Juli 31, 2013

Buka Puasa Bersama Teman Kantor

Tadi malam aku dan teman-teman kantor mengadakan acara buka puasa bersama di Warung Tekko Golden Truly. Kenapa memilih di Golden Truly? yah karena lokasinya tidak begitu jauh dari kantor, mengingat jalanan yang semakin macet aja jadi kami memutuskan untuk mencari lokasi yang gampang dijangkau. Warung Tekko ini letaknya di lantai Semi Basement Golden Truly, di depan Giant.
Warung Tekko Golden Truly
Kali ini yang ikut buka bersama ada 32 orang, cukup banyak juga. Oya Mushola di Golden Truly ini terletak di dekat tempat parkir, ruangannya terpisah antara laki-laki dan perempuan. Musholanya sempit tapi lumayan bersih. Karena hanya bisa untuk 2 baris jadi sholatnya harus bergantian dengan yang lain.
Sebelum acara bukber disini aku sudah booking tempat dan kirim menu yang kami pilih by email, karena kalau dalam jumlah banyak biasanya kalau pesan mendadak akan sangat lama nunggu makanan keluar. Resikonya sih kalau pesan dulu itu terkadang saat makan...makanannya udah agak dingin.


Aku kemarin pesan Iga garang asem, tahu kipas dan es jeruk nipis, Sementara teman-temanku beragam pesanannya antara lain iga goreng penyet, sup iga, konro bakar madu, udang sambel petai, ayam penyet, jamur crispy penyet dll. Menurutku kalau saat ramai seperti ini rasa makanan di Tekko tingkat enaknya berkurang dibanding saat kita pesan di hari-hari biasa dan warung tekko sedang tidak begitu ramai.

Sup Iga & Iga Garang Asem
 Iga garang asem rasanya ya ada asem-asemnya karena bumbunya ada nanas dan tomat muda, kalau sup iga kata temenku enak trus aku nyicipin...menurutku lebih enak sup iga chicken story. Konro bakar madu porsinya besar sekali, aku gak tau rasanya seperti apa karena gak nyicipin. Tahu kipas rasanya biasa-biasa aja, satu porsi isi 3 tahu...aku bagi-bagi ama teman-temanku. Jamur crispy penyet rasanya enak, aku sih suka ya. Udang sambel petainya juga enak...aku sempat icip-icip pesanannya Ratih :D
Konro Bakar Madu & Iga Goreng Penyet
Jamur Crispy Penyet & Tahu Kipas
 Menyenangkan bisa buka puasa bersama teman-teman kantor. Kalau di gedung yang lama kami bisa sholat berjamaah karena ada ruang training yang luas. Sekarang pindah ke kantor pusat dan tidak ada tempat yang cukup luas untuk sholat berjamaah dan acara buka puasanya diadakan di luar kantor ya sholatnya di mushola Golden Truly dan gak bisa bareng-bareng karena musholanya sempit. 

Aneka makanan berkuah untuk berbuka puasa

Minggu lalu ada beberapa undangan berbuka puasa tapi tidak semua aku bisa datang. Ada undangan berbuka puasa dari KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) yang diadakan di Hotel Sahid, tapi aku gak datang. Temen-temenku juga kayaknya gak ada yang datang kata mereka,"Ah ntar serius acaranya." Ya pasti jauh lebih seriuslah dibandingkan kalau buka puasa hanya dengan temen2 kuliah hehehe.

Trus abis itu buka puasa bersama dalam rangka menjadi Mak Comblang...mengenalkan temen kuliahku dan temen travelingku....emm sepertinya mereka cocok. Yah siapa tau kan berlanjut sampai ke pernikahan...Aamiin. Acara buka puasanya diadakan di Chicken Story Plaza Semanggi (nyari yang paling deket ama tempat tinggalku hehehe...). Nah waktu di Chicken Story aku pesan Sup Iga. Rasanya enak lho, dagingnya empuk dan bumbunya itu berasa...pas saat dipadukan dengan ice lemon tea. Emang pada dasarnya aku suka sup iga sih, tapi jujur kok rasanya emang enak.

