Juni 28, 2013

Pesta Kebun

Dulu awal-awal di Jakarta aku tinggal di rumah Budheku di Pondok Labu. Rumahnya mempunyai halaman depan, samping dan belakang yang lumayan luas dan teduh. Halaman belakang ditanami rumput, aneka macam bunga dan ada dua batang pohon rambutan yang tinggi dan rimbun. Budhe punya dua buah rumah di Pondok Labu, yang satu untuk tempat tinggal Budhe dan rumah yang lain disewakan, biasanya sih yang nyewa orang asing. Kalau rumah yang disewakan itu ada kolam renangnya di tengah halamannya yang luas...dan kebanyakan bule-bule itu suka dengan rumah yang punya halaman luas.

  
Dulu setiap hari Minggu selalu ada senam poco-poco di rumah Budhe yang diikuti oleh ibu-ibu kompleks. Kebanyakan sih ibu-ibunya udah sepuh ya, yah udah usia-usia pensiunlah. Abis poco-poco trus makan-makan (jadi abis bakar sedikit kalori, nimbun lebih banyak kalori lagi hihihi...).
Aku sih senang-senang aja kalau ada acara kayak gini karena pasti makanan berlimpah dan enak-enak lho...jadi enak hehehe. Trus kakak sepupuku yang cowok juga kadang ngadain pesta kebun di halaman belakang rumah, ngundang temen-temennya...kadang temen kantor kadang temen gaulnya dia. Kalau pas pesta kebun gitu di sepanjang jalan masuk selalu dipasang obor, karena acaranya malam hari jadinya terlihat romantis. Trus makanan disediakan di meja yang ditaruh di halaman belakang dengan penataan yang bagus, biasanya pakai jasa catering. Aku sih gak ikut pestanya cuman ikut icip-icip makanan aja :D


Pernah juga aku menghadiri acara resepsi pernikahan temenku yang diadakan di tepi kolam renang hotel. Acaranya malam hari juga. Kalau pesta kebun malam hari itu suasananya selalu terlihat romantis. Hanya saja ada kelemahannya juga kalau pesta kebun, kalau tiba-tiba turun hujan wah bakalan repot semua apalagi kalau ada angin kencang, dan terkadang ada saja serangga yang muncul.


Aku suka sih dengan pesta kebun, apalagi kalau yang konsepnya sederhana tapi romantis. Kalau ngeliat acara pernikahan bule-bule di televisi yang kebanyakan berkonsep garden party kok kayaknya menyenangkan...bunga dimana-mana, disediakan meja dan tempat duduk untuk makan, tamunya gak perlu banyak-banyak cukup mengundang keluarga dekat, tetangga dekat, dan sahabat dekat...kesannya tuh simple, elegan dan romantis. 




Tapi kayaknya konsep kayak gitu agak susah diterapkan di kebanyakan wilayah di Indonesia. Kalau di Indonesia ini kalau orang menikah itu harus mengawinkan dua keluarga besar, para tetangga, teman dekat, teman setengah dekat, teman jauh...teman-temannya orang tua, teman-temannya saudara dan banyak lagi. Kalau misalkan hanya mengundang sedikit orang...siap-siap aja jadi bahan omongan...hmmm...

Kan asyik tuh kalau misalkan hanya mengundang sedikit orang, lebih mudah menata dan mempersiapkan segala sesuatunya. Mengundang banyak orang tuh berpengaruh besar ke budget...harus nambah budget untuk mencetak undangan, budget untuk souvenir, budget untuk seragam panitia, budget untuk sewa tenda yang besar, budget untuk sewa kursi...dan terutama budget untuk makanan. Budget paling besar di setiap pesta pernikahan adalah budget untuk makanan. Makananpun harus dipersiapkan sebaik mungkin karena kalau tidak ada aja yang bakalan ngomongin. Tapi ya itulah istimewanya tinggal di Indonesia...tapi menurutku tetap jangan memaksakan diri, kalau misalnya hanya mampu mengundang seratus orang jangan memaksakan diri mengundang 500 orang. Tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangannya, jangan sampai abis pesta pernikahan malah pusing mikirin harus bayar hutang.

Hal-hal yang harus dipertimbangkan apabila ingin mengadakan pesta kebun:
  1. Kondisi cuaca, jangan memaksakan membuat pesta kebun pada saat puncaknya musim hujan. Lebih baik pesta kebun diadakan pada saat musim kemarau (tapi sekarang ini musimnya juga susah diprediksi).
  2. Persiapkan tenda di beberapa bagian, walaupun cuaca cerah tetapi tenda tetap dibutuhkan. Gak enak juga kan pesta sambil bentar-bentar ngelap keringat karena kepanasan, atau sibuk nyari obat pusing karena gak tahan dengan sinar matahari. Kecuali kalau acaranya diadakan di malam hari boleh juga sih semua serba terbuka dengan resiko hujan tiba-tiba turun :D
  3. Persiapkan antisipasi untuk menghalau serangga terutama di bagian meja prasmanan ataudi setiap meja kalau konsepnya round table.
  4. Kenakan busana yang nyaman dipakai untuk pesta kebun.
Hiasan yang bisa dipakai untuk pesta kebun antara lain:
  1. Lampion, bisa lampion serba putih atau lampion aneka warna disesuaikan aja dengan selera.
  2. Lilin yang ditempatkan di berbagai sudut, bisa ditaruh di dalam lentera atau ditaruh di setiap meja makan.
  3. Bunga-bunga segar dan dedaunan yang dirangkai dan lain sebagainya yang bisa dipakai sebagai pelengkap pesta kebun.

Kalau kebetulan memiliki halaman rumah yang cukup luas bisa kok dipakai sebagai pesta kebun, jadi gak usah keluar biaya untuk sewa gedung. Kalau ditata dan dihias dengan tepat akan terlihat indah kok :)

Sumber Foto: dari berbagai sumber (hasil googling)

Juni 26, 2013

Di Ujung Maut...

Maut itu begitu dekat...paling tidak selama aku hidup aku sudah beberapa kali berhadapan dengan maut. Proses kelahiranku dulu adalah proses yang sangat sulit, Ibuku kehabisan air ketuban, posisi bayi terlilit tali pusar dan masih "nangkring" di atas, biasanya bayi kalau udah mau lahir kan udah di perut bagian bawah kan? nah kalau aku dulu katanya masih nangkring aja di perut bagian atas sepertinya krasan dalam perut hehehe. Waktu itu sedang hujan badai dan aku harus "dipaksa" lahir, karena kalau tidak bisa berakibat fatal terhadap Ibuku dan aku. Akhirnya diputuskan operasi caesar....dan parahnya saat itu di kotaku belum ada dokter kandungan, karena memang hanya kota kecil. Dan akhirnya Ibuku dioperasi oleh dr. Soebroto, beliau adalah dokter umum...dan sebelumnya belum pernah menangani operasi caesar. Jadi aku adalah eksperimen pertamanya dan Alhamdulillah selamat...keren kan? ;)
Alhamdulillah aku lahir dengan selamat walaupun bikin heboh seluruh keluarga besar dan para tetangga. Karena pada masa itu kalau operasi caesar pasien harus dibius total...jadi keluarga besar Ibu dan Bapak sebagian besar diambil darahnya untuk jaga-jaga transfusi darah untuk Ibuku.

Saat masih bayi usia beberapa bulan aku sempat juga dirawat di RS gara-gara semua susu dan makanan yang masuk ke perutku keluarnya wujudnya juga masih sama karena pencernaanku ada yang tidak beres, waktu itu kata Ibu...dokternya udah pasrah. Dan akhirnya aku dibawa ke dukun urut bayi...eh sembuh lho :)

Umur 2 tahun aku pernah kecemplung kolam ikan karena ya lagi-lagi disebabkan rasa ingin tauku yang begitu besar, tapi berhasil diselamatkan oleh Bulikku. Umur 5 tahun aku juga pernah tenggelam di kolam renang karena nekat berenang sendiri padahal belum bisa renang tapi diselamatkan oleh Embah Kakungku. Setelah itu aku tenggelam lagi 2 kali tapi lagi-lagi ada yang menyelamatkan. Waktu TK aku pernah kejatuhan pohon kelapa, jadi aku main-main didekat tumpukan pohon kelapa yang udah dipotong tapi masih dalam bentuk gelondongan, eh pasak yang menahan pohon kelapa itu lepas dan ada sebatang pohon kelapa yang menggelinding menimpa punggungku....kayaknya waktu itu aku agak-agak pingsan deh. Pernah kena air panas di punggungku, pernah jatuh dari sepeda motor...kalau kaki atau tangan luka-luka karena jatuh sih itu gak usah dihitung hehehe...

Waktu SMA aku pernah naik motor dan nabrak beton sampai dari hidungku keluar darah. Trus pernah juga hanpir tertabrak sepeda motor sewaktu menyeberang jalan...waktu aku lihat kanan kiri bener-bener sepi kok dan aku gak ngeliat ada motor eh tiba-tiba aja pas aku nyebrang udah muncul gitu aja motornya. Untungnya gak kena sih. Trus sewaktu kuliah dan ikut kegiatan kampus di kaki Gunung Merapi aku juga hampir jatuh ke jurang...waktu itu aku harus melewati jurang selebar kurang lebih 25 meter dengan menggunakan tali, jadi jalan meniti tali gitu dengan ransel di punggung dan karena angin yang begitu kencang akhirnya aku kehilangan keseimbangan dan jatuh, untungnya masih ada tali pengaman dan aku gak pingsan. Karena kalau aku pingsan lebih repot lagi, dalam kondisi tergantung di tali pengaman dengan posisi kepala di bawah aku harus mengangkat badanku dan mencoba menarik tali pengaman yang lain supaya bisa ditarik ke tepi oleh tim penolong. Waktu itu proses evakuasi memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Nah pas baru-baru di Jakarta aku pernah terjatuh dari bus patas AC...jadi ceritanya aku naik ke bus tapi kakiku belum menapak sempurna dan busnya udah jalan. Walhasil aku jatuh terbanting ke aspal, untungnya mobil yang ada di samping bus bisa mengerem dengan cepat kalau nggak wah gak tau deh nasibku gimana. Waktu itu kepalaku benar-benar pusing, gegar otak ringan.

