Februari 08, 2013

Pernikahan adat Jawa & adat Batak

Seorang perempuan dan seorang laki-laki dipertemukan dalam sebuah pernikahan dengan dua latar belakang adat yang berbeda. Hal inilah yang terjadi di pernikahan Ratih & Edwin. Ratih dari Jawa sementara Edwin dari Batak. Nah berhubung orang tua Ratih tinggal di Jepara jadi pernikahan Ratih di Jepara menggunakan adat Jawa, trus acara pernikahan yang di Jakarta menggunakan adat Batak.

Dalam adat Jawa ada acara siraman (walaupun tidak semua pernikahan orang Jawa menggunakan adat siraman). Dan acara siraman ini juga dilakukan di pernikahan Ratih di Jepara. Air yang dipakai untuk siraman biasanya diambil dari 7 sumber mata air. Trus saat acara berlangsung yang menyiram calon penngantin biasanya adalah para sesepuh dari calon pengantin (orang tua, tante, oom, eyang dsb). Edwin yang notabene orang Batak juga harus mengikuti acara siraman ini. Setelah acara siraman selesai, calon mempelai wanita dibopong oleh Ayahnya (kalau ayahnya gak kuat biasanya hanya menggunakan kain cinde, jadi cinde-nya diselimutkan ke badan calonn mempelai wanita dan ujung-ujungnya dipegang oleh ayahnya). Abis itu ada acara meminta ijin menikah ke ayah dan ibu pengantin wanita, biasanya ada acara sungkeman dsb (gak hafal nih). Saat malamnya ada acara midodareni, nah saat ini biasanya calon mempelai wanita sudah dirias dan harus berdiam di dalam kamar pengantin dan ditemani oleh teman atau saudara wanita yang belum menikah. Tapi kalau di acara pernikahan Ratih, setelah acara siraman malam harinya ada acara seserahan.

Seserahan
 Besok paginya Ratih & Edwin melakukan acara pemberkatan nikah di Gereja dan dicatatkan di Catatan Sipil. Detailnya gak tau karena aku juga gak hadir sih, cuman liat fotonya aja hehehe...
Nah saat pemberkatan itu Ratih menggunakan kebaya putih sementara Edwin menggunakan jas. Saat itu Ratih sudah dipaes. 


Sementara acara resepsi diadakan di Gedung pada saat siang hari. Ratih dan Edwin menggunakan busana pengantin Jawa modifikasi. Muka Ratih keliatan banget berseri-seri, sementara muka si Edwin tegang banget...jangan-jangan karena blangkonnya kekecilan?? :D
Lucu juga ngeliat orang Batak pakai baju Jawa kayak gitu hehehehe....lagi-lagi aku cuma ngeliat di foto hasil jepretan Ci Elfi dan Ci Rita yang datang ke Jepara.


  
Nah 2 minggu setelah acara resepsi di Jepara, diadakan lagi acara resepsi di Jakarta. Kali ini menggunakan adat Batak. Dan lagi-lagi aku gak bisa datang gara-gara abis banjir...maaf ya Jeng Ratih :)

Pada acara resepsi adat Batak ini sekalian ada upacara adat Batak, pengantin diberi kain ulos sama keluarga besarnya dan acara berlangsung full dalam Bahasa Batak (dan aku yakin Ratih cuman bengong aja karena gak ngerti artinya hehehehe....). Plus acaranya berlangsung sampai jam 6 sore.


 Kalau dalam acara pernikahan adat Batak itu ada 2 macam tamu undangan, yaitu undangan dari keluarga besar dan undangan umum. Kalau untuk keluarga besar disediakan tempat di lantai bawah sementara tamu umum di lantai atas. Menurut keterangan Ratih untuk penyediaan catering juga menggunakan vendor berbeda untuk tamu keluarga Batak dan tamu umum. Oya jauh sebelum acara pernikahan, Ratih udah diangkat sebagai keluarga Batak, jadi dia menjadi anak angkat dari Omnya Edwin dari pihak Ibunya. Ratih dikasih marga yang sama dengan marga Ibunya Edwin.

