Saat aku kecil aku sering baca cerita tokoh pewayangan, baik baca di cergam di majalah Ananda maupun beli komiknya.
Yudhistira atau Puntadewa adalah putra pertama dari Pandawa Lima. Yudhistira digambarkan sebagai sosok orang yang sangat jujur, bahkan saking jujurnya diceritakan kalau dia itu berdarah putih (wah kayak penderita thalasemia aja hehehehe). Dan karena kejujurannya itulah maka kereta kuda yang dia naiki tidak menapak ke tanah...melayang di atas tanah, hanya sekali keretanya menyentuh tanah....saat Yudhistira terpaksa mengiyakan saat Pandita Durna menanyakan kepada dia apakah benar Aswatama mati dalam peperangan yang saat itu berlangsung (Aswatama adalah nama anak Pandita Durna dan juga nama seekor gajah perang yang saat itu dipakai sebagai kendaraan dalam peperangan)....dan Yudhistira dengan berat hati menganggukkan kepalanya dan saat itulah kereta Yudhistira rodanya tidak lagi melayang di atas tanah....karena yang mati sebenarnya adalah Aswatama si gajah perang bukan Aswatama anak Pandita Durna. Hal ini dipakai sebagai strategi untuk membuat Pandita Durna melemah karena mendengar anak kesayangannya mati.
Tapi sayangnya Yudhistira juga diceritakan menjadikan istrinya Drupadi sebagai taruhan dalam perjudian dengan pihak Kurawa yang dimenangkan pihak Kurawa walaupun dengan cara licik, yah walaupun ada versi lain yang menceritakan kalau Drupadi adalah istri dari kelima Pandawa tersebut (Poliandri dongggg). Dan Drupadi dipermalukan oleh pihak Kurawa dengan dibuka kainnya secara paksa walaupun lagi-lagi diceritakan kalau kain Drupadi tidak pernah terbuka karena kain itu menjadi panjang tidak ada habisnya, tapi tetap saja itu kejadian yang sangat memalukan.
Tokoh Pandawa Lima yang paling aku sukai adalah Bima yang mempunyai nama lain Werkudara. Bima adalah putra kedua dari Pandawa. Badannya gede seperti raksasa, Bima selalu tampil membela saudara-saudaranya yang lain. Badan gede, muka yang sangar tapi hatinya baik.
Arjuna atau Janaka adalah putra Pandawa ketiga. Arjuna digambarkan sebagai tokoh flamboyan, mempunyai tutur bahasa yang halus tapi mempunyai banyak istri dan selir dimana-mana (poligami nih). Dia mempunyai keahlian memanah yang sangat mumpuni.
Nakula & Sadewa merupakan tokoh Pandawa keempat dan kelima. Keduanya adalah anak kembar, anak Pandu dan Madri. Sedangkan Yudhistira, Bima dan Arjuna adalah anak Pandu dan Kunti. Nakula adalah ksatria pedang yang hebat, giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. Sedangkan Sadewa adalah sosok yang rajin dan bijaksana
Kalau diwujudkan dalam bentuk manusia biasa aku paling suka dengan Bima....gagah, berani menghadapi musuh, baik dengan saudara, jujur....
Yudhistira sih jujur tapi sepertinya gak oke deh....masak istri dijadikan taruhan...please dehhhhhh
Arjuna....sakti sih sakti tapi amit2 deh....tukang kawin!!!
Januari 06, 2009
Perawatan Kain Panjang
Kain panjang batik apalagi yang batik tulis asli memerlukan perawatan khusus, karena kalau tidak warna/soganya bisa gampang pudar.
Berikut tata cara perawatan kain panjang yang aku tau (berdasarkan informasi dari Ibuku):
Berikut tata cara perawatan kain panjang yang aku tau (berdasarkan informasi dari Ibuku):
- Cuci kain panjang dengan menggunakan air dingin, cuci dengan tangan jangan pakai mesin cuci. Cuci dengan menggunakan lerak (bisa dibeli di pasar tradisional) supaya warna/soga batik tidak pudar. Lerak sejenis tumbuhan yang berbentuk bundar dengan biji didalamnya, yang dipakai untuk mencuci kain panjang adalah daging lerak tersebut. Daging buah lerak dilarutkan dengan air dingin dengan cara diperas-peras sampai keluar busanya (busanya dikit). Atau kalau mau praktis beli sari lerak aja, sekarang dah dijual di beberapa toko batik.
