Beberapa bulan yang lalu saat berada di Blitar aku dan saudara-saudaraku pergi ke pantai-pantai di Blitar Selatan antara lain ke Pantai Tambakrejo dan Pantai Pasir Putih atau Pantai Gondo Mayit. Blitar itu diapit gunung dan lautan, bagian utara ada gunung antara lain Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Blitar dan Kediri dan Gunung Kawi yang terletak di perbatasan Blitar dan Malang. Wisata alam lainnya masih banyak, ada bendungan, gua, perkebunan dan lain-lain.
Perjalanan ke pantai lumayan lama juga, setelah 2 jam kami sampai di Pantai Tambakrejo yang selalu ramai dengan pengunjung. Pantai Tambakrejo ini adalah Pantai Laut Selatan jadi ombaknya lumayan ganas apalagi saat cuaca tidak bersahabat...sebaiknya pengunjung pantai yang berniat berenang harus sangat hati-hati, jangan mengabaikan batas aman yang sudah ditentukan oleh petugas yang berwenang dan apabila mendapat perintah segera menjauh dari laut sebaiknya segera dilakukan karena sambaran ombak bisa datang sewaktu-waktu.
Di Pantai Tambakrejo ini banyak warung-warung makan yang menyediakan aneka hidangan yang terbuat dari seafood, tapi hidangan dari bahan lain juga ada kok. Apabila ingin menikmati suasana pantai dan laut dari atas kita bisa menaiki bukit yang berada di pinggir Pantai Tambakrejo. Perjuangan menaiki bukit lumayan bikin terengah-engah hahaha...apalagi kalau jalanan licin sehabis hujan, untuk naik dan turun bukit butuh perjuangan biar nggak kepeleset.
Beberapa kali aku ke Pantai Tambakrejo ini selalu ramai pengunjung, jadi agak sulit mengambil foto pemandangan pantai dan laut yang terbebas dari pengunjung. Tetapi kalau tertarik mengambil foto tingkah laku pengunjung pantai menarik juga kok...tinggal pilih aja mau foto anak-anak kecil yang kejar-kejaran, anak dan orang tuanya yang bermain pasir atau sepasang kekasih yang berbasah-basahan di pantai hahaha...
Puas menikmati Pantai Tambakrejo kami pindah ke Pantai Pasir Putih/Pantai Gondo Mayit yang merupakan sambungan dari Pantai Tambakrejo. Kalau pakai mobil harus sedikit memutar agak jauh untuk mencapai Pantai Pasir Putih ini. Aku lebih suka Pantai Pasir Putih daripada Pantai Tambakrejo karena pengunjungnya jauh lebih sedikit, pasirnya lebih putih dan lebih bersih. Tetapi tetap harus berhati-hati dengan gulungan ombak yang bisa datang sewaktu-waktu. Aku sih biarpun sangat suka laut tapi tidak berminat untuk berenang di laut selatan, lebih baik menikmati keindahan pantai dan laut dari pinggir aja sambil berfoto-foto cantik hehehe...
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Februari 10, 2017
November 07, 2013
Batu Night Spectaculer & Jatim Park II
Perjalanan kami lanjut ke Batu Malang, sebelumnya kami mampir untuk makan siang di Purwodadi sekalian aku Sholat di mushola Rumah Makan Mbak Sri. Aku makan rawon empal jadi kuahnya rawon tapi dagingnya berwujud empal gitu, rasanya lumayan enak dan porsinya ternyata terlalu besar buatku jadi gak abis deh. Abis makan kami mampir lagi di Repoeblik Telo...itu lho toko yang menjuual segala macam olahan dari telo/ ubi jalar ungu. Aku beli beberapa macam makanan untuk oleh-oleh Ibu di rumah dan aku juga beli ice cream telo...enak lho rasanya, yang jelas masih rasa telo ungu :)
Puas belanja oleh-oleh perjalanan lanjut lagi ke Batu Malang. Kami menginap di home stay Akbar kepunyaan H. Sugianto. Sebelumnya Ci Elfi udah telpon kesana dulu, karena kalau lagi musim libur biasanya udah full. Home stay ini benar-benar bentuk rumah, dengan 3 kamar tidur, ada dapur, kamar mandi, ruang makan, ruang tamu dan teras. Jadi serasa di rumah sendiri hehehe...nyaman dan murah lho...hanya Rp 500.000/rumah. Trus sorenya kami bisa jajan bakso dorong yang lewat. malamnya kami pergi ke Batu Night Spectaculer cukup hanya dengan berjalan kaki karena jaraknya hanya 300 meter dari home stay Akbar.
