Senin, 11 October 2010
Ah ini adalah hari terakhir kami di Penang...sebenarnya masih pengen tidur...tapi kami harus segera mandi dan sarapan karena mau ke Pasar Chowrasta lagi...karena Dhisti mau membelikan oleh2 untuk adiknya.
Kami mulai jalan jam 09.00 waktu Penang. Jalanan masih sepi euy dan toko2 juga kebanyakan masih tutup. Hmm....sepertinya di Chowrasta juga sama deh pasti belum banyak yang buka. Dan ternyata benar....yang buka baru 2 toko yang menjual manisan buah :D
Alhasil gagal deh membeli tambahan oleh-oleh. Sepertinya memang di Penang itu kehidupan berjalan santai banget....karena toko2 kebanyakan mulai buka jam 11 siang.
Akhirnya kami kembali ke penginapan untuk ambil barang, check out trus lanjut ke Jetty untuk mencari bus yang ke arah bandara. Kami udah duduk manis di bus dan berharap bus segera jalan.....dan selama 20 menit tidak ada tanda2 bus akan segera jalan...kami mulai panik karena takut telat nyampe di Bandara...takut telat check in dan ketinggalan pesawat.
Turunlah kami dari bus tersebut dan bergegas cari taksi dengan harap2 cemas....apakah uang ringgit di kantong masih cukup untuk naik taksi hehehehe....
Trus kami ditawari taksi oleh salah satu supir taksi yang terbilang baik dan ramah....dan kahirnya disepakati biaya dari Jetty ke Bayan Lepas Airport sebesar RM 25 (taksi di Penang kebanyakan sedan tua dan tidak pakai argo)
Waktu yang ditempuh untuk sampai di bandara sekitar 25 menit. Bergegas kami check in....setelah beres langsung menuju ke tempat pemberangkatan. Nah di bandara ini juga banyak yang menjual aneka souvenir...tapi harganya tentu saja berlipat-lipat dibandingkan kalau beli di Pasar Chowrasta...bayangin aja gantungan kunci isi 6 pcs di Chowrasta harganya RM 5...di bandara dijual Rm 35 harga pas :))
Berhubung waktu masih ada....aku jadi tertarik masuk ke toko yang menjual aneka coklat...dan akhirnya beli coklat juga deh....pilih yang beli 2 dapet gratis 1 hehehe...
Yup saatnya terbang kembali ke Jakarta dan menempuh waktu selama 2 jam 25 menit. Sesampai di Cengkareng dan mengurus dokumen di imigrasi...alamak antriannya panjang beneeerrrrr....belum pernah ngeliat antrian di imigrasi bandara sepanjang itu. Padahal perut dah merintih sedih...tapi kan tetap harus antri dong...jangan kayak ibu2 yang mau nyela antriannya dibelakangku persis dan akhirnya dia kena damprat cewek yang mau disela antriannya....yah apa2 memang harus disiplin biar gak bikin susah diri sendiri dan orang lain.
Urusan dokumen selesai dan langsung ngabur ke KFC.....wuih rasanya begitu bahagia melihat ayam-ayam goreng disini huehehehe....setelah sekian lama antri :D
Urusan makan beres langsung deh ke lobby untuk mencari bus damri....aku yang ke arah Blok M dan Olin & Dhisti ke arah Rawamangun. Hoahemmmm ngantuk euy dan lelah juga....tapi lumayanlah menambah penngalaman travelling. Kalau buatku pribadi setelah travelling ke luar negeri semakin membuatku cinta dengan Indonesia :)
Next destination?????
Tampilkan postingan dengan label Penang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penang. Tampilkan semua postingan
Oktober 19, 2010
Penang - Day 2
Minggu, 10 October 2010
Hari kedua di Penang kami merencanakan untuk pergi ke daerah Air Itam unuk melihat Kek Lok Si Temple. Perjalanan dari George Town ke Air Itam kurang lebih memakan waktu 30 menit dengan naik Rapid Penang, biayanya RM 2 untuk sekali jalan.
