanjung Gelam untuk menikmati sunset. Di sepanjang pantai Tanjung Gelam banyak warung-warung kecil penjual makanan dan minuman. Kami memesan mie goreng/mie rebus, makan gorengan dan menikmati minuman disalah satu warung. Tentu saja kami juga berfoto-foto disana sambil menikmati sunset. Hari semakin malam dan kami pun meninggalkan Tanjung Gelam menuju ke penginapan lagi.
Sampai di Penginapan kami langsung mandi dan ganti baju. Istirahat sebentar sebelum keluar lagi. Jam 20.00 kami keluar lagi dari penginapan menuju ke toko souvenir. Puas belanja souvenir kami melanjutkan perjalanan ke alun-alun kota Karimun Jawa. Aku merasa masih kenyang karena sore udah makan mie goreng, akhirnya hanya pesan pisang bakar. Shelvi, Indra, Jhon dan Ita juga hanya pesan pisang bakar. Sementara teman-temanku yang lain pesan ikan bakar.
Malam itu kami membicarakan kemungkinan kalau keesokan harinya tidak ada kapal lagi yang berlayar ke Jepara. Dan kami memutuskan kami akan menyewa kapal nelayan. Karena kami tidak tahu sampai kapan Syahbandar akan melarang kapal reguler untuk berlayar, sementara ada pekerjaan dan keluarga yang menanti di rumah. Tapi waktu itu kami masih berharap kalau Kapal Express Bahari boleh berlayar. Malam itu kami tidur dengan nyenyaknya di penginapan. Keesokan harinya saat makan pagi Indra membawa kabar kalau kapal reguler tetap belum diijinkan berlayar, jadi kami positif kembali ke Jepara dengan menyewa kapal nelayan. Kami sewa kapal kayu Rp 5 juta untuk kami ber 15 orang. Dan pagi itu kami berangkat jam 10 pagi. Benar-benar hanya rombongan kami yang nekat berangkat ke Jepara. Oya sebenarnya bisa juga sewa pesawat ke Semarang lho hanya saja biayanya Rp 25 juta dengan kapasitas 8 orang...makasih deh hehehe...
Sebelum berangkat kami berdoa bersama dulu agar perjalanan kami selamat sampai di Jepara. Di atas kapal mulai lah kami memilih posisi duduk masing-masing. Aku memilih duduk di dekat nahkoda kapal di bagian belakang, karena disitu aku bisa duduk menyandar. Gak ngebayangin berjam-jam duduk tanpa sandaran. Yah paling resikonya kulit tambah gosong aja dan sesekali kena percikan air laut...gak masalah buatku :)
Sepanjang perjalanan kami tenggelam dalam pikiran masing-masing. Sesekali aku tertidur dan terbangun lagi saat kapal terhempas gelombang laut atau saat mukaku terpercik air laut. Dan setelah 6 jam lebih akhirnya kami sampai dengan selamat di Pelabuhan Kartini Jepara.... Alhamdulillah...
Kami mandi di toilet umum yang ada di pelabuhan, trus sekalian makan di warung yang ada disitu. Dan kami menuju ke Semarang dengan mobil Elf sewaan. Kami berpisah di Semarang untuk menuju ke kota masing-masing. Rencananya aku mau naik Kereta Bangunkarta...eh ternyata kehabisan tiket. Akhirnya aku dan Lili naik Kereta Sembrani, Shelvia naik Kereta Bangunkarta, Dika naik Kereta Gumarang ke Surabaya, Indra, Billy dan temannya naik kereta ke Bandung. Deny, Yudhi, dan kakaknya Lili naik bus ke Solo. Sementara Jhon, Ita, Andi, Made dan Nadia naik travel ke Jogya.
Thanks Bray Indra Patriasandi...you are the best tour leader. Benar-benar tour leader yang sabar dan hebat. Kapan-kapan aku ikut lagi trip-nya...mungkin ke Pulau Komodo, Raja Ampat atau Wakatobi. Dan siap-siap dibujuk ama Indra untuk ambil lisensi diving nih hehehe. Thanks teman-teman...sudah menjadi teman seperjalanan, teman ngetrip yang menyenangkan. Semoga suatu saat kita bisa berjumpa lagi. Senang berkenalan dengan kalian semua :)
Tampilkan postingan dengan label Pulau Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Tengah. Tampilkan semua postingan
September 04, 2013
Sudut surga itu bernama Karimun Jawa
Kamis malam sepulang dari kantor aku menuju ke Semarang dengan naik Kereta Argo Bromo Anggrek. Dalam satu gerbong hanya berisi penumpang 4 orang, selebihnya adalah petugas KA yang hilir mudik dengan berisik...bikin aku gak bisa tidur dengan nyenyak...