Masuk BNS bayar Rp 20.000/orang. Didalamnya ada aneka permainan tapi harus bayar lagi. aku sempat nyobain naik sepeda udara dan masuk ke Istana Lampion. Nah di Istana Lampion ini ada banyak lampion yang beraneka ragam bentuknya, puas deh kalau mau foto-foto disini. Puas di Istana Lampion kami menuju ke food court, saat tengah menikmati makan malam ada pertunjukan laser dan tarian. Selesai makan kami menuju ke home stay untuk segera istirahat.
Namanya menginap di home stay jadi jangan berharap mendapatkan makan pagi gratis, tapi kami mendapatkan susu sapi yang masih segar dan hangat dari pemilik home stay. Begitu jam 09.00 kami berangkat ke Jatim Park II. Tiket weekday Rp 65.000/orang, ada juga yang sepaket dengan tiket Jatim Park I tapi aku lupa berapa. Kalau Jatim Park II ini merupakan kebun binatang dan ada beberapa permainan seperti di Dufan hanya versi yang lebih kecil, ada juga kolam renang untuk anak-anak. Aku suka ke Jatim Park II ini menurutku sangat bersih, nyaman, informatif dan edukatif. Cocok untuk tempat berlibur anak-anak sekolah atau orang dewasa sekalipun.
Penataan kandang-kandang binatang sangat bagus dan rapi, lengkap dengan petunjuk yang jelas. Aquariumnya juga bagus, koleksi ikan-ikannya cukup beragam. Dan yang pasti binatang-binatang yang ada disana relatif jauh lebih bersih dan terpelihara dibandingkan binatang-binatang yang ada di kebun binatang yang dikelola Pemerintah. Kalau menurutku, tiket masuk ke Kebun Binatang yang dikelola Pemerintah itu terlalu murah sehingga kebersihan kandang dan hewan juga kurang terjaga. Dosa besar lho kalau kita mengurung binatang tapi tidak memeliharanya dengan baik.
Sebenarnya aku pengen banget foto dengan anak-anak macan yang lucu-lucu banget itu, tapi sayangnya gak ada sesi foto ama macan...adanya ama ular dan burung kakaktua. Kalau ular emmm nggak deh, aku jijik menyentuh kulitnya. Jadi aku foto ama burung kakatua aja. Dan baru kali ini aku lihat harimau benggala yang super narsis hahahaha...kalau biasanya kan harimau yang lain nangkring di dekat pohon atau mondar-mandir di ujung kandang, nah harimau benggala yang satu ini malah kayak fashion show di depan pengunjung yang melihatnya dari balik kaca tebal. Berlenggak lenggok di depan pengunjung tapi nggak mengaum sambil menkibas-kibaskan ekornya :D
Terakhir kami masuk ke museum binatang. Museumnya sangat megah, isinya aneka binatang yang sudah mati dan diawetkan plus penjelasan yang sangat informatif. Tempatnya juga sangat nyaman, di beberapa tempat ada tempat duduk untuk penngunjung. Saat menjelang museum tutup ada pertunjukan tentang pentingnya kita menjaga alam dan indahnya apabila semua makluk saling rukun dan harmoni.