- Bilas kain panjang yang sudah dicuci dengan lerak, bilas sampai busanya bersih. Jangan memeras kain panjang dengan cara dipelintir, tapi peras dengan posisi kain lurus kebawah.
- Keringkan kain panjang dengan cara dibentangkan dan diangin-anginkan di tempat yang teduh yang tidak terkena sinar matahari secara langsung supaya warna/soganya tidak cepat pudar.
- Simpan kain panjang kering di tempat yang bersih dan berikan ratus atau wewangian supaya kain panjang tetap harum dan terhindar dari ngengat.
My Birthday
Hari ini jatah umurku sudah berkurang lagi....entah berapa lama lagi aku akan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa......hitungan menit...hitungan jam...hitungan hari....hitungan minggu....hitungan bulan....hitungan tahun.....entahlah....
Ya Allah....aku bersyukur kepada-Mu atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku. Sampai hari ini masih Engkau tiupkan Ruh di ragaku, jantungku masih berdetak sampai saat ini, paru-paruku masih berjalan dengan baik, semua organ tubuhku masih menjalankan fungsinya dengan baik....
Terima kasih Ya Allah....karena Engkau sudah memberikan kenikmatan kepadaku berupa keluarga yang sangat baik, teman-teman yang sangat baik dan pekerjaan yang sangat baik pula....
Ya Allah....berilah jalan yang terang kepada hambamu yang hina ini agar selalu bisa melakukan kebaikan....berbuat baik dan semakin baik dari hari ke hari......
Ya Allah....terangkanlah hatiku agar semakin pandai bersyukur kepada-Mu...
Agar aku bisa selalu menerima apapun yang Engkau berikan kepadaku.....
Amin...Amin...Yaa Robbal Alamin....
Ya Allah....aku bersyukur kepada-Mu atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku. Sampai hari ini masih Engkau tiupkan Ruh di ragaku, jantungku masih berdetak sampai saat ini, paru-paruku masih berjalan dengan baik, semua organ tubuhku masih menjalankan fungsinya dengan baik....
Terima kasih Ya Allah....karena Engkau sudah memberikan kenikmatan kepadaku berupa keluarga yang sangat baik, teman-teman yang sangat baik dan pekerjaan yang sangat baik pula....
Ya Allah....berilah jalan yang terang kepada hambamu yang hina ini agar selalu bisa melakukan kebaikan....berbuat baik dan semakin baik dari hari ke hari......
Ya Allah....terangkanlah hatiku agar semakin pandai bersyukur kepada-Mu...
Agar aku bisa selalu menerima apapun yang Engkau berikan kepadaku.....
Amin...Amin...Yaa Robbal Alamin....
Januari 05, 2009
Ibuku, Tanteku dan Sinetron
Aku bukan penggemar sinetron Indonesia...kenapa???? karena menurutku membosankan....apalagi yang berseri, isi ceritanya selalu mudah ditebak.
Beda dengan Ibu dan Tanteku....yang begitu hanyut saat nonton sinetron....ikut marah-marah kalau tokoh protagonisnya dijahatin, ikut sedih kalau ada cerita yang mengharu-biru...bla...bla...bla....
Bahkan sering saat aku telpon Ibuku dan Ibuku sedang nonton sinetron aku jadi dicuekin...huhhhhh bikin jengkel gak sihhhhh.......
Mungkin para pelaku di industri sinetron berpikir mereka berhasil bikin tontonan yang menyedot banyak iklan untuk televisi, yang bikin banyak orang rela bengong berjam-jam di depan layar kaca....dan seribu satu alasan lain sehingga sinetron setipe tetap diproduksi....