Untuk menuju Kek Lok Si Temple harus melalui anak tangga yang jumlahnya ratusan anak tangga (lumayan membakar kalori nih). Di sepanjang lorong menuju Temple banyak yang menjual aneka souvenir...harganya disini juga lumayan murah kok dan masih bisa ditawar.
Dan ternyata pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke Kek Lok Si Temple, jadi hanya bisa melihat dari bawah. Trus disamping Temple ada patung Dewi Kwan Im yang super gede...nah untuk bisa naik memasuki areal patung Dewi Kwan Im ini pengunjung bisa menggunakan lift khusus dengan biaya RM 4/orang. Patung Dewi Kwan Im - nya masih dalam proses pemugaran. Dari tempat ini kota dibawahnya terlihat dengan jelas.
Puas di area ini kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Penang Hill (Bukit Bendera)...yah walaupun udah baca informasi dari internet kalai Penang Hill masih dalam masa renovasi dan baru dibuka kembali awal tahun depan....tapi tetap aja kami memutuskan untuk kesana. Kami naik Rapid Penang lagi....nah disini kami menemui pengalaman yang menyebalkan. Air Itam - Penang Hill itu sebenarnya berdekatan lokasinya, makanya waktu naik Rapiod Penang tidak ada tarif....tapi sama supirnya yang kurang ajar itu...kenapa aku sebut kurang ajar? karena dia bilang gini,"dari Indon ya?" sambil senyum2 kurang ajar trus ngegodain...DAMN!!!!
Apa susahnya ngomong INDONESIA....emang dia mau disebut MALINGSIA????
Udah gitu dia minta RM 1/ orang tp masuk kantong dia sendiri dan kami tidak diberi tiket dan duitnya masuk kantong dia sendiri....jumlah yang kecil sebenarnya....tapi kelakuannya bikin aku, Olin dan Dhisti sangat muak. Hmm...dimana-mana selalu sama....ada orang baik ada orang yang menyebalkan.
Kami gak lama berada di Penang Hill karena emang gak bisa ngapa-ngapain juga. Akhirnya kami memutuskan untuk ke Batu Feringghi....tapi berhubung tidak ada bus yang langsung kesana, kami harus ke Komtar dulu....nah dari Komtar baru deh naik Rapid Penang ke Batu Feringghi. Batu Feringghi itu adalah nama pantai. Perjalanan kesana memakan waktu sekitar 45 menit. Awalnya agak bingung juga letak pantainya sebelah mana....akhirnya kami memutuskan mengikuti rombongan anak2 sekolah yang sepertinya mau ke pantai juga.
Begitu sampai di pantainya...ya ampuuuuunnnn......gak ada bagus2nya (sangat jauh kalau dibandingkan pantai-pantai di Indonesia)....airnya berwarna kecoklatan...tapi ada water sport-nya....jetski, parasailing dll. Tetap aja buatku dan teman2ku alam Indonesia is the best....gunung, pantai, danau....semua begitu indah. Sayang di beberapa tempat pengelolaannya sering terbengkelai....dan satu lagi yang bikin aku merasa sedih....orang suka buang sampah sembarangan :(
Tapi hal itu tidak mengurangi rasa kagumku dengan aneka keindahan alam di Indonesia. Aku bangga sebagai orang Indonesia :)
Oya kami sempat mengisi perut di Batu Feringghi...kami pesan Bakso (ya ada bakso juga disini lho) dan kami penasaran dengan rasanya. Setelah menunggu hampir 1 jam barulah bakso pesanan kami datang...fiuhhh padahal perut dah menjerit-jerit minta diisi. Dan datanglah bakso dengan aneka bumbu rempah2....ada kapulaga, cengkeh, jintan dll....ternyata ini bakso ala India hehehehe....