Sup Iga Chicken Story
  Nah pas weekend aku diajak ama temenku ke Gandaria City, temenku bersama adik dan adik iparnya. Kami berbuka puasa di Kopitiam yang ada di LG. Aku belum pernah makan di Kopitiam yang ini jadi masih agak asing dengan menunya. Makanya waktu temenku pesan Vietnamnese Beef Noodle aku ikut-ikutan. Jadi Vietnamnese Beef Noodle itu rasanya kalau menurutku...emmm...nyaris gak ada rasanya...hambar gitu deh. Mienya itu keras dan bentuknya pipih, menurutku mie-nya seperti belum mateng gitu lho jadi agak keras saat dikunyah. Trus aku tambahin kecap asin, perasan jeruk nipis dan potongan cabe rawit untuk menambah rasanya...tapi sepertinya memang kurang cocok dengan seleraku. Masakan ala Indonesia tetap nomor satu menurutku. BTW di Gandaria City ada 2 Mushola yaitu Eksekutif Mushola di Lantai UG dan Mushola Karyawan di Basement. Tapi waktu itu kami memutuskan untuk sholat di mushola karyawan aja karena pasti di eksekutif mushola penuh sesak. Dan ternyata musholanya besar lho, dipisah antara ruangan untuk laki-laki dan perempuan. Mushola karyawan di Gancit ini selain luas juga bersih dan cukup nyaman, ada penitipan sandalnya juga.

Vietnamnese Beef Noodle
Hari Minggu diajakin lagi ama temenku untuk buka puasa di Plaza Semanggi ama temenku yang lain juga. Kami buka puasa di Bakso Cak Man yang ada di lantai 3A. Antriannya alamak panjang nian, makanya aku penasaran seenak apa sih rasanya karena aku belum pernah makan disini. Bakso disini dijual per item ada bakso halus, bakso kasar, bakso goreng, mie kuning, mie putih, siomay goreng, siomay rebus, tahu dll. Waktu itu aku pesan bakso halus, bakso kasar, mie putih dan bakso goreng. Rasanya...biasa-biasa aja menurutku. Padahal dalam bayanganku kalau menggunakan kata-kata Cak pasti rasa baksonya seperti yang ada di Malang. Tapi ternyata tidak sesuai harapanku. Tapi kan kalau rasa makanan itu tergantung selera ya, menurut temenku enak menurutku biasa-biasa aja dan sebaliknya.

Bakso Cak Man
 Biarpun terkadang buka puasa bersama di luar rumah tapi Sholat Tarawih jalan terus lho, hanya bedanya gak sholat di Masjid tapi sholat sendiri di rumah. Kangen ikut Sholat Tarawih di masjid depan rumahku. Bentar lagi mudik...semoga bisa ikut Sholat Tarawih di masjid depan rumah...Aamiin.

Juli 30, 2013

Kenapa malas ke reuni?

Dalam keluarga besarku ada tradisi reuni keluarga setiap 2 tahun sekali. Keluarga besar disini tidak hanya dalam lingkup dari satu Kakek Nenek, tapi dari atasnya buyut...apa sih namanya ya? Reuni keluarga itu diadakan pindah-pindah tempat. Pernah juga diadakan di rumahku dan yang datang waktu itu sekitar 1500 orang...wow banget kan??? Udah kayak pengantenan aja. Dan dari sekian banyak orang itu aku hanya kenal sebagian kecilnya saja. Katanya sih tujuan reuni itu untuk lebih saling mengenal saudara, saudara jauh...tapi kok abis reuni aku merasa gak lebih mengenal juga ya? Paling yang akrab ya yang itu-itu aja.

Dulu sejak jaman aku kecil aku sangat malas kalau disuruh ikutan reuni, karena menurutku acara reuni itu sangat membosankan. Bayangkan aja isinya sambutan-sambutan dari orang-orang tua trus pembicaraan penuh basa basi dengan banyak senyum palsu dan ketawa yang dipaksakan. Belum lagi kalau aku harus salaman dengan Pakdhe-ku yang pejabat itu trus harus mendengarkan kisah masa kecilnya yang ceritanya sama dan aku harus mendengarkan berkali-kali sampai beliau selesai bercerita...huh sangat sangat membosankan buat Ariana kecil. Kalau boleh memilih aku lebih memilih tinggal di rumah dan main petak umpet atau karet gelang dengan teman-temanku.