Aku bukan anti sinetron....karena kadang-kadang aku masih mau nonton sinetron lepas....atau nonton sinetron dengan alur cerita yang masuk akal dan membumi. Sering aku terheran-heran dengan sinetron di Indonesia tercinta ini....kenapa ya salah satu tokoh selalu diceritakan tertabrak mobil, mobilnya kecelakaan trus koma atau amnesia....hampir di setiap sinetron ada scene berisi adegan kecelakaan (Ibuku kalau cerita bisa lengkap nih hehehehe)......atau kalau nggak ada orang yang super suabarrrrr (atau bodoh ya?????) yang dipasang sebagai tokoh protagonis....common.....orang baik bukan berarti gak bisa marah, orang baik gak berarti gak bisa ngegampar balik.....
Bahkan kalau aku nonton sinetron panjang di bagian awal dan akhirnya tanpa nonton bagian tengah udah tau jalan ceritanya...hhhfffffff.......
Yah keherananku dengan adegan kecelakaan yang hampir selalu ada di setiap sinetron mungkin hampir sama dengan keherananku kenapa tokoh hantu kebanyakan perempuan padahal banyak juga hantu laki-laki...gak tau ya kalau hantu bencong ada apa nggak.....trus kenapa kuntilanak selalu berbaju putih panjang ala gaun tidur gitu kenapa gak sekali-kali pakai gaun polka dot atau ijo gejreng *garuk-garuk kepala
Beda dengan Ibu dan Tanteku....yang begitu hanyut saat nonton sinetron....ikut marah-marah kalau tokoh protagonisnya dijahatin, ikut sedih kalau ada cerita yang mengharu-biru...bla...bla...bla....
Bahkan sering saat aku telpon Ibuku dan Ibuku sedang nonton sinetron aku jadi dicuekin...huhhhhh bikin jengkel gak sihhhhh.......
Mungkin para pelaku di industri sinetron berpikir mereka berhasil bikin tontonan yang menyedot banyak iklan untuk televisi, yang bikin banyak orang rela bengong berjam-jam di depan layar kaca....dan seribu satu alasan lain sehingga sinetron setipe tetap diproduksi....
Aku bukan anti sinetron....karena kadang-kadang aku masih mau nonton sinetron lepas....atau nonton sinetron dengan alur cerita yang masuk akal dan membumi. Sering aku terheran-heran dengan sinetron di Indonesia tercinta ini....kenapa ya salah satu tokoh selalu diceritakan tertabrak mobil, mobilnya kecelakaan trus koma atau amnesia....hampir di setiap sinetron ada scene berisi adegan kecelakaan (Ibuku kalau cerita bisa lengkap nih hehehehe)......atau kalau nggak ada orang yang super suabarrrrr (atau bodoh ya?????) yang dipasang sebagai tokoh protagonis....common.....orang baik bukan berarti gak bisa marah, orang baik gak berarti gak bisa ngegampar balik.....
Bahkan kalau aku nonton sinetron panjang di bagian awal dan akhirnya tanpa nonton bagian tengah udah tau jalan ceritanya...hhhfffffff.......
Yah keherananku dengan adegan kecelakaan yang hampir selalu ada di setiap sinetron mungkin hampir sama dengan keherananku kenapa tokoh hantu kebanyakan perempuan padahal banyak juga hantu laki-laki...gak tau ya kalau hantu bencong ada apa nggak.....trus kenapa kuntilanak selalu berbaju putih panjang ala gaun tidur gitu kenapa gak sekali-kali pakai gaun polka dot atau ijo gejreng *garuk-garuk kepala
Pengemis, Rokok dan Strategi Pemasaran
Pengemis bertebaran di seluruh penjuru Jakarta.....hampir setiap lampu merah, depan masjid ataupun jembatan penyeberangan selalu ada pengemisnya. Dan rupanya para pengemis itu mempunyai daerah "kekuasaan" sendiri-sendiri.
Kalau aku perhatikan masing-masing mengemis mempunyai strategi pemasaran (istilah kerennya sih) sendiri-sendiri.....ada yang pura-pura sakit, ada yang pasang tampang memelas, ada yang bawa anaknya yang masih kecil (entah anaknya sendiri atau nyewa anak) dan berbagai macam strategi lain untuk mengeruk sebanyak mungkin pemberian uang dari orang yang lewat.