Okay...saatnya pulang ke rumah. Sementara Ci Elfi dan keluarga temannya kembali ke Surabaya. Aku naik bus dan karena 2x ngetem yang lumayan lama akhirnya aku baru nyampe rumah jam 21.45...huaaahhhhhh capeknyaaaaa....badan serasa mau rontok. Di rumah aku hanya numpang tidur kayaknya, karena Selasa sore udah harus balik ke Jakarta naik kereta. Back to reality....
Puas belanja oleh-oleh perjalanan lanjut lagi ke Batu Malang. Kami menginap di home stay Akbar kepunyaan H. Sugianto. Sebelumnya Ci Elfi udah telpon kesana dulu, karena kalau lagi musim libur biasanya udah full. Home stay ini benar-benar bentuk rumah, dengan 3 kamar tidur, ada dapur, kamar mandi, ruang makan, ruang tamu dan teras. Jadi serasa di rumah sendiri hehehe...nyaman dan murah lho...hanya Rp 500.000/rumah. Trus sorenya kami bisa jajan bakso dorong yang lewat. malamnya kami pergi ke Batu Night Spectaculer cukup hanya dengan berjalan kaki karena jaraknya hanya 300 meter dari home stay Akbar.
Masuk BNS bayar Rp 20.000/orang. Didalamnya ada aneka permainan tapi harus bayar lagi. aku sempat nyobain naik sepeda udara dan masuk ke Istana Lampion. Nah di Istana Lampion ini ada banyak lampion yang beraneka ragam bentuknya, puas deh kalau mau foto-foto disini. Puas di Istana Lampion kami menuju ke food court, saat tengah menikmati makan malam ada pertunjukan laser dan tarian. Selesai makan kami menuju ke home stay untuk segera istirahat.
Namanya menginap di home stay jadi jangan berharap mendapatkan makan pagi gratis, tapi kami mendapatkan susu sapi yang masih segar dan hangat dari pemilik home stay. Begitu jam 09.00 kami berangkat ke Jatim Park II. Tiket weekday Rp 65.000/orang, ada juga yang sepaket dengan tiket Jatim Park I tapi aku lupa berapa. Kalau Jatim Park II ini merupakan kebun binatang dan ada beberapa permainan seperti di Dufan hanya versi yang lebih kecil, ada juga kolam renang untuk anak-anak. Aku suka ke Jatim Park II ini menurutku sangat bersih, nyaman, informatif dan edukatif. Cocok untuk tempat berlibur anak-anak sekolah atau orang dewasa sekalipun.
Penataan kandang-kandang binatang sangat bagus dan rapi, lengkap dengan petunjuk yang jelas. Aquariumnya juga bagus, koleksi ikan-ikannya cukup beragam. Dan yang pasti binatang-binatang yang ada disana relatif jauh lebih bersih dan terpelihara dibandingkan binatang-binatang yang ada di kebun binatang yang dikelola Pemerintah. Kalau menurutku, tiket masuk ke Kebun Binatang yang dikelola Pemerintah itu terlalu murah sehingga kebersihan kandang dan hewan juga kurang terjaga. Dosa besar lho kalau kita mengurung binatang tapi tidak memeliharanya dengan baik.
Sebenarnya aku pengen banget foto dengan anak-anak macan yang lucu-lucu banget itu, tapi sayangnya gak ada sesi foto ama macan...adanya ama ular dan burung kakaktua. Kalau ular emmm nggak deh, aku jijik menyentuh kulitnya. Jadi aku foto ama burung kakatua aja. Dan baru kali ini aku lihat harimau benggala yang super narsis hahahaha...kalau biasanya kan harimau yang lain nangkring di dekat pohon atau mondar-mandir di ujung kandang, nah harimau benggala yang satu ini malah kayak fashion show di depan pengunjung yang melihatnya dari balik kaca tebal. Berlenggak lenggok di depan pengunjung tapi nggak mengaum sambil menkibas-kibaskan ekornya :D
Terakhir kami masuk ke museum binatang. Museumnya sangat megah, isinya aneka binatang yang sudah mati dan diawetkan plus penjelasan yang sangat informatif. Tempatnya juga sangat nyaman, di beberapa tempat ada tempat duduk untuk penngunjung. Saat menjelang museum tutup ada pertunjukan tentang pentingnya kita menjaga alam dan indahnya apabila semua makluk saling rukun dan harmoni.
