Hari ketiga di Bali barulah aku mulai jalan-jalan karena adikku juga baru datang hari itu sih. Schedule pertama adalah ke Ubud dan Kintamani. Di Ubud kebanyakan sih isinya galeri-galeri barang-barang kerajinan, tapi aku tidak tertarik belanja disana. Lagian dulu udah pernah menyusuri jalanan di Ubud. Aku juga males mampir ke monkey forrest cuma buat melihat monyet. Aku cuman pengen ke Terrace Rice di Tegallalang. Nah untuk masuk ke Tegallalang pengunjung kena biaya Rp 5000/orang. Terrace Rice atau Terasering banyak terdapat di daerah lain juga kok. Hanya saja karena berada di wilayah Ubud jadinya banyak menarik perhatian wisatawan terutama wisatawan asing. Di daerah Bedugul aku lihat ada beberapa Terrace Rice juga.
Dari Tegallalang kami menuju ke Kintamani. Disana kami makan di Sari Restaurant dengan pemandangan menghadap langsung ke Gunung Batur. Oya makanan disini halal dan disini ada musholanya juga, jadi kalau mau sholat gampang. Sistem makan disini adalah All You Can Eat tidak termasuk minuman ya, paket buffetnya seharga Rp 97.000/orang. Menu yang enak disini menurutku adalah sate tuna dan sate lilit (daging ayam).
Puas menikmati pemandangan Gunung Batur, kami memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang kami mampir di salah satu perkebunan kopi Madu Sari yang menyediakan kopi luwak, perkebunan ini terletak di Tampaksiring. Ada pemandu yang menerangkan jenis-jenis kopi yang ada disana. Trus kami dipersilahkan untuk mencicipi aneka kopi dan minuman lain yang ada disana...kalau mau nyicipin kopi luwak harus bayar Rp 50.000/cangkir. Hmm...jadi pengen nyobain...padahal biasanya aku gak ngopi. Pengen tau aja kayak apa sih rasanya. Begitu aku minum...sruput...sruput...emmm menurutku rasanya sama aja kayak kopi lain hahahaha.... Ya gini nih kalau orang yang jarang banget minum kopi dikasih kopi yang katanya termahal di dunia, gak ada bedanya di lidahku hehehe...
Disana ada toko kecil yang menyediakan aneka jenis kopi dalam kemasan, Jadi kalau pengunjung pengen membeli bisa belanja sepuasnya disitu. Aku sih beli Lemon Grass dan Kopi Ginseng. Harganya mahal euy untuk sekantong kecil kopi (kalau mau murah beli di warung aja ya hehehehe...)
Pulang dari perkebunan Madu Sari kami mampir ke penjual durian yang letaknya dekat banget ama perkebunan. Uuhhh harum durian udah menusuk-nusuk hidung, duriannya matang di pohon....udah ngebayangin wah pasti enak nih. Ternyata rasanya benar-benar mantapppp...enak euy. Biji duriannya itu kecil dan dagingnya lembut dan tebal. Rasanya beda yang dengan durian bangkok atau durian medan....enaklah pokoknya. Harga durian ukuran besar Rp 40.000/butir. Aku beli 2 buah durian lagi untuk oleh-oleh sepupuku.
Mampir lagi ke Pura Tirta Empul, biaya masuknya Rp 15.000/orang. Di Tirta Empul ada sumber mata air, dan sering digunakan pengunjung untuk mandi. Ikan-ikan yang berada di Tirta Empul dilarang ditangkap, jadi benar-benar bebas dari kecil sampai besar dan mati sendiri. Sebelum masuk ke area Pura...pengunjung diwajibkan memakai kain yang sudah disediakan oleh pengelola. Dari dalam area Pura Tirta Empul terlihat kompleks Istana Tampaksiring dari arah belakang. Pengunjung tidak boleh sembarangan masuk ke kompleks Istana kepresidenan itu, harus ada ijin khusus.
Okay saatnya pulang ke Denpasar. Bau durian semakin terasa menusuk-nusuk hidung...lama-lama bikin pusing juga euy. Walaupun aku doyan banget durian tapi kalau harus mencium baunya di dalam mobil lama-lama mual juga. Kami sampai di Denpasar pukul 20.00 WITA. Langsung disambut oleh keponakan-keponakanku dan Azka langsung nanya,"Budhe pergi kemana, kok lama sekali?"
Saatnya membersihkan badan, sholat, makan dan tiduuuurrrrr. Bersiap untuk perjalanan besok....zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.........................
Mei 18, 2014
Mirza dan Azka
Dua hari pertama di Bali aku menggunakan waktu untuk istirahat setelah mengikuti Komodo Sailing Trip yang lumayan melelahkan karena banyak aktivitas trekking, hiking, snorkeling. Puas-puasin tidur...dan main ama dua keponakanku yang lucu-lucu, Mirza yang baru berumur 10 bulan dan Azka yang berumur 4 tahun. Begitu pulang sekolah Azka pasti langsung ngajakin aku main, terkadang main lego, terkadang dia menggambar trus dipamerin ke aku...hobinya menggambar ogoh-ogoh. Nah pernah suatu waktu Azka menggambar ogoh-ogoh yang kepalanya miring trus aku tanya,"Azka kok ogoh-ogohnya kepalanya miring?"
Jawab Azka,"Kan ogoh-ogohnya lagi sakit tenggorokan Budhe." (dia menjawab sambil terus menggambar)...hadeuh perutku sakit menahan ketawa.
Trus aku tanya,"Azka di sekolah tadi belajar apa?
"Azka diajarin menyanyi."
"Nyanyi lagu apa aja?"
Trus Azka langsung nyanyi lagu Bintang Kecil, Balonku dan beberapa lagu anak-anak lainnya.
Trus aku tanya,"Azka udah diajarin lagu Burung Kakak Tua?"
"Belum Budhe, gimana lagunya?"
Aku nyanyi lagu Burung Kakak Tua dan Azka ngikutin, eh dia cepet banget lho hafalnya. Nah sewaktu aku udah kembali ke Jakarta, Helmy (Bapaknya Azka) cerita kalau Azka nyanyi lagu Burung Kakak Tua.
"Burung Kakak Tuaaaaa......"
Tiba-tiba nanya,"Pak, yang tua burungnya atau kakaknya?" (nanya serius)
Bapak dan Ibunya langsung ketawa ngakak gak bisa ditahan...tinggallah Azka yang tengkurep di meja belajarnya dan ngambek, dia nanya serius kok malah diketawain. Hadeuh Azka kamu pinter banget sih, kalau punya anak kecil emang harus siap dengan pertanyaan yang tiada habisnya.
Azka juga aku ajarin nyanyi lagu Aku Seorang Kapiten dan lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut. Mungkin karena diajari dua lagu di waktu yang bersamaan jadinya syair kedua lagu itu nyampur di kepalanya. Nah sewaktu pulang sekolah dan lagi main sama aku tiba-tiba Azka nyanyi,"Nenek Seorang Kapiten!!!!" dengan nada lagu Aku Seorang Kapiten.
Hadeuh sodara-sodara aku gak tahan menahan ketawa...ngakak sejadi-jadinya...Azka Azka kamu lucu banget siiiihhhhh....
Kata Dewi Ibunya Azka kalau menjelang tidur Azka masih aja ngapalin kedua lagu itu :D
Lain lagi dengan Mirza, adiknya Azka yang baru berumur 10 bulan itu. Mirza itu menggemaskan banget dengan tubuhnya yang montok itu. Mirza lagi seneng merangkak kemana-mana dan mulai belajar berdiri sendiri. Dan juga lagi hobi menggigit...abis deh tanganku digigitin ama Mirza. Mungkin karena giginya mau tumbuh jadi hobi menggigitnya makin menjadi-jadi hehehe...
Nah kalau Mirza sering aku nyanyiin lagu lain lagi:
"Satu-satu Mirza sayang Ibu."
"Dua-dua juga sayang Ayah." (pas bagian ini diprotes ama Azka, kata Azka,"sayang Bapak!"....karena mereka memang memanggil orang tuanya dengan sebutan Ibu dan Bapak)
Okay akhirnya aku ganti.
"Dua-dua juga sayang Bapak."
"Tiga-tiga sayang adik kakak."
"Satu, dua, tiga sayang semuanya..."
Awal-awal aku nyanyiin lagu itu Mirza hanya diam mendengarkan...lama-lama kepalanya gerak-gerak mengikuti nada lagu...eh lama-lama dia kayak bersenandung gitu...ala bahasa bayi tentunya...iiihhhh lucuuuu bangeeetttt... kiss kiss hug hug... Mirza udah bisa ikutan nyanyi :). Dan ternyata Mirza seneng banget ngeliat hasil rekama dia...bisa minta diputer lagi tuh berkali-kali dan nonton rekamannya sambil senyum-senyum. Ih narsis juga nih keponakan kecilku hehehehe....
Trus aku beberapa kali merekam tingkah laku Mirza pakai HP-ku. Lucu-lucu deh tingkahnya :D. Ada yang lagi berusaha menggigit kerupuk (kerupuknya masih didalam plastik), digigitin dari ujung ke ujung sampai mengeluarkan suara kres kres kres. Kalau diminta kerupuknya marah dianya....eeehhhhhh....gitu protesnya Mirza :D
Trus pernah suatu waktu aku lagi makan strawberry eh Mirza minta. Aku kasih satu yang besar...aku pikir cuma buat dimainin aja. Ternyata strawberrynya digigit ama Mirza dan sepertinya terasa asem dimulut mungilnya....karena dahinya langsung mengeryit dan bibirnya ditarik yah seperti ekspresi orang yang merasakan makanan yang asam. Tapi tetap digigit lagi ama Mirza dan gak boleh diminta...abis euy satu strawberry besar. Untung perutnya gak apa-apa. Kata Dewi sih mungkin karena Mirza masih makan makanan yang tanpa rasa jadi begitu menikmati rasa lain dia selalu excited.
