Desember 19, 2008

Blog bagus yang ku baca hari ini...

Hari ini browsing2 aku nemuin satu blog yang menarik yaitu blognya Adhitya Mulya
Ada beberapa tulisan yang menerangkan kenapa babi itu diharamkan, kenapa dilarang melakukan hubungan intim saat menstruasi dll....nice article...menambah pencerahan nih.
Berikut beberapa cuplikannya...

Suami & Istri tidak boleh berhubungan intim saat datang bulan, kenapa?

Ternyata alasannya sangat medis dan bukti bahwa Islam memang melindungi dan menghargai wanita.

Dalam uterus wanita, sebuah lapisan tisu menempel di dinding rahim dan bersamanya tiap bulan tertanam satu buah ovum. Di saat datang bulan, lapisan tisu ini meluruh dan keluar dalam bentuk darah kotor.

Peristiwa peluruhan ini yang kita sebut datang bulan dan ini adalah proses yang menyakitkan. Basically dinding rahim mengelupas. Ada 2 hal penting disini:

  1. Ketika pengelupasan itu terjadi, dinding rahim sangat rentan terhadap infeksi bakteri. Ini sama dengan kalo kita tersayat pisau dan jaringan kulit kita terbuka. Nah, di satu sisi, yang namanya senggama itu kita butuh sebuah alat yang namanya penis. Penis adalah alat genital yang juga dipakai pipis. Makanya kecenderungannya adalah kotor, meski dicuci. Kita bisa bayangkan resiko infeksi rahim terhadap istri jika melakukan hubungan intim saat itu. Di saat datang bulan, peluruhan dinding rahim membuka dinding rahim yang kaya akan jaringan darah. Ini juga konsisten dengan klaim bahwa Islam bukan mensubjugasi harga wanita, tapi malah melindungi wanita.
  2. Di saat tidak datang bulan, bakteri yang dibawa penis saat berhubungan intim tidak terlalu bermasalah (asal disunat) karena, ingat kan tidak ada lapisan dimana ovum ditanam? Nah lapisan untuk menjadi buffer bagi bakteri untuk menyentuh dinding rahim. Di saat datang bulan, peluruhan dinding rahim membuka dinding rahim yang kaya akan jaringan darah. Jika melakukan hubungan intim di saat ini, apalagi kalau hubungan intimnya harot gitu ya (ehm)..ada resiko di mana udara masuk. Udara ini lumayan berbahaya. Jika sampai terdesak ke jaringan darah, resiko terburuknya adalah wanitanya meninggal. Poin 2 ini memang susah dibayangkan, tapi bagi mereka yang hobi menyelam dan pernah kemasukan gelembung udara ke badannya dengan sangat menyakitkan, nah itu sama.
Babi haram, mengapa?

Babi haram. Semua tahu, di Qur'an ada. Tapi kalo orang lain tanya kenapa haram, kita bengong kemudian orang itu akan tanya, kenapa kita menjalani sesuatu yang kita sendiri gak tau kenapa.
Bikin malu umat sendiri.

Seorang Profesor di Egypt sudah memecahkan ini. Babi adalah satu-satunya mamalia yang memiliki ginjal yang tidak sempurna. Darah kotor mamalia berisi urea yang beracun. Urea ini oleh darah manusia disaring 98%. Dalam tubuh babi kebalikannya. Ginjal babi hanya menyaring 2% urea. Artinya 98% urea dalam darah babi tetap dalam darah dan terserap ke dagingnya.

Bukankah darah kotor bisa dikeluarkan melalui penyembelihan di leher?
Ya, tapi sayangnya lagi, babi adalah satu-satunya mamalia yang tidak memiliki leher.

Poligami

Kita umat Islam tahu Allah membolehkan poligami tapi tidak mengerti kenapa dibolehkan. Allah menurunkan ayat untuk berpoligami hanya setelah perang badar di tahun 600SM. Saat itu banyak janda perang yang tidak terurus dan saat itu hukum budaya Arab adalah ketika suami meninggal, hartanya pergi ke keluarga suami dan sang janda tidak mendapat apa-apa.

Nabi sendiri selalu monogamis dengan istri pertamanya sampai dia meninggal. nabi hanya berpoligami setelah ayat itu turun dan memberi contoh pada umatnya untuk mengambil janda perang. Beliau juga menggunakan poligami untuk tujuan politik saja. Dengan mengawini anak-anak kepala suku, situasi jadi stabil karena semua kepala sukutidak akan berani berperang melawannya. Ini memberikan beliau waktu untuk mengajarkan Agama Islam.