Terakhir...hari Senin kemarin aku mengalami kejadian menakutkan lagi. Setiap hari aku berangkat dan pulang kantor ikut bus jemputan dari kantor. Dan udah 3 minggu ini supirnya baru. Sebenarnya dari awal aku udah minta supir ini diganti karena gak enak banget kalau nyetir, suka mainin gas dan rem seenaknya, suka nyeruduk kanan kiri, dan kayaknya ada masalah dengan pendengaran jadi kalau ada penumpang yang mau turun harus teriak-teriak dulu baru dia denger...itupun kadang gak diturunin di jalur aman, suka mendadak berhenti di tengah jalan dan penumpangnya disuruh turun...hadeuhh emang sableng tuh orang. Aku uda bolak balik protes ke GA tapi belum diganti juga. Nah Senin pagi kemarin saat sampai di rel kereta api...kondisinya saat itu palang rel udah diturunkan dan sirine juga udah dibunyikan, tapi memang palang relnya hanya tinggal separuh karena sepertinya ditabrak mobil yang menerobos rel kereta. Eh tiba-tiba si supir sableng itu ambil jalur kanan dan langsung nerobos palang dan melintasi rel kereta. Saat aku menoleh kereta udah sangat dekat sekitar 30-40m dari posisi bus. Kereta udah menyalakan lampu depan dan membunyikan klakson...gilaaaaa...jantungku serasa mau copot!!! Aku dan teman-temanku langsung teriak dan marah ke supirnya...eh si supir yang saat itu bawa temennya malah ketawa-ketawa cengengesan. Duh bener-bener emosiku udah di ubun-ubun...udah habis kesabaranku ngadepin supir sableng ini. Begitu sampai kantor aku langsung tulis email ke GA bagian kendaraan cc ke Vice President BSS dan juga cc ke beberapa teman-temanku. Aku minta supir diganti secepatnya karena sudah membahayakan nyawa kami. Dan ternyata besoknya langsung diganti...syukurlah...

Kematian itu begitu dekat kawan...sangat dekat...kita tidak pernah tau kapan maut akan menjemput kita ke alam keabadian. Selalu berusaha memperbaiki diri sehingga mempunyai bekal yang cukup kalau sewaktu-waktu dipanggil oleh Allah SWT...kita tidak pernah tahu kapan waktu itu akan datang... Jadi...selalu bersiaplah :)

Juni 25, 2013

Sejenak menjadi VIP

Selama ini aku suka heran melihat sambutan terhadap pejabat suatu instansi atau suatu daerah, kesannya itu sangat berlebihan. Bahkan di jalan aja selalu dikawal voorijder yang bertugas membuka jalan untuk mobil sang pejabat. Atau kalau datang di suatu acara walaupun si pejabat atau keluarganya datangnya belakangan selalu disediakan tempat duduk paling depan.

Ngomong-ngomong soal menjadi tamu VIP...aku pernah mengalaminya secara tidak sengaja. Dulu jaman masih kuliah ada salah satu temen kuliahku yang Bapaknya itu salah satu Direktur Bank Indonesia saat itu. Temanku itu orangnya sederhana, saat awal-awal kuliah dia juga naik bus kota kalau mau ke kampus...yah sama lah kayak aku. Hanya saja di semester-semester akhir dia bawa mobil. Dan karena dia termasuk salah satu temen akrabku akhirnya aku kebagian enak, sering diantar pulang ama temenku itu tentu saja dengan mengendarai mobilnya itu :D

Suatu waktu ada kuliah umum di Magister Management UGM dan pembicaranya adalah Bapaknya temenku yang Direktur BI itu. Temanya tentu saja menyangkut perekonomian di Indonesia tapi aku lupa judul tepatnya apa. Karena temanya cukup menarik jadi peminatnya otomatis bejibun. Selain dari Fakultas Ekonomi juga dari MM, MEP dll. Seminarnya diadakan di Gedung MM UGM.

Aku waktu itu harus kuliah dulu di kampus, jadi sementara temen-temen yang lain sebagian udah berangkat ke MM aku masih di kampus FE termasuk temenku yang anaknya Direktur BI itu. Akhirnya aku berangkat bareng ama temenku iku, tentu saja naik mobilnya dia. Nah begitu lewat di samping Graha Sabha Pramana tiba-tiba mobilnya temenku ditabrak motor dari kanan belakang. Kayaknya si pengendara motornya agak ngelamun deh, akhirnya sempat berhenti sebentar untuk memeriksa bagian belakang mobil dan temenku kesel ama si pengendara motor itu jadi sempat ngomel2. Bagian belakang mobil temenku tergores sih, tapi ya sudahlah kata temenku. Trus buru-buru kami menuju gedung MM...wah udah terlambat nih.

Dan benar aja begitu masuk ke ruangan yang dipakai untuk seminar udah dipenuhi oleh peserta seminar. Sampai-sampai ada sebagian yang berdiri karena tempat duduk udah full terisi. Nah selagi bengong itu tiba-tiba muncul 2 orang bapak-bapak dan 1 orang ibu-ibu berpakaian sangat rapi memakai setelan jas dan berdasi dan menghampiri kami. Trus bapak-bapak itu mempersilahkan kami mengikuti mereka sampai di deretan kursi terdepan dan...eng ing eng...tersedialah 2 kursi kosong untuk aku dan temenku itu. Ternyata 2 bapak-bapak dan 1 ibu-ibu tadi itu adalah orang BI Yogyakarta. Dan kami pun duduk diikuti pandangan "sirik" orang-orang lain yang harus berdiri karena gak kebagian kursi hehehehe...

Wah ternyata begini ya rasanya jadi tamu VIP...enak bener....pantesan banyak orang yang berlomba-lomba jadi pejabat. Karena biasanya pejabat dan keluarganya itu mendapatkan perlakuan yang istimewa. Tapi kalau menurutku tetap lebih enak jadi orang biasa aja, mau ngapa-ngapain gak jadi sorotan orang lain...itu kalau menurutku lho :)

Kalau sekarang ini aku suka sebel ama pejabat yang pakai voorijder pada saat jalanan super macet. Bayangin aja mobil cuma maju semeter demi semeter kadang berhenti lama eh tiba-tiba ada bunyi sirine yang berisik dan  menyuruh mobil minggir untuk memberi jalan si pejabat atau siapapun yang memakai jasa voorijder itu biar bisa lewat. Sebel nggak sih...udah sama-sama terjebak macet, laper, haus, pengen pipis trus tiba-tiba ada suara berisik sirine dan nyuruh minggir. Emang situ aja yang mau pulang cepet. Kalau mau cepet tuh naik helikopter dong.

Oya jadi inget ceritanya temenku bulan lalu...temen kuliah juga. Waktu itu dia masih bermukim di Medan karena mengikuti tugas suaminya (yang juga temen kuliahku). Temenku itu dulu sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi besar di Jakarta, tapi karena tugas suaminya dipindah ke Medan akhirnya dia resign dan ikut pindah ke Medan. Temanku itu punya hobi memasak. Nah selama di Medan dia buka usaha makanan, menerima pesanan makanan seperti kue-kue tradisional, cake dan aneka masakan lainnya. Suatu ketika temenku itu harus mengantarkan pesanan ke salah satu customernya dan entah bagaimana ceritanya dia kena tilang. Nah akhirnya muncullah percakapan antara temenku dan Pak Polisi yang saat itu menilang dia....singkat cerita si polisi itu dan beberapa temennya mengawal temanku pergi ke suatu tempat. Dimana itu? ke rumah Kapolda saudara-saudara....dan ternyata temenku memang sedang dalam perjalanan mengantarkan ayam kodok pesanan istri Kapolda untuk suatu acara....huahahahaha....aku gak bisa ngebayangin gimana muka polisi itu. Tapi kata temenku mukanya manyun bin kecut. Ternyata untuk menjadi VIP itu gak perlu jadi pejabat kok, bawa pesenan orang penting juga bisa ikutan jadi orang penting hehehehe...

Juni 21, 2013

Pak Ngari

Tubuh kurus ceking agak bungkuk, rambut putih, suara nyaring...itulah tetanggaku Pak Ngari. Beliau sudah ikut keluargaku sejak kakekku masih ada. Teman main Bapak waktu kecil walaupun usianya jauh diatas usia Bapak. Pak Ngari punya anak tunggal perempuan dari hasil pernikahannya dengan mantan istrinya. Setelah itu beliau tidak menikah lagi. Walaupun anak perempuannya punya rumah sendiri tapi Pak Ngari tidak tinggal dengan mereka, beliau tinggal di salah satu ruangan yang ada di Masjid di depan rumahku.

Pak Ngari mempunyai suara yang sangat khas dan nyaring. Hampir setiap pagi sebelum waktu sholat Subuh...Pak Ngari selalu mengumandangkan tahrim, setelah itu mengumandangkan adzan Subuh. Dan hebatnya walaupun beliau sudah lanjut usia tapi suaranya tetap nyaring dan tidak fals. Selepas sholat Subuh biasanya beliau membersihkan Masjid. Aku salut dengan semangat beribadahnya. Di saat kebanyakan orang lain masih terlelap beliau sudah bangun dan siap untuk beribadah dan mengundang orang lain untuk datang ke Masjid melalui seruan adzannya.

Untuk urusan makan...gampang aja untuk Pak Ngari. Seringnya sih dikirim makanan oleh anak perempuannya atau terkadang makan di rumahku atau di rumah Mbah Putriku. Aku tidak terlalu ingat apa makanan kesukaan Pak Ngari, soalnya dikasih apapun sepertinya diterima dengan senang hati :)
Aku hanya merasa kesulitan saat ngajak Pak Ngari ngobrol, karena fungsi pendengarannya sudah berkurang jadi kalau ngobrol ama Pak Ngari harus agak teriak. Kadang agak konyol juga sih, aku ngomong apa Pak Ngari nangkepnya apa hehehe...

Hal yang aku ingat lagi dari Pak Ngari ini adalah dia sangat rajin ikut bersholawat apabila ada acara panggih di pernikahan di kampungku, karena suaranya yang nyaring jadi terdengar sangat jelas. Dan satu lagi pada saat Sholat Tarawih di Masjid Pak Ngari juga yang sering membaca sholawat diantara dua rakaat dengan dua rakaat setelahnya pada saat Sholat Tarawih. Kalau soal baca dan nulis Al Qur'an...wah lancar jaya lah Pak Ngari ini. Kalau nulis aja pakai huruf arab gundul yang gak pake harokat.