Okay...saatnya pulang ke rumah. Sementara Ci Elfi dan keluarga temannya kembali ke Surabaya. Aku naik bus dan karena 2x ngetem yang lumayan lama akhirnya aku baru nyampe rumah jam 21.45...huaaahhhhhh capeknyaaaaa....badan serasa mau rontok. Di rumah aku hanya numpang tidur kayaknya, karena Selasa sore udah harus balik ke Jakarta naik kereta. Back to reality....
Gunung Bromo
Weekend minggu lalu aku refreshing ke Gunung Bromo. Aku dan Ci Elfi berangkat melalui Surabaya, kebetulan dapet tiket promo buy 1 get 1 dari Tiger Mandala...lumayan :D. Tadinya jadwal pesawatku jam 10.30 trus digeser ke jadwal yang lebih pagi jam 05.30...gak apa-apa jadinya nyampe Surabaya bisa lebih pagi. Begitu mendarat di Surabaya kami sudah dijemput oleh temannya Ci Elfi bersama dengan keluarganya, jadi totalnya kami ber-7. Langsung meluncur ke Pasuruan, dengan tujuan Desa Tosari. Kami menginap di home stay Rizky, biayanya Rp 300.000/kamar/malam, lumayanlah...cukup bersih dan ada air panas walaupun air panasnya gak lancar2 amat. Oya kalau mau cari makan di daerah sana gampang kok dan yang jual kebanyakan muslim jadi jangan khawatir dengan soal kehalalannya, atau kalau mau lebih yakin tanya aja langsung ke penjualnya.
Karena kami nyampe ke Tosari masih pagi sekitar jam 10.00 jadi kami sempat jalan-jalan sebentar, kami mampir ke Bromo Cottages. Kalau mau menginap disini harus merogoh kocek agak dalam hehehe...karena biaya permalamnya untuk kamar 1,3jt sementara untuk cottage yang bisa muat 8 orang biayanya Rp 3,3 jt. Kalau buat aku pribadi sih mending menginap di home stay aja...ngiriiiitttt. Toh cuman numpang tidur bentar...beda kalau honeymoon pesan hotel yang mahal bolehlah :D.
Malam itu setelah minum obat batuk (karena emang lagi batuk lumayan parah) aku langsung tidur dengan pulasnya, padahal halaman home stay dijadikan tempat acara salah satu instansi dan ada organ tunggalnya. Tapi aku langsung terlelap dah gak denger apa-apa lagi, bangun-bangun jam 01.30. Trus nyoba tidur lagi tapi gak bisa pulas. Jam 02.30 kami sudah dibangunkan oleh pihak home stay karena harus siap-siap berangkat ke Penanjakan untuk melihat sunrise di Bromo. Sebelumnya kami dikasih kantong kresek yang sudah dilubangi bagian bawahnya dan ternyata harus dipakai sebelum memakai baju, tujuannya supaya kami tidak kedinginan selama di Penanjakan.
Kalau perlengkapanku sih udah sangat lengkap...maklum aku emang gak tahan dingin. Jadi selain pakai kantong kresek itu, pakai kaos tebal, pakai jaket super tebal, pakai celana training rangkap 2, pakai sarung tangan, pakai kupluk yang bisa nutup kuping, pakai syal dan terakhir kaos kaki dan sepatu kets. Begitu semua siap kami langsung naik ke jeep yang sudah kami sewa, oya biayanya Rp 600.000 dan bisa muat kami ber-7 plus drivernya jadi ber-8. Tidak lupa kami membawa camilan dan minuman seperlunya.