Hari semakin sore...sebelum balik ke Komtar aku sholat dulu di masjid terdekat. Lalu perjalanan lanjut lagi. Untuk makan malam lagi-lagi kami memutuskan untuk makan di Gurney tentu saja dengan menu yang berbeda dibanding malam sebelumnya. Dan sebelum makan kami ke Plaza Gurney dulu...Dhisti mo beli sandal Vinnci untuk Mama-nya. Ternyata aku juga tergoda untuk beli hehehe....satu sandal pesta terbeli sudah....turun ke lantai dasar eh lagi ada sale hush puppies....wadaw jadi ijo deh mataku....dan akhirnya aku beli juga sepatu kerja dan sandal jalan...waaakkkkkksssss....napa jadi aku yang belanja banyak!!!!
Sementara untuk makan malam kami malam itu kami mencoba berbagai menu. Makanan yang kami pilih antara lain Pasembur (aneka gorengan seperti cumi2, ayam, tahu, rajungan dll) yang dipotong-potong trus dikasih serutan sayur seperti ketimun diatasnya trus disiram bumbu kacang seperti bumbu rujak kalau di Indonesia, dan disana bumbu itu disebut rojak....rasanya...emmm yummy....
Trus Dhisti beli Laksa Air Itam....rasanya seperti rasa tom yam...asam-asam pedas dan ada daun ketumbarnya. Trus aku beli Satay...aku milih satay sapi, satay kambing dan satay ayam (satay rusanya lagi kosong)....rasanya yummyyyyyy lho.
Hmm hari dah semakin malam, perut dah kenyang, mata dah ngantuk....kami memutuskan untuk kembali ke George Town. Walaupun sempat turun di Komtar karena Dhisti pengen beli sandal vinnci untuk dia sendiri....dan ternyata begitu kami masuk tokonya dan sedang liat2 eh si pramuniaganya nutup rolling door toko itu hahahaha...... Keluarlah kami dan Dhisti gak sempet beli apa2 :D
Nah waktu mau balik ke George Town itu agak bingung mo naik busnya dari sebelah mana, sampai akhirnya kami harus jalan lumayan jauh untuk mencari bus yang arah George Town. Dan akhirnya dapat bus juga yang lewat Lebuh Chulia...fiuhhhh....
Sampai kamar kami langsung packing karena besok siangnya kami harus kembali ke Jakarta...mandi, sholat, ngobrol2 bentar trus langsung terlelap tanpa mimpi apa2 saking capeknya....zzzzzzzzzzzzzzzz................
Hari kedua di Penang kami merencanakan untuk pergi ke daerah Air Itam unuk melihat Kek Lok Si Temple. Perjalanan dari George Town ke Air Itam kurang lebih memakan waktu 30 menit dengan naik Rapid Penang, biayanya RM 2 untuk sekali jalan.
Untuk menuju Kek Lok Si Temple harus melalui anak tangga yang jumlahnya ratusan anak tangga (lumayan membakar kalori nih). Di sepanjang lorong menuju Temple banyak yang menjual aneka souvenir...harganya disini juga lumayan murah kok dan masih bisa ditawar.
Dan ternyata pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke Kek Lok Si Temple, jadi hanya bisa melihat dari bawah. Trus disamping Temple ada patung Dewi Kwan Im yang super gede...nah untuk bisa naik memasuki areal patung Dewi Kwan Im ini pengunjung bisa menggunakan lift khusus dengan biaya RM 4/orang. Patung Dewi Kwan Im - nya masih dalam proses pemugaran. Dari tempat ini kota dibawahnya terlihat dengan jelas.
Puas di area ini kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Penang Hill (Bukit Bendera)...yah walaupun udah baca informasi dari internet kalai Penang Hill masih dalam masa renovasi dan baru dibuka kembali awal tahun depan....tapi tetap aja kami memutuskan untuk kesana. Kami naik Rapid Penang lagi....nah disini kami menemui pengalaman yang menyebalkan. Air Itam - Penang Hill itu sebenarnya berdekatan lokasinya, makanya waktu naik Rapiod Penang tidak ada tarif....tapi sama supirnya yang kurang ajar itu...kenapa aku sebut kurang ajar? karena dia bilang gini,"dari Indon ya?" sambil senyum2 kurang ajar trus ngegodain...DAMN!!!!Apa susahnya ngomong INDONESIA....emang dia mau disebut MALINGSIA????