Banyak hal yang bisa diteladani dari sosok Pak Ngari ini...kesederhanaannya, ketaatannya beribadah, ringan tangan menolong orang lain, tidak mengeluh dengan kondisi apapun yang dihadapi dan tetap semangat walaupun udah uzur. Satu hal yang aku ingat banget adalah saat Pak Ngari menangis sesenggukan saat Bapakku meninggal dunia. Pak Ngari bilang,"Kenapa dia yang meninggal duluan, masih banyak orang yang membutuhkannya. Kenapa tidak aku saja yang sudah tua dan sakit-sakitan?"
Aku rasa bukan maksud Pak Ngari untuk protes kepada Allah SWT atas ketentuannya ini...mungkin beliau hanya shock aja karena ternyata anak asuhnya meninggal terlebih dulu dibandingkan beliau...manusiawi...

Semenjak kesehatannya sudah semakin menurun karena dimakan usia, Pak Ngari akhirnya mau tinggal dengan anak perempuan tunggalnya yang bernama Mbak Siti. Sekarang Pak Ngari sudah tiada, beliau sudah meninggal dunia. Semoga Pak Ngari diberikan tempat yang indah disisi Allah SWT...diampuni semua dosa-dosanya dan diterima semua amal baiknya... Aamiin...Aamiin...Aamiin... Yaa Robbal Alamin...

Juni 20, 2013

Haruskah BBM naik?

Akhir-akhir ini semua heboh dengan rencana kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak). Demo menolak kenaikan BBM merebak hampir di semua wilayah di Indonesia terutama yang ada kampusnya. (Sebagian kecil) Mahasiswa demo dengan segala macam cara...ada yang teriak-teriak di tengah jalan sambil membakar ban bekas dan otomatis menganggu lalu lintas dan bikin macet parah, ada yang mogok makan, ada yang merusak mobil plat merah, ada yang memukul biker yang sedang melintas, ada yang merusak restoran cepat saji, ada yang merusak lampu lalu lintas dan fasilitas umum lainnya...hmmmm....

Katanya membela rakyat...tapi kok merusak fasilitas umum yang dibangun dan dibuat dengan mengambil uang pajak yang dibayarkan oleh rakyat? katanya membela rakyat tapi kok merusak properti milik rakyat? katanya membela rakyat tapi kok memblokir jalan dan membuat rakyat yang lain terkena macet parah bukannya itu membuat boros BBM??? Katanya membela rakyat tetapi kenapa memukuli biker yang lewat bukankah biker itu bagian dari rakyat? Katanya membela rakyat tapi kenapa merusak lampu lalu lintas yang sangat dibutuhkan oleh rakyat pengguna jalan supaya lalu lintas lancar?

Dan point utamanya apakah mereka para pendemo entah Mahasiswa atau warga masyarakat yang demo menuntut BBM tidak naik itu tau kenapa alasan BBM harus naik? Apakah yang ikut demo itu (Mahasiswa atau warga) benar-benar mengerti substansi masalah atau hanya ikut-ikutan biar kelihatan hebat, kalau diliput TV bisa masuk TV...teriak-teriak di depan kamera, atau biar terlihat hebat kalau bentrok dengan polisi yang menjaga demo jadi satu kebanggaan yang bisa diceritakan ke teman-teman, keluarga dan anak cucunya kelak?

Tahukah mereka bahwa cadangan minyak di bumi Indonesia ini semakin menipis? Tahukah mereka bahwa ada beberapa perusahaan minyak asing yang akan keluar dari Indonesia karena setelah menanamkan investasi jutaan US$ dan ternyata sumur-sumur minyak yang didapat kering kerontang? Sepertinya mereka tidak tahu, tahunya hanya demo dan demo...entah atas inisiatif siapa...

Produksi crude oil di Indonesia semakin menurun sementara konsumsi domestik semakin naik dari tahun ke tahun. Dari produksi dalam negeri sendiri tentunya harus dikurangi biaya untuk kontraktor. Otomatis belum mampu memenuhi kebutuhan domestik dan sebagian besar minyak harus impor. Maka dari itu dibutuhkan kucuran dana yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri, dan dana itu diambil dari APBN. Subsidi BBM sekarang ini kira-kira Rp 4000/liter dan kebanyakan yang menikmati adalah golongan menengah keatas yang mempunyai mobil. Dana subsidi minyak yang salah sasaran ini sangat bisa digunakan untuk hal lain, untuk menambah dana pendidikan anak-anak Indonesia, untuk membangun jalan di pelosok-pelosok Indonesia dan hal-hal lain yang lebih menyentuh kehidupan rakyat kecil dll. Belum lagi hutang Pemerintah Indonesia yang semakin membengkak dari tahun ke tahun...masa warisan ke anak cucu berwujud hutang?

Aku pikir Pemerintah juga terlalu lamban dalam menentukan kenaikan harga minyak, sehingga memicu naiknya harga-harga barang sebelum harga minyak benar-benar naik. Selagi isu kenaikan harga minyak berhembus harga barang udah naik dan begitu harga tidak jadi naik harga barang tidak mungkin turun lagi seperti tahun lalu saat ada wacana harga minyak naik dan ternyata dibatalkan. Idealnya harga minyak itu naik tiap tahun sedikit demi sedikit jadi inflasi yang ditimbulkan tidak terlalu tajam. Kalau misalkan alasan kenaikan harga minyak akan menyulitkan tukang ojek, taksi, angkot dan moda transportasi lainnya ya tinggal disesuaikan aja tarifnya asal gak asal menaikkan. Semoga aja kalau harga minyak naik semakin sedikit orang yang pakai mobil pribadi dan beralih ke angkutan umum...tapi tentu saja harus dilakukan pembenahan dalam pengelolaan angkutan umum. Ciptakan angkutan umum yang aman, nyaman, bersih dan selalu tersedia setiap saat sehingga masyarakat juga tidak was-was beralih ke angkutan umum.

Tapi yang aku bingung kenapa sekarang yang digalakkan malah mobil murah ya? bukannya kalau semakin banyak mobil murah akan semakin banyak masyarakat yang ingin membeli mobil, semakin banyak masyarakat pemakai mobil maka jalanan akan semakin macet. Entahlah...kadang kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah itu bikin pening kepala, gak masuk di logika berpikirku yang hanya sederhana ini. Tapi susahnya di Indonesia ini bidang apapun udah dicampur adukkan dengan politik jadi kadang sesuatu yang sederhana menjadi rumit, sesuatu yang sebenarnya gampang menjadi sulit. Dan budaya copy paste alias menjiplak dan menelan mentah-mentah informasi yang beredar sudah demikian kuat membudaya di masyarakat. Sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dan dikaruniai otak untuk berpikir seharusnya manusia itu mau belajar...membaca, melihat, mencerna, berpikir, bertindak...jadi tahu mana yang salah dan mana yang benar.

Ah kenapa aku jadi serius begini ya??? 
Gara-gara sebel melihat berita di TV yang isinya demo-demo yang merusak. Cara demo yang sangat barbar. Aku pernah menjadi Mahasiswa, aku pernah ikut berdemo walaupun tidak sering, teman-temanku banyak yang aktivis Mahasiswa tapi tidak ada yang anarkis. Makanya heran aja melihat orang yang mengklaim dirinya sebagai mahasiswa tapi kok bertindak beringas.

Juni 18, 2013

Graha Sabha Pramana

Graha Sabha Pramana adalah sebuah bangunan dengan atap joglo yang berada di tengah-tengah kampus Universitas Gadjah Mada. Berada tepat disamping kampusku Fakultas Ekonomi UGM. Sewaktu penerimaan mahasiswa baru di GSP, penutupan opspek di GSP juga. Masih terbayang jelas di ingatan waktu kami para mahasiswa baru UGM ini menyanyikan secara koor hymne Gadjah Mada:

Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada semua
Kuberjanji memenuhi panggilan bangsaku
Di dalam Pancasilamu jiwa seluruh nusaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Indonesia
 
 Bagi kami almamater kuberjanji setia
Kupenuhi dharma bakti untuk ibu pertiwi
Di dalam persatuanmu jiwa seluruh bangsaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan nusantara

Wah rasanya merinding sewaktu ribuan orang menyanyikan hymne ini secara bersama-sama...haru campur bangga menjadi satu. Yah walaupun badan yang super capek karena harus berhari-hari menjalani opspek alias dikerjain kakak kelas...tapi begitu opspek selesai dan kami semua berkumpul di gedung Graha Sabha Pramana dan menyanyikan hymne ini terasa begitu lepas...plong...lega...

Sumber foto: www.skyscrapercity.com


 Sumber foto: www.hdrcreme.com

 Dan begitu memasuki masa-masa kuliah aku masih sering ke gedung ini....yah sekedar lari-lari pagi di halaman GSP atau nonton konser musik bersama teman-teman. Pernah nonton Twilite Orchestra, Kla Project dan Dewa 19 disini. Sewaktu mengikuti wisuda aku juga di gedung Graha Sabha Pramana. Trus kembali lagi ke gedung ini sewaktu mengikuti wisuda adikku.
Selepas masa kuliah masih beberapa kali ke gedung ini untuk menghadiri resepsi pernikahan teman-temanku yang diadakan disini. Pernikahan Bobby, pernikahan Tita, pernikahan Rully...beberapa temanku yang lain juga mengadakan resepsi di Graha Sabha Pramana tapi sayang waktu itu aku tidak bisa hadir.
Nah aku sempat usul kepada Kiki untuk resepsi pernikahannya di gedung GSP aja karena aksesnya mudah dan tempat parkirnya sangat luas. Tapi ternyata biaya sewanya mahal sekali ya, untuk lantai 2 GSP (yang dulu aku pakai wisuda) itu disewakan dengan harga 32 juta sedangkan lantai dasar 16 juta...info dari Kiki nih entah valid entah nggak. Kalau dosen dan staf UGM dapat potongan diskon 30%, kalau alumni setahuku juga dapat potongan harga tapi gak tahu berapa persen. Lantai dasar saat ini sedang direnovasi, padahal lumayan luas juga lho. Kalau lantai 2 ada panggungnya, jadi kalau buat pelaminan bagus banget tapi kapasitas ruangannya sangat besar...minimal untuk tamu undangan 2000 orang kalau dibawah itu kayaknya terkesan kosong.
Hmm...kapan lagi ya aku sempat berkunjung ke kampusku ini...