Bagaimana setelah aku besar, apakah masih malas datang reuni?
Jawabannya masih sama...malas...ups. Menurutku reuni yang efektif itu reuni yang kecil aja, jangan terlalu banyak orang. Kalau terlalu banyak orang akan cenderung mengelompok ke dalam kelompok-kelompok kecil yang emang udah sering ketemu atau mempunyai hubungan darah yang lebih dekat.

Bagaimana dengan reuni sekolah, apakah aku masih malas datang?
Jawabannya ya aku malas datang. Dulu aku pernah datang ke reuni SMA...alhasil teman-teman SMA-ku tetap membentuk kelompok-kelompok kecil dengan gank SMA-nya dulu sementara aku yang gak pernah ikut gank apapun ya paling ngobrol ama temen SMA yang juga temenku sejak kecil, teman yang dari TK, SD, SMP, dan SMA satu sekolah.

Terus terang saat ini aku merasa paling cocok dengan teman kuliahku. Mungkin karena kami bertemu dan berteman saat kami sama-sama beranjak dewasa. Bisa ngobrol dengan kecepatan yang sama, dengan isi obrolan yang dimengerti oleh semuanya. Memang aku tidak akrab dengan semua teman kuliah yang jumlahnya sekitar 200 sekian orang (dari 3 jurusan) itu tapi paling nggak aku punya beberapa teman yang akrab dan menyenangkan. Dan satu hal penting buatku, teman-teman kuliahku tidak KEPO...tidak selalu ingin tahu. Aku sangat tidak suka dengan orang yang serba ingin tahu urusan orang dan sok tahu urusan orang lain.

Bukan berarti aku tidak akrab dengan teman kecilku, ada teman kecilku yang dari dulu sangat akrab denganku hanya saja dia sekarang berdomisili di Surabaya jadi kami sangat jarang ketemu secara fisik. Sementara kalau teman-teman kuliahku banyak yang berdomisili di Jakarta jadi sesekali kami masih bisa bertemu. Kalaupun ada acara kumpul-kumpul dengan teman kuliah biasanya aku mengajak beberapa orang saja. Lebih baik ketemu kecil-kecilan aja...suasana lebih menyenangkan, obrolan juga lebih nyambung, bisa bercanda tanpa takut ada yang tersinggung karena kami udah saling mengerti watak masing-masing.

Jadi kalau ada undangan-undangan reuni yang skala besar lagi hampir bisa dipastikan aku tidak akan datang. Aku memilih berkumpul dalam skala kecil aja. Oya adalagi yang aku kurang suka dengan reuni dalam skala besar, kalau ada teman atau saudara yang bergelut di partai dan reuni dijadikan sebagai ajang kampanye. Ngobrol soal politik denganku oke-oke aja tapi jangan menjadikan reuni sebagai kampanye terselubung.

Juli 29, 2013

Rezeki

Rezeki itu ada beragam bentuknya. Selama ini kebanyakan orang mengasosiasikan rezeki itu sama dengan uang. Padahal pengertian rezeki dalam Islam tidak sesempit itu. Kita diberi kesehatan itu sebuah rezeki, coba kalau sakit-sakitan terus....walaupun harta banyak bisa habis untuk berobat. Kita diberi anggota tubuh yang lengkap itu adalah rezeki yang besar. Kita bisa menghirup udara tanpa bantuan alat pernafasan itu juga sebuah rezeki. Penghasilan tinggi adalah rezeki, punya suami/istri dan anak-anak adalah rezeki dan masih banyak lagi jenis rezeki yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT kepada kita.

Idealnya bentuk rezeki menurut kita sebagai manusia adalah sehat, punya harta banyak, punya keluarga bahagia, hidup serba kecukupan, punya teman-teman dan tetangga yang baik dan hal-hal bagus lainnya. Tapi terkadang tidak semua yang kita harapkan itu akan kita dapatkan.

Misalkan begini aja, saat aku sekolah dan kuliah aku mempunyai banyak teman yang tentu saja memiliki latar belakang yang berbeda-beda...ada yang anaknya pejabat, anak kyai, anak guru, anak pedagang, anak petani dan lain sebagainya. Tetapi saat kami sekolah dan kuliah kami mendapatkan porsi pelajaran dan mata kuliah yang sama. Apakah setelah kami lulus sekolah dan kuliah kami akan memiliki tingkat pendapatan yang nyaris sama??? Tidak kawan. Kami mempunyai tingkat pendapatan yang sangat beragam dengan range yang kadang sangat berjauhan.