Padahal baru kali ini aku dapat undangan menghadiri pesta pernikahan yang menggunakan adat Batak, tapi sayang sekali aku gak bisa hadir. Jadi cuma tahu ceritanya dari temanku yang hadir dan dari Ratihnya sendiri. Padahal Ratih udah menebar ancaman,"tidak datang barbel melayang!!!" ....sereeeeemmmmmmmmmm.....
Aduh maaf banget ya Jengggg...barbelnya buat ngencengin lengan aja deh hehehehehe....

Kalau menurutku saat Ratih didandani ala pengantin Jawa, mukanya itu Njawani banget, tapi saat didandani ala pengantin Batak...mukanya Ratih juga jadi Batak banget :D
Jadi sebenarnya kamu itu orang mana Rat ;)
Semoga berbahagia selalu...bisa menjadi keluarga yang selalu rukun, saling menghargai dan mengasihi dalam suka dan duka. Dan segera dikaruniai momongan... Amin...

Februari 04, 2013

Pesanan souvenir...

Souvenir siraman ini udah dibuat awal Januari lalu...tapi baru sempet upload sekarang :D
Souvenir siraman ini adalah pesanan Ratih teman sekantorku. Acara siramannya sendiri diadakan di Jepara kampung halaman Ratih, acara tentunya menggunakan adat Jawa. Sementara acara di Jakarta diadakan dengan adat Batak sesuai dengan adat suaminya Ratih. Maaf ya Jeng Ratih...aku gak bisa datang ke acara nikahanmu....pas abis banjir euy...akses kesananya susah. Yang penting do'a dan kadonya kan??? hehehehehe....

Souvenir siraman Ratih ini simple aja isinya yaitu handuk ukuran 30x30cm dan sabun. Packaging berupa keranjang rotan dan kain tulle trus diikat dengan pita satin plus kartu ucapan terima kasih. Ratih memilih warna hijau untuk tullenya.
Ratih juga memesan handuk untuk seserahan. Handuknya menggunakan handuk Terry Palmer ukuran 70x140 cm dan dihias dengan bunga mawar kuncup. Dipacking dengan kain tulle yang diikat pita satin.

Souvenir Siraman
Handuk untuk Seserahan
 Selain itu ada pesanan boneka teddy bear ukuran 20 cm yang dikemas dalam keranjang rotan dan kain tulle yang diikat pita satin, plus kartu ucapan terima kasih juga. Boneka ini pesanan Fredy & Silvia sebagai souvenir pernikahan mereka untuk teman-teman dekatnya yang tidak bisa menghadiri acara pernikahan yang diadakan di Singapore.

Teddy Bear 20cm

 Nah kalau doggie towel warna coklat dari handuk ukuran 30x30cm ini adalah pesanan Maharani untuk ulang tahun Kaitlyn yang ketiga. Packagingnya berupa tabung mika diameter 8 cm tinggi 12 cm dengan list pita decorative plus card.

Doggie Towel 30x30cm

Pesanan yang lain masih berderet...jadi pemesanan souvenir dalam jumlah besar untuk bulan Februari sementara aku stop dulu....kalau main terima aja takut gak selesai sesuai waktu yang dijanjikan :)

Januari 30, 2013

Jakarta banjiiiirrrr......

Akhirnya nulis lagi setelah sekian lama males nulis :D
Setelah tahun 2007 akhirnya 2 minggu lalu Jakarta kena banjir besar lagi, bahkan lebih besar dibandingkan banjir yang terjasi di 2007. Waktu banjir 2007 dulu aku tidak berada di Jakarta, karena waktu itu lagi ada tugas di Bandung. Nah kalau banir kemarin itu aku lagi dalam perjalanan ke kantor.