Mirza juga suka ama kucing, kalau ada kucing langsung dipanggil-panggil dengan caranya sendiri....eeehhhh....ehhhhh....puuu...puuu....sambil tangannya melambai-lambai ke arah kucingnya :D
Azka lain lagi, saat dia sedang ikut lomba mewarnai...sementara peserta yang lain pakai krayon...Azka maunya pakai spidol. Trus daunnya ama dia dikasih warna kuning, sewaktu ditanya,"kenapa kok daunnya berwarna kuning?" Jawab Azka,"Kan pohonnya gak pernah disiram jadi daunnya jadi kuning." Hmm...benar juga ya...
Jadi jangan dipaksakan kalau daun itu harus selalu berwarna hijau...memang ada daun yang kuning, coklat bahkan merah :)
Biarkan anak berkreasi sesuai dengan imajinasi mereka, jangan merusak imajinasi anak-anak. Karena kalau dikekang akan membunuh kreatifitas mereka. Terus berkarya Azka, menggambarlah sesuai dengan imajinasimu.
Luv you Azka, luv you Mirza...Budhe kangen banget sama kalian. Nanti Lebaran Insya Allah kita ketemu lagi :)
Jawab Azka,"Kan ogoh-ogohnya lagi sakit tenggorokan Budhe." (dia menjawab sambil terus menggambar)...hadeuh perutku sakit menahan ketawa.
Trus aku tanya,"Azka di sekolah tadi belajar apa?
"Azka diajarin menyanyi."
"Nyanyi lagu apa aja?"
Trus Azka langsung nyanyi lagu Bintang Kecil, Balonku dan beberapa lagu anak-anak lainnya.
Trus aku tanya,"Azka udah diajarin lagu Burung Kakak Tua?"
"Belum Budhe, gimana lagunya?"
Aku nyanyi lagu Burung Kakak Tua dan Azka ngikutin, eh dia cepet banget lho hafalnya. Nah sewaktu aku udah kembali ke Jakarta, Helmy (Bapaknya Azka) cerita kalau Azka nyanyi lagu Burung Kakak Tua.
"Burung Kakak Tuaaaaa......"
Tiba-tiba nanya,"Pak, yang tua burungnya atau kakaknya?" (nanya serius)
Bapak dan Ibunya langsung ketawa ngakak gak bisa ditahan...tinggallah Azka yang tengkurep di meja belajarnya dan ngambek, dia nanya serius kok malah diketawain. Hadeuh Azka kamu pinter banget sih, kalau punya anak kecil emang harus siap dengan pertanyaan yang tiada habisnya.
Azka juga aku ajarin nyanyi lagu Aku Seorang Kapiten dan lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut. Mungkin karena diajari dua lagu di waktu yang bersamaan jadinya syair kedua lagu itu nyampur di kepalanya. Nah sewaktu pulang sekolah dan lagi main sama aku tiba-tiba Azka nyanyi,"Nenek Seorang Kapiten!!!!" dengan nada lagu Aku Seorang Kapiten.
Hadeuh sodara-sodara aku gak tahan menahan ketawa...ngakak sejadi-jadinya...Azka Azka kamu lucu banget siiiihhhhh....
Kata Dewi Ibunya Azka kalau menjelang tidur Azka masih aja ngapalin kedua lagu itu :D
Lain lagi dengan Mirza, adiknya Azka yang baru berumur 10 bulan itu. Mirza itu menggemaskan banget dengan tubuhnya yang montok itu. Mirza lagi seneng merangkak kemana-mana dan mulai belajar berdiri sendiri. Dan juga lagi hobi menggigit...abis deh tanganku digigitin ama Mirza. Mungkin karena giginya mau tumbuh jadi hobi menggigitnya makin menjadi-jadi hehehe...
Nah kalau Mirza sering aku nyanyiin lagu lain lagi:
"Satu-satu Mirza sayang Ibu."
"Dua-dua juga sayang Ayah." (pas bagian ini diprotes ama Azka, kata Azka,"sayang Bapak!"....karena mereka memang memanggil orang tuanya dengan sebutan Ibu dan Bapak)
Okay akhirnya aku ganti.
"Dua-dua juga sayang Bapak."
"Tiga-tiga sayang adik kakak."
"Satu, dua, tiga sayang semuanya..."
Awal-awal aku nyanyiin lagu itu Mirza hanya diam mendengarkan...lama-lama kepalanya gerak-gerak mengikuti nada lagu...eh lama-lama dia kayak bersenandung gitu...ala bahasa bayi tentunya...iiihhhh lucuuuu bangeeetttt... kiss kiss hug hug... Mirza udah bisa ikutan nyanyi :). Dan ternyata Mirza seneng banget ngeliat hasil rekama dia...bisa minta diputer lagi tuh berkali-kali dan nonton rekamannya sambil senyum-senyum. Ih narsis juga nih keponakan kecilku hehehehe....
Trus aku beberapa kali merekam tingkah laku Mirza pakai HP-ku. Lucu-lucu deh tingkahnya :D. Ada yang lagi berusaha menggigit kerupuk (kerupuknya masih didalam plastik), digigitin dari ujung ke ujung sampai mengeluarkan suara kres kres kres. Kalau diminta kerupuknya marah dianya....eeehhhhhh....gitu protesnya Mirza :D
Trus pernah suatu waktu aku lagi makan strawberry eh Mirza minta. Aku kasih satu yang besar...aku pikir cuma buat dimainin aja. Ternyata strawberrynya digigit ama Mirza dan sepertinya terasa asem dimulut mungilnya....karena dahinya langsung mengeryit dan bibirnya ditarik yah seperti ekspresi orang yang merasakan makanan yang asam. Tapi tetap digigit lagi ama Mirza dan gak boleh diminta...abis euy satu strawberry besar. Untung perutnya gak apa-apa. Kata Dewi sih mungkin karena Mirza masih makan makanan yang tanpa rasa jadi begitu menikmati rasa lain dia selalu excited.
Mirza juga suka ama kucing, kalau ada kucing langsung dipanggil-panggil dengan caranya sendiri....eeehhhh....ehhhhh....puuu...puuu....sambil tangannya melambai-lambai ke arah kucingnya :D
Azka lain lagi, saat dia sedang ikut lomba mewarnai...sementara peserta yang lain pakai krayon...Azka maunya pakai spidol. Trus daunnya ama dia dikasih warna kuning, sewaktu ditanya,"kenapa kok daunnya berwarna kuning?" Jawab Azka,"Kan pohonnya gak pernah disiram jadi daunnya jadi kuning." Hmm...benar juga ya...
Jadi jangan dipaksakan kalau daun itu harus selalu berwarna hijau...memang ada daun yang kuning, coklat bahkan merah :)
Biarkan anak berkreasi sesuai dengan imajinasi mereka, jangan merusak imajinasi anak-anak. Karena kalau dikekang akan membunuh kreatifitas mereka. Terus berkarya Azka, menggambarlah sesuai dengan imajinasimu.
Luv you Azka, luv you Mirza...Budhe kangen banget sama kalian. Nanti Lebaran Insya Allah kita ketemu lagi :)
Mei 16, 2014
Seserahan...
Minggu lalu tiba-tiba dikontak sama Mas Nope (teman kantor), dia minta tolong untuk menatakan seserahannya. Dan seserahannya hari Sabtu kemarin...makkkk...mendadak banget. Barang-barangnya baru diserahkan hari Jum'at sore dan malam. Ok aku berusaha semampuku menata seserahan untuk Mas Nope.
Seserahannya berupa handuk dan mukena. Untuk handuk Mas Nope minta dibentuk angsa...btw baru kali ini aku bikin angsa warna hijau hehehe... Sedangkan mukenanya aku bentuk bunga. Tempat seserahannya berupa kotak kardus yang dihias renda, yang satu warna merah dan yang satunya lagi pink...hadeuhhhh...gini nih kalau cowok belanja sendiri. Akhirnya biar terlihat cantik dan mewah kotak seserahannya aku balut dengan pita satin motif polkadot warna hijau muda dan putih. Terakhir aku packing dengan opp plastic motif. Dan inilah hasilnya :)
Sementara Sekar pesan souvenir siraman, isi paket souvenir siraman ini antara lain handuk ukuran 30x30cm, sabun Bali 100 gr berbagai aroma, sisir dan kaca kayu. Packagingnya menggunakan keranjang rotan dan kain tile yang diikat dengan pita. Handuk dan kain tilenya Sekar minta warna pink sedangkan untuk pitanya berwarna silver. Makasih ya Sekar atas pesanannya dan semoga nanti acaranya berjalan dengan lancar :)
Seserahannya berupa handuk dan mukena. Untuk handuk Mas Nope minta dibentuk angsa...btw baru kali ini aku bikin angsa warna hijau hehehe... Sedangkan mukenanya aku bentuk bunga. Tempat seserahannya berupa kotak kardus yang dihias renda, yang satu warna merah dan yang satunya lagi pink...hadeuhhhh...gini nih kalau cowok belanja sendiri. Akhirnya biar terlihat cantik dan mewah kotak seserahannya aku balut dengan pita satin motif polkadot warna hijau muda dan putih. Terakhir aku packing dengan opp plastic motif. Dan inilah hasilnya :)
Sementara Sekar pesan souvenir siraman, isi paket souvenir siraman ini antara lain handuk ukuran 30x30cm, sabun Bali 100 gr berbagai aroma, sisir dan kaca kayu. Packagingnya menggunakan keranjang rotan dan kain tile yang diikat dengan pita. Handuk dan kain tilenya Sekar minta warna pink sedangkan untuk pitanya berwarna silver. Makasih ya Sekar atas pesanannya dan semoga nanti acaranya berjalan dengan lancar :)
Labels:
Kreasiku,
Penataan Seserahan,
Seserahan,
Souvenir Siraman
Pulau Rinca & Pulau Bidadari
Day 5
Pagi-pagi banget kapal mulai bergerak ke arah Pulau Rinca yang merupakan habitat komodo dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan di Pulau Komodo dan komodo disini juga lebih liar...emm agak deg-degan juga sih. Duh gak kebayang kalau sampai dikejar komodo...hiiii....sereeemmmm...