Perjalanan ke Penanjakan ternyata lumayan macet juga ya kalau lagi musim liburan. Jadi ternyata di gunung pun jalanan bisa macet lho. Jalanan penuh dengan jeep-jeep dan motor. 1 km menjelang tangga naik ke puncak Penanjakan Jeep parkir dan kami harus berjalan sendiri, akhirnya kami memutuskan untuk naik ojek motor setelah tawar menawar dikenakan biaya Rp 10.000/orang. Dan walaupun masih pagi-pagi buta...puncak Penanjakan sudah penuh dengan lautan manusia. Oya di puncak Penanjakan ada mushola, toilet, warung makan dan toko souvenir...jadi jangan khawatir kalau mau sholat, mau makan, mau pipis atau beli-beli souvenir...ada lengkap disana.
Perjuangan selanjutnya adalah aku harus berdesak-desakan untuk mencari tempat yang strategis buat mengambil gambar sunrise. Busyeeetttt penuh bangetttt....di bagian paling depan ada orang-orang India yang lagi bernarsis-narsis sehingga menghalangi moncong kameraku, akhirnya aku ngomong ke orang India itu supaya mau minggir sedikit atau merunduk karena aku mau ambil foto Gunung Bromo. Dan begitu sunrise mulai muncul aku naik ke pagar pembatas buat cari posisi yang lebih tinggi karena kalau tidak terhalang kepala-kepala pengunjung lain euy. Yesss...aku dapat foto sunrise. Lumayanlah...walaupun masih bagus sunrise waktu di Derawan dulu :)
Puas foto-foto aku turun ke bawah karena kami harus melanjutkan perjalanan ke Pasir Berbisik, Gunung Bromo dan Savana atau Bukit Teletubbies. Driver kami memacu jeepnya dengan kencang setelah terlepas dari kemacetan. Tujuan pertama adalah ke savana....indah kawan...sangat indah. Dimana-mana terlihat gunung yang hijau dengan rumput-rumput yang mulai mengguning.
Tujuan selanjutnya ke Pasir Berbisik dan ke Gunung Bromo. Kalau ini sih pasirnya udah gak berbisik lagi, pasirnya kayaknya lagi marah-marah...soalnya terbawa angin dan beterbangan kemana-mana dengan kencangnya. Harus bawa masker atau apalah yang bisa buat menutup muka. Aku sih pakai sunglasses buat melindungi mata dan syal buat masker. Kami memutuskan tidak naik ke kawah Bromo....males euy. Lagian aku lupa gak bawa sunblock...ntar semakin eksotis dong hehehe. Kalau naik kuda biayanya Rp 100.000/orang, atau bisa juga jalan kaki paling sekitar 2 km. Jadi kami hanya foto-foto aja dengan latar belakang Gunung Bromo.
Setelah puas menikmati keindahan dan terpaan angin lengkap dengan pasir, debu dan sedikit campuran kotoran kuda yang mengering di Bromo :D...kami meminta driver untuk membawa kami kembali ke Home Stay. Jadi kami bisa mandi dan packing sebelum melanjutkan perjalanan ke Batu Malang.
Karena kami nyampe ke Tosari masih pagi sekitar jam 10.00 jadi kami sempat jalan-jalan sebentar, kami mampir ke Bromo Cottages. Kalau mau menginap disini harus merogoh kocek agak dalam hehehe...karena biaya permalamnya untuk kamar 1,3jt sementara untuk cottage yang bisa muat 8 orang biayanya Rp 3,3 jt. Kalau buat aku pribadi sih mending menginap di home stay aja...ngiriiiitttt. Toh cuman numpang tidur bentar...beda kalau honeymoon pesan hotel yang mahal bolehlah :D.
Malam itu setelah minum obat batuk (karena emang lagi batuk lumayan parah) aku langsung tidur dengan pulasnya, padahal halaman home stay dijadikan tempat acara salah satu instansi dan ada organ tunggalnya. Tapi aku langsung terlelap dah gak denger apa-apa lagi, bangun-bangun jam 01.30. Trus nyoba tidur lagi tapi gak bisa pulas. Jam 02.30 kami sudah dibangunkan oleh pihak home stay karena harus siap-siap berangkat ke Penanjakan untuk melihat sunrise di Bromo. Sebelumnya kami dikasih kantong kresek yang sudah dilubangi bagian bawahnya dan ternyata harus dipakai sebelum memakai baju, tujuannya supaya kami tidak kedinginan selama di Penanjakan.