Berhubung hampir tiap hari aku lewat jembatan penyeberangan Bendungan Hilir (depan kampus Atmajaya) aku sering mengamati pengemis yang ada di jembatan penyeberangan Benhil ini. Dimulai dari ujung jembatan dari arah Atmajaya....ada pengemis ibu-ibu muda dengan 2 anaknya yang penampilan dan mukanya dekil banget.....belok ke arah atas ada ibu-ibu muda dengan anaknya yang masih kecil yang sering dia ciumin (kadang ada kadang nggak)....di tengah jembatan depan jalan yang menuju halte Trans Jakarta ada nenek-nenek....lanjut di belokan jembatan arah BRI II ada nenek-nenek dengan bajunya yang selalu sama, bersih dan tampangnya yang mengundang simpati orang lain...nenek ini selalu duduk jongkok dengan mata terpejam dan tangan menadah (belakangan ini aku gak pernah lihat dia lagi....kemana ya????).....masih di arah yang sama di turunan jembatan ada pengemis buta, laki-laki, badan gede, dengan rokok selalu mengepul dan bawa rantang plastik plus tongkat untuk orang buta (kalau ada orang lewat dia selalu mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke lantai jembatan).......ke bawah lagi ada pengemis buta, laki-laki, badan kecil, duduknya seringnya jongkok.....lebih ke bawah lagi perempuan tua, tampang cemberut, tangan selalu menadah......dan beberapa pengemis lagi yang kadang ada kadang nggak.....
Dari sekian banyak pengemis yang ada di jembatan penyeberangan Benhil itu, kalau aku perhatikan yang paling mengundang simpati orang untuk memberi uang adalah nenek-nenek dengan baju yang selalu sama tiap hari, bersih dengan wajah memelas. Di tangannya selalu ada tumpukan uang ribuan, minimal koin lima ratusan. Nenek ini hanya ada di jembatan Benhil saat sore hari menjelang orang pulang kantor dan saat orang pulang kantor.
Kalau aku bandingkan dengan pengemis laki-laki buta yang berbadan gede dan rokok yang selalu ngepul di bibirnya....hmmmm sepertinya penghasilan nenek-nenek itu lebih tinggi. Kenapa bisa begitu???? kalau menurut analisaku sendiri sih.....orang males ngasih duit ke pengemis yang biarpun buta tapi selalu merokok dan kelihatan jengkel kalau ada orang yang lewat di depannya tapi gak masukin uang ke rantang dia. Rokok itu harganya berapa coba....lebih mahal daripada makanan sederhana.....kalau dia merokok berarti asumsinya dia makmur dong...mana badannya gede gitu. Menurutku nenek-nenek berbaju sama itu menerapkan strategi pemasaran yang tepat....jongkok, penampilan bersih tapi wajah memelas.....cring...cring...rupiah pun mengalir dengan deras...
Beda lagi dengan pengemis laki-laki buta berbadan kecil hitam....dia lebih pasif daripada pengemis buta yang berbadan gede itu....tapi salahnya dia....PUNYA HANDPHONE....aku pernah liat sendiri dia sedang terima telpon di HP-nya itu....fiuhhhhhhh........
Kalau aku perhatikan masing-masing mengemis mempunyai strategi pemasaran (istilah kerennya sih) sendiri-sendiri.....ada yang pura-pura sakit, ada yang pasang tampang memelas, ada yang bawa anaknya yang masih kecil (entah anaknya sendiri atau nyewa anak) dan berbagai macam strategi lain untuk mengeruk sebanyak mungkin pemberian uang dari orang yang lewat.