Udah gitu dia minta RM 1/ orang tp masuk kantong dia sendiri dan kami tidak diberi tiket dan duitnya masuk kantong dia sendiri....jumlah yang kecil sebenarnya....tapi kelakuannya bikin aku, Olin dan Dhisti sangat muak. Hmm...dimana-mana selalu sama....ada orang baik ada orang yang menyebalkan.
Kami gak lama berada di Penang Hill karena emang gak bisa ngapa-ngapain juga. Akhirnya kami memutuskan untuk ke Batu Feringghi....tapi berhubung tidak ada bus yang langsung kesana, kami harus ke Komtar dulu....nah dari Komtar baru deh naik Rapid Penang ke Batu Feringghi. Batu Feringghi itu adalah nama pantai. Perjalanan kesana memakan waktu sekitar 45 menit. Awalnya agak bingung juga letak pantainya sebelah mana....akhirnya kami memutuskan mengikuti rombongan anak2 sekolah yang sepertinya mau ke pantai juga.
Begitu sampai di pantainya...ya ampuuuuunnnn......gak ada bagus2nya (sangat jauh kalau dibandingkan pantai-pantai di Indonesia)....airnya berwarna kecoklatan...tapi ada water sport-nya....jetski, parasailing dll. Tetap aja buatku dan teman2ku alam Indonesia is the best....gunung, pantai, danau....semua begitu indah. Sayang di beberapa tempat pengelolaannya sering terbengkelai....dan satu lagi yang bikin aku merasa sedih....orang suka buang sampah sembarangan :(
Tapi hal itu tidak mengurangi rasa kagumku dengan aneka keindahan alam di Indonesia. Aku bangga sebagai orang Indonesia :)
Oya kami sempat mengisi perut di Batu Feringghi...kami pesan Bakso (ya ada bakso juga disini lho) dan kami penasaran dengan rasanya. Setelah menunggu hampir 1 jam barulah bakso pesanan kami datang...fiuhhh padahal perut dah menjerit-jerit minta diisi. Dan datanglah bakso dengan aneka bumbu rempah2....ada kapulaga, cengkeh, jintan dll....ternyata ini bakso ala India hehehehe....Hari semakin sore...sebelum balik ke Komtar aku sholat dulu di masjid terdekat. Lalu perjalanan lanjut lagi. Untuk makan malam lagi-lagi kami memutuskan untuk makan di Gurney tentu saja dengan menu yang berbeda dibanding malam sebelumnya. Dan sebelum makan kami ke Plaza Gurney dulu...Dhisti mo beli sandal Vinnci untuk Mama-nya. Ternyata aku juga tergoda untuk beli hehehe....satu sandal pesta terbeli sudah....turun ke lantai dasar eh lagi ada sale hush puppies....wadaw jadi ijo deh mataku....dan akhirnya aku beli juga sepatu kerja dan sandal jalan...waaakkkkkksssss....napa jadi aku yang belanja banyak!!!!
Sementara untuk makan malam kami malam itu kami mencoba berbagai menu. Makanan yang kami pilih antara lain Pasembur (aneka gorengan seperti cumi2, ayam, tahu, rajungan dll) yang dipotong-potong trus dikasih serutan sayur seperti ketimun diatasnya trus disiram bumbu kacang seperti bumbu rujak kalau di Indonesia, dan disana bumbu itu disebut rojak....rasanya...emmm yummy....