Kemudian ada pertanyaan,'Kalau kasihan sama janda perang, kenapa gak disantuni aja, kenapa boleh dinikahi? Karena setiap manusia memiliki harga diri. Kita gak mungkin mengasihani janda seumur hidup. Janda juga manusia yang memiliki hak mencintai dan dicintai. Hak untuk merasa dan menjalani hidup. Ini susah dilakukan di tempat perang di mana banyak pria meninggal dan demografi gak seimbang, thus, boleh poligami. Bayangkan kalau kita jadi janda di Irak. laki-laki gak ada udah abis. Mungkin mereka bisa single parent tapi tetep aja hampa gak ada cinta.

Sumber: www.suamigila.com

NOTE:
Tapi kita umat Islam tetap tidak boleh menghalalkan apa yang diharamkan dan mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah SWT.
So...kajilah Al Qur'an jangan hanya dibaca tanpa kita tahu artinya dan belajar & bertanya kepada orang yang mempunyai kapasitas dan kompetensi mengenai pemahaman Al Qur'an

Jadwal Hari Sabtu

Hari Sabtu kayaknya ada beberapa rencana nih....
  • Pagi pukul 08.30 WIB pergi ke Kantor Pos Mampang untuk kirim sajadah, sprei & bed cover, mukena, buku tamu, Al Qur'an, kebaya, kain panjang, sandal pesta ke Blitar
  • Pagi pukul 09.30 WIB pergi ke Pasar Mayestik untuk beli kain tulle untuk kerudung & lihat2 kain kebaya kali2 aja ada yang menarik untuk dibeli (belum pasti nih....)
  • Siang pukul 11.00 WIB pergi ke Gramedia Grand Indonesia untuk hunting buku lagi, sedang ada program diskon 30% untuk semua barang kecuali elektronik, tambahan diskon 5% kalau pakai kartu kredit BCA
  • Sore pukul 15.30 WIB pergi ke JCC untuk lihat pameran mutu manikam Indonesia di Hall A (belum pasti juga nih...)
  • Malam pukul 18.30 WIB - bosan mo nerusin memayet kebaya resepsi :)
Huahhhh padet juga ya acaraku.....emmm tapi agak2 males juga sih ke Mayestik....liat besok aja deh jadi apa nggaknya.

Gak sabar pengen segera liburan nih, mo ngabisin cuti tahunan, mo mampir ke Jogja dulu cari kain panjang Sidomukti dan Truntum, sekalian mo beli gerabah di kasongan....semoga aja Kiki ada waktu buat nganterin aku keliling2 Jogja. Duuhhhh kangen juga ma Jogja dah lama juga gak kesana.

Desember 18, 2008

Tip-Tip Perencanaan Resepsi Pernikahan

Tip-Tip Perencanaan Wedding Resepsi Yang Berhasil



ImageWedding resepsi adalah suatu pesta yang diadakan setelah pelaksaan upacara pernikahan secara agama dilangsukan.

Pesta ini adalah bagian yang sangat penting di setiap melangsungkan pernikahan. Membangun hubungan lebih erat antara keluarga pengantin pria dengan pengantin wanita.


Sumber: weddingklik.com

Serba-serbi Pernikahan Adat Jawa

Lamaran

Keluarga calon mempelai pria mendatangi (atau mengirim utusan ke) keluarga calon mempelai perempuan untuk melamar putri keluarga tersebut menjadi istri putra mereka.

Pada acara ini, kedua keluarga jika belum saling mengenal dapat lebih jauh mengenal satu sama lain, dan berbincang-bincang mengenai hal-hal yang ringan. Biasanya keluarga dari calon mempelai perempuan yang mempunyai hak menentukan lebih banyak, karena merekalah yang biasanya menentukan jenis pernikahannya:

* Paes Agung yaitu pernikahan agung
* Paes Kesatriyan yaitu pernikahan jenis ksatria yang lebih sederhana

Jika lamaran diterima, maka kedua belah pihak akan mulai mengurus segala persiapan pernikahan.