Di Pulau Rinca ini kami mengambil medium trek dan tentu saja ditemani oleh 2 orang Ranger. Komodo yang terdapat di Pulau Rinca ini rata-rata adalah komodo muda dan memiliki ukuran badan yang lebih kecil dibandingkan komodo di Pulau Komodo. Komodo muda bisa memanjat pohon, berenang dan berlari dengan kecepatan 18km/jam....jadi kelihatannya sih lebih ngeri menghadapi komodo muda ini.
Alhamdulillah kami selalu beruntung karena selalu ketemu dengan komodo...terkadang ada lho yang walaupun ikut long trek tapi gak ketemu komodo sama sekali. Nah di Pulau Rinca ini kami ketemu komodo yang baru berumur 1 tahun dan 6 tahun. Dan si komodo yang berumur 6 tahun tiba-tiba mengejar komodo yang berumur 1 tahun...bukannya diajak bercanda lho ya...tapi mau dimakan!!! Inga inga komodo adalah binatang kanibal yang bisa memakan sesama komodo. Tapi kayaknya si komodo imut berhasil menyelamatkan dirinya dari kejaran si komodo remaja, karena si komodo remaja berjalan kembali ke arah kami berdiri. Waaahhhh kami langsung beringsut pelan-pelan meninggalkan tempat itu...gak lucu kan kalau si komodo yang lagi kesal karena gagal mendapatkan buruannya terus memburu kami...iiihhh jangan sampai deh...
Oya saat kami berjalan menuju ke pintu gerbang untuk keluar dari Pulau Rinca...tiba-tiba langkah Rangernya melambat...kami otomatis ikut melambatkan langkah kami. Ternyata ada komodo dewasa yang lagi diam di antara pohon-pohon dan tersembunyi di balik semak-semak. Di punggung komodo itu diberi cat warna hijau dan ternyata komodo tersebut udah pernah menyerang manusia sebanyak 2x. Setelah kami mengambil foto komodo tersebut kami melanjutkan langkah ke arah pintu gerbang. Kalau disuruh narsis ama komodo itu...wah makasih deh...gak mauuuu...seremmm...
Akhirnya kami kembali ke kapal kami. Biasanya di setiap pulau yang kami singgahi, kami selalu berenang atau snorkeling. Tapi kegiatan itu tidak kami lakukan di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Emang mau...lagi enak-enak berenang tiba-tiba ditowel komodo dari samping atau belakang...inga-inga komodo itu suka berenang di laut. Jadi jangan coba-coba kawan, sayangilah nyawa kalian.
Kapal berlayar lagi selama beberapa jam...dan kami memanfaatkan waktu dengan bersantai di kapal. Sampai akhirnya kami sampai di Pulau Bidadari. Dan lagi-lagi kami harus berenang untuk menuju ke pantai, kali ini aku langsung pakai snorkel dan fins. Kami bersantai dulu di pantai Pulau Bidadari. Hmm...indah banget disini...tenang...damai...indah... Dan seperti biasa kami narsis sepuasnya disini ;)
Puas foto-foto kami mulai snorkeling....menikmati terumbu karang yang indah dan ikan-ikan yang bersliweran di antara terumbu karang. Tapi kami tidak bisa berlama-lama snorkeling karena harus bergegas ke Labuan Bajo. Perjalanan dari Pulau Bidadari ke Labuan Bajo memakan waktu sekitar 15 menit.
Sampailah kami di Labuan Bajo, dan kapal kami berlabuh berbarengan dengan suara Adzan Ashar dari masjid yang berdiri kokoh di dekat pelabuhan. Disinilah kami harus berpisah dengan Kapten kapal dan para ABK. Terima kasih Kapten atas pelayanannya yang sangat baik selama di perjalanan :)
Terima kasih juga untuk para ABK yang selalu melayani kami. Tapi ingat perjalanan kami adalah ala backpacker jadi jangan membayangkan makanan mewah, kapal mewah dan segala kemewahan lainnya :)
Tapi dengan segala kesederhanaan ini kami bisa menikmati beberapa sudut Indonesia yang sangat indah... Alhamdulillah...
Dari Pelabuhan kami berjalan kaki ke arah hotel dengan segala barang bawaan kami yang maha berat. Begitu sampai di hotel kami langsung membersihkan diri. Selesai membersihkan diri dan sholat, kami menuju ke Paradise Bar untuk melihat sunset dari sana. Pas kami datang tempat duduk yang mengarah ke arah sunset masih kosong....asyiiiikkkk...langsung deh kami berjajar disana. Gak begitu lama traveler lain mulai berdatangan dengan tujuan yang sama dengan kami...yaitu menikmati sunset di Labuan Bajo.
Walaupun lagi-lagi matahari agak tertutup awan, tapi tetap saja alam menyajikan sunset yang begitu indah :)
Kami makan malam di Paradise Bar...sebenarnya sih aku dan beberapa temanku pengen makan di Pusat Jajanan untuk menikmati seafood. Tapi berhubung Indra berkeras makan disitu ya udahlah akhirnya kami ngikut aja, padahal sih menunya standar banget. Pukul 20.00 WITA kami memutuskan untuk kembali ke hotel dengan berjalan kaki karena angkutan umum sudah tidak beroperasi. Dan ternyata Paradise Bar ini lokasinya begitu terpencil, disekitarnya tidak ada bangunan...alamak sepi kali...
Jalanan yang gelap dan sepi membuat kami harus extra hati-hati biar tidak tersandung atau tidak terlena berjalan ke tengah jalan, karena kendaraan di Labuan Bajo ini kenceng-kenceng jalannya.
Jarak dari Paradise Bar ke Hotel tempat kami menginap sekitar 2 km, lumayan bikin badan keringetan. Nah dalam perjalanan pulang itu kami melewati banyak toko souvenir...dan lagi-lagi aku tergoda untuk belanja souvenir. Selain souvenir aku juga beli kopi Flores buat oleh-oleh. Begitu pulang ke hotel mulai sedikit membenahi ransel yang semakin sesak aja karena isinya bertambah.
Teman-temanku ngajakin keluar lagi ke kafe untuk ngopi-ngopi...tapi aku memilih tinggal di hotel. Karena selain udah capek, udah ngantuk, aku gak suka minum kopi.
Malam itu aku tidur dengan pulasnya...zzzzzzzzzz.......
Day 6
Pagi-pagi setelah mandi dan sholat subuh...aku menikmati breakfast yang sudah disediakan oleh hotel. Dan lagi-lagi menunya pancake hahahaha...bener-bener mabuk pancake dalam trip kali ini :D
Selesai sarapan kami bergegas menuju Bandara Komodo Labuan Bajo. Kami naik angkot....dan baru jalan bentar eh angkotnya mogok. Akhirnya kami pindah ke angkot yang lain. Gak berapa lama sampailah kami di Bandara Komodo, kami langsung check in. Tapi ternyata pesawatnya delayed. Akhirnya kami menuju ke deretan pedagang....dan memesan mie rebus. Nah disinilah setan belanja merasukiku lagi, aku gak tahan melihat kain tenun Flores yang melambai-lambai di depan mataku. Akhirnya aku belanja kain tenun deh...beli selembar kain tenun, tas kecil buat adikku dan sepupuku yang ada di Bali, tas untuk Ibuku dan tas buat aku sendiri. Beberapa temanku ikutan belanja kain tenun juga :D
Akhirnya pesawat kami datang. Oya Indra dan Gini masih tinggal di Labuan Bajo karena mereka mau meneruskan dengan Diving Trip. Sementara kami ber-9 naik pesawat dari Labuan Bajo menuju ke Denpasar. Hmm...ini adalah pengalaman pertamaku naik pesawat baling-baling. Pesawat ini memiliki kapasitas 40 orang. Karena pesawat kecil jadi ya terbangnya gak tinggi-tinggi banget, aku menikmati pemandangan yang terhampar di bawah sana...indahnyaaaa...
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam 25 menit. Kami sampai di Denpasar pukul 13.00 WITA. Ario tetap tinggal di Bandara Ngurah Rai karena udah janjian ama temennya, kami ber-8 sepakat untuk makan siang di Kuta. Kami makan siang di Laota, udang gandumnya endes lho, trus kami juga pesan cumi goreng tepung saus mayo.
Selesai makan aku pamit ke temen-temen karena mau ke rumah sepupuku di Denpasar. Senang ngetrip bareng kalian semua temans...benar-benar trip yang tidak akan terlupakan...Indra, Gini, Meli, Icha, Puput, Lady, Numan, Arif, Ario dan Iis...cu next time guys :). Aku naik burung biru, kira-kira memakan waktu sekitar 45 menit dari Kuta ke rumah sepupuku. Nah saat aku sampai sepupuku dan istrinya masih kerja di kantor, di rumah hanya ada asisten rumah tangga dan 2 orang keponakanku. Yeah...saatnya berpetualang di Bali :)
Pagi-pagi banget kapal mulai bergerak ke arah Pulau Rinca yang merupakan habitat komodo dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan di Pulau Komodo dan komodo disini juga lebih liar...emm agak deg-degan juga sih. Duh gak kebayang kalau sampai dikejar komodo...hiiii....sereeemmmm...