Trus Dhisti beli Laksa Air Itam....rasanya seperti rasa tom yam...asam-asam pedas dan ada daun ketumbarnya. Trus aku beli Satay...aku milih satay sapi, satay kambing dan satay ayam (satay rusanya lagi kosong)....rasanya yummyyyyyy lho.Hmm hari dah semakin malam, perut dah kenyang, mata dah ngantuk....kami memutuskan untuk kembali ke George Town. Walaupun sempat turun di Komtar karena Dhisti pengen beli sandal vinnci untuk dia sendiri....dan ternyata begitu kami masuk tokonya dan sedang liat2 eh si pramuniaganya nutup rolling door toko itu hahahaha...... Keluarlah kami dan Dhisti gak sempet beli apa2 :D
Nah waktu mau balik ke George Town itu agak bingung mo naik busnya dari sebelah mana, sampai akhirnya kami harus jalan lumayan jauh untuk mencari bus yang arah George Town. Dan akhirnya dapat bus juga yang lewat Lebuh Chulia...fiuhhhh....
Sampai kamar kami langsung packing karena besok siangnya kami harus kembali ke Jakarta...mandi, sholat, ngobrol2 bentar trus langsung terlelap tanpa mimpi apa2 saking capeknya....zzzzzzzzzzzzzzzz................
Oktober 12, 2010
Penang - Day 1
Sabtu, 9 October 2010
Pagi2 buta aku dah berangkat ke Bandara untuk mengejar pesawat...jadwal take off jam 06.00 WIB menuju Penang (baca: Pineng). Aku pergi bareng ma Olin & Dhisti. Perjalanan Jakarta - Penang ditempuh selama 2 jam 25 menit, waktu di Pinang beda 1 jam lebih cepat.
Begitu landing di Bandara Bayan Lepas di Penang...kami mencari pemberhentian Bus yang menuju ke George Town, karena kami memang udah memesan penginapan di daerah tersebut. Bandara Penang ke George Town bisa ditempuh dengan menggunakan Bus (Rapid Penang) arah Jetty atau Taksi. Tarif Rapid Penang Bandara - George Town adalah RM 2.7 (tarif turis karena untuk penduduk lokal setengahnya), sedangkan taksi biayanya bisa RM 40 (tawar menawar).
Berhubung kami buta daerah Penang dan supir bus-nya entah karena keasyikan ngobrol ma penumpang disebelahnya atau pura2 lupa, lupa menurunkan kami di daerah Lebuh Chulia dan membawa kami sampai ke Jetty....hiks...karena bingung akhirnya kami memutuskan jalan kaki untuk ke penginapan....ternyata lumayan jauh euy. Kami mampir dulu di Restoran Kassim Mustafa untuk makan siang...kami memilih nasi kandar karena kata pemiliknya itu yang paling laris, ternyata nasi kandar itu ya nasi putih ma ayam yang dimasak kayak gulai gitu...tapi tentu saja dengan aneka rempah yang banyak. Selesai makan kami melanjutkan berjalan ke arah penginapan berbekal peta yang kami ambil dari bandara (petanya sangat membantu untuk turis karena petunjuknya lumayan jelas).