Persiapan Pernikahan


Setelah lamaran diterima, maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah mempersiapkan pesta pernikahan. Pesta pernikahan Jawa adat Surakarta yang lengkap memerlukan banyak hal, dan pesta tersebut tidak dapat terlaksana tanpa bantuan seorang profesional. Orang yang bertanggung jawab mengatur segala persiapan pernikahan adat Jawa tersebut disebut Pemaes yang mewakili mempelai perempuan. Pemaes atau juru rias ini antara lain bertanggung jawab mengatur pakaian dan rias muka yang akan dikenakan oleh kedua pengantin. Selain itu panitia yang terdiri dari sang Pemaes dan kerabat-kerabat dekat pengantin juga mengatur berbagai hal seputar pesta yang akan dilangsungkan:

* makanan dan minuman yang akan disajikan
* tari-tarian dan musik (biasanya musik gamelan)yang akan mengiringi pesta
* pembawa acara (emcee) yang akan diundang
* acara Siraman
* acara Ijab dan saksi-saksinya
* kata sambutan
* keamanan, transportasi, komunikasi, dokumentasi
* sewa gedung (akomodasi), perlengkapan pesta, dan lain sebagainya
* dekorasi tempat pernikahan

Hal terpenting yang harus mereka persiapkan adalah acara Ijab upacara pernikahan sipil), yang melegitimasi kedua pasangan sebagai suami dan istri yang sah.


Hiasan Pernikahan

Sehari sebelum pernikahan, biasanya gerbang rumah pengantin perempuan akan dihiasi Tarub atau janur kuning yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan dan daun-daunan:

* 2 pohon pisang dengan setandan pisang masak pada masing-masing pohon, melambangkan suami yang akan menjadi kepala rumah tangga yang baik dan pasangan yang akan hidup baik dan bahagia dimanapun mereka berada (seperti pohon pisang yang mudah tumbuh dimanapun).
* Tebu Wulung atau tebu merah, yang berarti keluarga yang mengutamakan pikiran sehat.
* Cengkir Gading atau buah kelapa muda, yang berarti pasangan suami istri akan saling mencintai dan saling menjagai dan merawat satu sama lain.
* Berbagai macam daun seperti daun beringin, daun mojo-koro, daun alang-alang, dadap serep, sebagai simbol kedua pengantin akan hidup aman dan keluarga mereka terlindung dari mara bahaya.

Selain itu di atas gerbang rumah juga dipasang bekletepe yaitu hiasan dari daun kelapa untuk mengusir roh-roh jahat dan sebagai tanda bahwa ada acara pernikahan sedang berlangsung di tempat tersebut.

Sebelum Tarub dan janur kuning tersebut dipasang, sesajen atau persembahan sesajian biasanya dipersiapkan terlebih dahulu. Sesajian tersebut antara lain terdiri dari: pisang, kelapa, beras, daging sapi, tempe, buah-buahan, roti, bunga, bermacam-macam minuman termasuk jamu, lampu, dan lainnya.

Arti simbolis dari sesajian ini adalah agar diberkati leluhur dan dilindungi dari roh-roh jahat. Sesajian ini diletakkan di tempat-tempat dimana upacara pernikahan akan dilangsungkan, seperti kamar mandi, dapur, pintu gerbang, di bawah Tarub, di jalanan di dekat rumah, dan sebagainya.

Dekorasi lain yang dipersiapkan adalah Kembar Mayang yang akan digunakan dalam upacara panggih


Upacara Siraman

Acara yang dilakukan pada siang hari sebelum Ijab atau upacara pernikahan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau taman keluarga masing-masing dan dilakukan oleh orang tua atau wakil mereka.

Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh)- biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting - yang membantu acara ini. Airnya merupakan campuran dari kembang setaman yang disebut Banyu Perwitosari yang jika memungkinkan diambil dari tujuh mata air dan melambangkan kehidupan. Keluarga pengantin perempuan akan mengirim utusan dengan membawa Banyu Perwitosari ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di dalam rumah pengantin pria.

Acara siraman diawali oleh orang tua dan ditutup oleh Pemaes yang kemudian dilanjutkan dengan memecahkan kendi.

Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum acara dimulai:

* Tempat air dari perunggu atau tembaga yang berisi air dari tujuh mata air.
* Kembang setaman yaitu bunga-bunga seperti mawar, melati, cempaka, kenanga, yang ditaruh di air.
* Aroma lima warna yang digunakan sebagai sabun.
* Sabun cuci rambut tradisional dari abu dari merang, santan, dan air asam Jawa.
* Gayung yang berasal dari kulit kelapa sebagai ciduk air.
* Kursi yang dilapisi tikar, kain putih, dedaunan, kain lurik untuk tempat duduk pengantin selama prosesi berlangsung.
* Kain putih untuk dipakai selama upacara siraman.
* Baju batik untuk dipakai setelah uparaca siraman.
* Kendi.
* Sesajian

Sesajian merupakan hal yang dianggap penting dalam upacara Jawa. Sesajian untuk siraman terdiri dari berbagai macam sajian:

* Tumpeng Robyong, nasi kuning dengan hiasan-hiasan.
* Tumpeng Gundhul, nasi kuning tanpa hiasan.
* Makanan seperti ayam, tahu, telur.
* Buah-buahan seperti pisang dan lain-lain.
* Kelapan muda.
* Tujuh macam bubur.
* Jajanan seperti kue manis, lemper, cendol.
* Seekor ayam jago
* Lampu lentera
* Kembang Telon - tiga macam bunga (kenanga, melati, cempaka).