Juni 17, 2013

Pakdhe Kus

Pakdhe Kus adalah kakak sepupu Bapak yang tinggal di dekat rumahku. Ingatanku agak samar-samar tentang Pakdhe Kus ini. Beliau dulu tinggal bersama Budhe Kus dan 4 orang anaknya yaitu Mbak Fat, Mbak Mun, Mas Pendi dan Mas Yudi.

Pakdhe Kus mempunyai badan yang tinggi besar dan berkulit agak gelap. Waktu kecil dulu aku sering banget main ke rumah Pakdhe Kus dan sering dikasih uang saku hehehe...mungkin karena itu kali ya aku rajin main ke sana :D. Dulu waktu kecil aku sering banget digendong di punggung oleh Pakdhe Kus. Aku sih seneng-seneng aja :D

Setiap Lebaran, saat tamu agak sepi (karena biasanya dirumahku tamu terus berdatangan), Bapak selalu mengajakku untuk silaturahim ke rumah Pakdhe Kus, karena beliau adalah kakak sepupunya jadi Bapaklah yang harus datang kesana :)

Pakdhe Kus meninggal dunia saat sedang menunaikan sholat dikamarnya. Beliau meninggal saat sedang sujud. Mbak Fat curiga karena Pakdhe Kus sujud terlalu lama trus kemudian disentuh pundaknya dan Pakdhe Kus langsung terguling....ternyata beliau sudah meninggal dunia...Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Beliau meninggal dalam keadaan khusnul khotimah...saat sedang menjalankan sholat dan bersujud kepada Allah SWT. Semoga Pakdhe Kus diterima semua amal baiknya dan diberi tempat yang indah disisi Allah SWT...Aamiin...

Budhe Kus seorang perempuan yang bermata tajam dan bertubuh kurus. Budhe Kus ini juga selalu baik kepadaku dari aku kecil sampai aku dewasa. Setiap kali aku silaturahim kerumahnya, beliau selalu memeluk dan mencium pipiku. Tapi Budhe Kus sudah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu karena memang sudah sepuh dan kondisi kesehatannya juga yang memang kurang sehat. Semoga Budhe Kus mendapat tempat yang indah disisi Allah SWT, diampuni semua dosanya dan diterima semua amal baiknya...Aamiin...

Sekarang di rumah besar itu hanya ada Mbak Fat dan Mbak Mun karena Mas Pendi & Mas Yudi bermukim di Jambi. Sesekali anak-anak Mbak Mun yang kuliah di Malang juga pulang ke rumah dan Dian anak Mbak Fat juga sesekali datang. Mbak Fat menyibukkan dirinya dengan menerima pesanan jahitan, dulu aku selalu menjahitkan baju ke Mbak Fat. Bahkan Ibuku dan Bulikku sampai sekarang kalau menjahitkan baju juga di Mbak Fat...kata Ibuku gak cocok kalau menjahitkan ke orang lain :)
Karena memang udah kebiasaan kali ya :)

Semoga tali persaudaraan ini selalu terjaga selamanya...Aamiin...

Juni 14, 2013

Tradisi Barbar...

Pagi-pagi buka FB terhenyak melihat foto dan tulisan yang ada di salah satu fan page yang aku ikuti. Foto ikan paus sedang ditombak :( dan ternyata itu adalah salah satu tradisi di salah satu daerah yang ada di Indonesia bagian timur. Maaf...dengan alasan apapun aku tidak suka dengan tradisi itu...biarpun katanya ada kearifan lokal masyarakat disana untuk tidak menombak paus yang sedang hamil, paus muda dan hanya paus sperma yang diburu...tapi aku tetap tidak suka dengan tradisi ini...menurutku sangat sadis!!! Biarpun tradisi ini sudah berlangsung berabad-abad lamanya...aku tetap tidak suka. Paus adalah hewan mamalia bebas yang tidak bisa ditangkarkan dan mereka berkembang biak secara alami dengan masa pertumbuhan yang lama dan jumlahnya semakin sedikit dari hari ke hari...kenapa mesti ada tradisi berburu paus????

Tidak hanya tradisi itu yang aku tidak suka...segala macam kegiatan yang menyiksa hewan aku tidak suka...adu ayam, adu domba, adu banteng, topeng monyet atau apapun lah itu...aku tetap tidak suka. Ada salah satu acara di televisi swasta yang menayangkan soal orang-orang yang hobi memancing...begitu mereka mendapatkan ikan trus ketawa-tawa...berpose dengan ikan itu ditangan dengan senyum jumawa dan kemudian ikan-ikan itu dilepas lagi ke laut. Haloooooo...ikan-ikan itu sudah terluka oleh mata kail...kalau memang bukan untuk dimakan kenapa mesti dipancing untuk kemudian dilepaskan dalam keadaan terluka? Itu menyiksa namanya :(

Banyak resto yang menyajikan hidangan sirip ikan hiu...yang katanya bisa menambah vitalitas padahal itu hanya omong kosong belaka. Yang aku tau dalam tubuh ikan hiu itu terkandung banyak merkuri sehingga tidak layak disantap oleh manusia. Bar-bar banget kalau berburu ikan hiu hanya untuk diambil siripnya yang bisa dijual dengan harga sangat mahal itu. Selama ini hiu digambarkan sebagai hewan laut pembunuh yang sangat ganas...hiu menjadi ganas ada sebabnya juga kali. Insting hewan untuk mempertahankan diri...kalau dia merasa terancam maka dia akan menyerang. Btw ada temanku yang udah ratusan kali berenang ama hiu di laut lepas dan dia sehat-sehat aja tuh...gak diapa-apain ama hiunya.

Trus sempat beberapa tahun yang lalu di kampungku heboh gara-gara banyak kucing peliharaan yang hilang, katanya ada orang yang sengaja menculik kucing-kucing itu untuk diambil limpanya buat obat asma dan dagingnya diokonsumsi oleh dia...hadeuuuuhhhhh bar-bar juga ini orang.

Tradisi apapun itu kalau yang menyiksa makhluk lain itu benar-benar membuat aku sedih. Pikir-pikir manusia itu adalah makhluk Tuhan yang paling buas ya...makhluk lain bisa dibinasakan oleh manusia dengan seenaknya karena alasan tradisi, alasan untuk obat yang ternyata tidak terbukti, alasan hobi. Kenapa tidak sama-sama menjaga habitat yang ada di bumi ini biar keseimbangan alam tetap terjaga. Nanti kasusnya sama kayak waktu ulat bulu mewabah dibilangnya kutukan Tuhan padahal hal itu terjadi karena predatornya ulat bulu udah semakin habis diburu manusia. Penyesalan itu akan selalu datang terlambat sobat...percayalah. Lebih baik kita menjaga keseimbangan alam ini sebelum menyesal di kemudian hari. Jagalah alam ini untuk anak cucu kita nanti...

Juni 13, 2013

Pah Log & Mah Log

Siapa sih Pah Log & Mah Log??? mereka adalah sepasang suami istri yang mempunyai toko di pinggir jalan di samping rumahku. Pah Log & Mah Log adalah orang Chinese. Tokonya menyediakan kue-kue, aneka permen, aneka snack dll.

Aku dulu sering banget jajan di tokonya Pah Log ini...yah usia-usia TK dan awal2 SD. Dalam ingatanku...kalau Pah Log itu orangnya ramah dan baik banget, kadang kalau aku beli jajanan suka dilebihin, kebalikannya sama Mah Log...kalau Mah Log ini dulu terkenal galak dan pelit. Aku pernah beli jajanan dan seharusnya ada kembaliannya eh gak dikasih kembalian, aku udah protes eh dicuekin ama Mah Log. Waktu itu Pah Log sedang tidak ada di tokonya. Besoknya aku ke toko Pah Log lagi dan ketemu Pah Log...trus aku bilang ke Pah Log kalau kemarin aku gak dikasih kembalian ama istrinya....eh Pah Log-nya minta maaf trus duitku dibalikin plus dikasih permen pula...baik banget Pah Log ini :)

Pah Log punya halaman belakang yang luas, sekeliling halamannya dikelilingi tembok yang tinggi. Halamannya berbatasan dengan halaman rumahku dan halaman belakang rumah Mbah Uti-ku. Aku dan sepupuku yang cowok sering ngintip-ngintip ke halaman belakang rumahnya Pah Log ini...caranya dengan naik pohon jambu benik yang ada di belakang rumah Mbah Uti. Trus...ngegangguin anjing-anjing peliharaan Mah Log (Mah Log adalah penyayang anjing). Anjing-anjing Mah Log dilepas di halaman dan sering kejar-kejaran di halaman itu. Trus sesekali aku dan sepupuku melempari anjing-anjing itu dengan kerikil...lebih sering sih ngelempar kerikil ke kolam yang ada di dalam halaman mereka. Trus anjing-anjingnya jadi kaget dan menyalak. Abis itu Mah Log-nya keluar trus marah-marah sambil teriak-teriak..."Siapa gangguin anjingku!!!" Aku dan sepupuku langsung sembunyi di balik dinding :D
Abisnya dulu sebel banget ama Mah Log ini sering marah-marah gak jelas...akhirnya dibikin marah aja sekalian... (ampunnnn bandel banget ya ternyata aku dulu...hadeuhhhh....)

Oya Pah Log punya pohon kelengkeng yang selalu berbuah sangat lebat, setiap tahun selalu panen kelengkeng. Biasanya sih dibeli oleh penjual buah...selagi kelengkengnya masih kecil-kecil biasanya dibungkus dengan pelepah pinang supaya gak dimakan codot (kelelawar gede yang suka makan buah). Sebagian dahan-dahan pohon kelengkeng Pah Log ini melewati dinding pembatas dan menjorok di halaman rumahku jadinya daun-daun yang tua jatuh mengotori halamanku. Trus aku bilang ke Pah Log, "Pah, pohon kelengkengmu bikin halamanku kotor tuh berarti kelengkeng yang tumbuh di dahan yang menjorok ke rumahku jadi bagianku dong."
Yah walaupun bandel gini aku sering ngedengerin pengajian, dan kalau dalam hukum Islam apabila ada pohon buah yang menjorok ke halaman tetangga dan daun-daunnya mengotori halaman tetangga berarti buahnya menjadi hak tetangganya tersebut. Pah Log walaupun non muslim tapi dia mengerti dengan hal ini...mungkin karena tinggal di lingkungan yang mayoritas muslim jadi dia tau. Waktu itu dia hanya tersenyum sambil ngangguk-ngangguk. Eh sorenya...pembantunya Pah Log nganter sekarung buah kelengkeng ke rumahku. Trus dahan-dahan kelengkeng yang menjorok ke halaman rumahku kemudian dipotong, jadi gak mengotori halaman rumahku lagi :)

Bapak waktu itu bingung kok tiba-tiba dikasih sekarung kelengkeng yang sudah matang, trus Pah Log cerita ke Bapak soal aku yang ngomongin dahan kelengkeng itu ke Pah Log. Bapak geleng-geleng trus manggut-manggut...Bapak dan Pah Log ngobrol-ngobrol sambil ketawa-ketawa. Trus kata Pah Log ke Bapak,"Pak Hud, anakmu ini nakal banget tapi pinter ya." Jawab Bapak,"Lha iya anakku harus pinter hahahaha..." Aku sih waktu itu cuek aja mondar mandir disekitar mereka sambil ngejar-ngejar kucing piaraanku.