Aku ikut bus jemputan kantor. Saat itu penumpang hanya 5 orang karyawan....1 cowok dan 4 cewek (2 orang sedang hamil). Bus berangkat dalam jam normal seperti hari biasa. Sejak hari Rabu memang hujan terus di Jakarta...sampai hari kamis pagi saat aku berangkat kantor pun hari masih hujan...hujan lebat malah. Saat sampai di Bundaran HI jalanan basah normal aja, basah karena kena air hujan. Trus kami terjebak macet di depan Plaza Indonesia...benar-benar berhenti....dan ternyata air yang menggenang di jalanan lama kelamaan semakin tinggi bahkan udah sampai tangga bus kantor.
Langsung deh kalang kabut...aku nyoba telpon salah Bos Personalia....gak diangkat....akhirnya telpon anak buahnya yang menangani soal jemputan kantor. Trus aku menanyakan kami harus bagaimana karena air semakin lama semakin tinggi...eh dia juga gak bisa memutuskan.

Akhirnya supir bus kantor aku suruh putar balik ke arah Blok M...aku bilang ntar kalau dimarahin aku yang tanggung jawab. Dan itu pun gak bisa langsung putar balik. Karena mobil-mobil di depan bus kantor gak ada yang bergerak...semua takut menerjang banjir. Sementara banjir di depan Plaza EX semakin lama semakin tinggi. Akhirnya Mang Ncep membunyikan klakson biar mobil-mobil itu pada minggir ke arah lain, karena mereka menghalangi jalan kami untuk maju. Dan saat itu hanya bus kantorku yang melaju menerjang banjir...sementara saluran udaranya harus diangkat biar air tidak tersedot masuk....dan temen kantorku yang cowok yang memegangi saluran udaranya.

Putar arah di perempatan Sarinah...saat itu di depan Sarinah banjirnya udah lumayan tinggi sekitar 50 -60 cm. Saat melaju di depan Plaza BII banyak orasng yang ikutan naik bus kantorku. Dan ternyata saat itu di Bundaran HI dan di depan Hotel Oriental Mandarain air sudah tinggi...apalagi di Tosari air semakin tinggi. BEgitu naik ke arah Dukuh Atas sudah tidak ada air yang menggenang. Arah Blok M kosong sementara arah sebaliknya benar-benar padat. Dan akhirnya sampai juga aku di rumah. 
Thanks Mang Ncep...you're the best driver :)

Dan pada akhirnya kantorku diliburkan selama 2 hari...hari Kamis dan hari Jum'at. Karena selain jalan di dekat rumah banyak yang banjir...akses sekitar kantor juga tergenang banjir. Kantorku sih aman dari banjir karena ada pompanya....tapi jalanan di sekitar kantor kena banjir semua.

Semoga hari-hari ke depannya banjir yang menggenangi Jakarta bisa berkurang. Saat banjir gak usahlah menyalahkan orang lain, kita harus introspeksi diri kita masing-masing:
  1. Buanglah sampah pada tempatnya
  2. Jangan menebang pohon sembarangan, apalagi di daerah puncak...stop pembangunan villa-villa
  3. Bersihkan saluran air di lingkungan kita
  4. Kalau kita punya rumah janganlah semua lahan disemen atau dijadikan bangunan, bangunlah taman buat resapan air hujan
Kalau upaya pencegahan yang lebih makro kita serahkan ke pemerintah daerah, pemerintah pusat, atau siapa pun yang punya kewenangan. Janganlah mall dan villa yang diperbanyak sehingga semakin sedikit tanah resapan untuk air hujan. Semoga upaya perbaikan dan pencegahan banjir yang akan dilakukan pemimpin saat ini didukung oleh semua pihak. Jangan hanya pintar mencela dan berkomentar...karena hal itu tidak menyelesaikan apapun hanya menambah ketegangan dalam masyarakat. Be wise...