Pukul 03.30 kereta sampai di Stasiun Tawang Semarang. Aku dan Shelvia tidur-tiduran dulu di dalam stasiun menunggu matahari menampakkan wajahnya. Pukul 06.00 kami dijemput oleh Pak Wied, PGA kantor cabang Semarang menuju ke daerah kampus Undip di Semarang atas...menuju ke rumah Pak Wied. Kami menumpang mandi disana, setelah itu makan pagi (gratis lho huehehehehe...). Begitu udah siap semua Pak Wied mengantarkan kami ke Klenteng Sam Poo Kong, seperti biasa narsis dulu di lokasi wisata. Puas foto-foto kami diantar oleh Pak Wied ke kantor travel DayTrans untuk menuju Jepara. Thanks Pak Wied untuk semua kebaikannya :)
Perjalanan Semarang - Jepara memakan waktu kurang lebih 2 jam. Kami langsung menuju Pelabuhan Kartini Jepara untuk ketemuan dengan teman-teman dari Indonesian Traveler lainnya yang sudah datang lebih dahulu disana. Kami makan siang dulu di salah satu warung yang ada di pelabuhan. Setelah siap, kami menuju ke dalam pelabuhan dan masuk ke Kapal Express Bahari untuk menuju Karimun Jawa. Perjalanan memakan waktu 1,5 jam...aaahhhhh akhirnya aku kembali ke Karimun Jawa lagi...
Turun dari kapal kami sudah ditunggu oleh mobil charteran untuk menuju ke salah satu dermaga lagi, dan kami naik kapal nelayan menuju ke Wisma Apung, malam itu kami menginap di Wisma Apung. Wisma Apung...sesuai dengan namanya memang berada di atas laut jadi kesannya memang mengapung. Sore itu aku sempat narsis dulu dengan hiu di Wisma Apung...walaupun fotonya agak burem karena matahari semakin tenggelam.
Puas narsis dengan hiu kami menuju ke arah Pulau Cemara Besar untuk menikmati sunset. Tentu saja kami memuaskan diri untuk berfoto-foto...kebetulan saat itu juga ada 2 bule Jerman yang ikutan kami bernarsis-narsis ria :D
Hari semakin gelap dan kami pun kembali ke Wisma Apung. Setelah mandi dan menikmati makan malam...kami berbaring di dermaga kayu di depan Wisma Apung untuk menikmati bintang-bintang di langit yang bertaburan dengan indahnya sambil menikmati musik-musik romantis. Udara laut yang segar, bintang-bintang yang bersinar terang di langit yang gelap, teman-teman seperjalanan yang menyenangkan...hmm...indahnya...benar-benar liburan yang sempurna. Dan malam itu aku tertidur dengan pulasnya sampai terbangun keesokan harinya.
Pagi itu kami semua packing lagi untuk siap-siap melanjutkan perjalanan. Kami akan snorkeling di beberapa lokasi dan menuju ke Pulau Tengah, karena kami akan menginap di Pulau Tengah. Spot snorkeling pertama kami langsung dibawa ke tempat yang dalam dengan banyak ikan-ikan dan terumbu karang. Dan ternyata menyenangkan snorkeling tanpa menggunakan pelampung, aku sempat belajar menyelam...tapi ternyata susah sekali saudara-saudara. Maksudnya menyelam tanpa menggunakan alat selam lho, hanya menggunakan mask dan snorkel aja. Untuk bisa menyelam kita harus mengosongkan semua udara yang ada di paru-paru kita, trus menahan nafas abis itu langsung menyelam deh...tapi aku gagal...hiks.
Iri euy ngeliat Billy yang menyelam dan berenang di dalam laut dengan lincahnya. Kalau Indra mah jangan ditanya emang udah dive master jadi kemampuan menyelamnya super hebat. Kapan-kapan deh belajar lagi. Kalau diving kan badan dikasih pemberat jadi lebih gampang tenggelam ke dalam air sementara kalau tanpa pemberat...alamakkk susyeeee....