Tapi beberapa tahun kemudian Pah Log dan Mah Log dibawa ke Jakarta oleh anaknya, dan rumahnya disewain. Abis itu gak ngerti lagi gimana kabar mereka, denger-denger mereka udah meninggal. Karena waktu itu mereka juga udah agak jompo, mungkin anak-anaknya gak tega kalau orang tuanya hanya tinggal berdua...yah walaupun pembantunya da beberapa sih. Dan walaupun aku sering musuhan ama Mah Log tapi waktu dia mau pindah aku dielus-elus kepalaku trus dikasih permen. Maaf ya Mah Log...aku dulu sering jahil sama Mah Log. Makasih ya Pah Log atas semua kebaikanmu padaku. Semoga kalian bahagia di alam keabadian :)

My cute nephew: Mirza :)

Tadi malam aku punya keponakan baru lagi...anaknya sepupuku Helmy. Anak keduanya Helmy ini cowok lagi namanya Mirza Araizky. Lahir di Denpasar pukul 19.05 WITA. Hmm...sepertinya mirip ibunya lagi hehehe...walaupun kalau dilihat dari depan sekilas mirip Bapaknya. Ternyata genmu kalah ama gen-nya Dewi Hel hahahaha...


Semoga Mirza tumbuh menjadi anak yang sholeh, sehat, cerdas, ganteng, berhati mulia dan selalu bisa membahagiakan kedua orang tuanya...Aamiin...
Selamat untuk Helmy dan Dewi atas kelahiran Mirza semoga bisa menjadi orang tua yang sempurna untuk anak-anak...Azka & Mirza :)

Masih akan ada anak ketiga kan? Semoga nanti yang ketiga cewek ;)
(anak kedua baru aja brojol udah disuruh punya anak lagi ya Dew...hehehe....)

Juni 12, 2013

Dolanan

Dolanan adalah Bahasa Jawa yang artinya mainan. Mainan anak-anak jaman sekarang udah berbau gadget semua, beda banget ama jaman kecilku dulu :D. Waktu aku kecil dulu aku termasuk anak yang tidak bisa diam dalam waktu yang agak lama, gerak terussss. Hobi utamaku waktu itu adalah memanjat pohon...bahkan pohon yang batangnya lurus tanpa cabang pun aku bisa memanjatnya, trus berenang di sungai dekat rumah, atau main sama teman-temanku.

Saking sukanya memanjat pohon...kalau lagi gak ada di rumah trus dicari kemana-mana gak ada langsung deh Bapak mencariku ke pohon manggis di belakang rumah, pohon rambutan di samping rumah atau pohon jambu di belakang rumah Embah Uti :D. Kadang sih asyik main di sungai dekat rumah yang berarus deras itu...yah sekedar lompat dari batu besar ke air yang dalam atau main seluncuran di sungai dengan menggunakan ban dalam truk. Kalau sedang meluncur gitu rasanya wuiiihhhh seru banget...nikmat banget pokoknya...adrenalin berpacu dengan cepat. Hanya sayangnya Embah Uti-ku yang terlalu posesif dengan cucunya ini selalu gak suka kalau aku main di sungai...alasannya banjir bisa tiba-tiba datang...iya juga sih...tapi kan asyik main di sungai Mbah...

Mainan lainnya paling main benthik (Bahasa Jawa) dengan teman-temanku...benthik itu mainnya dengan potongan kayu kecil yang dilempar trus kita harus menangkisnya dengan potongan kayu yang lebih besar. Atau main gobak sodor, atau main petak umpet, atau main rumah-rumahan, kadang main pedang-pedangan juga...bikin sendiri dari batang asparaga trus bikin mahkota dari daun nangka yang disemat dengan potongan lidi. Sesekali aku berkelahi juga dengan teman mainku yang cowok...kalau ada yang nyebelin aja sih, kadang berkelahi dengan sepupuku yang cowok yang umurnya 4 tahun diatasku...tapi selalu aku yang menang berkelahi hehehe...senjataku kan selain tonjokan juga gigitan, jambakan, tendangan dan cakaran :D

Kalau lagi berlibur ke rumah Embah Kakung dari pihak Ibu aku seneng banget karena bisa main di sawah sepuasnya. Bisa naik ke punggung kerbau, bahkan kambing yang gede pun aku naikin hahaha. Kalau lagi ikut ke sawah aku ikutan naik alat bajak sawah, trus kalau udah siang dan waktunya makan ikutan makan di dangau di tengah sawah...wuiiihhh rasanya nikmaaatttt....makan nasi anget dengan lauknya olahan Embah Utiku yang enak di dangau dengan angin sepoi-sepoi sambil ngeliat burung-burung yang beterbangan dan hamparan sawah yang menghijau...indaaahhhh...aku kangen masa itu. Trus kalau masa panen aku suka ikut-ikutan nginjek-nginjek batang padi biar bulirnya lepas dari tangkainya, bareng-bareng ama buruh-buruh tani yang kerja untuk Embah Kakung...yah walaupun abis itu pasti badan gatal-gatal tapi tetap senang2 aja tuh :D

Kadang main ke tetangganya Mbah Kakung yang juragan genteng itu trus aku dikasih segumpal tanah liat yang bisa aku bentuk jadi macam-macam tergantung mauku mau bikin apa. Sampai aku pernah bercita-cita jadi juragan genteng juga hahaha...

Dulu jaman aku kecil, aku tidak terlalu suka boneka apalagi yang bentuknya kayak barbie gitu, kalau dibeliin boneka macam itu pasti rambutnya aku gunting pendek atau digundulin setengah hahaha...
Aku lebih suka bikin mainan sendiri. Bikin mobil-mobilan dan kapal-kapalan dari kulit jeruk bali, atau bikin pedang-pedangan dari batang asparaga, bikin mahkota dari daun nangka, bikin minyak-minyakan dari daun bunga sepatu atau sekedar mengeriting rambut teman mainku yang perempuan dengan menggunakan batang daun waru...keritingnya bisa bertahan 1-2 hari lho. Bikin rumah-rumahan dari tanah. Atau sekedar main sepeda keliling kampung...setelah agak gedean dikit keliling kecamatan.

Jaman aku kecil aku gak pernah mau ikut les privat, karena jam les privat itu waktunya bareng dengan jam film kartun kesukaanku diputar di TV. Jadi ya selama sekolah belajar sendiri aja....biasanya kalau guru nerangin aku merhatiin, sesekali mencatat...tapi belajarnya sistem kebut semalam hehehe... Waktuku abis buat main dan main.

Tapi pikir-pikir permainan anak-anak jaman dulu itu bikin badan sehat lho. Badan bergerak terus...trus belajar bagaimana kerjasama dalam tim, belajar memikirkan taktik supaya menang dalam permainan. Selain itu juga melatih anak untuk berpikir kreatif dan inovatif...harus bikin mainan sendiri. Kalau anak-anak sekarang sepertinya lebih sering terpaku di depan layar gadgetnya...jadi kurang gerak...trus sosialisasi dengan teman-teman yang lain juga lebih sedikit. Tapi emang beda jaman beda permainan sih ya :)

Sekarang ini kalau anak-anak mau liburan ke sawah aja harus bayar mahal...harus ikut outbound. Apalagi anak-anak yang lahir di kota-kota besar pasti lihat kerbau secara live juga belum pernah. Dulu aja temenku si Nurul yang lahir dan besar di Jakarta...ngebet banget main ke kampung halamanku katanya dia pengen liat kerbau secara live hahahaha... Sayangnya dia batal ke rumahku karena diterima kerja di Batam dan waktunya berbarengan dengan jadwal dia main ke kampung halamanku :D

Hmm...kangen juga ya dengan masa kecil dulu. Masa-masa dimana semua kebandelan, kejahilan, kreatifitas bisa tercurah dengan sempurna. Biarpun banyak dapet omelan karena setiap pulang main baju gak pernah bersih, bau keringat, bau matahari, kaki penuh luka karena jatuh tapi tetap aja happy tuh. Jaman sebelum memikirkan beban kehidupan...tsaaahhhh...
Jaman masih kuat bertanding lari dengan teman mainku yang cowok dan aku jadi pemenangnya, jaman kalau lagi gak punya uang buat jajan...aku bisa manjat pohon jambu di belakang rumah Mbah Uti trus jambunya aku jual dan duitnya buat jajan :D, jaman aku gampang banget dapat uang saku dari Mbah Kakung, Mbah Uti, Bulik, Paklik, Budhe, Pakdhe, Temen-temennya Bapak dan Ibu, Tetangga-tetangga yang baik hati...duuuhhh indahnya masa itu...

Souvenir Mingle & Souvenir Siraman

Pesanan-pesanan souvenir ini bersifat dadakan semua. Kebetulan sih bahan-bahannya ada jadi bisa langsung bikin. Kalau pas gak ada ya dengan sangat menyesal pesanan ditolak...soalnya kan sifatnya mendadak, butuh cepet :D

Lovinia pesan rose flower towel untuk acara mingle di resepsi pernikahannya. Lovinia memilih warna merah untuk rose flower towelnya. Untuk rose flower towel ini aku biasa menggunakan handuk obras ukuran 20x20cm atau handuk tebal ukuran 23x23cm. Kalau memakai ukuran yang lebih besar dari itu hasilnya kurang bagus. Nah karena Lovinia memilih warna merah jadinya pakai handuk obras ukuran 20x20cm karena handuk tebal ukuran 23x23cm tidak ada yang berwarna merah.