Kalau perlengkapanku sih udah sangat lengkap...maklum aku emang gak tahan dingin. Jadi selain pakai kantong kresek itu, pakai kaos tebal, pakai jaket super tebal, pakai celana training rangkap 2, pakai sarung tangan, pakai kupluk yang bisa nutup kuping, pakai syal dan terakhir kaos kaki dan sepatu kets. Begitu semua siap kami langsung naik ke jeep yang sudah kami sewa, oya biayanya Rp 600.000 dan bisa muat kami ber-7 plus drivernya jadi ber-8. Tidak lupa kami membawa camilan dan minuman seperlunya.
Perjalanan ke Penanjakan ternyata lumayan macet juga ya kalau lagi musim liburan. Jadi ternyata di gunung pun jalanan bisa macet lho. Jalanan penuh dengan jeep-jeep dan motor. 1 km menjelang tangga naik ke puncak Penanjakan Jeep parkir dan kami harus berjalan sendiri, akhirnya kami memutuskan untuk naik ojek motor setelah tawar menawar dikenakan biaya Rp 10.000/orang. Dan walaupun masih pagi-pagi buta...puncak Penanjakan sudah penuh dengan lautan manusia. Oya di puncak Penanjakan ada mushola, toilet, warung makan dan toko souvenir...jadi jangan khawatir kalau mau sholat, mau makan, mau pipis atau beli-beli souvenir...ada lengkap disana.
Perjuangan selanjutnya adalah aku harus berdesak-desakan untuk mencari tempat yang strategis buat mengambil gambar sunrise. Busyeeetttt penuh bangetttt....di bagian paling depan ada orang-orang India yang lagi bernarsis-narsis sehingga menghalangi moncong kameraku, akhirnya aku ngomong ke orang India itu supaya mau minggir sedikit atau merunduk karena aku mau ambil foto Gunung Bromo. Dan begitu sunrise mulai muncul aku naik ke pagar pembatas buat cari posisi yang lebih tinggi karena kalau tidak terhalang kepala-kepala pengunjung lain euy. Yesss...aku dapat foto sunrise. Lumayanlah...walaupun masih bagus sunrise waktu di Derawan dulu :)
Puas foto-foto aku turun ke bawah karena kami harus melanjutkan perjalanan ke Pasir Berbisik, Gunung Bromo dan Savana atau Bukit Teletubbies. Driver kami memacu jeepnya dengan kencang setelah terlepas dari kemacetan. Tujuan pertama adalah ke savana....indah kawan...sangat indah. Dimana-mana terlihat gunung yang hijau dengan rumput-rumput yang mulai mengguning.
Tujuan selanjutnya ke Pasir Berbisik dan ke Gunung Bromo. Kalau ini sih pasirnya udah gak berbisik lagi, pasirnya kayaknya lagi marah-marah...soalnya terbawa angin dan beterbangan kemana-mana dengan kencangnya. Harus bawa masker atau apalah yang bisa buat menutup muka. Aku sih pakai sunglasses buat melindungi mata dan syal buat masker. Kami memutuskan tidak naik ke kawah Bromo....males euy. Lagian aku lupa gak bawa sunblock...ntar semakin eksotis dong hehehe. Kalau naik kuda biayanya Rp 100.000/orang, atau bisa juga jalan kaki paling sekitar 2 km. Jadi kami hanya foto-foto aja dengan latar belakang Gunung Bromo.
Setelah puas menikmati keindahan dan terpaan angin lengkap dengan pasir, debu dan sedikit campuran kotoran kuda yang mengering di Bromo :D...kami meminta driver untuk membawa kami kembali ke Home Stay. Jadi kami bisa mandi dan packing sebelum melanjutkan perjalanan ke Batu Malang.