Urut-urutan acara siraman adalah sebagai berikut:

* Pengantin pria / perempuan dengan rambut terurai keluar dari kamarnya diiringi oleh orangtuanya masing-masing.
* Beberapa orang berjalan di belakang mereka membawa baju batik, handuk, dan sebagainya.
* Pengantin tersebut duduk di kursi dan memanjatkan doa.
* Sang ayah memandikan sang pengantin, disusul oleh sang ibu.
* Sang pengantin duduk dengan kedua tangan diletakkan di depan dalam posisi berdoa.
* Mereka menuangkan air ke atas tangannya dan sang pengantin berkumur tiga kali.
* Lalu mereka menuangkan air ke atas kepalanya, muka, telinga, leher, tangan dan kaki masing masing tiga kali.
* Setelah orangtua menyelesaikan prosesi siraman disusul oleh empat orang lain yang dianggap penting.
* Orang terakhir yang memandikan sang pengantin adalah Pemaes atau orang lain yang dianggap spesial. Sang pengantin dimandikan dengan sabun dan shampo (secara simbolik).
* Setelah itu acara pecah kendi yang dilakukan oleh ibu pengantin perempuan.
* Sang pengantin akan mengenakan baju batik kemudian diiringi kembali ke kamar pengantin dan bersiap siap untuk acara Midodaren

Pecah Kendi

Kendi yang digunakan untuk siraman diambil. Ibu pengantin perempuan atau Pameas(untuk siraman pengantin pria) atau orang yang terakhir akan memecahkan kendi dan mengatakan: "Wis Pecah Pamore" - artinya sekarang sang pengantin siap untuk menikah.

Pangkas Rikmo lan Tanam Rikmo

Acara memotong sedikit rambut pengantin perempuan dan potongan rambut tersebut ditanam di rumah belakang.

Ngerik

Setelah acara Siraman, pengantin perempuan duduk di dalam kamarnya. Pemaes lalu mengeringkan rambutnya dan memberi pewangi di rambutnya. Rambutnya lalu disisir dan digelung atau dibentuk konde. Setelah Pameas mengeringkan wajah dan leher sang pengantin, lalu ia mulai mendandani wajah sang pengantin. Lalu sang pengantin akan dipakaikan baju kebaya dan kain batik. Sesajian untuk upacara Ngerik pada dasarnya sama untuk acara siraman. Biasanya supaya lebih mudah sesajian untuk siraman digunakan / dimasukkan ke kamar pengantin dan dipakai untuk sesajian upacara Ngerik.

Gendhongan

Kedua orangtua pengantin perempuan menggendong anak mereka yang melambangkan ngentaske artinya mengentaskan seorang anak

Dodol Dhawet

Kedua orangtua pengantin wanita berjualan minuman dawet yaitu minuman manis khas Solo, tujuannya agar banyak tamu yang datang.

Temu Panggih

Penyerahan pisang sanggan berupa gedung ayu suruh ayu sebagai tebusan atau syarat untuk pengantin perempuan.

Penyerahan Cikal

Sebagai tanda agar kehidupan mendatang menjadi orang berguna dan tak kurang suatu apapun.

Penyerahan Jago Kisoh

Sebagai tanda melepaskan anak dengan penuh ikhlas.

Tukar Manuk Cengkir Gading

Acara tukar menukar kembang mayang diawali tukar menukar manuk cengkir gading, sebagai simbol agar kedua pengantin menjadi pasangan yang berguna bagi keluarga dan masyarakat



Upacara Midodareni

Acara ini dilakukan pada malam hari sesudah siraman. Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik dewi Widodari. Pengantin perempuan akan tinggal di kamarnya mulai dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh kerabat-kerabatnya yang perempuan. Mereka akan bercakap-cakap dan memberikan nasihat kepada pengantin perempuan.

Orangtua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab suaminya.

Peningsetan

Peningsetan yang berasal dari kata 'singset' atau langsing, memiliki arti untuk mempersatukan; Kedua keluarga mempelai setuju untuk kedua anak mereka disatukan dalam tali pernikahan. Keluarga pengantin pria datang berkunjung ke kediaman keluarga pengantin perempuan membawa berbagai macam hadiah:

* Satu set Suruh Ayu (semacam daun yang wangi), mendoakan keselamatan.
* Pakaian batik dengan motif yang berbeda-beda, mendoakan kebahagiaan.
* Kain kebaya, mendoakan kebahagiaan.
* Ikat pinggang kain (setagen) bewarna putih, melambangkan kemauan yang kuat dari mempelai perempuan
* Buah-buahan, mendoakan kesehatan.
* Beras, gula, garam, minyak, dll, melambangkan kebutuhan hidup sehari-hari.
* Sepasang cincin untuk kedua mempelai.
* Sejumlah uang untuk digunakan di acara pernikahan.