Akhirnya setelah berjalan sekian menit sampailah kami di Old Penang Guesthouse, penginapan yang kami sewa dengan biaya RM 75/malam/3 orang. Guesthouse ini bersih sekali, kamar mandi di luar kamar, kamar AC dengan 1 bed besar dan 1 bed kecil...kebetulan kamar kami di lantai 2...lantainya terbuat dari kayu....nyaman dan tenang :)
Setelah istirahat dan sholat...kami memutuskan untuk mulai jalan-jalan...berbekal petunjuk dari peta yang kami dapat di bandara, dan lagi-lagi kami memutuskan jalan kaki. Gak terasa sampailah kami di Pasar Chowrasta (bisa membeli souvenir di tempat ini dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan kalau beli di bandara. Note: tawarlah souvenir sebelum membeli dan bandingkan harganya di beberapa penjual dulu). Gantungan kunci bisa dibeli dengan harga RM 6 (isi 6 pcs)...walaupun pas aku beli dapet harganya RM 10...hiks, magnet kulkas RM 2.7. Di pasar ini juga dijual aneka makanan seperti aneka manisa buah dan sejenis bakpia yang isinya kacang hijau. Puas berbelanja...kami pulang ke penginapan...lagi2 dengan berjalan kaki :D
Istirahat sebentar kami memutuskan untuk melanjutkan mengeksplorasi George Town. Mendatangi tempat2 yang disebutkan di peta. Kebanyakan sih temple...ada juga masjid...musium. Sebenarnya bangunan itu biasa2 aja (menurut kami ya), jauh lebih menarik Kota Tua Jakarta...hanya saja kalau di Penang semuanya tertata rapi, lingkungan sekitarnya bersih, petunjuk petanya jelas, promosinya gencar (hayoo orang2 yg punya wewenang di bidang pariwisata...promosiin Indonesia dengan baik dong, bikin peta wisata yang bagus, taruh di tempat2 yang terjangkau oleh turis). Membayangkan kapan ya kawasan Kota Tua Jakarta ditata lebih rapi dan kali yang ada di depan Gedung Merah dikeruk dan dibersihkan....airnya jernih dan tanpa sampah...hmmm....
Oya satu lagi, transportasi umum di Penang sangat nyaman:
Setelah puas berbelanja kami memutuskan untuk kembali ke penginapan. Pengen tidur rasanya...tapi kok sayang waktunya hehehe... Aku memutuskan untuk mandi biar segar. rus lanjut lagi mengelilingi kawasan George Town sesuai petunjuk yang ada di peta. Ternyata bangunan2 yang ada biasa2 aja kok, menurutku jauh lebih menarik yang ada di Kota Tua Jakarta....cuma mereka pintar mengemasnya....jalanan yang bersih, transportasi yang nyaman, petunjuk untuk uris yang jelas, dan ada brosur2 wisata yang lengkap dengan foto2 yang menarik (padahal aslinya biasa aja hehehe....)
Wuih kaki ini rasanya udah berat untuk digerakkan....capeeeekkkkkkk.....maklum mengelilingi George Town dengan berjalan kaki :D. Akhirnya kami memutuskan untuk ke Jetty (pelabuhan), dari sana bisa menyeberang dengan menggunakan Ferry.....tapi akhirnya kami membatalkan rencana tersebut. Nah berhubung perut dah protes minta diisi...perjalanan lanjut ke Gurney untuk berwisata kuliner. Kami menaiki Rapid Penang lagi...dan ternyata Gurney cukup jauh dari Jetty. Nyampe di Plaza Gurney....lumayan besar tapi pengunjungnya tidak seramai plaza2 di Jakarta....dan untuk masuk ke pusat perbelanjaan tersebut tidak ada pemeriksaan tas pengunjung seperti lazimnya di kota-kota besar di Indonesia...mungkin karena disana belum pernah ada ancaman bom kali ya...mungkin....
Nah di belakang Plaza Gurney ini udah terbentang pantai...tapi pantainya biasa aja. Trus ada tempat berwisata kuliner yang terbagi dalam 2 bagian yaitu bagian Chinese Food dan bagian Melayu. Kata Ibu2 (asli orang Penang) yang duduk disebelah Dhisti di pesawat...kalau di Penang ini masakan Chinese Food itu tidak ada yang halal, selalu ada unsur babi-nya...entah dagingnya entah minyaknya. Untuk amannya kami memutuskan makan di bagian Melayu Food.
Kami memutuskan untuk pesan ikan bakar, kerang rebus dan sotong kangkung....rasanya...jauuuuhhhh lebih enak seafood yang aku makan di Indonesia. Tapi mungkin buat orang sana enakan makanan mereka kali ya hehehehe....
Perut kenyang...malam semakin larut....jadi selagi Rapid Penang masih beroperasi kami memutuskan untuk kembali ke penginapan di Old Penang Guesthouse. Wuihhhh capek dan ngantuuukkkkk.....rebahan bentar trus mandi, sholat dan tidur dehhhhh....zzzzzzzzzzzz......