Tetapi biarpun gagal menyelam...narsis harus tetap jalan. Jadi tetep foto-foto jalan terus hehehe... Thanks ya Bray Indra Patriasandi yang selalu siap dengan kameranya.
Puas snorkeling di spot pertama kami melanjutkan perjalanan lagi menuju ke Pulau Cemara Kecil untuk foto-foto. Sesi narsis kali ini benar-benar menyenangkan...seperti biasa pose-pose default Indonesian Traveler dilakukan disini. Pose melompat, pose chibi-chibi, pose membentuk lingkaran di dalam air dll. Pasir putih yang halus,air laut yang jernih dan bersih, langit yang biru cerah (sayang awan putih kurang banyak, awan2 putih selalu membuat foto lebih spektakuler), udara yang segar dengan baju yang berwarna-warni...sempurna untuk pemotretan ;)
Perjalanan lanjut lagi ke salah satu pulau untuk makan siang. Ada warung makan disana yang menyediakan ikan bakar, pop mie, soda dll. Kami duduk-duduk di gazebo beratap jerami sambil minum kelapa muda dan menunggu ikan bakar kami matang. Gak berapa lama ikan bakar udah tersedia dan langsung aja anggota pasukan yang kelaparan ini menyerbu hidangan. Ikan bakar disajikan dengan nasi hangat dan 2 macam sambal plus desert irisan semangka...hmmm nikmaaaatttt. Setelah makan mulai deh mata terasa mengantuk...udah pengen merem aja rasanya. Benar-benar Indonesia banget ya...abis makan trus ngantuk hehehe...
Kami melanjutkan perjalanan kami lagi, kali ini menuju ke Pulau Tengah. Perjalanan memakan waktu 1,5 jam. 30 menit pertama kami santai-santai duduk di kapal, sebagian dari kami tertidur dengan nyenyaknya, 30 menit berikutnya ombak mulai besar antara 1,5 - 2 meter. Kami bagaikan sedang naik kora-kora di Dufan Ancol...mulai deh pada bangun dan teriak-teriak seiring hempasan ombak di kapal. Asyik sih kayak rafting tapi ini sih lebih seru hehehe. 30 menit berikutnya semua terdiam...bukannya takut sih....tapi...semua sedang setengah mati menahan pipis huahahahahaha.... Benar-benar butuh perjuangan yang maha berat untuk menahan pipis di tengah laut. Bayangin aja di kapal gak ada toilet, mau pipis di laut kan harus nyebur dulu dan itu gak mungkin karena ombak laut lagi besar...jadi satu-satunya jalan ya menahan pipis sampai kami sampai di Pulau Tengah.
Begitu kapal merapat di dermaga Pulau Tengah...penumpangnya langsung berhamburan menuju ke toilet hehehe. Nah gara-gara ini pula aku lupa gak bawa sandal gunungku dan akhirnya tertinggal di kapal sewaan dan hilang deh. Oya Pulau Tengah ini adalah pulau pribadi dengan 2 cottage yang berada di atas laut. Cottage-nya bersih dengan makanan yang enakkkk. Disini juga ada kolam yang berisi ikan hiu dan Giant Trevally. Kami snorkeling lagi di sekitar Pulau Tengah ini, tapi gak lama sih karena ombak laut sedang besar jadi kami memutuskan untuk naik ke dermaga. Aku dan Indra juga sempat snorkeling di kolam hiu. Hiu-hiu disini lebih pemalu dibandingkan di Wisma Apung jadi mereka tidak berani mendekat. Sementara ikan GT hilir mudik aja berdua-duaan. Kalau ngeliat ikan GT ini aku langsung teringat ikan bakar soalnya bentuknya kayak ikan kuwe hanya aja ukurannya 2 meter hehehehehe...
Puas snorkeling aku langsung mandi dan ganti baju sementara yang lain menunggu sunset di pantai. Hmm benar-benar terasa begitu damai menikmati liburan disini. Berada di pulau pribadi di tengah laut Jawa dengan udara yang begitu segar, makanan enak dan teman-teman yang menyenangkan :)
Malamnya kami menikmati makan malam yang lezat, kopi dan teh selalu tersedia disini plus gorengan. Kelamaan liburan emang bisa bikin badan mengendut...hadeuhhhh....