Desember 27, 2012
Pulang Kampung itu menyenangkan :)
Long weekend kemarin aku manfaatkan untuk pulang kampung...pulang kampung selalu menyenangkan buatku...walaupun harus berburu tiket yang tidak murah :D
Jum'at sore aku menuju Gambir dari kantorku bareng ama Ratih. Jum'at sore yang super duper macet karena menjelang long weekend dan Jakarta abis diguyur hujan lebat.
Taksi yang kami naiki jalan merayap...pelan-pelan...rasanya hanya maju semeter demi semeter. Jalanan mulai parah macetnya saat kami sampai di depan Monas. Ratih yang keretanya jam 16.45 wajahnya udah mulai pucat karena jalanan benar-benar nyaris tidak bergerak. Akhirnya begitu jam menunjukkan pukul 16.30 dan kami masih stag di depan Monas, aku suruh Ratih turun untuk naik ojek...kalau nggak bisa-bisa dia bakalan ketinggalan kereta. Ratih turun dengan membawa kopernya yang besaaaarrrr...kasihan euy...mana masih ujan. Dan beberapa saat kemudian dia BBM mengabarkan kalau tadi ditolongin sama Mas-Mas yang bawa motor Mio (padahal si Mas itu mau menuju Sudirman tapi dengan sukarela mau nganterin Ratih ke Gambir dan tidak mau dibayar). Makasih ya Mas siapapun nama Anda, ternyata masih ada orang baik di Jakarta ini :)
Dan terima kasih juga untuk Pak Satpam Stasiun Gambir yang sukarela menggotong koper Ratih sambil berlari-lari menuju lt. 3...terima kasih karena udah nolongin temen saya :)
Nah..gantian aku yang deg-degan takut ketinggalan kereta. Jadwal keretaku jam 17.30 dan jalanan masih aja nyaris tidak bergerak. Aku udah mau keluar taksi naik ojek...ternyata jalanan mulai bergerak dan akhirnya aku tetap naik taksi itu sampai Gambir...Alhamdulillah tidak ketinggalan kereta.... Jakarta oh Jakarta....sepertinya long weekend kali ini kamu membuat banyak orang ketinggalan kereta dan pesawat untuk mudik (2 orang sepupuku harus menerima nasib tiket pesawatnya seharga 1,1 jt/orang/sekali jalan hangus gara-gara terlambat sampai ke Bandara).
Udah di dalam kereta...mencoba menikmati perjalanan...baca buku yang sengaja aku bawa...haha hihi di telepon...sholat... trus pesan rawon di kereta (karena gak sempat beli Hokben di St. Gambir). Rawon yang rasanya sungguh aneh...seperti air putih dikasih pewarna coklat dan tidak ada rasanya hiks...kok gini banget sih makanan di kereta...apa susahnya bikin makanan yang enak biar banyak yang beli karena emang suka bukan karena terpaksa :(
Menghabiskan malam di kereta, menggigil kedinginan menjelang pagi...dan sampailah aku di kotaku...kota kelahiranku...
Setelah 14 jam duduk di kereta akhirnya sampai juga...fiuuuhhhh legaaaaa.....
![]() |
| Stasiun Kereta |
Jarak stasiun dengan rumahku hanya 1,5 km...aku memutuskan untuk naik becak...udah lama gak naik becak hehehe. Menikmati jalanan di kotaku yang bersih dan gak ada macet. Gak berapa lama sampai di rumah...ketemu Ibuku tersayang :)
Gak berapa lama tukang pijat datang....dan aku menikmati pijatannya yang begitu enak...rasanya udah sekian tahun aku gak pijat. Sakit semua badanku. Murah lho ongkos pijatnya...hanya Rp 35.000/sekali pijat selama 2,5 jam. Selanjutnya...tiduuurrrrrrrrrrrrrrrrr......