Desember 30, 2012

Syukuran akhir Tahun 2012

Hari Jum'at ada acara syukuran di kantor. Pesan tumpeng nasi kuning dengan aneka lauknya dan juga mempersiapkan acara tukar kado. Ketentuan untuk kadonya...unisex, berguna, harga minimal Rp 30.000 dan maksimal tak terbatas dan dibungkus dengan kertas koran. Yang ikut acara ini 48 orang. Acara dilakukan setelah selesai Sholat Jum'at. Oya untuk beli tumpeng kami juga patungan...30K per orang. Karena emang bukan acara resmi kantor :)

Nah berhubung perkiraan acara jam 13.30 jadi aku sebelumnya beli cincau...lumayan buat mengganjal perut hehehe.. Beli di minimarket deket kantor...enak cincaunya..bener-bener cincau asli...karena waktu kecil aku pernah bikin cincau sendiri dari daun cincau...caon kalau istilah Jawanya. Caranya daun cincau yang masih segar dicuci dengan air bersih trus diremas-remas dengan air matang hangat. Diremas-remas sampai hancur dan keluar sari-sarinya. Trus didiamkan dalam wadah...kelamaan akan mengental dan cincau siap disantap dengan gula cair...segarrrrrrr....

Acara dimulai...do'a...sambutan dari Pak Bos...
Dan seperti biasa Pak Bos memberi petuah-petuah bijaknya yang intinya setiap orang itu jangan besar pasak daripada tiang...jangan lebih besar pengeluaran daripada pendapatan karena akan menyengsarakan diri sendiri. Harus meminimalisir penggunaan kartu kredit karena utang itu akan menjadi beban buat kita. Petuah yang bijak disaat yang tidak tepat...kenapa tidak tepat??? karena kami udah dalam keadaan lapar berat dan mendengarkan petuah panjang dengan berdiri...kaki-kaki udah mulai goyah dan muka memucat...hahaha.... Bahkan waktu Pak Bos bilang pada satu kesempatan,"Coba bayangkan.....bla bla bla..." dan Ratih yang saat itu ada didekatku berbisik dengan nada memelas,"Aku gak bisa membayangkan apa-apa...lapaaarrrrrr..." huahahahahahaha....
Emang berat mendengarkan petuah panjang disaat lapar dan didepan mata tersaji nasi tumpeng lengkap dengan laup pauknya yang menggiurkan :D


Akhirnya petuah selesai, pemotongan tumpeng trus mulailah kericuhan itu datang...boro-boro pada antri dengan tertib untuk ngambil nasi tumpeng...langsung merubung aja gitu semuanya. Berlomba ambil nasi dan lauknya...hadeeeuuuuhhhhh....
Hmm...gak salah nih pesen nasi tumpengnya...yummyyyyy... Lauknya ada ayam goreng, sambel goreng ati kentang, kering tempe, udang balado, daging suwir, perkedel kentang, telur balado...trus apalagi ya...lupa euy... Yang jelas ada kerupuk udang, sambel dan lalapan juga. Pokoknya enak deh. Dan ternyata masih nasi dan lauknya masih banyak jadi bisa dibagi-bagi ke OB dan Security yang saat itu bertugas di gedung depan. Dessertnya es doger.

Acara makan bersama selesai...saatnya acara tukar kado. Sistemnya kado-kado yang udah terkumpul dikasih nomor 1 - 48. Trus bikin kertas undian yang dikasih nomor 1- 48 dan digulung. Dipanggil satu demi satu berdasar urutan abjad dan disuruh ambil satu gulungan kertas...dan akan mendapatkan kado sesuai dengan nomor yang didapat. Wihhh bener-bener seru acara tukar kado ini. Ada salah satu GM yang dapet cermin gede...cocok deh buat dia yang suka dandan hahaha... Ada yang dapet kaos gangnam style, frame foto, sandal kamar yang imut...padahal yang dapet cowok hahahaha...dll...
Aku dapet tempat minum kecil. Jangan dinilai dari harganya yang cuma sekitar 30rb tapi nilailah dari kebersamaannya. 