Acara ini disebut juga acara serah-serahan - bisa diartikan sang calon mempelai perempuan 'diserahkan' kepada keluarga calon mempelai pria sebagai menantu mereka atau calon mempelai pria nyantri di kediaman keluarga calon mempelai perempuan.

Pada masa kini, demi alasan kepraktisan, kedua belah pihak kadang-kadang dapat berbicara langsung tanpa upacara apapun. Selain menghemat waktu dan uang, juga langsung pada pokok persoalan.

Sesajian untuk upacara midodaren:

* Nasi dimasak dengan santan.
* Ayam inkung yang telah dimasak
* Bumbu sayuran
* Kembang telon
* Teh dan kopi pahit
* Minuman kelapa muda dengan gula kelapa
* Lampu lentera yang dinyalakan
* Pisang Raja
* Kembang setaman
* Lemper, kue
* Rokok dan kretek

Barang-barang yang ditaruh di kamar pengantin:

* Satu set Kembar Mayang.
* Dua kendi yang diisi bumbu, jamu, beras, kacang, dll, dan ditutupi kain batik.
* Dua kendi yang berisi air kembang setaman ditutupi daun dadap serep.
* Ukub yaitu sebuah nampan berisi wangi-wangian daun dan bunga yang diletakkan di bawah tempat tidur.
* Suruh Ayu
* Kacang
* Tujuh macam kain tradisional.

Makanan sesajian dapat dikeluarkan dari kamar setelah tengah malam. Sanak keluarga dan para tamu dapat memakannya. Pada jaman dahulu, acara temu keluarga antara kedua keluarga pengantin dilakukan setelah tengah malam, namun sekarang ini, dengan alasan kepraktisan, kedua keluarga dapat bertemu seperti yang disebutkan di atas.

Nyantri

Selama acara midodaren berlangsung, calon mempelai pria tidak boleh masuk menemui keluarga calon mempelai perempuan. Selama keluarganya berada di dalam rumah, ia hanya boleh duduk di depan rumah ditemani oleh beberapa teman atau anggota keluarga. Dalam kurun waktu itu, ia hanya boleh diberi segelas air, dan tidak diperbolehkan merokok. Sang calon mempelai pria baru boleh makan setelah tengah malam. Hal itu merupakan pelajaran bahwa ia harus dapat menahan lapar dan godaan. Sebelum keluarganya meninggalkan rumah tersebut, kedua orangtuanya akan menitipkan anak mereka kepada keluarga calon mempelai perempuan, dan malam itu sang calon mempelai pria tidak akan pulang ke rumah. Setelah mereka keluar dari rumah dan pulan, calon mempelai pria diijinkan masuk ke rumah namun tidak diijinkan masuk ke kamar pengantin. Calon mertuanya akan mengatur tempat tinggalnya malam itu. Ini disebut dengan Nyantri. Nyantri dilakukan untuk alasan keamanan dan praktis, mengingat bahwa besok paginya calon pengantin akan didandani dan dipersiapkan untuk acara Ijab dan acara-acara lainnya.



Upacara Ijab


Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ini disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan
pemerintah.

Dokumen Pribadi: Akad Nikah Ratih & Agung

Pawai (untuk anggota kerajaan)

Untuk pernikahan anggota kerajaan Surakarta, setelah upacara panggih diakhiri dengan pawai yang meriah agar seluruh warga kota Solo dapat melihat anggota kerajaan yang baru menikah. Pada acara ini seluruh anggota keraton termasuk tentara keraton berpakaian serba tradisional.

Jika yang menikah adalah seorang pangeran, maka sang pangeran mengendarai kuda di bagian paling belakang pawai, di belakang kereta kerajaan yang berisi sang istri pangeran.

Prosesi pawai mengelilingi halaman keraton selama satu kali kemudian iring-iringan akan memasuki halaman keraton.