Di Pulau Rinca ini kami mengambil medium trek dan tentu saja ditemani oleh 2 orang Ranger. Komodo yang terdapat di Pulau Rinca ini rata-rata adalah komodo muda dan memiliki ukuran badan yang lebih kecil dibandingkan komodo di Pulau Komodo. Komodo muda bisa memanjat pohon, berenang dan berlari dengan kecepatan 18km/jam....jadi kelihatannya sih lebih ngeri menghadapi komodo muda ini.
Alhamdulillah kami selalu beruntung karena selalu ketemu dengan komodo...terkadang ada lho yang walaupun ikut long trek tapi gak ketemu komodo sama sekali. Nah di Pulau Rinca ini kami ketemu komodo yang baru berumur 1 tahun dan 6 tahun. Dan si komodo yang berumur 6 tahun tiba-tiba mengejar komodo yang berumur 1 tahun...bukannya diajak bercanda lho ya...tapi mau dimakan!!! Inga inga komodo adalah binatang kanibal yang bisa memakan sesama komodo. Tapi kayaknya si komodo imut berhasil menyelamatkan dirinya dari kejaran si komodo remaja, karena si komodo remaja berjalan kembali ke arah kami berdiri. Waaahhhh kami langsung beringsut pelan-pelan meninggalkan tempat itu...gak lucu kan kalau si komodo yang lagi kesal karena gagal mendapatkan buruannya terus memburu kami...iiihhh jangan sampai deh...
Oya saat kami berjalan menuju ke pintu gerbang untuk keluar dari Pulau Rinca...tiba-tiba langkah Rangernya melambat...kami otomatis ikut melambatkan langkah kami. Ternyata ada komodo dewasa yang lagi diam di antara pohon-pohon dan tersembunyi di balik semak-semak. Di punggung komodo itu diberi cat warna hijau dan ternyata komodo tersebut udah pernah menyerang manusia sebanyak 2x. Setelah kami mengambil foto komodo tersebut kami melanjutkan langkah ke arah pintu gerbang. Kalau disuruh narsis ama komodo itu...wah makasih deh...gak mauuuu...seremmm...
Akhirnya kami kembali ke kapal kami. Biasanya di setiap pulau yang kami singgahi, kami selalu berenang atau snorkeling. Tapi kegiatan itu tidak kami lakukan di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Emang mau...lagi enak-enak berenang tiba-tiba ditowel komodo dari samping atau belakang...inga-inga komodo itu suka berenang di laut. Jadi jangan coba-coba kawan, sayangilah nyawa kalian.
Kapal berlayar lagi selama beberapa jam...dan kami memanfaatkan waktu dengan bersantai di kapal. Sampai akhirnya kami sampai di Pulau Bidadari. Dan lagi-lagi kami harus berenang untuk menuju ke pantai, kali ini aku langsung pakai snorkel dan fins. Kami bersantai dulu di pantai Pulau Bidadari. Hmm...indah banget disini...tenang...damai...indah... Dan seperti biasa kami narsis sepuasnya disini ;)
Puas foto-foto kami mulai snorkeling....menikmati terumbu karang yang indah dan ikan-ikan yang bersliweran di antara terumbu karang. Tapi kami tidak bisa berlama-lama snorkeling karena harus bergegas ke Labuan Bajo. Perjalanan dari Pulau Bidadari ke Labuan Bajo memakan waktu sekitar 15 menit.
Sampailah kami di Labuan Bajo, dan kapal kami berlabuh berbarengan dengan suara Adzan Ashar dari masjid yang berdiri kokoh di dekat pelabuhan. Disinilah kami harus berpisah dengan Kapten kapal dan para ABK. Terima kasih Kapten atas pelayanannya yang sangat baik selama di perjalanan :)
Terima kasih juga untuk para ABK yang selalu melayani kami. Tapi ingat perjalanan kami adalah ala backpacker jadi jangan membayangkan makanan mewah, kapal mewah dan segala kemewahan lainnya :)
Tapi dengan segala kesederhanaan ini kami bisa menikmati beberapa sudut Indonesia yang sangat indah... Alhamdulillah...
Dari Pelabuhan kami berjalan kaki ke arah hotel dengan segala barang bawaan kami yang maha berat. Begitu sampai di hotel kami langsung membersihkan diri. Selesai membersihkan diri dan sholat, kami menuju ke Paradise Bar untuk melihat sunset dari sana. Pas kami datang tempat duduk yang mengarah ke arah sunset masih kosong....asyiiiikkkk...langsung deh kami berjajar disana. Gak begitu lama traveler lain mulai berdatangan dengan tujuan yang sama dengan kami...yaitu menikmati sunset di Labuan Bajo.
Walaupun lagi-lagi matahari agak tertutup awan, tapi tetap saja alam menyajikan sunset yang begitu indah :)
Kami makan malam di Paradise Bar...sebenarnya sih aku dan beberapa temanku pengen makan di Pusat Jajanan untuk menikmati seafood. Tapi berhubung Indra berkeras makan disitu ya udahlah akhirnya kami ngikut aja, padahal sih menunya standar banget. Pukul 20.00 WITA kami memutuskan untuk kembali ke hotel dengan berjalan kaki karena angkutan umum sudah tidak beroperasi. Dan ternyata Paradise Bar ini lokasinya begitu terpencil, disekitarnya tidak ada bangunan...alamak sepi kali...
Jalanan yang gelap dan sepi membuat kami harus extra hati-hati biar tidak tersandung atau tidak terlena berjalan ke tengah jalan, karena kendaraan di Labuan Bajo ini kenceng-kenceng jalannya.
Jarak dari Paradise Bar ke Hotel tempat kami menginap sekitar 2 km, lumayan bikin badan keringetan. Nah dalam perjalanan pulang itu kami melewati banyak toko souvenir...dan lagi-lagi aku tergoda untuk belanja souvenir. Selain souvenir aku juga beli kopi Flores buat oleh-oleh. Begitu pulang ke hotel mulai sedikit membenahi ransel yang semakin sesak aja karena isinya bertambah.
Teman-temanku ngajakin keluar lagi ke kafe untuk ngopi-ngopi...tapi aku memilih tinggal di hotel. Karena selain udah capek, udah ngantuk, aku gak suka minum kopi.
Malam itu aku tidur dengan pulasnya...zzzzzzzzzz.......
Day 6
Pagi-pagi setelah mandi dan sholat subuh...aku menikmati breakfast yang sudah disediakan oleh hotel. Dan lagi-lagi menunya pancake hahahaha...bener-bener mabuk pancake dalam trip kali ini :D
Selesai sarapan kami bergegas menuju Bandara Komodo Labuan Bajo. Kami naik angkot....dan baru jalan bentar eh angkotnya mogok. Akhirnya kami pindah ke angkot yang lain. Gak berapa lama sampailah kami di Bandara Komodo, kami langsung check in. Tapi ternyata pesawatnya delayed. Akhirnya kami menuju ke deretan pedagang....dan memesan mie rebus. Nah disinilah setan belanja merasukiku lagi, aku gak tahan melihat kain tenun Flores yang melambai-lambai di depan mataku. Akhirnya aku belanja kain tenun deh...beli selembar kain tenun, tas kecil buat adikku dan sepupuku yang ada di Bali, tas untuk Ibuku dan tas buat aku sendiri. Beberapa temanku ikutan belanja kain tenun juga :D
Akhirnya pesawat kami datang. Oya Indra dan Gini masih tinggal di Labuan Bajo karena mereka mau meneruskan dengan Diving Trip. Sementara kami ber-9 naik pesawat dari Labuan Bajo menuju ke Denpasar. Hmm...ini adalah pengalaman pertamaku naik pesawat baling-baling. Pesawat ini memiliki kapasitas 40 orang. Karena pesawat kecil jadi ya terbangnya gak tinggi-tinggi banget, aku menikmati pemandangan yang terhampar di bawah sana...indahnyaaaa...
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam 25 menit. Kami sampai di Denpasar pukul 13.00 WITA. Ario tetap tinggal di Bandara Ngurah Rai karena udah janjian ama temennya, kami ber-8 sepakat untuk makan siang di Kuta. Kami makan siang di Laota, udang gandumnya endes lho, trus kami juga pesan cumi goreng tepung saus mayo.
Selesai makan aku pamit ke temen-temen karena mau ke rumah sepupuku di Denpasar. Senang ngetrip bareng kalian semua temans...benar-benar trip yang tidak akan terlupakan...Indra, Gini, Meli, Icha, Puput, Lady, Numan, Arif, Ario dan Iis...cu next time guys :). Aku naik burung biru, kira-kira memakan waktu sekitar 45 menit dari Kuta ke rumah sepupuku. Nah saat aku sampai sepupuku dan istrinya masih kerja di kantor, di rumah hanya ada asisten rumah tangga dan 2 orang keponakanku. Yeah...saatnya berpetualang di Bali :)
Labels:
Jalan - Jalan,
Kuliner Bali,
Labuan Bajo,
Pulau Rinca
Mei 09, 2014
Gili Laba yang menakjubkan...