Malamnya kami kembali lagi berbaring berjejer di dermaga kayu untuk menikmati taburan bintang-bintang di langit yang begitu gelap. Bintang-bintang disini terlihat jauh lebih banyak dibanding waktu malam pertama kami menginap di Wisma Apung. Sesekali ada bintang jatuh...wuiiihhhh suasananya benar-benar romantis :)
Tapi aku gak kuat lama-lama di dermaga, anginnya semakin kencang dan aku takut ketiduran di dermaga :D. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke cottage. Tiduuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr....zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz......
Pukul 03.30 kereta sampai di Stasiun Tawang Semarang. Aku dan Shelvia tidur-tiduran dulu di dalam stasiun menunggu matahari menampakkan wajahnya. Pukul 06.00 kami dijemput oleh Pak Wied, PGA kantor cabang Semarang menuju ke daerah kampus Undip di Semarang atas...menuju ke rumah Pak Wied. Kami menumpang mandi disana, setelah itu makan pagi (gratis lho huehehehehe...). Begitu udah siap semua Pak Wied mengantarkan kami ke Klenteng Sam Poo Kong, seperti biasa narsis dulu di lokasi wisata. Puas foto-foto kami diantar oleh Pak Wied ke kantor travel DayTrans untuk menuju Jepara. Thanks Pak Wied untuk semua kebaikannya :)
Perjalanan Semarang - Jepara memakan waktu kurang lebih 2 jam. Kami langsung menuju Pelabuhan Kartini Jepara untuk ketemuan dengan teman-teman dari Indonesian Traveler lainnya yang sudah datang lebih dahulu disana. Kami makan siang dulu di salah satu warung yang ada di pelabuhan. Setelah siap, kami menuju ke dalam pelabuhan dan masuk ke Kapal Express Bahari untuk menuju Karimun Jawa. Perjalanan memakan waktu 1,5 jam...aaahhhhh akhirnya aku kembali ke Karimun Jawa lagi...
Turun dari kapal kami sudah ditunggu oleh mobil charteran untuk menuju ke salah satu dermaga lagi, dan kami naik kapal nelayan menuju ke Wisma Apung, malam itu kami menginap di Wisma Apung. Wisma Apung...sesuai dengan namanya memang berada di atas laut jadi kesannya memang mengapung. Sore itu aku sempat narsis dulu dengan hiu di Wisma Apung...walaupun fotonya agak burem karena matahari semakin tenggelam.
Puas narsis dengan hiu kami menuju ke arah Pulau Cemara Besar untuk menikmati sunset. Tentu saja kami memuaskan diri untuk berfoto-foto...kebetulan saat itu juga ada 2 bule Jerman yang ikutan kami bernarsis-narsis ria :D
Hari semakin gelap dan kami pun kembali ke Wisma Apung. Setelah mandi dan menikmati makan malam...kami berbaring di dermaga kayu di depan Wisma Apung untuk menikmati bintang-bintang di langit yang bertaburan dengan indahnya sambil menikmati musik-musik romantis. Udara laut yang segar, bintang-bintang yang bersinar terang di langit yang gelap, teman-teman seperjalanan yang menyenangkan...hmm...indahnya...benar-benar liburan yang sempurna. Dan malam itu aku tertidur dengan pulasnya sampai terbangun keesokan harinya.
![]() |
| Wisma Apung |
Iri euy ngeliat Billy yang menyelam dan berenang di dalam laut dengan lincahnya. Kalau Indra mah jangan ditanya emang udah dive master jadi kemampuan menyelamnya super hebat. Kapan-kapan deh belajar lagi. Kalau diving kan badan dikasih pemberat jadi lebih gampang tenggelam ke dalam air sementara kalau tanpa pemberat...alamakkk susyeeee....
Tetapi biarpun gagal menyelam...narsis harus tetap jalan. Jadi tetep foto-foto jalan terus hehehe... Thanks ya Bray Indra Patriasandi yang selalu siap dengan kameranya.