Upacara Panggih / Temu

Pada upacara ini kembar mayang akan dibawa keluar rumah dan diletakan di persimpangan dekat rumah yang tujuannya untuk mengusir roh jahat. Kembar mayang adalah karangan bunga yang terdiri dari daun-daun pohon kelapa yang ditancapkan ke sebatang tanggul kelapa. Dekorasi ini memiliki makna yang luas:

* Berbentuk seperti gunung, tinggi dan luas, melambangkan seorang laki-laki harus berpengetahuan luas, berpengalaman, dan sabar.
* Hiasan menyerupai keris, pasangan harus berhati-hati di dalam hidup mereka.
* Hiasan menyerupai cemeti, pasangan harus selalu berpikir positif dengan harapan untuk hidup bahagia.
* Hiasan menyerupai payung, pasangan harus melindungi keluarga mereka.
* Hiasan menyerupai belalang, pasangan harus tangkas, berpikir cepat dan mengambil keputusan untuk keselamatan keluarga mereka.
* Hiasan menyerupai burung, pasangan harus memiliki tujuan hidup yang tinggi.
* Daun beringin, pasangan harus selalu melindungi keluarga mereka dan orang lain.
* Daun kruton, melindungi pasangan pengantin dari roh-roh jahat.
* Daun dadap serep, daun ini dapat menjadi obat turun panas, menandakan pasangan harus selalu berpikiran jernih dan tenang dalam menghadapi segala permasalahan (menenangkan perasaan dan mendinginkan kepala).
* Bunga Patra Manggala, digunakan untuk mempercantik hiasan kembar mayang.

Sebagai hiasan, sepasang kembar mayang diletakkan di samping kanan dan kiri tempat duduk pengantin selama resepsi pernikahan. Kembar mayang hanya digunakan jika pasangan pengantin belum pernah menikah sebelumnya.

Dokumen Pribadi: Temu Panggih Ratih

Setelah itu pengantin laki-laki (dengan ditemani kerabat dekatnya (orang tuanya tidak boleh menemaninya dalam acara ini) tiba di depan gerbang rumah pengantin perempuan dan pengantin perempuan keluar dari kamar pengantin dengan diapit oleh dua orang tetua perempuan dan diikuti dengan orangtua dan keluarganya. Di depannya dua anak perempuan (yang disebut Patah) berjalan dan dua remaja laki-laki berjalan membawa kembar mayang dan kemudian melanjutkan upacara dengan melakukan beberapa ritual:

Balangan Suruh

Pada saat jarak mereka sekitar tiga meter, mereka saling melempar tujuh bungusan yang berisi daun sirih, jeruk, yang ditali dengan benang putih. Mereka melempar dengan penuh semangat dan tertawa. Dengan melempar daun sirih satu sama lain, menandakan bahwa mereka adalah manusia, bukan makhluk jadi-jadian yang menyamar jadi pengantin. Selain itu ritual ini juga melambangkan cinta kasih dan kesetiaan.

Wiji Dadi

Mempelai laki-laki menginjak telur ayam hingga pecah dengan kaki kanan, kemudian pengantin perempuan akan membasuh kaki sang suami dengan air bunga. Proses ini melambangkan seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya dan istri yang taat melayani suaminya

Pupuk

Ibu pengantin perempuan yang mengusap pengantin laki-laki sebagai tanda ikhlas menerimanya sebagai bagian dari keluarga.

Sindur Binayang

Di dalam ritual khas pernikahan adat Solo ini ayah pengantin perempuan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan, ibu pengantin perempuan menyampirkan kain sindur sebagai tanda bahwa sang ayah menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan sang ibu memberikan dukungan moral.

Timbang / Pangkon

Di dalam ritual khas pernikahan adat Solo ini pasangan pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin perempuan, dan sang ayah akan berkata bahwa berat mereka sama, berarti bahwa cinta mereka sama-sama kuat dan juga sebagai tanda kasih sayang orang tua terhadap anak dan menantu sama besarnya.

Tanem

Di dalam ritual khas pernikahan adat Solo ini ayah pengantin perempuan mendudukkan pasangan pengantin di kursi pengantin sebagai tanda merestui pernikahan mereka dan memberikan berkat.

Tukar Kalpika

Mula-mula, pengantin pria meninggalkan kamarnya dengan diapit oleh anggota laki-laki keluarga (saudara laki-laki dan paman-paman). Seorang anggota keluarga yang dihormati terpilih untuk berperan sebagai kepala rombongan.

Pada waktu yang sama, pengantin perempuan juga meninggalkan kamar sambil diapit oleh bibi-bibinya untuk menemui pengantin pria. Sekarang kedua pengantin duduk di meja dengan wakil-wakil dari masing-masing keluarga, dan kemudian saling menukarkan cincin sebagai tanda cinta.