Pagi2 buta aku dah berangkat ke Bandara untuk mengejar pesawat...jadwal take off jam 06.00 WIB menuju Penang (baca: Pineng). Aku pergi bareng ma Olin & Dhisti. Perjalanan Jakarta - Penang ditempuh selama 2 jam 25 menit, waktu di Pinang beda 1 jam lebih cepat.
Begitu landing di Bandara Bayan Lepas di Penang...kami mencari pemberhentian Bus yang menuju ke George Town, karena kami memang udah memesan penginapan di daerah tersebut. Bandara Penang ke George Town bisa ditempuh dengan menggunakan Bus (Rapid Penang) arah Jetty atau Taksi. Tarif Rapid Penang Bandara - George Town adalah RM 2.7 (tarif turis karena untuk penduduk lokal setengahnya), sedangkan taksi biayanya bisa RM 40 (tawar menawar).
Berhubung kami buta daerah Penang dan supir bus-nya entah karena keasyikan ngobrol ma penumpang disebelahnya atau pura2 lupa, lupa menurunkan kami di daerah Lebuh Chulia dan membawa kami sampai ke Jetty....hiks...karena bingung akhirnya kami memutuskan jalan kaki untuk ke penginapan....ternyata lumayan jauh euy. Kami mampir dulu di Restoran Kassim Mustafa untuk makan siang...kami memilih nasi kandar karena kata pemiliknya itu yang paling laris, ternyata nasi kandar itu ya nasi putih ma ayam yang dimasak kayak gulai gitu...tapi tentu saja dengan aneka rempah yang banyak. Selesai makan kami melanjutkan berjalan ke arah penginapan berbekal peta yang kami ambil dari bandara (petanya sangat membantu untuk turis karena petunjuknya lumayan jelas).
Akhirnya setelah berjalan sekian menit sampailah kami di Old Penang Guesthouse, penginapan yang kami sewa dengan biaya RM 75/malam/3 orang. Guesthouse ini bersih sekali, kamar mandi di luar kamar, kamar AC dengan 1 bed besar dan 1 bed kecil...kebetulan kamar kami di lantai 2...lantainya terbuat dari kayu....nyaman dan tenang :)
Setelah istirahat dan sholat...kami memutuskan untuk mulai jalan-jalan...berbekal petunjuk dari peta yang kami dapat di bandara, dan lagi-lagi kami memutuskan jalan kaki. Gak terasa sampailah kami di Pasar Chowrasta (bisa membeli souvenir di tempat ini dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan kalau beli di bandara. Note: tawarlah souvenir sebelum membeli dan bandingkan harganya di beberapa penjual dulu). Gantungan kunci bisa dibeli dengan harga RM 6 (isi 6 pcs)...walaupun pas aku beli dapet harganya RM 10...hiks, magnet kulkas RM 2.7. Di pasar ini juga dijual aneka makanan seperti aneka manisa buah dan sejenis bakpia yang isinya kacang hijau. Puas berbelanja...kami pulang ke penginapan...lagi2 dengan berjalan kaki :D
Istirahat sebentar kami memutuskan untuk melanjutkan mengeksplorasi George Town. Mendatangi tempat2 yang disebutkan di peta. Kebanyakan sih temple...ada juga masjid...musium. Sebenarnya bangunan itu biasa2 aja (menurut kami ya), jauh lebih menarik Kota Tua Jakarta...hanya saja kalau di Penang semuanya tertata rapi, lingkungan sekitarnya bersih, petunjuk petanya jelas, promosinya gencar (hayoo orang2 yg punya wewenang di bidang pariwisata...promosiin Indonesia dengan baik dong, bikin peta wisata yang bagus, taruh di tempat2 yang terjangkau oleh turis). Membayangkan kapan ya kawasan Kota Tua Jakarta ditata lebih rapi dan kali yang ada di depan Gedung Merah dikeruk dan dibersihkan....airnya jernih dan tanpa sampah...hmmm....Oya satu lagi, transportasi umum di Penang sangat nyaman:
- Bus-nya bersih, ber-AC,
- Supir bus berpakaian rapi
- Ada tiket yang tarifnya tercetak di tiket itu (harus dibayar saat penumpang naik, dan ingat harus dibayar dengan uang pas karena tidak ada kembalian), uang langsung dimasukkan ke kotak yang sudah disediakan,
- Ada bel disamping masing2 kursi penumpang, jadi kalau penumpang mau turun tinggal pencet bel-nya aja,
- Penumpang naik dan turun bus dari halte bukan di sembarang tempat,
- Jumlah bus sangat mencukupi untuk penduduk Penang yang tidak terlalu banyak sehingga penumpang bus merasa nyaman dan aman di kendaraan,
- Ada bus gratis untuk penduduk lokal ataupun turis asing, Bus gratis bagian depannya ada tulisan MPP dan FreeCAT...hanya saja bus gratis ini tidak semua rute dilalui.