Day 3
Subuh sekitar pukul 04.00 WITA kapal mulai bergerak ke arah Pulau Moyo. Hmm...udara begitu segaaarrrr....dan akhirnya sampailah kami di Pulau Moyo. Dari kapal ke pantai Pulau Moyo kami harus berenang, dan baru kali ini aku berenang di laut tanpa menggunakan fins dan snorkel...alamak capeknyoooo. Maklum aku hanya berenang saat snorkeling di laut, udah gak pernah lagi berenang di air tawar atau kolam renang, jadinya berasa sangat capek.
Dari pantai kami berjalan ke dalam hutan Moyo untuk menuju ke air terjun Moyo. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 30 menit melewati pohon-pohon besar, semak-semak, sungai....dan akhirnya kami sampai di air terjun. Aaaahhhhhh akhirnya kami ketemu dengan air tawar...bisa mandi sepuasnya nih setelah di kapal mandi dengan jumlah air tawar yang sangat terbatas.
Air terjunnya model bertingkat. Kami pelan-pelan naik ke atas dengan cara merambat seperti cicak di tebing batu-batu yang berada di sisi air terjun. Kami harus sangat hati-hati karena ada beberapa bagian yang sangat licin, batu yang terendam air justru tidak licin sedangkan batu yang tidak terendam air justru sangat licin. Setelah berjuang beberapa lama akhirnya kami sampai di bagian atas air terjun....wuaaahhhhh menyenangkan....
Setelah puas menikmati bagian atas air terjun kami turun lagi....dan lagi-lagi kami harus extra hati-hati untuk menuruninya...fyi saat itu kami bertelanjang kaki jadi tentu saja lebih licin kalau menginjak batu atau tebing. Wuiiiihhhh benar-benar nikmat mandi di air tawar yang dingin.
Puas menikmati air terjun, kami kembali lagi ke arah pantai. Oya selama di hutan Moyo ini harus hati-hati dengan beberapa jenis ular, salah satunya ular hijau yang berbisa...ularnya kecil dan ramping berwarna hijau daun.
Setelah puas mandi air tawar yang dingin di air terjun Moyo...kami harus menghadapi kenyataan berenang lagi menuju ke kapal...otomatis kena air asin lageeeee....hadeuhhh lengket lagi :))
Perjalanan berlanjut lagi ke Pulau Satonda di wilayah Dompu. Di Satonda ada danau air asin yang terbentuk karena letusan Gunung Tambora. Untuk menuju ke pantai lagi-lagi kami harus berenang dari kapal, tapi kami menggunakan snorkel dan fins jadi bisa lebih cepat mencapai pantai. Snorkel gear kami tinggalkan di salah satu gazebo yang ada di pinggir pantai kemudian kami berjalan ke arah danau air asin. Cuma butuh beberapa menit berjalan kaki ke arah danau air asin. Begitu sampai langsung kami nyemplung ke danau. Nah di danau Satonda ini ada fish spa...emmm apa ya nama ilmiahnya...yah pokoknya ikan-ikan kecil yang sering dipakai untuk spa kaki itu lho. Ikan-ikan tersebut langsung mengerubungi kaki-kaki kami dan menggigiti kaki kami...terasa geli hehehe...lumayanlah bisa spa kaki :)
Kami hanya berenang-renang di tepian danau, yah sama seperti waktu di Danau Kakaban di Kalimantan dulu itu...waktu itu aku dan teman-temanku juga hanya berenang di tepian danau. Yah walaupun suasana di Danau Satonda ini tidak seangker di Danau Kakaban, kalau di Kakaban dulu aku agak merasakan hal-hal lain yang bikin bulu kuduk meremang.
Seperti biasa narsis sepuasnya dan setelah puas baru deh keluar dari danau hehehe...
Selesai menikmati danau air asin kami snorkeling di Satonda. Puas snorkeling kami naik lagi ke atas kapal untuk makan, mandi dan sholat tentunya.
Malam itu kapal terus berlayar tanpa henti untuk menuju ke Gili Laba di Kepulauan Komodo. Dan mungkin karena seharian berbasah-basahan malam itu aku masuk angin...halah gak keren banget...berasa mual dan pusing. Akhirnya minum tolak angin, pake minyak gosok penghangat badan dan minum teh hangat. Malam itu aku tidak tidur di atas karena kalau tidur di atas goncangan kapal sangat berasa, aku memilih tidur di geladak bawah. Aku dan Meli tidur di geladak bawah sementara yang lain tidur di atas. Dan ternyata aku tidur sangat pulas padahal gak pake kasur lho hanya beralas karpet di atas lantai kapal.
Day 4
Aku terbangun sekitar pukul 05.00 WITA, selesai menunaikan sholat subuh langsung ambil kamera siap-siap menunggu sunrise di atas kapal. Sunrise memang bisa dilihat dari mana saja, tapi saat kamu berada di tengah laut dan bisa melihat sunrise itu sesuatu yang istimewa :)
Kapal terus melaju ke arah Gili Laba dan kami sampai di Gili Laba sekitar pukul 07.15 WITA. Agenda kali ini adalah trekking naik ke puncak Gili Laba. Sumpahhhh ini adalah perjalanan yang sangat melelahkan, berasa banget buat orang yang nyaris gak pernah olah raga sepertiku. Dengan lereng yang terjal dan gak ada landai-landainya sedikitpun karena jalanan terus menanjak...sukses membuat nafasku ngos-ngosan dan keringat mengucur deras. Tapi aku bertekad harus sampai ke puncak. Rugi dong udah jauh-jauh kesini gak sampai ke puncak. Jadi aku jalan atau lebih tepatnya merambat pelan-pelan, kalau kehabisan nafas berhenti sebentar untuk istirahat...dan akhirnya aku sampai juga ke puncak Gili Laba...hooooreeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!
Segala rasa capek serasa hilang begitu saja begitu melihat keindahan yang tersaji dari puncak Gili Laba. Melihat birunya lutan, bukit-bukit yang hijau kekuningan, kapal kami yang bersandar di tepi pantai...wuah benar-benar indah.... Subhanallah.... Allahu Akbar.... indah sekali bumi ciptaanmu ini Yaa Rabb... indah... sangat indah... Alam Indonesia memang begitu indah, semoga keindahan ini akan tetap terjaga selamanya... Aamiin... Jangan sampai ada tangan-tangan jahat yang merusaknya.
Puas menikmati pemandangan Gili Laba yang begitu menakjubkan....naluri narsis kami mulai muncul lagi hahahaha... langsung deh segala macam pose narsis ditampilkan. Rugi dong udah susah payah mencapai puncak Gili Laba kalau gak buat pose narsis disini ;)
Benar-benar indah...belum pernah aku melihat keindahan alam seperti ini di tempat lain...pokoknya wow banget deh view di puncak Gili Laba :)
Matahari semakin tinggi dan kami harus segera turun karena agenda masih berlanjut untuk snorkeling di Red Beach. Yaaa kami akan snorkeling di Red Beach yang terkenal itu. Jangan tanyakan berapa lama perjalanan kami dari satu tempat ke tempat lain, karena aku gak ingat persisnya...terlalu asyik menikmati perjalanan yang menyenangkan ini :)
Begitu sampai di Red Beach lagi-lagi kami harus berenang ke pantai, mencari tempat yang agak teduh untuk meletakkan dry bag. Nah sebelum mulai snorkeling kami seperti biasa bernarsis-narsis dulu. Setelah itu barulah kami snorkeling di Red Beach. Terumbu karangnya indah, berwarna-warni dan banyak ikannya.
Kami tidak bisa berlama-lama di Red Beach karena kami harus segera menuju ke Pulau Komodo. Sebenarnya kami agak kesorean karena sebentar lagi Taman Nasional Komodo tutup. Kapal bersandar di dermaga Pulau Komodo dan kami tergesa-gesa berjalan ke arah pintu gerbang. Karena hari sudah sore jadi kami hanya mengambil short trek. Kami ditemani oleh 2 orang Ranger yang bernama Pak Sofyan dan Ical. Setelah menerima beberapa pengarahan mulailah kami melakukan trekking di Pulau Komodo ini.
Belum lama kami berjalan kami bertemu dengan komodo. Ada rombongan bule-bule di bagian samping komodo tersebut, dan kami berdiri di bagian lain. Bedanya pengunjung bule dengan kami, kamau bule-bule itu fokus mengambil foto-foto komodo dalam berbagai sudut sedangkan kami sibuk mengambil posisi untuk narsis dengan komodo hahaha... yah walaupun akhirnya bule-bule itu ikutan narsis juga dengan komodo sih :D.
Point penting yang harus dicatat saat berada di Pulau Komodo yaitu:
Oya satu hal lagi yang membuat kami terhenyak...Ranger komodo itu tidak digaji oleh Pemerintah, mereka hanya bergantung dari tip pengunjung dan itupun jumlahnya dibagi untuk semua Ranger yang ada disitu. Bagaimana bisa pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa tidak mendapatkan gaji??? Apakah masuknya Komodo ke 7 keajaiban dunia itu salah satu faktornya karena Rangernya tidak digaji ini??? Benar-benar ajaib!!!
Perjalanan berlanjut ke Kampung Komodo yang berada kurang lebih 2km dari Pulau Komodo. Begitu kapal merapat di dermaga kami disambut oleh puluhan anak-anak kecil usia sekolah dasar. Mereka terus mengikuti kemanapun kami melangkah. Tujuan kami adalah ke Taman Bacaan Pelangi untuk menyerahkan batuan buku kacaan untuk anak-anak di Kampung Komodo. Disini aku merasa sangat trenyuh...melihat betapa anak-anak kecil di Kampung Komodo ini haus akan bacaan. Bayangkan saja...mereka tinggal di wilayah yang sangat terpencil dan untuk mendapatkan buku bacaan akan terasa sangat sulit. Betapa beruntungnya anak-anak yang tinggal di wilayah yang sudah lebih maju. Bersyukurlah bersyukurlah bersyukurlah...