Kacar-kucur / Tampa Kaya / Tandur

Dengan bantuan Pemaes, pasangan pengantin berjalan dengan memegang jari kelingking pasangannya, ke tempat ritual kacar-kucur atau tampa kaya. Pengantin pria akan menuangkan kacang kedelai, kacang tanah, beras, jagung, beras ketan, bunga dan uang logam (jumlahnya harus genap) ke pangkuan perempuan sebagai simbol pemberian nafkah. Pengantin perempuan menerima hadiah ini dengan dibungkus kain putih yang ada di pangkuannya sebagai simbol istri yang baik dan peduli.

Dahar Klimah / Dahar Kembul / Dahar Walimah

Kedua pengantin saling menyuapi nasi satu sama lain yang melambangkan kedua mempelai akan hidup bersama dalam susah dan senang dan saling menikmati milik mereka bersama. Pemaes akan memberikan sebuah piring kepada pengantin perempuan (berisi nasi kuning, telur goreng, kedelai, tempe, abon, dan hati ayam). Pertama-tama, pengantin pria membuat tiga bulatan nasi dengan tangan kanannya dan menyuapkannya ke mulut pengantin perempuan. Setelah itu ganti pengantin perempuan yang menyuapi pengantin pria. Setelah makan, mereka lalu minum teh manis.

Rujak Degan

Acara pembuka untuk anak pertama, memohon supaya segera memiliki anak. Rujak degan artinya agar dalam pernikahan selalu sehat sejahtera.

[sunting] Bubak Kawah

Acara perebutan alat-alat dapur untuk anak pertama. Artinya agar pernikahan keduanya sehat dan sejahtera.

Tumplak punjen

Acara awal untuk anak bungsu. Artinya segala kekayaan ditumpahkan karena menantu yang terakhir.

Mertui

Orang tua pengantin perempuan menjemput orang tua pengantin laki-laki di depan rumah untuk berjalan bersama menuju tempat upacara. Kedua ibu berjalan di muka, kedua ayah di belakang. Orangtua pengantin pria duduk di sebelah kiri pasangan pengantin, dan sebaliknya.

Sungkeman

Kedua pengantin bersujud memohon restu dari masing-masing orangtua. Pertama-tama ayah dan ibu pengantin perempuan, kemudian baru ayah dan ibu pengantin pria. Selama sungkeman, Pemaes mengambil keris dari pengantin pria, dan setelah sungkeman baru dikembalikan lagi.


Resepsi Pernikahan

Dokumen Pribadi: Pernikahan Ratih

Setelah semua upacara selesai dilakukan, saatnya untuk resepsi pernikahan dan para tamu mulai makan dan minum makanan tradisional Solo dengan disertai tari tradisional Jawa dan musik gamelan. Acara foto-foto dan salam-salaman dengan kedua pengantin juga dilangsungkan.


============================================================
Sumber : Wikipedia

Desember 15, 2008

Pernikahan Teman

Pernikahan Yuliana

Satu demi satu teman kantor menikah.....
Awal November 2008 aku menghadiri pernikahan Yuliana di Balai Samudra Kelapa Gading....pas datang kesana prosesi pernikahan masih berlangsung....aku dan teman2 yang lain nunggu aja sampai prosesi selesai.

Begitu prosesi selesai tamu2 undangan sebagian antri untuk menyalami mempelai dan sebagian lagi menyerbu makanan yang udah disediakan (deuh istilahnya menyerbu hehehe...). Aku dan sebagian temen2ku termasuk rombongan yang 'menyerbu' makanan huehehehehe......
Oya untuk pernikahannya ini Yuliana memilih catering Christ Iwan (Pak Christ Iwan dulu salah satu Bos di kantorku nih). Dan masakan catering Christ Iwan emang enak2 kok...yummy...mantappp....
Saat departemen kami dulu mengadakan acara buka puasa bersama di kantor, kami juga memakai catering Christ Iwan ini....maklum selain enak juga dapet diskonan nih hehehehe....

Nah saat tamu2 sedang menikmati makanan....Yuli & Rudy suaminya berkeliling menghampiri tamu2....padahal gaunnya berekor panjangggggg.....so WO-nya sibuk megangin ekor gaun Yuli...wuaduh bener2 ribet dehhh....untung ntar aku saat nikah gak pakai gaun tapi kebaya....
Kami2 yang lagi asyik menikmati makanan tetep aja berpose dengan pengantin...makan jalan terus tapi tetep aja narsis hehehe...
Setelah acara makan2 selesai aku dan temen2 kantor tetep dong berfoto-foto dan terakhir foto bareng mempelai di pelaminan.