 Semoga tahun depan...2013...kami menjadi manusia yang lebih baik lagi...lebih sehat...lebih bahagia...lebih sukses...dan lebih berguna untuk orang lain...Amin...

Iga Garang Asem yang bikin garang...

Hari Kamis kemarin aku dan temen-temen kantor pergi ke Mall Artha Gading untuk makan siang sekaligus mau cari barang di Ace Hardware. Saat itu kondisi udah laper beraaattttttttt......trus naik ke Lt. 2 dengan tujuan food court. Begitu turun dari lift terlihat deretan resto...sempat pengen mampir ke Es Teler 77...biasa hobiku makan es teler gak sembuh-sembuh hehehe... Tapi akhirnya gak jadi.

Trus akhirnya masuk ke Resto Tekko. Udah lama gak makan di Tekko. Penataan Resto di Tekko Mall Artha Gading sangat menarik. Suasana yang cozy dengan kursi-kursi kayu yang kokoh dan suasana redup sepertinya enak untuk menikmati makan siang. Karena di dalam ruangan udah penuh akhirnya kami memilih duduk di kursi depan resto.

Kami mulai memilih menu. Aku dan Mbak Ika memilih menu Iga Garang Asem, sementara Novy memilih Lidah Goreng. Plus Jamur Goreng dan minuman. Saat pesen plus pesan ke mbak yang ngelayani jangan pakai lama. Waktu berjalan semenit...5 menit...10 menit...20 menit...pesanan kami belum juga datang. 30 menit pesanan belum datang juga...kami mulai menanyakan pesanan kami...dan dijawab,"iya sebentar lagi.." Mulai datang lidah goreng pesanan Novy, nasi putih dan minuman. 45 menit berjalan belum adalagi pesanan makanan yang datang. setelah 1 jam belum juga datang...emosi udah di ubun-ubun...karena kami melihat si mbak-mbaknya hanya sibuk melayani rombongan dengan berbelas orang, yang pesan dadakan di rombongan itu pun tetap dilayanin duluan.Dan untuk mengganjal perut yang lapar kami makan krupuk...hadeuhhhh...

Akhirnya Mbak Ika ke konter kasir dan bilang ke mereka...kalau pesanan kami belum juga siap kami akan membatalkan pesanan....dan dijawab"1 menit lagi."
 Meja sebelah kami ternyata udah membatalkan pesanan, trus pengunjung yang baru datang dan melihat kami belum juga dilayani bertanya,"lama ya Mbak nunggunya?" Dan kami jawab,"lamaaaa..." Akhirnya mereka membatalkan untuk makan di Tekko dan mencari tempat lain.

Dan ternyata gak berapa lama pesanan kami datang dalam waktu cepat...apakah harus selalu diancam dulu baru pesanan dilayani secara cepat??? Padahal yang aku lihat orang yang di kitchen banyak, pelayan juga banyak. dan makanan yang kami pesan juga termasuk siap saji tinggal sendok dari panci langsung bisa dihidangkan.

Aku mulai mencicipi iga garang asem pesananku...hmmm enak, dagingnya empuk, bumbunya berasa merasuk ke daging iga, kuahnya segar dan enak. Oya harga iga garang asem ini 41K (belum termasuk nasi). Dagingnya banyak...cukup mengenyangkan. Sesuailah harga dan rasa. Tapi ya itu...pelayanannya lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....sampai bikin pengunjung emosi....
Btw harganya lebih mahal dibanding Tekko Pluit...apa karena yang ini berada di mall jadi harganya lebih mahal? mungkin saja... 


Iga garang asem made in Tekko ini benar-benar bikin garang (karena kelamaan nunggunya) dan sampai berucap...asemmmmm suwi tenan nunggune.....
Menghabiskan waktu kami...terbatas buat nyari barang dan telat balik ke kantor. Untung lagi akhir tahun jadi kerjaan lagi gak bejibun...btw kalau kerjaan bejibun gak berani juga ding makan siang jauh-jauh hehehe... 