Aku menyesal karena hanya membawa sedikit buku bacaan kesini, kalau tau lebih awal pasti aku akan membawa lebih banyak lagi buku bacaan untuk mereka. Mungkin lain waktu kalau Indra kesana lagi aku akan titip buku bacaan untuk mereka. Dan tentu masih banyak daerah pelosok lain lagi di Indonesia tercinta ini yang anak-anaknya sangat membutuhkan buku bacaan. Berbagilah dengan mereka kawan...berbagilah...karena dengan berbagi kamu akan mendapatkan kebahagiaan :)
Yah malam itu kami kembali ke kapal dengan perasaan mengharu biru. Malam itu kami bermalam di Gili Kalong, dalam posisi kapal diam di teluk.
Bersiap untuk melanjutkan perjalanan esok hari...stargazing...zzzzzzzzzzzzzz........
Subuh sekitar pukul 04.00 WITA kapal mulai bergerak ke arah Pulau Moyo. Hmm...udara begitu segaaarrrr....dan akhirnya sampailah kami di Pulau Moyo. Dari kapal ke pantai Pulau Moyo kami harus berenang, dan baru kali ini aku berenang di laut tanpa menggunakan fins dan snorkel...alamak capeknyoooo. Maklum aku hanya berenang saat snorkeling di laut, udah gak pernah lagi berenang di air tawar atau kolam renang, jadinya berasa sangat capek.
Dari pantai kami berjalan ke dalam hutan Moyo untuk menuju ke air terjun Moyo. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 30 menit melewati pohon-pohon besar, semak-semak, sungai....dan akhirnya kami sampai di air terjun. Aaaahhhhhh akhirnya kami ketemu dengan air tawar...bisa mandi sepuasnya nih setelah di kapal mandi dengan jumlah air tawar yang sangat terbatas.
Air terjunnya model bertingkat. Kami pelan-pelan naik ke atas dengan cara merambat seperti cicak di tebing batu-batu yang berada di sisi air terjun. Kami harus sangat hati-hati karena ada beberapa bagian yang sangat licin, batu yang terendam air justru tidak licin sedangkan batu yang tidak terendam air justru sangat licin. Setelah berjuang beberapa lama akhirnya kami sampai di bagian atas air terjun....wuaaahhhhh menyenangkan....
Setelah puas menikmati bagian atas air terjun kami turun lagi....dan lagi-lagi kami harus extra hati-hati untuk menuruninya...fyi saat itu kami bertelanjang kaki jadi tentu saja lebih licin kalau menginjak batu atau tebing. Wuiiiihhhh benar-benar nikmat mandi di air tawar yang dingin.
Puas menikmati air terjun, kami kembali lagi ke arah pantai. Oya selama di hutan Moyo ini harus hati-hati dengan beberapa jenis ular, salah satunya ular hijau yang berbisa...ularnya kecil dan ramping berwarna hijau daun.
Setelah puas mandi air tawar yang dingin di air terjun Moyo...kami harus menghadapi kenyataan berenang lagi menuju ke kapal...otomatis kena air asin lageeeee....hadeuhhh lengket lagi :))
Perjalanan berlanjut lagi ke Pulau Satonda di wilayah Dompu. Di Satonda ada danau air asin yang terbentuk karena letusan Gunung Tambora. Untuk menuju ke pantai lagi-lagi kami harus berenang dari kapal, tapi kami menggunakan snorkel dan fins jadi bisa lebih cepat mencapai pantai. Snorkel gear kami tinggalkan di salah satu gazebo yang ada di pinggir pantai kemudian kami berjalan ke arah danau air asin. Cuma butuh beberapa menit berjalan kaki ke arah danau air asin. Begitu sampai langsung kami nyemplung ke danau. Nah di danau Satonda ini ada fish spa...emmm apa ya nama ilmiahnya...yah pokoknya ikan-ikan kecil yang sering dipakai untuk spa kaki itu lho. Ikan-ikan tersebut langsung mengerubungi kaki-kaki kami dan menggigiti kaki kami...terasa geli hehehe...lumayanlah bisa spa kaki :)
![]() |
| Pantai Satonda |
Seperti biasa narsis sepuasnya dan setelah puas baru deh keluar dari danau hehehe...
Selesai menikmati danau air asin kami snorkeling di Satonda. Puas snorkeling kami naik lagi ke atas kapal untuk makan, mandi dan sholat tentunya.
Malam itu kapal terus berlayar tanpa henti untuk menuju ke Gili Laba di Kepulauan Komodo. Dan mungkin karena seharian berbasah-basahan malam itu aku masuk angin...halah gak keren banget...berasa mual dan pusing. Akhirnya minum tolak angin, pake minyak gosok penghangat badan dan minum teh hangat. Malam itu aku tidak tidur di atas karena kalau tidur di atas goncangan kapal sangat berasa, aku memilih tidur di geladak bawah. Aku dan Meli tidur di geladak bawah sementara yang lain tidur di atas. Dan ternyata aku tidur sangat pulas padahal gak pake kasur lho hanya beralas karpet di atas lantai kapal.
Day 4
Aku terbangun sekitar pukul 05.00 WITA, selesai menunaikan sholat subuh langsung ambil kamera siap-siap menunggu sunrise di atas kapal. Sunrise memang bisa dilihat dari mana saja, tapi saat kamu berada di tengah laut dan bisa melihat sunrise itu sesuatu yang istimewa :)
Kapal terus melaju ke arah Gili Laba dan kami sampai di Gili Laba sekitar pukul 07.15 WITA. Agenda kali ini adalah trekking naik ke puncak Gili Laba. Sumpahhhh ini adalah perjalanan yang sangat melelahkan, berasa banget buat orang yang nyaris gak pernah olah raga sepertiku. Dengan lereng yang terjal dan gak ada landai-landainya sedikitpun karena jalanan terus menanjak...sukses membuat nafasku ngos-ngosan dan keringat mengucur deras. Tapi aku bertekad harus sampai ke puncak. Rugi dong udah jauh-jauh kesini gak sampai ke puncak. Jadi aku jalan atau lebih tepatnya merambat pelan-pelan, kalau kehabisan nafas berhenti sebentar untuk istirahat...dan akhirnya aku sampai juga ke puncak Gili Laba...hooooreeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!
Segala rasa capek serasa hilang begitu saja begitu melihat keindahan yang tersaji dari puncak Gili Laba. Melihat birunya lutan, bukit-bukit yang hijau kekuningan, kapal kami yang bersandar di tepi pantai...wuah benar-benar indah.... Subhanallah.... Allahu Akbar.... indah sekali bumi ciptaanmu ini Yaa Rabb... indah... sangat indah... Alam Indonesia memang begitu indah, semoga keindahan ini akan tetap terjaga selamanya... Aamiin... Jangan sampai ada tangan-tangan jahat yang merusaknya.
Puas menikmati pemandangan Gili Laba yang begitu menakjubkan....naluri narsis kami mulai muncul lagi hahahaha... langsung deh segala macam pose narsis ditampilkan. Rugi dong udah susah payah mencapai puncak Gili Laba kalau gak buat pose narsis disini ;)
Benar-benar indah...belum pernah aku melihat keindahan alam seperti ini di tempat lain...pokoknya wow banget deh view di puncak Gili Laba :)
Matahari semakin tinggi dan kami harus segera turun karena agenda masih berlanjut untuk snorkeling di Red Beach. Yaaa kami akan snorkeling di Red Beach yang terkenal itu. Jangan tanyakan berapa lama perjalanan kami dari satu tempat ke tempat lain, karena aku gak ingat persisnya...terlalu asyik menikmati perjalanan yang menyenangkan ini :)
Begitu sampai di Red Beach lagi-lagi kami harus berenang ke pantai, mencari tempat yang agak teduh untuk meletakkan dry bag. Nah sebelum mulai snorkeling kami seperti biasa bernarsis-narsis dulu. Setelah itu barulah kami snorkeling di Red Beach. Terumbu karangnya indah, berwarna-warni dan banyak ikannya.
Kami tidak bisa berlama-lama di Red Beach karena kami harus segera menuju ke Pulau Komodo. Sebenarnya kami agak kesorean karena sebentar lagi Taman Nasional Komodo tutup. Kapal bersandar di dermaga Pulau Komodo dan kami tergesa-gesa berjalan ke arah pintu gerbang. Karena hari sudah sore jadi kami hanya mengambil short trek. Kami ditemani oleh 2 orang Ranger yang bernama Pak Sofyan dan Ical. Setelah menerima beberapa pengarahan mulailah kami melakukan trekking di Pulau Komodo ini.
Belum lama kami berjalan kami bertemu dengan komodo. Ada rombongan bule-bule di bagian samping komodo tersebut, dan kami berdiri di bagian lain. Bedanya pengunjung bule dengan kami, kamau bule-bule itu fokus mengambil foto-foto komodo dalam berbagai sudut sedangkan kami sibuk mengambil posisi untuk narsis dengan komodo hahaha... yah walaupun akhirnya bule-bule itu ikutan narsis juga dengan komodo sih :D.
Point penting yang harus dicatat saat berada di Pulau Komodo yaitu:
- Jangan berisik, bersikaplah yang tenang, jangan membuat gerakan yang mengejutkan apabila bertemu komodo karena akan dikejar oleh komodo.
- Komodo muda bisa memanjat pohon, berenang dan berlari dengan kecepatan 18km/jam sedangkan komodo tua tidak bisa memanjat pohon. Jadi seandainya menghadapi kemungkinan terburuk dikejar komodo berlarilah secara zig zag.
- Komodo memiliki 3 mata, mata yang ketiga terletak di dahinya.