Rose flower towel ini dipacking dengan opp plastik dan diikat dengan pita satin dengan warna senada. Penentuan warna pitanya sih kebanyakan dari aku...karena pemesannya menyerahkan sepenuhnya ke aku...kata mereka terserah deh yang bagus aja menurut kamu :D

Sementara Ratna memesan souvenir untuk siraman. Nah pesanan yang ini benar-benar kilat, berhubung yang ready stock di rumah hanya handuk, sisir kayu dan cermin kayu...akhirnya Ratna memilih isi souvenirnya ketiga benda itu hehehe... Tapi emang kalau pesan souvenir siraman disini bisa customize sih, terserah pemesan mau diisi apa aja. Packingnya menggunakan keranjang rotan yang dibungkus dengan kain tulle dan diikat pita satin. Untuk warnanya, Ratna memilih warna pink dan biru.


Lovinia dan Ratna terima kasih atas pesanannya. Semoga acaranya berjalan dengan lancar dan pernikahannya pun menjadi pernikahan yang selalu dilingkupi kebahagiaan...happily ever after :)

Juni 11, 2013

Cantik

Setiap perempuan tentu ingin tampil cantik dan menarik. Batasan cantik itu yang bagaimana sih????
Tentu setiap orang punya ukuran tersendiri yang masuk kategori cantik itu yang bagaimana. Menurut Bapakku...Ibuku adalah perempuan tercantik di dunia :D
Menurut Embah Kakungku...Embah Uti adalah perempuan yang tercantik di dunia :D
Menurut Paklikku...Bulikku adalah perempuan tercantik di dunia :D
Menurut Mas-ku...aku adalah perempuan cerdas, galak tapi baik hati...gak pernah dibilang cantik huahahahaha...biarin ajalah gini aja dia udah klepek-klepek *jumawa :D*

Nah untuk bisa tampil cantik...kadang kita para perempuan ini melakukan segala macam upaya...dengan merawat wajah dan tubuh, dengan menjaga kebersihan badan, dengan memakai baju-baju yang bagus, dengan memakai make-up dll.
Sebagai perempuan yang tentu saja pengen terlihat cantik...aku juga beberapa kali pergi ke salon untuk merawat diri (kenapa hanya disebut beberapa kali? karena dalam setahun masih bisa dihitung jari berapa kali aku masuk salon hehehe...).

Saat aku facial di salon selalu aja mbak-mbak di salon itu gemes pengen merapikan alisku. Dan aku bertahan...jangan sentuh alisku!!! Aku gak suka alisku dicabut, karena memang hal itu diharamkan dalam Islam. Sampai sekarang aku belum pernah sekalipun memakai bulu mata palsu...Alhamdulillah bulu mataku udah lumayan panjang dan lentik dari lahir :)
Apalagi sampai mentato tubuh atau wajah...hal itu jelas-jelas diharamkan dalam Islam. Kenapa? Karena mentato tubuh atau wajah itu adalah perbuatan menyakiti diri sendiri yang tidak diperbolehkan dalam Islam dan dengan adanya tato di tubuh kita itu akan menghalangi kesucian tubuh saat kita mandi besar ataupun berwudhu. Lalu bagaimana dengan sholat kita kalau air wudhu saja tidak bisa mensucikan kita? Sementara sholat itu tiang agama. Oya satu lagi yang dilarang...kuteks. Kuteks menghalangi air untuk masuk ke tubuh kita, kalau daun pacar yang dipakai di kuku malah gak apa-apa karena terserap dalam kuku. Makanya aku suka heran kalau ngeliat artis-artis perempuan di televisi yang mau sholat tapi pakai make up super tebal dan kuteks di kukunya...buat dandan kayak gitu kan lama...dan apakah sebelum dandan dia udah wudhu? dan apakah wudhunya masih terjaga sampai dia selesai dandan??

Kalau ada yang sudah terlanjur mentato tubuhnya sebisa mungkin dihapus deh, kalaupun tato hampir ada di seluruh tubuh dan akan menyakitkan kalau dihapus...perbanyaklah ibadah kepada Allah SWT. Hanya Allah SWT yang mengetahui diterima tidaknya ibadah hambanya. Jadi bukannya aku tidak menghargai seni ya (kalau tato itu dianggap sebagai sebuah seni), hanya saja tato memang dilarang dalam Islam. Kalau mau cari dalil-dalilnya silahkan browsing di internet...ada buanyak buanget dalilnya.

Trus ada lagi ungkapan kalau yang penting itu cantik secara batin bukan cantik secara fisik. Kalau menurutku kedua hal itu sama-sama penting. Bagaimana kita menjaga kecantikan fisik dan batin kita secara seimbang. Dan jujur saja, penilaian pertama selalu dari penampilan fisik, gak mungkin kan baru kenal tiba-tiba orang udah tau...oooo si A ini batinnya cantik lho.
Tapi cantik disini bukan berarti harus yang tampil wah dengan segala pernak perniknya, cukup tampil rapi, bersih dengan muka yang full senyum dan ramah itu udah terlihat cantik lho.

Untuk cantik itu gak perlu biaya mahal kok...cukup menjaga kebersihan tubuh, pakai pakaian yang bersih dan rapi, murah senyum (asal gak senyum-senyum sendiri aja) dan lebih bagus lagi kalau diajak ngobrol bisa nyambung. Kan percuma tampilan fisik 90 nilainya eh setelah ngobrol nilainya jadi 30.

Tulisanku kali ini mungkin kelihatan terlalu usil ngurusin cara orang dandan ya? Tapi emang aku lagi pengen nulis soal ini, ya siapa tau ada yang terbantu dengan tulisan ini atau bahkan mungkin ada yang menggerutu?? Tidak masalah kok, bebas berpendapat :)

Juni 10, 2013

Dongeng sebelum tidur...

Saat aku kecil dulu...usia TK dan SD...aku terbiasa mendengarkan dongeng sebelum tidur. Mbah Uti (dari pihak Ibu dan Bapak) sering mendongengiku dengan cerita-cerita rakyat seperti Timun Emas, Kancil mencuri ketimun, Bawang Merah & Bawang Putih dll. Sementara kalau Bapak bukan mendongeng tapi menceritakan tentang kisah Nabi-Nabi...dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad plus cerita tentang kisah para sahabat Nabi Muhammad.

Efeknya...aku sangat suka membaca. Bahkan sampai sobekan kertas koran yang dipakai sebagai bungkus belanjaan Ibu pun aku baca. Dan saat kecil dulu aku hafal luar kepala semua cerita tentang para Nabi dan sahabatnya...alhasil kalau ujian Agama Islam aku yang malas belajar ini (pengakuan) tidak kesulitan mengisi jawaban ujian yang berkaitan dengan sejarah Islam. 

Saat kecil dulu aku langganan majalah Bobo dan Ananda, nah di majalah Ananda ini suka ada bonus cerita rakyat. Pernah dapat bonus kisah pewayangan...tentu saja lengkap dengan gambar-gambarnya dan efeknya saat ujian Bahasa Jawa aku bisa menjawab soal tentang nama-nama tokoh wayang bahkan nama lainnya Arjuna aku tau, nama lain Yudhistira aku tahu dan semua kisahnya. Hanya saja nilai Bahasa Jawa-ku tetap jelek gara-gara susah nulis huruf Hanacaraka hehehehe...

Selain suka membaca aku juga suka menulis...menulis prosa, menulis puisi, menulis pantun. Bahkan pernah terpilih mewakili sekolah untuk lomba Porseni dan menang lomba mengarang se-Kabupaten. Nomor 1 pula hehehehe. Di sekolah pernah menang lomba bercerita :D
Kalau jaman SMP menang lomba membuat prakarya dan akhirnya aku disuruh mengajar ibu-ibu PKK di kediaman Ibu Guruku hahahaha...gak ada hubungannya ama soal dongeng mendongeng ya :D. Nah saat SMP pula ada lomba mengarang, tapi saat itu aku lagi males ikutan lomba padahal temen-temenku udah nyuruh ikutan. Tapi ya gimana ya namanya lagi males ya males aja :D

Saat SMA ada pelajaran Theater lho. Kami diajarin gimana caranya ber-acting, caranya membuat naskah drama dll. Setiap ulang tahun sekolah selalu ada pentas theater dan moment ini selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh penonton pentas seni karena biasanya kisahnya lucu-lucu. Tapi aku gak berbakat jadi pemain kayaknya, aku lebih berbakat jadi sutradara atau penulis naskah drama. Pernah disuruh bikin novel gambar, yaitu membuat sebuah cerita dari seseorang itu lahir, sekolah, kerja, menikah, punya anak sampai meninggal dunia tapi berdasarkan gambar yang ditempel. Tentu aja lengkap dengan lika-liku kehidupan. Gambarnya bisa dicari dari koran dan majalah bahkan dari potongan brosur. Untuk tugas yang ini aku dapat nilai 9 dari 10. Trus disuruh bikin naskah drama pendek dan dipentaskan di depan kelas dan lagi-lagi dapat nilai bagus...lumayanlah sebagai penyaluran hobi.

Karena terbiasa mendengarkan dongeng dan cerita sebelum tidur aku punya imajinasi yang sangat berlebih untuk anak seusiaku pada masa itu. Bahkan aku sering berubah cita-cita. Pernah suatu waktu pengen jadi wartawan, trus berubah lagi pengen jadi penulis cerita, berubah lagi pengen jadi ahli bahasa, waktu SD kelas 2 atau 3 gara-gara berlibur di rumah Embah Kakung yang punya tetangga juragan genteng...eh aku bercita-cita pengen jadi juragan genteng hahahaha....

Di waktu yang lain gara-gara cerita yang terpatri demikian kuat dibenakku ditambah dengan sifatku yang usil (semasa kecil lho), aku pernah membuat adikku menangis. Dekat rumahku ada sungai yang berarus deras dan airnya jernih...trus tiba-tiba aku bercerita aja gitu ke adikku yang saat itu masih TK.