Berhubung hampir tiap hari aku lewat jembatan penyeberangan Bendungan Hilir (depan kampus Atmajaya) aku sering mengamati pengemis yang ada di jembatan penyeberangan Benhil ini. Dimulai dari ujung jembatan dari arah Atmajaya....ada pengemis ibu-ibu muda dengan 2 anaknya yang penampilan dan mukanya dekil banget.....belok ke arah atas ada ibu-ibu muda dengan anaknya yang masih kecil yang sering dia ciumin (kadang ada kadang nggak)....di tengah jembatan depan jalan yang menuju halte Trans Jakarta ada nenek-nenek....lanjut di belokan jembatan arah BRI II ada nenek-nenek dengan bajunya yang selalu sama, bersih dan tampangnya yang mengundang simpati orang lain...nenek ini selalu duduk jongkok dengan mata terpejam dan tangan menadah (belakangan ini aku gak pernah lihat dia lagi....kemana ya????).....masih di arah yang sama di turunan jembatan ada pengemis buta, laki-laki, badan gede, dengan rokok selalu mengepul dan bawa rantang plastik plus tongkat untuk orang buta (kalau ada orang lewat dia selalu mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke lantai jembatan).......ke bawah lagi ada pengemis buta, laki-laki, badan kecil, duduknya seringnya jongkok.....lebih ke bawah lagi perempuan tua, tampang cemberut, tangan selalu menadah......dan beberapa pengemis lagi yang kadang ada kadang nggak.....
Dari sekian banyak pengemis yang ada di jembatan penyeberangan Benhil itu, kalau aku perhatikan yang paling mengundang simpati orang untuk memberi uang adalah nenek-nenek dengan baju yang selalu sama tiap hari, bersih dengan wajah memelas. Di tangannya selalu ada tumpukan uang ribuan, minimal koin lima ratusan. Nenek ini hanya ada di jembatan Benhil saat sore hari menjelang orang pulang kantor dan saat orang pulang kantor.
Kalau aku bandingkan dengan pengemis laki-laki buta yang berbadan gede dan rokok yang selalu ngepul di bibirnya....hmmmm sepertinya penghasilan nenek-nenek itu lebih tinggi. Kenapa bisa begitu???? kalau menurut analisaku sendiri sih.....orang males ngasih duit ke pengemis yang biarpun buta tapi selalu merokok dan kelihatan jengkel kalau ada orang yang lewat di depannya tapi gak masukin uang ke rantang dia. Rokok itu harganya berapa coba....lebih mahal daripada makanan sederhana.....kalau dia merokok berarti asumsinya dia makmur dong...mana badannya gede gitu. Menurutku nenek-nenek berbaju sama itu menerapkan strategi pemasaran yang tepat....jongkok, penampilan bersih tapi wajah memelas.....cring...cring...rupiah pun mengalir dengan deras...
Beda lagi dengan pengemis laki-laki buta berbadan kecil hitam....dia lebih pasif daripada pengemis buta yang berbadan gede itu....tapi salahnya dia....PUNYA HANDPHONE....aku pernah liat sendiri dia sedang terima telpon di HP-nya itu....fiuhhhhhhh........
Tukang Ojek, Jaket dan Helm
Dulu saat aku usia sekitar 5-9 tahun sering diajak pergi ke tempat Mbah Kakung (Kakek) oleh Ibuku. Berhubung rumah Mbah Kakung di desa dan jauh dari jalan raya maka untuk menuju kesana harus disambung dengan naik ojek.
Nah saat mau naik ojek ini Ibuku selalu sibuk membujuk aku untuk mau segera naik ojek....maklum biarpun masih kecil aku gak mau sembarangan naik ojek. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi tukang ojek agar aku mau naik ojeknya (belagu banget ya hehehehe), antara lain:
Nah berhubung saat itu aku masih kecil ya cuek aja....ga ada rasa kasihan sedikit pun huehehehehe....yah pokoknya paling anti ama jaket bau deh. Ibuku sampai ngerasa gak enak ma tukang-tukang ojek itu. Untungnya mereka baik-baik. Dan hikmahnya tukang-tukang ojek itu jadi lebih rapi dan gak bau...."ntar ditolak penumpang kalau bau", gitu kata mereka...hahahaha.........
Rupanya sampai aku gede pun hidungku gak bisa diajak kompromi kalau soal bau. Masalahnya sekarang aku gak bisa seenaknya pilih2 tukang ojek....apalagi di Jakarta ini....wah bisa2 dipelototin ma tukang2 ojek itu.....mau jaketnya bau, mau helmnya bau, mau motornya butut, mau tukang ojeknya manyun ya udah pasrah aja...