Desember 27, 2012

Pulang Kampung itu menyenangkan :)

Long weekend kemarin aku manfaatkan untuk pulang kampung...pulang kampung selalu menyenangkan buatku...walaupun harus berburu tiket yang tidak murah :D
Jum'at sore aku menuju Gambir dari kantorku bareng ama Ratih. Jum'at sore yang super duper macet karena menjelang long weekend dan Jakarta abis diguyur hujan lebat.

Taksi yang kami naiki jalan merayap...pelan-pelan...rasanya hanya maju semeter demi semeter. Jalanan mulai parah macetnya saat kami sampai di depan Monas. Ratih yang keretanya jam 16.45 wajahnya udah mulai pucat karena jalanan benar-benar nyaris tidak bergerak. Akhirnya begitu jam menunjukkan pukul 16.30 dan kami masih stag di depan Monas, aku suruh Ratih turun untuk naik ojek...kalau nggak bisa-bisa dia bakalan ketinggalan kereta. Ratih turun dengan membawa kopernya yang besaaaarrrr...kasihan euy...mana masih ujan. Dan beberapa saat kemudian dia BBM mengabarkan kalau tadi ditolongin sama Mas-Mas yang bawa motor Mio (padahal si Mas itu mau menuju Sudirman tapi dengan sukarela mau nganterin Ratih ke Gambir dan tidak mau dibayar). Makasih ya Mas siapapun nama Anda, ternyata masih ada orang baik di Jakarta ini :)
Dan terima kasih juga untuk Pak Satpam Stasiun Gambir yang sukarela menggotong koper Ratih sambil berlari-lari menuju lt. 3...terima kasih karena udah nolongin temen saya :)

Nah..gantian aku yang deg-degan takut ketinggalan kereta. Jadwal keretaku jam 17.30 dan jalanan masih aja nyaris tidak bergerak. Aku udah mau keluar taksi naik ojek...ternyata jalanan mulai bergerak dan akhirnya aku tetap naik taksi itu sampai Gambir...Alhamdulillah tidak ketinggalan kereta.... Jakarta oh Jakarta....sepertinya long weekend kali ini kamu membuat banyak orang ketinggalan kereta dan pesawat untuk mudik (2 orang sepupuku harus menerima nasib tiket pesawatnya seharga 1,1 jt/orang/sekali jalan hangus gara-gara terlambat sampai ke Bandara).

Udah di dalam kereta...mencoba menikmati perjalanan...baca buku yang sengaja aku bawa...haha hihi di telepon...sholat... trus pesan rawon di kereta (karena gak sempat beli Hokben di St. Gambir). Rawon yang rasanya sungguh aneh...seperti air putih dikasih pewarna coklat dan tidak ada rasanya hiks...kok gini banget sih makanan di kereta...apa susahnya bikin makanan yang enak biar banyak yang beli karena emang suka bukan karena terpaksa :(


Menghabiskan malam di kereta, menggigil kedinginan menjelang pagi...dan sampailah aku di kotaku...kota kelahiranku...
Setelah 14 jam duduk di kereta akhirnya sampai juga...fiuuuhhhh legaaaaa.....

Stasiun Kereta
 Jarak stasiun dengan rumahku hanya 1,5 km...aku memutuskan untuk naik becak...udah lama gak naik becak hehehe. Menikmati jalanan di kotaku yang bersih dan gak ada macet. Gak berapa lama sampai di rumah...ketemu Ibuku tersayang :)


 Gak berapa lama tukang pijat datang....dan aku menikmati pijatannya yang begitu enak...rasanya udah sekian tahun aku gak pijat. Sakit semua badanku. Murah lho ongkos pijatnya...hanya Rp 35.000/sekali pijat selama 2,5 jam. Selanjutnya...tiduuurrrrrrrrrrrrrrrrr......
Sorenya ke rumah Bulikku mau ketemu keponakanku Kayla....tapi sekarang Kayla cengeng euy...gampang nangis...tapi tetap cantik dan lucu :)


 Hari Minggu adikku datang dan giliran dia yang pijat hahaha...udah gantian aja terus aku, Ibuku, adikku...tetangga-tetanggaku :D
Selama pulang ini sengaja aku gak berwisata kuliner...mau menikmati makanan rumah aja, kangen ama masakan Ibu. Aku juga sempat bikin Lasagna...dan aku bagi-bagi ke saudara-saudaraku...tetap dengan resep yang lama dan tetap enak hehehe...