Sorenya ke rumah Bulikku mau ketemu keponakanku Kayla....tapi sekarang Kayla cengeng euy...gampang nangis...tapi tetap cantik dan lucu :)
Hari Minggu adikku datang dan giliran dia yang pijat hahaha...udah gantian aja terus aku, Ibuku, adikku...tetangga-tetanggaku :D
Selama pulang ini sengaja aku gak berwisata kuliner...mau menikmati makanan rumah aja, kangen ama masakan Ibu. Aku juga sempat bikin Lasagna...dan aku bagi-bagi ke saudara-saudaraku...tetap dengan resep yang lama dan tetap enak hehehe...
Aku ikut Ibu belanja ke pasar...ada pasar tradisional besar di dekat rumahku. Aku senang belanja di pasar tradisional, buah dan sayurnya masih segar-segar. Dan pedagangnya juga ramah-ramah...full smile. Becak hilir mudik mengangkut barang dagangan, pedagang dan pembeli. Aku juga sempat beli nasi ampok (nasi jagung dengan lauk sayur urap daun pepaya dan daun singkong, sayur pepaya muda yang dimasak pedas, ikan asih kecil-kecil plus mendol alias singkong/tempe yang dihancurkan, dibumbui pedas trus dibentuk bulatan-bulatan kecil gepeng dan kemudian digoreng...hmmm yummyyyyy....
Trus jalan-jalan ke Kali di deket rumahku...Kali yang airnya jernih dan berbatu...beda banget ama kali-kali yang ada di Jakarta, menikmati mangga hasil kebunku, menikmati bebek goreng yang enak. Selebihnya di rumah aja karena kalau siang sampai sore biasanya hujan lebat. Hmm.... nikmatnya tinggal di kampung halaman.
Sampai akhirnya hari Selasa sore aku harus balik lagi ke Jakarta...kerja lagi...
Liburan bulan depan enaknya pulang kampung lagi atau ke tempat lain ya???April 30, 2012
Sepenggal Kisah Mudik...
Bulan Maret lalu aku mudik beberapa hari karena sepupuku Brill menikah. Udah beberapa kali mudik aku menggunakan jasa kereta api...lagi agak bosen naik pesawat. Kalau naik kereta lebih nyantai gak buru-buru...pulang kantor langsung bisa naik kereta karena jarak Stasiun lumayan deket dari kantor :)
Di luar agenda pernikahan sepupuku...aku sempat juga ke tempat sepupuku yang lain...untuk menjenguk keponakan yang baru lahir. Nah di perjalanan aku melihat ternyata alam sekitar kampung halamanku begitu indah. Melewati deretan sawah yang sebagian sudah mulai menguning dengan latar belakang Gunung Kawi. Selanjutnya melewati Lahor yaitu bendungan yang dijadikan tempat wisata...dengan pemandangan yang tidak kalah indahnya.
Gunung Kawi dari Kejauhan
Lahor
Waktu di Malang aku belanja bunga potong si Splendid...beli mawar merah, mawar putih, krisan, pom-pom, baby breath dan beberapa daun potong untuk aku rangkai sebagai tambahan dekorasi di pernikahan sepupuku. Trus beli rumput untuk ditanam di halaman rumahku (untuk menggantikan rumput yang lama) dan tentu saja pupuknya. Menyenangkan belanja di Splendid ini...begitu banyak bunga indah disana :)
Sayangnya aku gak sempat ke pantai...karena setelah acara pernikahan sepupuku mata begitu terasa berattt alias ngantuk dan capek juga sih. Jadi ya agenda selanjutnya tiduuuurrrr...
Dan sorenya kembalilah aku ke Jakarta untuk mencari sesuap nasi dan segenggam berlian...halah....hehehehe....
Labels:
Agendaku,
Jalan - Jalan,
Jawa Timur,
Tempat-tempat Belanja
Langganan:
Postingan (Atom)






