Teman sekolahku ada yang menjadi pemimpin sebuah partai besar dan menjadi anggota DPRD, ada yang jadi kontraktor, jadi direktur, jadi guru, jadi tentara, jadi polisi, jadi dokter, jadi ibu rumah tangga dan bahkan ada yang jadi satpam. Tapi walaupun dia menjadi satpam dia tetap merasa bahagia, dia selalu merasa bersyukur karena mempunyai keluarga yang bahagia.

Teman-teman kuliahku pun mempunyai posisi yang beragam. Ada yang menjadi manajer di Bank Nasional, Manajer di Bank Swasta, bahkan ada yang sudah menjadi AVP di salah satu Bank Swasta Internasional. Ada yang menjadi Finance Manager di perusahaan batubara besar, menjadi pemilik perkebunan kelapa sawit yang besar, menjadi konsultan, menjadi manajer di BI, menjadi direktur di perusahaannya sendiri, menjadi GM di salah satu perusahaan retail minyak, menjadi dosen, ada yang menjadi karyawan biasa-biasa aja, ada juga yang menjadi ibu rumah tangga dan beragam pekerjaan lainnya.

 Aku ingat saat menemani salah seorang temanku mengikuti ujian kelulusan skripsi, saat itu dia ujian bareng dengan kakak kelasku yang lulusnya emang agak terlambat. Tapi tahukah kalian kakak kelasku itu sekarang menjadi apa? Dia menjadi salah seorang direktur di Bursa Efek Indonesia :)

Aku pribadi sangat salut dengan teman-temanku yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya, benar-benar mengabdikan diri untuk suami dan anak-anaknya. Aku melihat bagaimana mereka mengasuh dan membesarkan anak tanpa bantuan baby sitter. Sejak bayi sampai sekarang anaknya sudah masuk SD atau TK benar-benar diasuh sendiri tanpa bantuan pengasuh. Dan aku melihat bagaimana cerdasnya anak-anak mereka sekarang, karena pengasuhan dan pendidikan benar-benar langsung dihandle oleh ibunya, tentu bapaknya juga berperan tetapi kan anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan ibunya.

Dulu temanku ada yang lulus kuliah S1 dalam waktu 3 tahun 1 bulan dengan IPK 3,78 dari skala 4. Dan aku ingat banget dia dulu pernah bertanya kepadaku.

B : "Na, menurutmu aku cocok kerja di perusahaan apa?"
Aku: "Menurutku kamu gak akan cocok kerja di perusahaan apapun."
B : "Kenapa begitu?"
Aku: "Kamu sangat pintar, tapi kamu itu orangnya sangat lurus...saklek. Sementara di perusahaan2 itu pasti ada intrik2, ada politik kantornya. Apakah kamu bisa tahan dengan hal itu?"
B : (mengerutkan keningnya menunggu kata-kataku selanjutnya)
Aku: "Kamu cocoknya jadi dosen aja. Udahlah jadi dosen di almamater kita aja."
B : (manggut-manggut)
B : Makasih ya Na atas masukannya :)
Aku: Sama-sama B :)

Gak berapa lama temanku itu mendapat beasiswa S2 ke Norwegia, pulang dari Norwegia dia menjadi dosen di almamaterku. Kemudian dia mendapatkan beasiswa untuk menempuh S3 di Taiwan. Sekarang dia hidup di Jogja bersama istri dan anak-anaknya. Lama kita gak ketemu ya Bay. Nantilah kalau aku ke Jogja lagi kita bisa ketemuan...Insya Allah.

Teman kuliahku yang lain ada yang berasal dari keluarga yang sangat miskin, dia bisa sekolah dan kuliah dari beasiswa. Dia sangat rajin belajarnya karena dia menyadari dia harus pintar untuk bisa dapat beasiswa. Dia cerita saat SD dulu dia bersekolah tanpa sepatu karena memang orang tuanya tidak mampu membelikannya sepatu. Lulus kuliah temanku itu menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jogja, setelah itu mendapatkan beasiswa S2 ke Malaysia dan sekarang dia sedang menempuh pendidikan S3 di Inggris.