- Perempuan yang sedang menstruasi boleh-boleh aja ikut trekking di Pulau Komodo tapi harus bilang ke Ranger-nya dan berjaloan di belakang Ranger persis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena indra penciuman komodo sangat tajam. Tanda bahwa komodo mencium bau sesuatu adalah lidahnya menjulur-julur keluar.
- Jangan sekali-sekali berjalan di Pulau Komodo tanpa didampingi Ranger karena komodo menyebar di seluruh pulau.
- Komodo adalah binatang kanibal, komodo bisa memangsa sesama komodo bahkan kalau ada salah satu kaki komodo yang terluka dan mengeluarkan darah bisa saja komodo tersebut memakan kakinya sendiri.
- Jangan membuang sampah sembarangan, hal ini tidak hanya berlaku di Pulau Komodo tapi dimanapun kita berada ingat JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!!
Oya satu hal lagi yang membuat kami terhenyak...Ranger komodo itu tidak digaji oleh Pemerintah, mereka hanya bergantung dari tip pengunjung dan itupun jumlahnya dibagi untuk semua Ranger yang ada disitu. Bagaimana bisa pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa tidak mendapatkan gaji??? Apakah masuknya Komodo ke 7 keajaiban dunia itu salah satu faktornya karena Rangernya tidak digaji ini??? Benar-benar ajaib!!!
Perjalanan berlanjut ke Kampung Komodo yang berada kurang lebih 2km dari Pulau Komodo. Begitu kapal merapat di dermaga kami disambut oleh puluhan anak-anak kecil usia sekolah dasar. Mereka terus mengikuti kemanapun kami melangkah. Tujuan kami adalah ke Taman Bacaan Pelangi untuk menyerahkan batuan buku kacaan untuk anak-anak di Kampung Komodo. Disini aku merasa sangat trenyuh...melihat betapa anak-anak kecil di Kampung Komodo ini haus akan bacaan. Bayangkan saja...mereka tinggal di wilayah yang sangat terpencil dan untuk mendapatkan buku bacaan akan terasa sangat sulit. Betapa beruntungnya anak-anak yang tinggal di wilayah yang sudah lebih maju. Bersyukurlah bersyukurlah bersyukurlah...
Aku menyesal karena hanya membawa sedikit buku bacaan kesini, kalau tau lebih awal pasti aku akan membawa lebih banyak lagi buku bacaan untuk mereka. Mungkin lain waktu kalau Indra kesana lagi aku akan titip buku bacaan untuk mereka. Dan tentu masih banyak daerah pelosok lain lagi di Indonesia tercinta ini yang anak-anaknya sangat membutuhkan buku bacaan. Berbagilah dengan mereka kawan...berbagilah...karena dengan berbagi kamu akan mendapatkan kebahagiaan :)
Yah malam itu kami kembali ke kapal dengan perasaan mengharu biru. Malam itu kami bermalam di Gili Kalong, dalam posisi kapal diam di teluk.
Bersiap untuk melanjutkan perjalanan esok hari...stargazing...zzzzzzzzzzzzzz........
Labels:
Gili Laba,
Jalan - Jalan,
Kampung Komodo,
Pulau Komodo,
Pulau Moyo,
Pulau Satonda
Mei 08, 2014
Komodo Sailing Trip
Yeah akhirnya aku jadi ikut Komodo Sailing Trip setelah sekian kali dibujuk-bujuk oleh Indra dan Erland hahaha...
Day 1
Pagi-pagi aku udah meluncur ke Bandara Soekarno Hatta dengan menaiki burung biru. Tujuannya adalah ke Lombok karena meeting point untuk Komodo Sailing Trip adalah di Senggigi. Di Bandara ketemu ama Lady dan Numan dan kami satu pesawat. Nah sewaktu di pesawat aku duduk bersebelahan dengan seorang Oma-Oma dan ternyata beliau adalah salah seorang pengusaha besar di Lombok. Usahanya meliputi hotel, mall, rumah makan dan lain-lain. Salut euy...udah setua itu masih bepergian sendiri dan terlihat masih sehat dan gesit. Ternyata beliau juga hobi traveling lho, beliau bercerita pernah menginap di Bandara JFK USA, trus saat traveling ke Eropa, China, Jepang dll. Cerita juga tentang perjuangannya membangun bisnis di Lombok bersama dengan suaminya. Trus beliau menawariku mampir di rumah makannya di Mataram. Aku sih hanya bilang akan menanyakan dulu ke teman-temanku karena kan perginya bareng-bareng :)
Nyampe di Bandara Lombok saat jam makan siang. Icha dan Puput yang udah nyampe sejak pagi udah nungguin di Bandara. Mobil sewaan pun juga sudah menunggu. Akhirnya kami menuju ke salah satu rumah makan di depan bandara untuk makan nasi puyung. Rasanya beda dengan nasi puyung Inaq Esun yang pernah aku cicipin waktu kunjunganku ke Lombok 2 tahun lalu. Kalau di RM Cahaya ini ayamnya tidak pedas sama sekali, kalau di Inaq Esun wah pedasnya mantappp sampai huhah huhah hehehehe....
Selesai makan kami Sholat Dzuhur di musholla SPBU, selesai sholat balik lagi ke Bandara untuk menjemput Iis yang baru mendarat. Iis dari Makassar dan tidak ada penerbangan langsung dari Makassar ke Lombok, jadi dia harus transit dulu ke Surabaya dan ternyata pesawatnya delayed. Perjalanan lanjut ke Pantai Mawun, memakan waktu kurang lebih 45 menit. Sayangnya saat itu cuaca mendung banget jadi gak bagus untuk ambil foto. Pantai Mawun itu indah sebenarnya tapi sayangnya sampah berserakan dimana-mana...sayang sekali ya.
Setelah puas di Mawun kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Selong Belanak. Di Selong Belanak kondisinya juga kotor dan banyak anjing liar berlarian di pantai. Anak-anak kecil mandi di pantai dengan bebasnya. Kami tidak begitu lama di Selong Belanak dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Senggigi. Perjalanan memakan waktu selama 2 jam. Dan sayangnya kami tidak bisa mampir ke rumah makan Ibu Markus, maaf ya Ibu...lain waktu kalau saya ke Lombok lagi diusahakan mampir :)
Akhirnya sampailah kami di Senggigi, kami menginap di penginapan Shinta di belakang Hotel Sheraton. Selesai mandi dan sholat kami menuju ke salah satu warung tenda yang ada di Jl. Raya Senggigi yaitu warung Cak Poer yang menyajikan seafood dan pesan beberapa jenis menu. Rasanya sih biasa aja ya tapi berhubung lapar jadi ya habis semua hehehe...
Indra yang baru sampai langsung menyusul kami di warung tersebut, dan seperti biasa dia pesan makanan selain seafood karena buat dia segala jenis makhluk laut adalah teman jadi gak boleh dimakan...hahahahaha....
Selesai makan kami sempat mampir ke mini market untuk beli air mineral trus balik ke hotel. Dan hari semakin malam, mataku udah gak bisa diajak kompromi. Teman-temanku yang lain berdatangan satu persatu. Arif dari Jogja, gini, Meli dan Ario dari Jakarta.
Day 2
Pagi-pagi sarapan udah siap...dan mulai detik itu dan beberapa hari ke depan kami harus siap dengan makanan jenis ini. Makanan apakah itu??? Pancake sodara-sodara :D
Selesai makan kami packing dan bersiap untuk menuju ke Pelabuhan Khayangan di Lombok Timur. Dalam perjalanan kami mampir ke salam satu mini market untuk belanja kebutuhan selama dalam pelayaran nanti. Kami beli aneka minuman botol baik air mineral maupun minuman yang berasa, aneka snack, kopi, obat-obatan, tissue basah, tissue kering dan lain sebagainya. Bayangin aja 4 hari 3 malam kami akan berada di atas kapal yang berlayar di lautan jadi ya semua kebutuhan harus benar-benar disiapkan kalau gak mau kelaparan dan kehausan di atas kapal. Kalau makanan berat udah disiapkan oleh awak kapal, tapi tau sendiri kan kalau orang yang habis nyemplung ke air itu biasanya laper bangettt jadi butuh snack aneka macam :)
Perjalanan lanjut lagi dan mampir lagi ke tempat penjual buah. Beli salak, jeruk, pear dan apel. Oya sempat beli nanas juga lho. Dan setelah beberapa lama kami sampai di Pelabuhan Khayangan, kapal kami sudah menunggu dengan manis di depan dermaga. Okay...mari kita berlayar...
Perjalanan di mulai dan kami makan siang di atas kapal dengan menu nasi kotak. Selesai makan aku sholat dan ganti baju karena harus siap berbasah-basah untuk snorkeling. Byuuurrrr snorkeling dimulai...spot pertama di dekat Gili Kambing. Selesai snorkeling kami trekking di Gili Kambing. Gili Kambing adalah sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Tanahnya dipenuhi alang-alang. Butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk menaiki puncak Gili Kambing. Saat itu hari sudah sore dan kami menyaksikan puncak Gunung Rinjani dari Gili Kambing...indahnyaaa... Bisa menyaksikan gunung dan laut secara bersamaan adalah sebuah kemewahan. Subhanallah... indah sekali kawan... sangat indaaahhh... (foto-foto menyusul)
Puas bernarsis-narsis di puncak Gili Kambing kami memutuskan untuk turun karena hari semakin gelap. Setelah mandi dan ganti baju kami makan malam di atas kapal, menikmati sajian makanan yang dimasak oleh anak buah kapal. Malam itu kami mulai bermalam di atas kapal, sebelum tidur kami menikmati taburan bintang-bintang yang berpendar indah di langit yang gelap....indah bangetttt....