Aku ikut Ibu belanja ke pasar...ada pasar tradisional besar di dekat rumahku. Aku senang belanja di pasar tradisional, buah dan sayurnya masih segar-segar. Dan pedagangnya juga ramah-ramah...full smile. Becak hilir mudik mengangkut barang dagangan, pedagang dan pembeli. Aku juga sempat beli nasi ampok (nasi jagung dengan lauk sayur urap daun pepaya dan daun singkong, sayur pepaya muda yang dimasak pedas, ikan asih kecil-kecil plus mendol alias singkong/tempe yang dihancurkan, dibumbui pedas trus dibentuk bulatan-bulatan kecil gepeng dan kemudian digoreng...hmmm yummyyyyy....

 
Trus jalan-jalan ke Kali di deket rumahku...Kali yang airnya jernih dan berbatu...beda banget ama kali-kali yang ada di Jakarta, menikmati mangga hasil kebunku, menikmati bebek goreng yang enak. Selebihnya di rumah aja karena kalau siang sampai sore biasanya hujan lebat. Hmm.... nikmatnya tinggal di kampung halaman.


Sampai akhirnya hari Selasa sore aku harus balik lagi ke Jakarta...kerja lagi...
Liburan bulan depan enaknya pulang kampung lagi atau ke tempat lain ya???

Pesanan & pesanan...

Berbagai macam pesanan souvenir udah aku selesaikan di minggu lalu. 
Pesanan bear towel dari Mbak Ayi untuk acara aqiqah keponakannya udah selesai dan udah dikirim ke Palembang. Mbak Ayi pesan bear towel dari handuk ukuran 23x23cm packing butterfly mika. Untuk warnanya aku pilihin warna kuning, salem, biru, ungu dan baby pink.


Trus ada pesanan mini lolipop untuk pernikahan Yogi & Asa. Mini lolipop ini menggunakan handuk obras ukuran 20x20cm warna baby blue dan biru medium. Untuk thank cardnya aku pilihin yang bernuansa krem dengan aksen biru. Pesanan ini juga udah aku kirim.




Lanjut ke mini tart dan mini muffin dari handuk ukuran 23x23cm untuk pernikahan Devi & Dian. Mini Tart menggunakan handuk warna baby pink sedangkan mini muffin menggunakan handuk warna coklat. Packaging menggunakan butterfly mika. Souvenir udah aku kirim juga ke pemesan.

Mini Tart
Mini Muffin
Pesanan tasbih dengan ukuran bead 8 mm isi 33 butir dari Nida di Depok juga udah selesai dan udah aku kirim juga. NIda memilih warna putih, ungu, biru dan pink untuk pesanan tasbihnya.

Tasbih Mutiara Imitasi 8 mm
 Terakhir pesanan dadakan dari Yuli di Bandung...Yuli memesan dragon towel dari handuk ukuran 23x23cm untuk baby shower anaknya. Yuli memilih warna biru dan hijau. Packaging menggunakan tabung mika ukuran diameter 8 cm tinggi 8 cm.

Dragon Towel

Thanks all atas kepercayaannya memesan souvenir ke Tokosouvenirku :)
Semoga acaranya berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan suatu apapun...Amin...
Hmm...tapi masih ada 1 pesanan lagi nih yang harus segera diselesaikan...700 mini doggie towel pesanan evelyn untuk resepsi pernikahannya...semangat..semangat...