Pernikahan Subur

Sementara kemarin tanggal 13 Desember aku dan temen2 kantor ke acara pernikahan Subur yang menikahnya juga di Jl. Subur Jatiasih Bekasi.....kok bisa pas ya namanya Subur menikah di Jl. Subur :D
Aku berangkat ke Bekasi nebeng temen yang bawa mobil dan karena Lucy baru bisa berangkat sore karena pagi - siang nemenin anaknya yang ikut acara sekolah di Cibubur, maka kami baru berangkat sore. Ya karena acara pernikahan Subur diadakan di rumah dan undangannya jam 11.00 WIB - selesai jadi gpp lah kalo dateng sorean.

Sempet muter2 juga nih nyari alamatnya, tanya ke beberapa penduduk setempat...akhirnya nyampai juga. Oya aku dah nyiapin kamera seperti biasa tapi ternyata lupa gak bawa baterainya...gubrakkkk....maklum tadinya baterai lagi dicharge dan aku lupa gak masukin baterai ke kamera. Tapi untungnya kami ngelewatin Alfa Mart....beli baterai Alkaline deh....
Huahhhh akhirnya nyampai ke lokasi juga nih...sampai sana mendung dah tebal banget dan gak berapa lama ujan turun......untung dah nyampai.....
Nyalamin pengantin, makan, foto-foto tentu saja......dan gak bberapa lama kami pun pulang karena anaknya Lucy yang gede dah rewel minta pulang....untung jalanan lancar.

Desember 11, 2008

Rafting...kapan lagi yaa?????

Aku pengen rafting lagiiiiii.....pengen nyobain yang 17 km....
Duhhhh kapan ya bisa rafting lagi. Temen2 yang dulu bareng rafting dah berkurang 3 orang karena pindah ke perusahaan lain (Nurul, Annisa & Alvin), tinggal aku ma Angga aja yang masih tinggal...

Aku baru ikut rafting 2 kali, pertama bulan November 2007, ikut di Arus Liar Citarik. Saat itu bareng2 ma Annisa, Nurul, Alvin dan Angga. Hmm bener2 menyenangkan....baru dengan rafting ini aku ngerasain bener2 lepas...bebas melampiaskan teriakan2 di tengah2 aliran sungai Citarik yang di pinggir2nya sesekali terlihat biawak sedang berjemur...aku rindu suasana itu lagi...sangat rindu......


Setelah rafting keesokan harinya kami pergi ke Pelabuhan Ratu...bahkan Alvin ditawarin pergi ke Mak Erot oleh tukang2 ojek yang sedang mangkal di deket pasar Pelabuhan Ratu.....emang kayaknya mereka ngeliat lu butuh bantuan Mak Erot Vin huahahahaha......peace Vin!!!!
Hmmm enak banget di Pelabuhan Ratu, dengerin deburan ombak, makan di saung di pinggir pantai...bisa teriak2 sepuasnya....dan tentu aja melampiaskan kenarsisan kami dengan berfoto-foto :D


Rafting yang kedua ikut di Caldera Indoonesia (Citarik juga) di pertengahan 2008, saat itu aku ma Arum aja. Kalau yang dari perusahaan lain sih banyak banget....karena saat itu kami ikut acara Gathering HRD yang diselenggarakan oleh Caldera Indonesia...lumayan...GRATIS!!! hehehehe.....

Kapan rafting lagi yaaa??????

Desember 09, 2008

IBU

Ibu....I love You so much.....

Ibu....sosok yang begitu luar biasa buat aku. Pekerja keras, baik hati, care banget ma keluarga dan lingkungannya. Dari kecil aku terbiasa melihat Ibuku yang selalu sibuk.
Pagi jam 4 udah bangun untuk memasak buat suami dan anak2nya, jam 6 berangkat berdagang, siang beres2 rumah, sore pergi ke pengajian....

Ya walaupun Ibuku tetap manusia biasa yang kadang cemberut kalau sedang kesal, ngomel2 kalau anak2nya nakal (apalagi aku waktu kecil bandelnya minta ampun), tapi tetap aja buatku Ibu sosok yang sangat luar biasa.

Setelah Bapak tiada, tinggal ibu orang tua buat aku dan adikku. Aku selalu mengkhawatirkan kesehatan Ibu, karena kadang beliau lupa dengan kesehatannya sendiri, terlalu sibuk dengan segala macam kegiatan.

Ya Allah...berilah Ibuku umur yang panjang, jauhkan dari segala macam penyakit dan kecelakaan, jauhkan Ibuku dari orang2 yang berniat jahat, berikanlah kebahagiaan lahir dan batin kepada Ibuku.....berikanlah jalan terbaikmu agar aku bisa selalu membahagiakan Ibuku...Amin...Amin... Yaa Robbal Alamin.....