Karena saking seringnya naik ojek di daerah tempat aku tinggal, aku dah hafal tukang2 ojek mana aja yang jaketnya bau.....yah paling-paling aku cuma bisa berdoa semoga bukan tukang ojek dengan jaket bau itu yang giliran nganter aku...kadang begitu khusyuknya aku berdoa sehingga Tuhan pun berbaik hati mengabulkan permintaanku agar tukang ojek dengan jaket bersih yang nganterin aku...hehehehe.....
Nah saat mau naik ojek ini Ibuku selalu sibuk membujuk aku untuk mau segera naik ojek....maklum biarpun masih kecil aku gak mau sembarangan naik ojek. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi tukang ojek agar aku mau naik ojeknya (belagu banget ya hehehehe), antara lain:
- Sepeda motornya bersih dan bagus, gak mau naik kalau motornya butut
- Jaket tukang ojeknya gak bau
- Helm untuk penumpang gak bau
- Tukang ojeknya gak manyun, harus senyum
Nah berhubung saat itu aku masih kecil ya cuek aja....ga ada rasa kasihan sedikit pun huehehehehe....yah pokoknya paling anti ama jaket bau deh. Ibuku sampai ngerasa gak enak ma tukang-tukang ojek itu. Untungnya mereka baik-baik. Dan hikmahnya tukang-tukang ojek itu jadi lebih rapi dan gak bau...."ntar ditolak penumpang kalau bau", gitu kata mereka...hahahaha.........
Rupanya sampai aku gede pun hidungku gak bisa diajak kompromi kalau soal bau. Masalahnya sekarang aku gak bisa seenaknya pilih2 tukang ojek....apalagi di Jakarta ini....wah bisa2 dipelototin ma tukang2 ojek itu.....mau jaketnya bau, mau helmnya bau, mau motornya butut, mau tukang ojeknya manyun ya udah pasrah aja...
Karena saking seringnya naik ojek di daerah tempat aku tinggal, aku dah hafal tukang2 ojek mana aja yang jaketnya bau.....yah paling-paling aku cuma bisa berdoa semoga bukan tukang ojek dengan jaket bau itu yang giliran nganter aku...kadang begitu khusyuknya aku berdoa sehingga Tuhan pun berbaik hati mengabulkan permintaanku agar tukang ojek dengan jaket bersih yang nganterin aku...hehehehe.....
Pulang Kampung
Setelah menghabiskan masa libur di Yogya aku pulang kampung ke Blitar untuk ketemu dengan Ibuku tersayang :)
Dari Yogya ke Blitar aku naik Travel...enakkan dijemput di rumah Oomku di Yogya dan diantar sampai depan rumahku di Blitar. Perjalanan malam sih agak molor juga karena supirnya harus jemput2 penumpang....dan saat sampai perbatasan Kediri - Blitar aku dah was-was aja, gak bisa tidur karena aku liat supirnya dah ngantuk berat (maklum pada hari yang sama dari pagi dia bawa travel malang-Yogya dan malamnya bawa travel lagi Yogya - Malang.....sadis juga nih perusahaannya). Supirnya berhenti di Pom Bensin sejenak untuk cuci muka tapi aku tetap aja was-was maklum duduk di depan nih huehehehehe.......kebetulan aku punya permen trus aku kasih aja beberapa permen ke supir travel tersebut....lumayan sedikit mengurangi ngantuknya.
Nyampe di rumah Ibuku dah nunggu di teras rumah, maklum jadwal travelnya telat banget nih jadi Ibuku khawatir. Duuuhhhhh senangnya dah sampai rumah....ademmmm....sejukkkk......rumput di halaman rumahku menghijau semua karena sering kena ujan nih jadi tambah subur aja.
Kebetulan ada tetangga dan saudara yang baru pulang haji.....aku, Ibuku dan saudara-saudaraku yang lain ziarah haji....dah menjadi tradisi di daerahku kalau ada orang baru pulang haji banyak banget tamu yang datang.....jadi kayak kawinan aja deh....ribet juga ya....pasti capek sih orang yang baru pulang haji tapi mereka senang-senang aja tuh nerima tamu sedemikian banyaknya :)
Kegiatan di rumah kali ini adalah membuat kerudung dengan bahan kain tulle dan guntingan bunga dari motif kebaya....bagus juga bikinanku hehehe....lumayan nih harus ngejahit bunga2nya ke kain tulle selama 3 hari.