Aku bilang,"Dulu saat aku lagi main di pinggir sungai ini tiba-tiba aku lihat ada keranjang terapung-apung." Adikku mendengarkan dengan penuh perhatian. 
Trus aku memanggil Bapak,"Pak, ada keranjang rotan hanyut di sungai." Nah sama Bapak keranjang itu terus diambil." (adikku masih memperhatikan ceritaku dengan serius dan penuh perhatian)
"Tau gak isinya apa?" tanyaku ke adikku
"Apa isinya, Mbak?" tanya adikku balik
"Isinya bayi." jawabku dengan muka serius
Adikku melongo dengan mata yang membesar.
"Trus bayinya sekarang dimana?" tanya adikku
"Kamu itu bayinya." jawabku tanpa rasa bersalah trus ngeloyor pergi.
Eh adikku langsung mewek trus tanya ke Bapak,"Pak, aku bukan anak Bapak ya?"
Bapakku yang gantian bengong, dipeluk dan dielusnya kepala adikku yang saat itu menangis terisak-isak. "Siapa yang bilang begitu Nduk?" Dan berceritalah adikku tentang kisah yang aku ceritakan sebelumnya. Bapak hanya geleng-geleng kepala dan menghela nafas sambil terus menenangkan adikku.
Trus abis itu gantian aku yang dinasehati gak boleh usil sama adikku...hehehe... (kalau inget masa kecil ternyata aku bandel dan usil banget ya...). Nah waktu itu aku terinspirasi kisah Nabi Musa yang dihanyutkan di Sungai Nil jadi tiba-tiba aja tercetus cerita itu ke adikku.

Tapi dilain waktu aku pernah membuatkan buku cerita untuk adikku. Aku cari gambar-gambar yang lucu dari majalah anak-anak trus gambar-gambar itu aku tempel ke buku tulis. Setelah itu aku bercerita kepada adikku dengan kisah yang aku karang sendiri berdasarkan runtutan gambar yang aku susun itu. Dan adikku seneng banget denger cerita karanganku itu :)

Intinya aku bersyukur banget saat kecil dulu Mbah Kakung, Mbah Uti, Bapak dan Ibuku punya waktu untuk meninabobokkan aku dengan kisah-kisah yang inspiratif. Jadi kadang cara menasehati aku yang super bandel saat itu melalui cerita-cerita itu, karena kalau langsung biasanya gak mempan ckckck...

Kalau soal kesukaanku membaca koran dan majalah serius seperti Jawa Pos, Kompas dan Tempo dulu juga berawal dari kebiasaan Bapak. Beliau sering membeli koran dan majalah trus aku disuruh baca beritanya abis itu aku disuruh menceritakan isi berita tersebut kepada Bapak. Dari SD aku terbiasa berdiskusi soal-soal serius dengan Bapak bahkan soal politik. Aku boleh berbeda pendapat dan menyampaikan argumentasi. Terkadang membahas soal agama juga. Banyak hal yang aku diskusikan dengan Bapak dan aku banyak menyerap ilmu dari Bapak. Bapak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanku yang gak pernah ada habisnya. Dari kecil aku selalu banyak bertanya hal-hal yang menurutku menarik untuk ditanyakan. Hmm...merindukan sosok berbincang yang begitu cerdas tapi membumi dan tetap sabar seperti Bapak :)

Juni 07, 2013

Ke Mayestik lagiiii...

Hari Kamis kemarin emang udah ada rencana mau ke Pasar Mayestik lagi, mau beliin kain chiffon untuk Ibu. Ceritanya sih mau kembaran pas Lebaran nanti, adikku juga mau kembaran. Rencananya pagi-pagi aku mau kesana, tapi ternyata masih keenakan leyeh-leyeh menikmati libur...akhirnya berangkat abis Sholat Dzuhur.

Pasar Mayestik
Pasar Mayestik sekarang ini udah jauh lebih rapi dibanding dulu karena gedung utamanya udah jadi dan bagus lho. Terlihat megah dan tentu saja lebih adem karena ber-AC, bersih dan tertata rapi. Emm explore Pasar Mayestiknya lain waktu aja deh karena aku buru-buru mau ke Toko Fancy. Begitu masuk ke Toko Fancy aku kaget banget...gilaaa tokonya penuh banget, gulungan kain bertebaran gak teratur di setiap sudutnya. Pengunjungnya berjubel...banyak banget. Biasanya aku kesini selalu pagi hari jadi masih sepi..baru kali ini siang-siang kesini...busyetttt sampai susah gerak.

Aku buru-buru menuju ke bagian kain chiffon sutra. Alhamdulillah masih ada kain yang sama dengan punyaku yang aku beli minggu lalu...tapi tinggal 3,25 meter...hanya cukup untuk Ibuku. Waduh gimana nih padahal adikku juga mau. Aku tanya ke pramuniaganya katanya tinggal itu aja, kalau chiffon motif emang cepet abis, dan kalau adalagi motifnya udah beda. Aku telpon adikku untuk ngabarin kalau kainnya udah abis dan kata dia,"Gak apa-apa Mbak, buat Ibu aja, ntar aku bisa bikin bros atau modifikasi untuk jilbab dengan kain percanya biar masih ada seragamnya."
Ya mau gimana lagi...

Akhirnya aku mencari kain furingnya, trus ama pramuniaganya ditawarin kain chiffon cerruti...terlalu tipis dong mbak. Chiffon crep lumayan tebal tapi gak ada yang warna hitam, karena untuk furingnya aku mau yang warna hitam. Ama mbaknya diambilin yang warna biru genjreng...olala...Ibuku gak suka warna biru...hitam aja deh yang netral. Akhirnya dapet furing kain satin doff. Trus aku sempat ke bawah lagi dan gak sengaja diantara tumpukan gulungan kain aku ngeliat kain chiffon sutra yang sama dengan kain yang sebelumnya aku beli, akhirnya aku beli lagi untuk adikku. Dan akhirnya aku beli juga kain chiffon cerruti warna hitam harganya 20K/m.

Kain Chiffon Sutra bermotif
 Sempat celingukan nyari-nyari mbak pramuniaga yang tadi ngelayani aku. Karena kalau di Toko Fancy yang ngelayani harus satu orang. Untung aku inget muka mbaknya, kalau sampai lupa kan bisa runyam. Semakin lama nunggunya. Waktu nyari mbaknya itu aku sampai turun naik ke lantai 2, lantai 3 turun lagi ke lantai 1 dan balik lagi ke lantai 2...dan akhirnya ketemu juga...fiuuuhhhh. Mbaknya mungil banget sih jadi agak susah nyarinya diantara sekian banyak pengunjung dan pramuniaga lain yang berlalu lalang diantara tumpukan kain yang berserakan.

Trus sempat liat-liat ke bagian songket...hmm boleh juga nih songket warna marun biar cocok ama kebayaku yang warna marun...beli 2 meter harganya 80K/m. Motifnya bagus, aku suka :)
Sempat ke lantai 3 untuk ngeliat kebaya, karena emang aku berniat beli kebaya buat kado sepupuku yang mau nikah...buat Pepi bukan Kiki :D. Pepi maunya kebaya yang warna marun dengan furing warna emas. Tapi aku udah males duluan ngeliat kebaya yang bertumpuk-tumpuk gak karuan. Ya udah ntar cari di toko lain aja. Begitu selesai bayar langsung beli cendol dulu...haus....

Kain Songket
 Masuk ke Toko Mumbay..sepi lho di Mumbay beda banget ama di Toko Fancy. aku langsung menuju lantai 2 ke tempat kain brokat semi Prancis...saking seringnya kesini jadi udah hafal letaknya hehehe. Dan langsung menemukan kain brokat semi Prancis warna merah marun. Tinggal mencari furingnya, dan dapat kain satin warna emas. Sip...semua belanjaan udah dapat....saatnya pulang...

Brokat Semi Prancis
Kapan ya aku mulai kursus menjahit...semakin pengen bisa jahit nih. Bisa bikin baju sendiri, kebaya sendiri...kan asyik kalau gitu bisa menghemat ongkos jahit hehehe...
Btw belanja itu emang menyenangkan, waktu bayarnya aja yang bikin susah :D

Juni 05, 2013

Nge-trip ke Pulau Harapan

Weekend kemarin aku pergi ke Pulau Harapan di Kepulauan Seribu, aku pergi bersama adikku dan 3 orang teman kantorku. Padahal sebelumnya yang mau ikut ada 11 orang, eh lama kelamaan menyusut tinggal 5 orang. Ya udah rencana jalan terus dong. Kami menggunakan jasa tour dari hematwisata.

Day 1, 1 Juni 2013

Sehabis Sholat Subuh aku dan adikku berangkat ke Pelabuhan Muara Angke dari Benhil. Tadinya sih pengen naik TransJ ke arah Kota trus sambung taksi atau bajaj...yah ngirit ongkos ceritanya. Tapi ternyata jam segitu TransJ juga belum ada, akhirnya kami memutuskan naik taksi langsung ke Muara Angke. Janjian ama yang lain untuk ketemuan di Muara Angke.

Pelabuhan Muara Angke
 Hanya butuh waktu 30 menit kami udah sampai di Muara Angke...jalanan menuju ke Pelabuhan jam 05.30 udah padat merayap. Dan berhubung salah satu temenku belum datang jadinya harus menunggu, dan akhirnya kami harus ganti kapal karena kapal yang pertama udah penuh. Kami duduk di bagian atas, kapalnya kapal kayu yang super besar dan ada 2 tingkat, nah aku dan teman-temanku duduk di tingkat 2. Nah saat sedang di tengah perjalanan tiba-tiba aja turun hujan derassss...dan yang lebih buruk lagi atap kapal diatas tempat duduk kami bocor...makin lama makin parah aja bocornya...hadeuhhhh... Snorkeling aja belum tapi baju udah basah semua. Aku dan teman-temanku pindah tempat duduk yang agak terhindar dari kebocoran atap itu, karena kapal udah sangat penuh jadi susah untuk bergeser jauh-jauh.

Udah kondisi atap kapal bocor, musiknya dangdut, dan ada orang tidak tahu diri yang terus-menerus merokok di dalam kapal yang penuh sesak dan semua jendela tertutup rapat karena hujan...bener-bener bikin kepala puyeng. Mendekati Pulau Pramuka hujan mulai mereda, kapal merapat sebentar untuk menurunkan penumpang, syukur deh si tukang ngerokok ituturun di Pramuka. Perjalanan lanjut lagi, setelah kurang lebih 30 menit sampailah kami di Pulau Harapan. Perjalanan Muara Angke ke Pulau Harapan memakan waktu kurang lebih 3 jam 15 menit.