Setelah puas berbelanja kami memutuskan untuk kembali ke penginapan. Pengen tidur rasanya...tapi kok sayang waktunya hehehe... Aku memutuskan untuk mandi biar segar. rus lanjut lagi mengelilingi kawasan George Town sesuai petunjuk yang ada di peta. Ternyata bangunan2 yang ada biasa2 aja kok, menurutku jauh lebih menarik yang ada di Kota Tua Jakarta....cuma mereka pintar mengemasnya....jalanan yang bersih, transportasi yang nyaman, petunjuk untuk uris yang jelas, dan ada brosur2 wisata yang lengkap dengan foto2 yang menarik (padahal aslinya biasa aja hehehe....)
Wuih kaki ini rasanya udah berat untuk digerakkan....capeeeekkkkkkk.....maklum mengelilingi George Town dengan berjalan kaki :D. Akhirnya kami memutuskan untuk ke Jetty (pelabuhan), dari sana bisa menyeberang dengan menggunakan Ferry.....tapi akhirnya kami membatalkan rencana tersebut. Nah berhubung perut dah protes minta diisi...perjalanan lanjut ke Gurney untuk berwisata kuliner. Kami menaiki Rapid Penang lagi...dan ternyata Gurney cukup jauh dari Jetty. Nyampe di Plaza Gurney....lumayan besar tapi pengunjungnya tidak seramai plaza2 di Jakarta....dan untuk masuk ke pusat perbelanjaan tersebut tidak ada pemeriksaan tas pengunjung seperti lazimnya di kota-kota besar di Indonesia...mungkin karena disana belum pernah ada ancaman bom kali ya...mungkin....Nah di belakang Plaza Gurney ini udah terbentang pantai...tapi pantainya biasa aja. Trus ada tempat berwisata kuliner yang terbagi dalam 2 bagian yaitu bagian Chinese Food dan bagian Melayu. Kata Ibu2 (asli orang Penang) yang duduk disebelah Dhisti di pesawat...kalau di Penang ini masakan Chinese Food itu tidak ada yang halal, selalu ada unsur babi-nya...entah dagingnya entah minyaknya. Untuk amannya kami memutuskan makan di bagian Melayu Food.
Kami memutuskan untuk pesan ikan bakar, kerang rebus dan sotong kangkung....rasanya...jauuuuhhhh lebih enak seafood yang aku makan di Indonesia. Tapi mungkin buat orang sana enakan makanan mereka kali ya hehehehe....Perut kenyang...malam semakin larut....jadi selagi Rapid Penang masih beroperasi kami memutuskan untuk kembali ke penginapan di Old Penang Guesthouse. Wuihhhh capek dan ngantuuukkkkk.....rebahan bentar trus mandi, sholat dan tidur dehhhhh....zzzzzzzzzzzz......
Langganan:
Postingan (Atom)