Puas snorkeling di spot pertama kami melanjutkan perjalanan lagi menuju ke Pulau Cemara Kecil untuk foto-foto. Sesi narsis kali ini benar-benar menyenangkan...seperti biasa pose-pose default Indonesian Traveler dilakukan disini. Pose melompat, pose chibi-chibi, pose membentuk lingkaran di dalam air dll. Pasir putih yang halus,air laut yang jernih dan bersih, langit yang biru cerah (sayang awan putih kurang banyak, awan2 putih selalu membuat foto lebih spektakuler), udara yang segar dengan baju yang berwarna-warni...sempurna untuk pemotretan ;)
Perjalanan lanjut lagi ke salah satu pulau untuk makan siang. Ada warung makan disana yang menyediakan ikan bakar, pop mie, soda dll. Kami duduk-duduk di gazebo beratap jerami sambil minum kelapa muda dan menunggu ikan bakar kami matang. Gak berapa lama ikan bakar udah tersedia dan langsung aja anggota pasukan yang kelaparan ini menyerbu hidangan. Ikan bakar disajikan dengan nasi hangat dan 2 macam sambal plus desert irisan semangka...hmmm nikmaaaatttt. Setelah makan mulai deh mata terasa mengantuk...udah pengen merem aja rasanya. Benar-benar Indonesia banget ya...abis makan trus ngantuk hehehe...
Kami melanjutkan perjalanan kami lagi, kali ini menuju ke Pulau Tengah. Perjalanan memakan waktu 1,5 jam. 30 menit pertama kami santai-santai duduk di kapal, sebagian dari kami tertidur dengan nyenyaknya, 30 menit berikutnya ombak mulai besar antara 1,5 - 2 meter. Kami bagaikan sedang naik kora-kora di Dufan Ancol...mulai deh pada bangun dan teriak-teriak seiring hempasan ombak di kapal. Asyik sih kayak rafting tapi ini sih lebih seru hehehe. 30 menit berikutnya semua terdiam...bukannya takut sih....tapi...semua sedang setengah mati menahan pipis huahahahahaha.... Benar-benar butuh perjuangan yang maha berat untuk menahan pipis di tengah laut. Bayangin aja di kapal gak ada toilet, mau pipis di laut kan harus nyebur dulu dan itu gak mungkin karena ombak laut lagi besar...jadi satu-satunya jalan ya menahan pipis sampai kami sampai di Pulau Tengah.
Begitu kapal merapat di dermaga Pulau Tengah...penumpangnya langsung berhamburan menuju ke toilet hehehe. Nah gara-gara ini pula aku lupa gak bawa sandal gunungku dan akhirnya tertinggal di kapal sewaan dan hilang deh. Oya Pulau Tengah ini adalah pulau pribadi dengan 2 cottage yang berada di atas laut. Cottage-nya bersih dengan makanan yang enakkkk. Disini juga ada kolam yang berisi ikan hiu dan Giant Trevally. Kami snorkeling lagi di sekitar Pulau Tengah ini, tapi gak lama sih karena ombak laut sedang besar jadi kami memutuskan untuk naik ke dermaga. Aku dan Indra juga sempat snorkeling di kolam hiu. Hiu-hiu disini lebih pemalu dibandingkan di Wisma Apung jadi mereka tidak berani mendekat. Sementara ikan GT hilir mudik aja berdua-duaan. Kalau ngeliat ikan GT ini aku langsung teringat ikan bakar soalnya bentuknya kayak ikan kuwe hanya aja ukurannya 2 meter hehehehehe...
![]() |
| Shark & GT @Pulau Tengah |
Malamnya kami menikmati makan malam yang lezat, kopi dan teh selalu tersedia disini plus gorengan. Kelamaan liburan emang bisa bikin badan mengendut...hadeuhhhh....
Malamnya kami kembali lagi berbaring berjejer di dermaga kayu untuk menikmati taburan bintang-bintang di langit yang begitu gelap. Bintang-bintang disini terlihat jauh lebih banyak dibanding waktu malam pertama kami menginap di Wisma Apung. Sesekali ada bintang jatuh...wuiiihhhh suasananya benar-benar romantis :)
Tapi aku gak kuat lama-lama di dermaga, anginnya semakin kencang dan aku takut ketiduran di dermaga :D. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke cottage. Tiduuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr....zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz......
Langganan:
Postingan (Atom)
