Day 1
Pagi-pagi aku udah meluncur ke Bandara Soekarno Hatta dengan menaiki burung biru. Tujuannya adalah ke Lombok karena meeting point untuk Komodo Sailing Trip adalah di Senggigi. Di Bandara ketemu ama Lady dan Numan dan kami satu pesawat. Nah sewaktu di pesawat aku duduk bersebelahan dengan seorang Oma-Oma dan ternyata beliau adalah salah seorang pengusaha besar di Lombok. Usahanya meliputi hotel, mall, rumah makan dan lain-lain. Salut euy...udah setua itu masih bepergian sendiri dan terlihat masih sehat dan gesit. Ternyata beliau juga hobi traveling lho, beliau bercerita pernah menginap di Bandara JFK USA, trus saat traveling ke Eropa, China, Jepang dll. Cerita juga tentang perjuangannya membangun bisnis di Lombok bersama dengan suaminya. Trus beliau menawariku mampir di rumah makannya di Mataram. Aku sih hanya bilang akan menanyakan dulu ke teman-temanku karena kan perginya bareng-bareng :)
Nyampe di Bandara Lombok saat jam makan siang. Icha dan Puput yang udah nyampe sejak pagi udah nungguin di Bandara. Mobil sewaan pun juga sudah menunggu. Akhirnya kami menuju ke salah satu rumah makan di depan bandara untuk makan nasi puyung. Rasanya beda dengan nasi puyung Inaq Esun yang pernah aku cicipin waktu kunjunganku ke Lombok 2 tahun lalu. Kalau di RM Cahaya ini ayamnya tidak pedas sama sekali, kalau di Inaq Esun wah pedasnya mantappp sampai huhah huhah hehehehe....
Selesai makan kami Sholat Dzuhur di musholla SPBU, selesai sholat balik lagi ke Bandara untuk menjemput Iis yang baru mendarat. Iis dari Makassar dan tidak ada penerbangan langsung dari Makassar ke Lombok, jadi dia harus transit dulu ke Surabaya dan ternyata pesawatnya delayed. Perjalanan lanjut ke Pantai Mawun, memakan waktu kurang lebih 45 menit. Sayangnya saat itu cuaca mendung banget jadi gak bagus untuk ambil foto. Pantai Mawun itu indah sebenarnya tapi sayangnya sampah berserakan dimana-mana...sayang sekali ya.
Setelah puas di Mawun kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Selong Belanak. Di Selong Belanak kondisinya juga kotor dan banyak anjing liar berlarian di pantai. Anak-anak kecil mandi di pantai dengan bebasnya. Kami tidak begitu lama di Selong Belanak dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Senggigi. Perjalanan memakan waktu selama 2 jam. Dan sayangnya kami tidak bisa mampir ke rumah makan Ibu Markus, maaf ya Ibu...lain waktu kalau saya ke Lombok lagi diusahakan mampir :)
Akhirnya sampailah kami di Senggigi, kami menginap di penginapan Shinta di belakang Hotel Sheraton. Selesai mandi dan sholat kami menuju ke salah satu warung tenda yang ada di Jl. Raya Senggigi yaitu warung Cak Poer yang menyajikan seafood dan pesan beberapa jenis menu. Rasanya sih biasa aja ya tapi berhubung lapar jadi ya habis semua hehehe...
Indra yang baru sampai langsung menyusul kami di warung tersebut, dan seperti biasa dia pesan makanan selain seafood karena buat dia segala jenis makhluk laut adalah teman jadi gak boleh dimakan...hahahahaha....
Selesai makan kami sempat mampir ke mini market untuk beli air mineral trus balik ke hotel. Dan hari semakin malam, mataku udah gak bisa diajak kompromi. Teman-temanku yang lain berdatangan satu persatu. Arif dari Jogja, gini, Meli dan Ario dari Jakarta.
Day 2
Pagi-pagi sarapan udah siap...dan mulai detik itu dan beberapa hari ke depan kami harus siap dengan makanan jenis ini. Makanan apakah itu??? Pancake sodara-sodara :D
Selesai makan kami packing dan bersiap untuk menuju ke Pelabuhan Khayangan di Lombok Timur. Dalam perjalanan kami mampir ke salam satu mini market untuk belanja kebutuhan selama dalam pelayaran nanti. Kami beli aneka minuman botol baik air mineral maupun minuman yang berasa, aneka snack, kopi, obat-obatan, tissue basah, tissue kering dan lain sebagainya. Bayangin aja 4 hari 3 malam kami akan berada di atas kapal yang berlayar di lautan jadi ya semua kebutuhan harus benar-benar disiapkan kalau gak mau kelaparan dan kehausan di atas kapal. Kalau makanan berat udah disiapkan oleh awak kapal, tapi tau sendiri kan kalau orang yang habis nyemplung ke air itu biasanya laper bangettt jadi butuh snack aneka macam :)
Perjalanan lanjut lagi dan mampir lagi ke tempat penjual buah. Beli salak, jeruk, pear dan apel. Oya sempat beli nanas juga lho. Dan setelah beberapa lama kami sampai di Pelabuhan Khayangan, kapal kami sudah menunggu dengan manis di depan dermaga. Okay...mari kita berlayar...
Perjalanan di mulai dan kami makan siang di atas kapal dengan menu nasi kotak. Selesai makan aku sholat dan ganti baju karena harus siap berbasah-basah untuk snorkeling. Byuuurrrr snorkeling dimulai...spot pertama di dekat Gili Kambing. Selesai snorkeling kami trekking di Gili Kambing. Gili Kambing adalah sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Tanahnya dipenuhi alang-alang. Butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk menaiki puncak Gili Kambing. Saat itu hari sudah sore dan kami menyaksikan puncak Gunung Rinjani dari Gili Kambing...indahnyaaa... Bisa menyaksikan gunung dan laut secara bersamaan adalah sebuah kemewahan. Subhanallah... indah sekali kawan... sangat indaaahhh... (foto-foto menyusul)
Puas bernarsis-narsis di puncak Gili Kambing kami memutuskan untuk turun karena hari semakin gelap. Setelah mandi dan ganti baju kami makan malam di atas kapal, menikmati sajian makanan yang dimasak oleh anak buah kapal. Malam itu kami mulai bermalam di atas kapal, sebelum tidur kami menikmati taburan bintang-bintang yang berpendar indah di langit yang gelap....indah bangetttt....
Pesanan dan pesanan...
Ah udah lama nian gak update blogku ini, 2 bulan terakhir ini banyak hilir mudik keluar kota euy...harus kesana dan kemari menyelesaikan beberapa urusan dan liburan tentunya :)
Pesanan Jeng Nila untuk ultah putrinya udah dikirim. Jeng Nila pesen mini lolipop, warnanya campur gak hanya satu warna aja. Makasih ya Jeng atas pesanannya :)
Sementara untuk acara aqiqah anaknya yang kedua, Jeng Vani pesan kipas Jepang ukuran besar. Selamat ya Jeng atas kelahiran putranya...semoga tumbuh menjadi anak yang sholeh, sehat dan cerdas dan terima kasih atas pesanannya :)
Untuk acara pernikahannya Vitrianti pesan mini tart yang dikemas dalam butterfly mika. Anti pesan mini tart dalam satu warna yaitu warna salem sementara pitanya menggunakan pita satin warna marun. Makasih Anti untuk pesanannya dan semoga acaranya berjalan lancar...menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah... Aamiin...
Terakhir adalah pesanan Bryant dan Jesica untuk acara pernikahannya yaitu doggie towel. Doggie towel ini dibuat dari handuk mandi ukuran 50x100cm. Untuk warnanya mereka memilih warna kuning, merah, putih dan biru. Sementara untuk pitanya aku pilihin pita polkadot dengan warna yang aku sesuaikan biar serasi dengan warna handuknya. Packagingnya menggunakan opp plastic motif. Makasih ya untuk pesanannya dan semoga pernikahannya berjalan dengan lancar :)
Pesanan Jeng Nila untuk ultah putrinya udah dikirim. Jeng Nila pesen mini lolipop, warnanya campur gak hanya satu warna aja. Makasih ya Jeng atas pesanannya :)
Sementara untuk acara aqiqah anaknya yang kedua, Jeng Vani pesan kipas Jepang ukuran besar. Selamat ya Jeng atas kelahiran putranya...semoga tumbuh menjadi anak yang sholeh, sehat dan cerdas dan terima kasih atas pesanannya :)
Untuk acara pernikahannya Vitrianti pesan mini tart yang dikemas dalam butterfly mika. Anti pesan mini tart dalam satu warna yaitu warna salem sementara pitanya menggunakan pita satin warna marun. Makasih Anti untuk pesanannya dan semoga acaranya berjalan lancar...menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah... Aamiin...
Terakhir adalah pesanan Bryant dan Jesica untuk acara pernikahannya yaitu doggie towel. Doggie towel ini dibuat dari handuk mandi ukuran 50x100cm. Untuk warnanya mereka memilih warna kuning, merah, putih dan biru. Sementara untuk pitanya aku pilihin pita polkadot dengan warna yang aku sesuaikan biar serasi dengan warna handuknya. Packagingnya menggunakan opp plastic motif. Makasih ya untuk pesanannya dan semoga pernikahannya berjalan dengan lancar :)
Labels:
Doggie Towel,
Kipas Jepang,
Kreasiku,
Mini Lolipop,
Mini Tart Towel,
Souvenir
Langganan:
Postingan (Atom)

















