Di dermaga Pulau Harapan kami sudah dijemput oleh Pak Monang dan Alung (guide selama hopping Island). Kami diantar ke home stay, home stay-nya sangat bersih dan ber-AC, ada TV, 2 kamar mandi. Jadi pembagian tempat tidurnya aku dan adikku di dalam kamar sementara yang cowok-cowok di ruang depan. Makan siang juga sudah disiapkan...btw makanannya lebih enak dibanding di Pulau Tidung dulu hehehe...

Aku Sholat dulu trus makan siang, istirahat sebentar trus ganti baju dan bersiap untuk keliling ke pulau-pulau dan snorkeling. Aku dan adikku bawa alat snorkeling sendiri, sedangkan 3 orang teman kantorku pakai alat snorkeling yang sudah disediakan Pak Monang (udah include paket tour). Kami keliling pulau dengan menggunakan perahu kayu bermesin. Enak juga ya jalan hanya berlima, lebih tenang. Menurutku sih memang lebih enak jalan dengan orang-orang yang udah kita kenal sebelumnya dan kebetulan teman-temanku orangnya gak reseh sih...jadi santaiiiii....

Pulau Putri
Kami melewati Pulau Putri, di Pulau Putri ini ada aquarium bawah laut. Tadinya kami ingin ke aquarium tersebut tapi sayang sekali saat itu sedang direnovasi...jadi batal deh kesana.
Tujuan pertama adalah ke perairan di Pulau Perak, disana lautnya berpasir halus dan sedikit terumbu karang. Kenapa berhenti disitu??? Karena 2 orang temanku belum pernah snorkeling sama sekali, jadi mereka harus dilatih dulu biar bisa :)
Aku juga ikutan nyemplung, dan aku pikir gak perlu pakai fins karena toh tidak ada batu karang. Tapi ternyata arusnya saat itu cukup kuat, jadi capek juga kalau gak pakai fins. Adikku yang ikut-ikutan gak pakai fins sempat terbawa arus trus aku jemput dan narik dia ke arah kapal. Disini ada juga bulu babi, ukurannya gede-gede lho, jadi aku kasih tau teman-temanku untuk sangat berhati-hati karena kalau tertusuk lumayan sakit juga.

Bulu Babi @Pulau Perak
 Perjalanan lanjut lagi...nah saat di perjalanan ini aku melihat gusung pasir dan aku minta kapal mampir kesitu. Gusung pasir adalah spot yang sempurna untuk foto-foto ;)
Pemandangan dari gusung pasir ini sangat indah...arusnya tenang dan yang penting saat itu pengunjungnya hanya sedikit. Jadi bebas deh mau berpose macam-macam hehehe. Dan aku bersyukur juga guide-nya Alung karena dengan arahan sedikit aja dia bisa membantu memotret kami dan hasilnya lumayan bagus. 

@Gusung Pasir
 Setelah puas foto-foto di gusung pasir perjalanan lanjut lagi, menuju Pulau Bintang. Kenapa disebut Pulau Bintang? Aku tau jawabannya setelah nyebur untuk snorkeling. Disini banyak sekali bintang laut berwarna biru. Banyak juga ikan-ikan berwarna warni...hanya saja terumbu karangnya sudah banyak yang rusak dan gundul. Arus disini lumayan kuat jadi sebaiknya kalau snorkeling harus pakai fins, kalau nggak gampang terbawa arus dan bikin capek.

Bintang Laut di Pulau Bintang
Ikan-Ikan di Pulau Bintang

Terumbu Karang @Pulau Bintang
Setelah puas snorkeling di Pulau Bintang perjalanan lanjut lagi ke Pulau Dolphin. Di Pulau Dolphin hanya berenang-renang aja dan ngambang-ngambang hehehe... Santai-santai sambil menunggu sunset. Tapi setelah sekian lama ditunggu sunsetnya tertutup awan...penonton kecewa deh. Akhirnya kami hanya berfoto-foto aja disana. Abis itu balik ke Pulau Harapan. Oya di sekitar Pulau Dolphin ini biasanya banyak lumba-lumba alias dolphin tapi hari itu entah kenapa dolphinnya gak ada yang nongol satupun. Lagi plesiran juga kali ya dolphinnya hehehe...


Di atas kapal kami tetap foto-foto dong, dengan memanfaatkan sunset yang tertutup awan tapi tetap indah. Tapi badan semakin menggigil karena baju basah dan terkena angin laut...dingiiiinnnn....
Akhirnya sampai juga kami di Pulau Harapan. Langsung mandi trus Sholat. Rebahan bentar...enaknyaaa rebahan setelah melaut seharian. Trus kami dipersilahkan makan malam. Di depan home stay pas di tepi laut udah disediain BBQ seafood...ada berbagai macam, ada tuna bakar pedas, ada cumi-cumi, ada ikan baronang, ikan ayam-ayam...trus ada cumi goreng tepung, soto ayam dan kerupuk. Wah banyak banget sampai bingung makannya. Soto ayamnya enak banget tapi berhubung banyak banget jadi ya gak habis, tunanya juga enak, cumi goreng tepung langsung ludes, ikan baronang juga ludes. Yang masih ada ikan ayam-ayam dan cumi bakar (yang super alot hehehehe...). Sambel kecap mempercepat ludesnya hidangan :D

Abis makan aku masuk lagi ke home stay, mau nonton TV wah mata udah berat aja rasanya. Jadi setelah Sholat Isya' langsung rebahan lagi. Ngeliatin foto-foto dan haha hihi ama adikku ngeliat pose-pose yang aneh dan lucu :D. Gak terasa udah di alam mimpi...zzzzzzzzzz......

Day 2, 2 Juni 2013
Aku terbangun pukul 03.30 dan udah gak bisa memejamkan mata lagi. Abis itu trus mandi dan Sholat Subuh. Trus siap-siap mau ngeliat sunrise di dermaga. Keluar pukul 05.30...hari masih agak temaram. Jalan ke arah Timur dan duduk-duduk di atas deretan beton yang sengaja disusun sebagai penghalang gelombang langsung ke pulau.

Gak berapa lama matahari mulai muncul...indahnya walaupun terlihat jauh lebih kecil dibanding waktu aku menikmati sunrise di Derawan. Tapi tetap terlihat indah. Sungguh sangat menyenangkan menikmati munculnya matahari pagi dan melihat air yang beriak tenang...pemandangannya sangat indah. 

Sunrise di Pulau Harapan
Begitu matahari semakin meninggi aku dan teman-temanku beranjak ke tempat lain masih di sekitar dermaga. Hmm...kenapa masih ada aja yang suka buang sampah sembarangan ya??? Sayang sekali alam yang indah jadi kotor karena ada orang yang suka buang sampah sembarangan.

Fajar di Harapan
 Setelah puas menikmati dermaga kami pulang ke home stay untuk menikmati sarapan. Kali ini menunya nasi goreng pedas dengan lauk telor dadar dan cumi  masak pedas plus teh anget. Selesai sarapan langsung kami menuju dermaga lagi karena hari ini jadwalnya ke penangkaran penyu di Pulau Kelapa Dua. Untuk menuju kesana dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit dengan naik perahu. Penduduk di Pulau Kelapa Dua ini merupakan perantau dari Bone Sulawesi. Jadi rumah-rumah yang ada disana kebanyakan rumah panggung.


Penangkaran penyu ada di Kantor Dinas Kehutanan yang ada di ujung Pulau Kelapa Dua. Ada tukik (anak penyu yang baru menetas), ada penyu usia 2 bulan, ada juga yang udah berusia 2 tahun. Makanan untuk penyu-penyu ini adalah ikan-ikan kecil. Penyu sangat rentan stress jadi tidak boleh ada suara yang terlalu berisik atau cahaya yang menyilaukan. Lagi asyik-asyiknya liat-liat penyu eh tiba-tiba datang serombongan pengunjung dan sangat berisikkkk. Waduh apa penyu-penyunya gak langsung stress ya, aku aja stress ngedenger suaranya. Langsung kami keluar dari penangkaran penyu dan menuju konservasi mangrove. Mangrove-nya masih kecil-kecil. Abis itu kami langsung balik ke dermaga lagi, naik kapal dan balik ke Pulau Harapan.


Penyu Sisik
 Setelah itu kami jalan-jalan mengelilingi Pulau Harapan. Trus menuju arah Kantor Kecamatan yang berada di ujung pulau. Foto-foto di perbatasan antara Pulau Harapan dan Pulau Kelapa. Menikmati pemandangan di sekitar dermaga yang indah. Banyak ikan-ikan kecil yang berenang-renang di bawah dermaga....banyak banget ikannya. Trus ngeliat pemandangan ke laut lepas. Ada beberapa pulau kecil di dekat Pulau Harapan. Salah satunya adalah milik salah satu owner televisi swasta. Hmmm banyak banget ya duitnya sampai bisa punya pulau pribadi.

Konservasi Mangrove @Pulau Harapan
 Puas keliling-keliling dan foto-foto kami balik lagi ke home stay. Aku sih mandi lagi karena gerah banget. Trus packing karena hari ini jadwalnya pulang ke Jakarta lagi...eh Kepulauan Seribu juga termasuk Jakarta lho ya hehehe. Balik ke Muara Angke maksudnya :D
Masih pukul 11.30 kami udah disuruh naik ke atas kapal...dan nunggu sampai penuhnya lama bangetttt. Kapal baru berangkat ke Muara Angke pukul 13.00. Untung saat itu cuaca cerah jadi gak takut atap kapal bocor lagi. Perjalanan memakan waktu 3,5 jam...terasa lama bangettttt. Sampai di Angke aku segera mencari Mushola...ada sih di Pom Bensin....tapi gak ada air buat wudhu....hadeuh...
Akhirnya aku memutuskan untuk sholat di Halte Busway Kota. Setelah itu lanjut ke Benhil. Mandi, bersih-bersih....tadinya sih mau nonton ke Plaza Semanggi tapi ternyata udah tepar jadi ya tidur aja dan ternyata gak bisa tidur sampai dini hari...

Jadi kalau mau menikmati liburan ke laut dan menikmati pantai yang indah gak usah jauh-jauh dari Jakarta, tinggal nyebrang aja ke Pulau Seribu. Ada banyak sekali pulau yang bisa dikunjungi. Tapi ingat... JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!!