Intinya...rezeki itu ada yang otomatis sudah kita dapat seperti udara untuk bernafas, tapi ada juga rezeki yang harus kita jemput. Berusaha tanpa berdoa itu adalah sebuah bentuk kesombongan, berdoa tanpa berusaha itu adalah sebuah bentuk kemalasan dan kebodohan. Jadi selainterus  berusaha kita juga harus terus berdoa.
Apapun rezeki yang diberikan oleh Allah SWT kita wajib mensyukurinya. Dengan selalu bersyukur hidup akan selalu terasa indah :)

Juli 25, 2013

Bazaar Ramadhan di kantorku

Hari ini dikantorku mengadakan Bazaar Ramadhan 2013. Pesertanya dari internal dan external perusahaan. Banyak juga dari perusahaan lain yang ikut jadi peserta bazaar dan tidak dipungut biaya apapun untuk pesertanya. Ada juga peserta perseorangan yang ikut jualan di bazaar.
Produknya sih aku lihat kebanyakan produk makanan, walaupun ada juga produk yang lain seperti sepatu dan sandal pria, peralatan masak, baju dll. Kalau bahan makanan ada telur, bebek peking (ada yang masih mentah ada yang udah dibumbuin dan siap digoreng), beras, santan instan, mie instan dll.

  
Bazaar tahun ini sih aku lihat jauh lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kantorku memang setiap tahun selalu mengadakan bazaar Ramadhan. Acaranya dibuka oleh Camat setempat. Ada penjualan sembako murah juga, tadi sih ada 2000 paket sembako murah. Ada penjualan beras dan gula murah juga. Tapi untuk sembako murah ini dikhususkan untuk penduduk sekitar kantor yang berpenghasilan rendah. Antriannya sih cukup rapi ya karena selain dijaga security kantor juga ada bantuan dari pihak Polri dan TNI.


Btw tadi stand telur ramai banget tuh, kayaknya ibu-ibu pada seneng banget belanja telur karena selain harganya yang jauh lebih murah dibanding harga pasar salah satu yang jaga ganteng hahahaha. Bahkan yang cewek-cewek pada motoin penjualnya nih...Rick kayaknya lu dapat banyak fans di bazaar ini huehehehehe...

Kalau aku sih tadi udah belanja banyak banget...udah bolak balik sampai 3x ke bazaar. Belanja sosis ayam, sosis sapi, bakso ayam, siomay di stand Fiesta. Trus beli bebek peking bumbu kuning yang sudah siap goreng. Semua pesenan Ibuku tersayang. Kalau adikku pesan ebi furai tapi sayangnya barangnya gak ada...emmm ntar deh aku cari di Koperasi aja kali aja masih ada. Aku tadi juga pengen beli cordon blue golden fiesta tapi ternyata gak ada. Lumayanlah dapat harga lebih murah kalau di bazaar. Gara-gara bolak balik ke bazaar akhirnya aku beli nata de coco, teh sosro kotak, aneka bibit tanaman (cabe rawit, cabe keriting dan cabe besar). Tadi ada bibit sayuran yang lain juga tapi aku kurang tertarik beli. Trus beli sekantung produk Indofood (indomie dan supermi) eh ternyata ada hadiah langsungnya...aku dapat cempal, lumayanlah berguna buat masak di dapur.

Tapi sepertinya belanjaanku mau aku taruh di kantor dulu karena hari ini ada acara buka puasa bersama lagi, nemenin temenku lagi...emmm sepertinya aku akan jadi obat nyamuk nanti di acara bukber hehehe. Sedang mengenalkan temen travelingku dengan temen kuliahku...kali-kali aja mereka berjodoh... Aamiin... :)

Juli 24, 2013

Bukber...bukber...bukber...

Banyak sekali ya undangan buka puasa bersama. Setelah hari Kamis minggu lalu bukber dengan temen-temen kuliahku eh dapat undangan lagi bukber ama temen kuliahku yang kebetulan sedang ada di Jakarta karena abis training di Ciawi. Trus aku ajak lagi temen kuliahku yang lain biar sekalian ketemu. Wah udah lama banget gak ketemu ama Bowo, sekarang tambah subur aja dia. Bowo....jaga makanannya biar gak tambah subur, biar sehat lagi. Karena saat itu Bowo menginap di Hotel Borobudur dan malamnya harus kembali ke Jogja dengan KA malam dari Stasiun Gambir akhirnya aku bilang ketemu di Sarinah aja karena lokasinya relatif dekat dengan Gambir dan aksesku pun kesana juga gampang.