Kebetulan rumahku dekat banget dengan pasar tradisional terbesar di Blitar...tentunya banyak makanan tradisional yang yummy menurutku sihhh....setiap pulang aku selalu beli ampok (nasi jagung) dengan segala macam lauk dan sayurnya...duh enak banget....trus beli jajan pasar seperti cenil,getuk dan lupis.....eh pas lewat stand makanan kepunyaan tetanggaku aku dikasih putu tegal dan kue lumpur tapi yang kulitnya kayak kulit dadar gulung dan isinya fla....
Pengen sih makan sate kambing di warungnya ortunya temenku tapi gak sempet....wah satenya bener2 maknyussss.......sate yang dah aku cobain di seputar Jakarta, Yogyakarta, apalagi Sukabumi (sate rekomendasi pak Bondan Winarno) gak ada apa-apanya deh dibandingkan sate di daerahku ini. Saat kecil aku sering banget diajak Bapakku kesini apalagi kalau Ibuku sedang sibuk dengan segala macam kegiatannya dan gak sempat masak. Ada juga bakso kikil dan tahu campur yang bener-bener mantap....sayangnya lagi aku gak sempat nyobain lagi karena ujan mulu nih jadi aku males keluar rumah. Rencananya sih saat pernikahanku nanti aku mau pesan sate kambing, bakso kikil, tahu campur, dawet serabi di pedagangnya masing-masing ntar ditaruh di gubugan....jadi rasanya bener-bener orisinal dan dijamin enak. Kalau masakan catering wah juauhhhhhh buangettt rasanya dibanding pesen langsung ke pedagangnya.
Gak terasa aku harus balik ke Jakarta.....aduh malesnyaaaaa......
Aku naik kereta Gajayana dari Blitar. Berhubung rumahku jauh dari Stasiun Blitar aku minta antar sepupuku naik motor biar bisa ngebut hehehe. Ibuku sih dah nyuruh aku berangkat lebih awal takut kalau ketinggalan kereta katanya. Tapi aku santai aja, toh naik motor kan cepet gitu pikirku.....eh gak taunya baru setengah perjalanan bannya bocor.....huaaaaaaaa......aku gak mungkin nungguin ban ditambal karena paling nggak butuh waktu 45 menit...gitu kata tukang tambal bannya. Ya sudah akhirnya aku nungguin Colt (angkutan) lewat....jarang banget yang lewat karena hari Minggu....Taksi...jelas gak ada.....waduh gimana nih......
Akhirnya ada Colt lewat dan aku naik colt itu trus tanya ke keneknya kalau mau ke stasiun turun mana....maklum sekarang ini angkutan gak boleh masuk kota, lewat pinggir2, di dalam kotanya adanya becak....duh kan lelet kalau becak sedangkan aku ngejar waktu. Akhirnya aku dianterin sampai depan stasiun oleh colt yang aku naiki....jadi serasa diantar rombongan karena seluruh penumpang ikutan ngantar hehehehhehe......ya bayar lebih sih tapi gak apa2lah daripada ketinggalan kereta dan gak bisa ngantor tepat waktu....ntar si Bos tambah manyun aja :))
Begitu Ibuku tau aku hampir ketinggalan kereta langsung deh diomelin....."Bener kan apa kata Ibu tadi, berangkat lebih awal...bla...bla..bla......" Maklum gak sekali ini aja aku hampir ketinggalan kereta, di Jakarta juga pernah......naik Taksi eh ternyata macet banget trus naik ojek aku suruh ngebut....nyampe Gambir 5 menit sebelum kereta berangkat hehehehehe........
Ternyata feeling seorang Ibu tuh bener-bener tajem yah, yah paling nggak feeling Ibuku selalu benar. Hebat yah.....tapi emang dasar aku bandel sih jadi sering mengabaikan kekhawatiran Ibuku. Ibuku sayang....aku bener-bener sayang dan kagum denganmu....dengan segala kebaikan, kecerewetan, perhatian, feeling yang tajem dsb dsb......
Langganan:
Postingan (Atom)