Tadinya sih mau ke Bakso Karapitan eh ternyata udah tutup, abis udah lama banget gak ke Sarinah hehehe. Akhirnya pindah ke Kopitiam. Seperti biasa aku pesen kwetiaw siram seafood, kayaknya tiap ke Kopitiam pesananku nyaris selalu kwetiaw siram seafood deh. Sebenarnya pengen pesan nasi goreng cakalang tapi karena lagi batuk jadi ya menu yang seperti biasa aja. Thanks Bowo atas traktirannya. Semoga nanti saat aku ke Jogja kita bisa kumpul-kumpul lagi bersama teman-teman lain yang berdomisili di Jogja :)


Hari Minggu diajakin bukber lagi ama Astuti karena hari Kamis dia gak bisa ikutan karena harus ketemu debiturnya di Surabaya, sementara pas bukber ama Bowo aku gak kepikiran ngajakin dia. "Sorry...aku lupaaaa...kan ajakannya mendadak." Aku cuma jawab itu aja pas dia protes karena gak diajakin :D
Akhirnya hari Minggunya nemenin dia bukber di Plaza Semanggi, sebenarnya ngajak temen yang lain juga tapi masa disuruh bukber ke Kalibata City....ogah ah mending di Plaza Semanggi aja yang deket dari rumah.

Trus pas hari Senin malam dan aku udah tidur (lebih tepatnya ketiduran) ternyata ada ajakan bukber lagi dari teman-teman IDTraveler Jakarta. Dan acaranya diadakan hari Selasa di Grand Indonesia. Aku ngajakin Arum dan dia mau. Dari kantor menuju ke GI gak bisa lewat Jl. Thamrin karena cuma berdua di mobil, jadi lewat Tanah Abang...Alhamdulillah jalanan gak gitu macet. Sampai di GI setelah parkir kami ke mushola dulu untuk Sholat Maghrib di Lt. 5. Aku selalu suka dengan mushola di GI ini, selalu bersih, nyaman, ada penitipan sandal, dan karpetnya pun selalu wangi. Jadi kita bisa beribadah dengan nyaman dan khusyuk.

Selesai sholat kami ke Lt. Ground menuju ke Djournal karena emang tempat bukbernya disana. Teman-temanku udah pada buka puasa. Setelah menyapa dan bersalaman dengan teman-teman...baru aku dan Arum pesan makanan dan minuman. Kalau di Djournal ini menyediakan aneka kopi, tapi karena aku dan Arum gak ngopi jadi kami pesan minuman yang lain. Aku pesan Ice Chocolate dan Arum pesan Teh panas. Untuk makanannya aku pesan spaghetti oglio olio dan Arum pesan spaghetti pazzto. Spaghetti oglio olio rasanya spicy, ada daging ayam yang dipotong kecil-kecil. Kalau spaghetti pazzto warnanya hijau dan rasanya kayak sayuran. Rasanya sih menurutku standar aja ya. Kalau ice chocolate-nya enak...aku suka.

Spaghetti Oglio Olio

Spaghetti Pazzto
Ice Chocolate
Aneka Pastry & Cake
Seperti biasa kalau ketemu teman traveling obrolannya juga  soal traveling dan tadi malam itu didominasi soal jadwal diving IDTraveler. Beberapa diantara temanku sepertinya September mau ikut diving lagi di Bali. September aku mau jaga badan biar gak item soalnya Kiki mau nikah, ntar kalau kebanyakan main ke laut kan aku jadi item sendiri :D. Yah kadang-kadang kan pengen tampil agak putihan dikit hehehe...gak eksotis mulu :D.


Bedanya bukber dengan teman kuliah dan teman traveling:
  1. Teman kuliah selalu memilih tempat bukber di resto dengan suasana nyaman, sementara temen traveling cenderung memilih tempat bukber di coffe shop smoking area. Makanannya tentu lebih enak yang di resto ;)
  2. Teman kuliahku tidak ada yang merokok saat berkumpul, sementara temen travelingku terutama yang cowok banyak yang merokok...emmm sedikit menganggu kenyamanan sih karena aku gak suka bau dan asap rokok.
  3. Teman kuliahku obrolannya berkisar tentang masa lalu dan masa kini, haha hihi, kadang ngomongin anak-anak, sementara temen travelingku obrolannya ya berkisar soal traveling...mau pergi kemana, ama siapa, terumbu karang, kapal, cuaca, alat selam dll.
Tapi apapun itu aku senang kok bertemu dengan teman-temanku, masing-masing punya porsi masing-masing dalam kehidupanku. Senang berteman dengan kalian guys :)

Juli 22, 2013

Buka Puasa Bersama & Sholat Maghrib

Setiap memasuki bulan Ramadhan fenomena buka bersama di mall-mall selalu marak, yah seperti yang aku lakukan dengan teman-teman kuliahku beberapa hari yang lalu itu. Pilihan untuk buka puasa di tempat makan di dalam mall sebenarnya untuk kepraktisan ketemu aja karena rumahnya kan saling berjauhan jadi memilih tempat di tengah kota.

Kalau aku sendiri selalu memilih mall yang lokasinya di sepanjang Jl. Thamrin - Jl. Sudirman kalau acara bukber diadakan di hari kerja. Karena selain dekat dengan tempat tinggalku juga aku tidak akan ketinggalan Sholat Maghrib karena kantorku kan di ujung Jakarta dan teman-temanku juga banyak yang berkantor di sekitar situ. Ingat kawan...jangan sampai semangat banget buka puasa bareng tapi melalaikan kewajiban untuk Sholat Maghrib. Sholat Maghrib itu hukumnya wajib 'ain, kewajiban utama kita sebagai seorang muslim...hubungan kita dengan Allah SWT. Sedangkan buka puasa bersama itu tidak diadakan juga gak apa-apa, hanya saja moment saat puasa Ramadhan sering dimanfaatkan untuk menjalin tali silaturahim.


Sekedar berbagi info berikut mall dengan tempat sholatnya:
  1. Lotus, Jakarta Theater, biasanya kalau lagi disini aku sholat di masjid belakang mall masuk ke perkampungan penduduk.
  2. Sarinah, musholanya ada di lantai 4 atau 5 kalau tidak salah aku lupa tepatnya, di lantai yang menjual baju-baju muslim. Musholanya tidak begitu luas.
  3. Plaza Indonesia, hmm udah lama banget gak kesana jadi agak lupa tepatnya dimana musholanya, tapi yang jelas musholanya bagus dan bersih.
  4. Grand Indonesia, mushola ada di beberapa lantai, sangat bersih dan nyaman. DI GI ini juga ada Masjidnya lho.
  5. Plaza Semanggi, mushola terletak di basement dekat Giant kondisinya sempit & panas dan satu lagi ada di lantai 5 kondisinya bersih & nyaman.
  6. Plaza Senayan, musholanya ada di lantai P1 kondisinya sangat bersih, adem dan nyaman.
  7. Senayan City, musholanya aku lupa tepatnya di lantai berapa karena sangat jarang kesini tapi kondisinya nyaman dan bersih.
  8. Pasaraya Grande (daerah Blok M), ada masjid besar di lantai paling atas kondisinya sangat nyaman dan sangat bersih.
  9. Blok M Square, ada masjid di lantai paling atas kondisinya luas, bersih dan nyaman.
  10. Blok M Plaza, mushola di tempat parkir aku lupa tepatnya di lantai berapa kondisinya sempit, panas dan kurang bersih.
Oke kawan...selamat berbuka puasa bersama dimanapun...mau di rumah, di mall, di restaurant atau di Hotel mewah sekalipun, jangan buka puasa di tempat hiburan malam...ironis kan melaksanakan kewajiban agama tapi di tempat yang dekat dengan maksiat. Ingat jangan sampai melupakan sholat. Tidak berguna ibadah yang lain kalau sholat yang wajib tidak dikerjakan, karena sholat itu adalah tiang Agama Islam. Dan tentu saja harus memilih tempat makan yang menyediakan makanan yang halal, konyol sekali kan kalau buka puasa eh makanannya haram. Makanan haram itu tidak hanya yang mengandung unsur babi, yang mengandung arak, rhum juga haram, daging yang berasal dari sembelihan yang tidak sesuai syariat Islam juga haram. Banyak-banyaklah membaca biar bertambah ilmu kita soal agama kita sendiri :)

Semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lancar dan mendapatkan pahala sesuai ibadah kita. Jangan sampai kita puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Met berpuasa :)